Monday, 3 August 2015

Dikenal Peduli, Langkah Sapuan Bakal Mudah


METRO – Langkah H.Sapuan,SE,Ak,MM,CA bersama wakilnya, Dedy Kurniawan,S.Sos bakal lancar menuju kursi bupati Mukomuko. Cukup banyak faktor yang mendasari, mengapa masyarakat mendukung pengusaha sukses asal Kecamatan Teramang Jaya ini. Soal kemampuan, tentu tidak diragukan lagi, sederet pengalamanpun dimilikinya, mulai meniti karir dari nol hingga sukses ‘’menaklukkan’’ ganasnya persaingan hidup di Kota Jakarta. Tidak hanya itu, Sapuan juga sudah melalang buana ke berbagai negara di dunia untuk kegiatan bisnis ataupun menimba pengalaman. Tokoh-tokoh ternama dari pemerintahan dan dari kalangan swasta juga mengenal sosoknya.
Soal kepedulian pada masyarakat atau daerah, Sapuan tidak perlu diragukan lagi. Jauh sebelumnya, masyarakat dari sekedar mengenal namanya, sebagai donatur pada beberapa tempat, seperti masjid, untuk bantuan anak yatim, fakir miskin dan bantuan bencana lainnya. Wajahnya baru nongol beberapa bulan sebelum Pilkada 2010. Karena permintaan masyarakat dan berbagai pihak lainnya, ia akhirnya maju sebagai calon bupati.
Gebrakannya cukup mengagetkan, sehingga membuat ketar-ketir calon lainnya. Hasil akhirnya, Ichwah Yunus yang kala itu berstatus incumbent keluar sebagai pemenang. Meski tidak duduk, Sapuan dinilai banyak pihak juga merupakan pemenang, karena ia mampu memberi persaingan sengit pada incumbent, padahal baru muncul beberapa saat sebelumnya.
‘’Memang kita akui Sapuan kala itu sebagai calon kejutan, dia muncul dan langsung membuat gebrakan luar biasa. Meski tidak duduk, kami akui dia cukup kuat. Wajar lawan incumbent yang sedang baik-baiknya di mata masyarakat,’’ kata Siswardi, mantan Ketua tim sukses salah satu kandidat calon bupati pada Pilkada 2010.
Bukan rahasia lagi, biasanya calon yang kalah akan kecewa dan berubah sikap pada masyarakat atau rekan-rekannya. Tidak jarang diisukan ada yang menarik bantuan dan sebagainya. Namun ini sama sekali tidak berlaku bagi Sapuan. Meski kalah, Sapuan sedikitpun tidak menaruh sakit hati pada tim atau rekan-rekannya, apalagi masyarakat yang belum memberi kepercayaan padanya sebagai bupati Mukomuko saat itu.
Seakan tidak ada apa-apanya, Sapuan terus menjaga komunikasi dengan kawan-kawannya. Ia berterimakasih pada mereka yang sudah berjuang, walau belum menang. Dengan masyarakatpun demikian, setiap ada momen, ia selalu memperhatikan masyarakat miskin, anak yatim, warga yang butuh bantuan, terutama korban bencana alam di Kabupaten Mukomuko ini. Berbagai jenis bantuan terus ia berikan, seperti makanan, bahan bangunan dan uang. Bahkan melihat kesusahan masyarakat untuk layanan kesehatan, Sapuan tanpa pikir panjang, menurunkan 3 unit ambulance yang bisa digunakan secara geratis.
Fakta inilah yang membuat banyak pihak, meyakini kali ini Sapuan bakal keluar sebagai pemenang Pilkada. Sebab masyarakat sudah menginginkan pemimpin yang cerdas, profesional dan punya segudang pengalaman di dalam maupun di luar negeri. Apalagi sekarang masyarakat mudik yang sudah lama mengidamkan bupati ada di tengah mereka. Wakilnya juga masih muda dan mewakili masyarakat transmigrasi.
‘’Mudah-mudahan langkah kami dimudahkan, kita berjuang dan berusaha untuk daerah dan masyarakat. Pak Sapuan dan saya siap lahir batin membangun Mukomuko seadil-adilnya,’’ kata Dedy Kurniawan.(jar/prw)

