Friday, 4 October 2013

Profil Dewan Mukomuko



Drs. Arnadi Pelam
Ketua DPRD Mukomuko

Pemimpin yang Berpengalaman
SOAL kemapuan dalam dunia politik dan administrasi pemerintahan, sosok Drs. Arnadi Pelam tidak perlu diragukan. Buktinya kurang dari setahun lagi, ia genap satu periode, memimpin lembaga DPRD Kabupaten Mukomuko.  Dilahirkan di Desa Pasar Bantal Kecamatan Teramang Jaya, 1 Oktober 1964 Arnadi merupakan alumni SMPN Pasar Bantal yang sekarang dikenal dengan SMPN 4. Selanjutnya Arnadi merantau ke Kota Bengkulu melanjutkan sekolah di SMAN 2. Gelar sarjana didapatkan Arnadi di Unib 1989.
Sulitnya mencari lapangan kerja di daerah ini pada saat itu, sedangkan untuk ikut dalam perjuangan memajukan daerah secara langsung ia belum punya kemampuan, akhirnya Arnadi memberanikan diri mengadu nasib di  Jakarta hingga menikah di sana dengan Kusrini Kamhari, Ak, sampai sekarang mereka sudah dikaruniai dua orang anak, masing-masing Atika Septiarni Dewi masih kuliah dan Aura Fortuna Dewi masih sekolah.
Soal pengalaman kerja dan organisasi, sosok yang sekarang tercatat sebagai caleg Nomor 7 sesuai dengan nomor Partai Demokrat juga nomor 7 ini cukup mempuni. Pernah menjadi Consultant Muij Asia Consuct Jakarta yaitu pada 1990-1993, kerja di Bank PSP Jakarta, PT. Salindo Indonesia Jakarta dan berwiraswasta. Juga ia sudah malang melintang dalam berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan, seperti sekarang ia tercatat sebagai Ketua Asosiasi Petani Pengumpul Sawit (AP2S) Kabupaten Mukomuko.
‘’Saya sudah mengguliti berbagai jenis pekerjaan dan tertjun ke gerakan sosial, semuanya dalam rangka mengejar asa untuk bisa memberi yang terbaik bagi masyarakat. Hasilnya pada 2009 saya terpilih menjadi dewan. Tujuan saya agar bisa berbuat untuk daerah ini,’’ kata Arnadi.
Mengenai dunia politik, Arnadi sudah cukup berpengalaman, pada 2004 ia juga tercatat sebagai caleg di Partai Persatuan Pembangunan (PPP), namun belum berhasil lantaran aturan waktu itu masih nomor urut. Kemudian ia pindah ke Partai Demokrat dan 2009 kembali mencalon dan berkat dukungan dari keluarga dan masyarakat ia terpilih. Parpolnya keluar sebagai pemenang dan ia dinobatkan sebagai Ketua DPRD Mukomuko sampai sekarang.  Meski sudah berbagai perda berhasil ia putuskan bersama dewan lainnya dan sukses menepatkan anggaran sesuai kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan jalan dan sebagainya. Ia merasa masih banyak pekerjaan yang belum diselesaikan selama 5 tahun ini. Maka Arnadi kembali maju, sebagai caleg nomor 7 di parpol nomor 7.  Atas dukungan dari keluarga, sahabat dan tentu saja masyarakat yang sudah mengetahui bagaimana kiprahnya selama ini, ia optmis kembali bisa duduk sebagai anggota dewan. Bapak 2 orang anak ini juga kabarnya dilirik oleh beberapa tokoh untuk berpasangan pada pemilukada 2015 mendatang.
‘’Kita berusaha melakukan yang terbaik, alhamdulillah apa yang selama ini dikeluhkan warga kita jawab dengan anggaran pembangunan, namun tentu tidak semuanya bisa direalisasi sesuai dengan kemampuan daerah. Saya maju lagi sebagai caleg nomor 7 untuk dapil II, sesuai ketetapan KPU,’’ tutup Arnadi.(jar)


