Wednesday, 5 August 2015

Calon Cukup Raih 2.700 Suara Per Kecamatan


Untuk Memenangi Pemilih Bupati
METRO – Prediksi sementara, peluang memenangi Pilkada tiga kandidat pasangan calon bupati hampir berimbang. Hasil akhirnya, tergantung jurus dan usaha masing-masing calon dan timnya menarik dukungan dari pemilih. Yang pasti ada 4 kecamatan dengan jumlah pemilih terbesar harus dikuasai calon, yaitu Penarik dengan 15.502 pemilih, Kota Mukomuko 12.563 pemilih, Ipuh 12.011 pemilih dan Lubuk Pinang 10.024 pemilih. Diprediksi untuk membuka peluang menang calon harus meraup 38.000 hingga 42.000 ribu suara, atau cukup raih 2.700 suara per kecamatan.
Rumusnya, jumlah matapilih Pilkada berdasarkan data DP4 KPU di 15 kecamatan sebanyak 125.514 jiwa. Belajar dari pengalaman dalam pemilihan sebelumnya, angka eror atau masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya bisa mencapai 25 persen atau terendah 15 persen. Artinya paling tinggi suara sah Pilkada kelak adalah 110.000 suara dan atau bisa berada dibawah angka 100.000 suara. Pada Pilleg lalu, pemilih tercatat 119 ribu lebih, sementara yang menggunakan hak pilih sekitar 96 ribu hingga 98 ribu jiwa atau 82 persen.
Jika suara sah mencapai 110.000, angka 50% atau ada pada titik 55.000 ribu suara. Kandidat yang bisa menguasai 55.001 suara, maka sudah pasti dilantik. Melihat kekuatan masing-maing calon saat ini, cukup sulit ada yang bisa menang mencapai 50 persen. Jika 110.000 dibagi tiga pasang calon, hasilnya sekitar 36.666 ribu. Bila persaingan ketat calon berlangsung hingga finish, calon cukup meraih dukungan 38 ribu untuk menang. Namun bila ada salah satu kandidat yang ‘’mogok’’, hanya mampu meraih dukungan 15 persen, maka calon yang bersaing harus meraup 40 hingga 42 ribu suara. Jika dibagi 15, maka pemenang hanya butuh 2.700 suara per kecamatan.
Ketua DPC Hanura, Hermansyah, M.Kom yang merupakan bagian dari perumus pemenangan Choirul Huda,SH – Haidir,S.IP mengaku sudah membuat peta dukungan per kecamatan. Hasil hitungan mereka, Huda bisa meraih suara mencapai 50 hingga 60 ribu.
‘’Memang kita sudah rumuskan, basis suara yang bakal dikuasai dan yang berimbang dengan lawan. Ada 7 kecamatan yang kita prediksi menang, untuk kecamatan lain minimal diposisi dua,’’ ungkapnya.
Sementara Ketua DPC PKPI, Alfian,SE yang merupakan bagian dari tim pemenangan Wismen A Razak,M.Si – H. Bambang Apriadi,S.Pt juga mengklaim Wismen bisa menang diatas 10 kecamatan. terkhusus di V Koto, Lubuk Pinang dan daerah lainnya hampir pasti menang.
‘’Kita yang akan menang, lihat saja hasilnya nanti. Disebagian besar kecamatan kita bisa menang,’’ tegas Alfian dengan menggebu-gebu.
   
Jumlah Calon Pemilih Sementara Pilkada
1. Air Dikit sebanyak    =   4.943 orang
2. Air Manjunto        =   7.790 orang
3. Air Rami            =   8.596 orang
4. Ipuh            =   12.011 orang
5. Kota Mukomuko        =   12.565 orang
6. Lubuk Pinang        =   10.024 orang
7. Malin Deman        =   4.878 orang
8. Penarik            =   15.502 orang
9. Pondok Suguh        =   8.775 orang
10.Selagan Raya        =   6.911 orang
11.Sungai Rumbai        =   5.877 orang
12.Teramang Jaya        =   7.938 orang
13.Teras Terunjam        =   5.366 orang
14.XIV Koto            =   9.114 orang
15 V Koto
TOTAL                =   125.514 orang

Warga ke Kebun, Petugas KPU Mengeluh
POLITIK RM – Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang ditugaskan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko melakukan pencocokan data pemilih mengeluh. Pasalnya kerap rumah warga yang mereka datangi dalam kondisi kosong, karena pemilik rumah sedang berangkat kerja atau ke ladang alias ke kebun. Padahal dalam pendataan pemilih Pilkada, petugas harus bertemu langsung dengan yang bersangkutan untuk mendapatkan data yang falid.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag mengatakan kemarin mereka menggelar rapat evaluasi pencocokan pemilih di lapangan dan persiapan lainnya. Diakuinya keluhan petugas di lapangan adalah sulitnya menemui warga pada siang hari. Sebab masyarakat yang sebagian besar petani, karyawan dan pegawai lainnya, siang hari berangkat kerja dan pulang kembali menjelang malam.
‘’Memang yang membuat kewalahan petugas, sulitnya menemui pemilih itu sendiri. Kita tidak bisa salahkan siapa-siapa dalam hal ini, kondisi masyarakat demikian adanya,’’ paparnya.
Untuk tetap memastikan warga terdaftar, maka KPU menyarankan petugas mendatangi rumah warga pada sore hingga malam sebelum isya. Sebab jika ada warga yang tak terdaftar, maka pilkada terancam tak sukses dan bakal banyak protes. Selain itu ia berharap, warga dapat menjawab dengan jujur pertanyaan petugas dan memberi data yang akurat.
‘’Bagaimanapun petugas harus bisa mendata semua warga, kalau tidak bertemua siang, maka disarankan malam hari mendatanginya,’’ tegas Dawud.
Anggota KPU lainnya, Ramadhan Gusti,S.IP menambahkan, selain warga tidak di rumah, petugas juga menemukan warga yang sudah pindah alamat ataupun masyarakat datang baru, seperti karyawan perusahaan. Nama keluarga atau KK nya belum masuk di data DP4. Untuk masalah ini petugas disarankan teliti. Jika memang masih baru, tidak bisa masuk dalam data pemilih, sebab syaratnya menimal arus sudah menetap di Mukomuko 6 bulan sebelumnya.
‘’Kendalanya paling banyak, warga pindah dan pendatang baru, kita telah beri pelatihan pada pendata di lapangan, ada form harus diisi oleh pemilih yang belum masuk DP4,’’ tutupnya.(jar)