Bupati Pilihan, Masyarakat Masih Wait and See
METRO – Bakal calon bupati dan wakil bupati sudah berjibaku mencari simpati masyarakat dengan berbagai cara. Namun mereka harus bersabar dan meski tekun menyapa pemilih. Sebab saat ini sebagian besar masyarakat masih wait and see, untuk menentukan siapa bakal calon bupati dan wakil bupati akan dicoblosnya di TPS kelak. Yang jelas warga ingin melihat kesiapan calon pemimpin juga menunggu janji politik calon, siapa yang terbaik dan diyakini memihak.
Salah seorang warga, Mardison saat ditanyai soal calon bupati, ia mengaku sudah tahu ada 3 orang calon dan 3 wakilnya. Namun siapa yang ia dukung, saat ini belum ada ketertarikan, karena ingin melihat dan menunggu calon menjumpai warga untuk menilai kelayakannya. Ia juga mengaku sudah menghadiri pertemuan dengan salah seorang calon, untuk dua kandidat lain belum ada.
‘’Saya baru satu kali ada pertemuan dengan calon, kalau yang lain belum. Maka kalau sudah bertemu ke tiganya, baru kita bisa tahu siapa yang akan kita pilih,’’ paparnya.
Terus apa kriteria calon yang diinginkan? Dijawabnya, untuk kriteria calon tidak ada. Yang jelas masih melihat bagaimana rencananya kedepan, tentu harus menyentuh dengan masyarakat. Selain itu memang, apa yang diberi calon juga perlu dipertimbangkan.
‘’Kalau calon mana saja kita suka, tapi perlu yang lebih merakyat. Soal pemberian calon saat bertemu memang ada juga pengaruhnya, masa orang sudah memberi, kita tidak berterimakasih. Tapi tetap kita ingin melihat rencana kedepannya,’’ paparnya.
Warga lainnya, Suhaini mengaku sama sekali belum ada bertemu calon, namun ia juga sudah tahu ada beberapa calon bupati akan bersaing. Untuk pilihan ia belum menetapkan, yang jelas mana yang terbaik dan banyak didukung orang lain. Suhaini bahkan mengaku tidak terlalu tertarik dengan politik, karena ia sibuk bekerja sebagai petani.
‘’Biarlah, siapo yang menang ambo ke ladang juo. Kalau milih, klak nengoknya, mano yang rami ambo ikut. Kalau ada calon yang beri mago diambik, tapi sapo pulo calon kenal samo awak. (Bahasa daerah, maaf jika salah tulis red),’’ ungkapnya dengan logat bahasa daerah yang kental.(jar)
   

Kapolda ke Ipuh, Polisi Siap Kawal Pilkada
//Ghufron: Anggota Harus Menjaga Netralitas
METRO - Kapolda Bengkulu, Brigjenpol. M. Ghufron, M.Si melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mukomuko, tempatnya di Kecamatan Ipuh. Pemegang komando tertinggi Polri untuk wilayah Provinsi Bengkulu ini, mengingatkan seluruh jajarannya untuk memastikan pesta demokrasi rakyat atau pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak berlangsung aman.
Kehadirannya langsung disambut oleh Kapolres Mukomuko AKBP. Andhika Vishnu, S.Ik beserta segenap perwira Polres dan anggota. Juga ikut hadir Wakil Bupati Choirul Huda,SH, segenap anggota KPU, pejabat dan undangan serta masyarakat. Temu ramah dengan Kapolda ini dipusatkan di mes PT. DDP.
Kapolda mengatakan, kepolisian bersama penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Panwaslu sudah merupakan suatu rangkaian. Karena, fungsi, Polri, TNI dan stikholder yang lainnya dan masyarakat menyiapkan Bengkulu aman dan kondusif. Kemudian KPU serta Panwaslu, berupaya menyukseskan jalanya pemilu, sehingga situasi aman sudah menjadi prasyarat terselenggaranya pemilu dengan baik. Masyarakat harus bisa memilih calon pemimpin yang sesuai dengan pilihan rakyat.
‘’Polisi bersama, KPU Panwaslu dan TNI sudah merupakan satu rangkaian dalam menciptakan pemilu aman dan kondusif. Dan saya juga yakin dengan personil yang ada dapat berkeja secara maksimal,’’ kata Kapolda.
Ia juga mengakui kehadirannya di Mukomuko, untuk mengetahui kesiapan anggota dalam menghadapi pemilu serentak dan sekaligus bagian dari fungsi manajeman control wilayah.
‘’Disini saya mau melihat kesiapan anggota dan sekaligus pengendalian anggota di lapangan, kunjungan ini sudah saya lakukan sejak 29 Juli lalu, di Rejang Lebong terus Kepahiang. Hari berikutnya, ke Kaur, Bengkulu Selatan dan Seluma kemudian ke Kota Bengkulu dan hari ini (sabtu,red) baru sampai ke Mukomuko. Disini kita juga sekaligus memberi motivasi kepada anggota, supaya dalam menghadapi tugas kedepannya dapat berjalan dengan baik,’’ kata Kapolda kepada wartawan saat diminta keterangan.  
Selain Itu, Kapolda juga ingatkan anggota Polres Mukomuko untuk tetap menjunjung tinggi netralitas dalam pemilu. Baik netral personil maupun
netral dalam sarana dan prasarana. Dengan demikian pemilu bisa terselenggara dengan baik.
‘’Saya yakin kondisi Bengkulu saat ini cukup aman. Kalaupun ada kendala, ia mengharapkan anggotanya dapat memanfaatkan seluruh sarana maupun SDM yang kita miliki saat ini,’’ demikian.(dis)