I Wayan Adnyana
Waka II DPRD Kabupaten Mukomuko
Dikenal Tegas dan Profesional
LAHIR di Bali 3 Juni 1970, tamat SMAN 1 Bangli – Bali tahun 1990 dan sekarang dalam proses menyelesaikan pendidikan S1 nya di Unihaz, itulah sosok I Wayan Adnyana. Suami dari Niwayan Sabrit ini memiliki satu orang anak atas nama Ni Luhdewi Sulasih, selain itu ia juga memiliki 2 orang anak angkat, yang sudah dianggapnya sebagai anak sendiri, maka sebahai besar masyarakat mengenalnya memiliki 3 orang anak. Sekarang I Wayan bedomisili di Desa Pondok Batu Kecamatan Kota Mukomuko.
Sosok Waka II DPRD Kabupaten Mukomuko tidak asing kagi bagi masyarakat Mukomuko, sebab ia merupakan sosok penting yang ikut menentukan kebijakan pembangunan di ‘’Kapuang Sakti Ratau Batuah’’ ini. Selain itu ia juga aktif berkomentar di media, apalagi potonya hampir setiap saat muncul di media massa.
Sebelumnya I Wayan dipilih sebagai dewan oleh masyarakat Dapil II, sekarang kader tulen PDI Perjuangan ini, tercatat sebagai Caleg Nomor urut 1 Dapil 1 Mukomuko sesuai dengan domisilinya di Desa Pondok Batu. Ia politisi yang setia dengan parpolnya, buktinya sejak bergabung pada 2004 lalu, I Wayan tidak pernah tertarik dengan parpol lain. Seiring dengan itu, para kader parpol inipun mempercayakannya sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Mukomuko. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai ketua ranting Pondok Batu, selanjutnya sekretaris DPC, Wakil Ketua DPC hingga kemudian terpilih menjadi dewan dan memimpin parpol berlambang kepala banteng moncong putih ini.
‘’Saya pada 2004 maju sebagai caleg, 2007 masuk dalam kepengurusan PDI Perjuangan dan kemudian terpilih jadi dewan pada pemilu 2009 dan dipercaya memimpin parpol,’’ kata I Wayan saat ditemui.
I Wayan dikenal baik oleh masyarakat, karena ia sosok yang rajin turun ke masyarakat. I Wayan juga tercatat sebagai ketua Koperasi Buana Sari yang bergerak dalam sektor simpan punjam juga merupakan ketua Walaka PHDI Kabupaten Mukomuko. Meski sebagai pimpinan dewan, dalam keluarganya I Wayan cukup sederhana, turun ke masyarakat ia tampil sebagaimana petani lainnya. Sebab pada dasarnya selain sebagai anggota dewab I Wayan juga seorang petani.
‘’Kalau gak di kantor paling jalan-jalan ke desa-desa atau ke lading, saya orang biasa, sama dengan masyarakat lainnya,’’ tutup I Wayan.(jar)


H Yusmardi SH
Waka I DPRD Mukomuko

Membangun Daerah untuk Rakyat
SIAPA yang tidak kenal dengan sosok satu ini? H Yusmardi SH, politisi senior PAN yang kini menduduki jabatan Wakil ketua (Waka) I DPRD Mukomuko. Dilahirkan di Sungai Ipuh 9 Juli 1970, bersama sang istri ia dikaruniai seorang anak atas nama Nabila Pauziah. Yusmardi adalah sarjana hukum jebolan Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (Unib). Dari segi  pengalaman berorganisasi, Yusmardi sangat mempuni. Sebab sudah sejak lama, mulai dari organisasi dalam desa, kecamatan, hingga berbagai kelompok gerakan sosial lainnya sudah ia masuki. Juga dunia kerja, berbagai jenis pekerjaan pernah dilakoninya, termasuk aktif sebagai petani sebagaimana aktivitas masyarakat di daerah asalnya. Jabatan wakil rakyat yang diemban Yusmardi saat ini merupakan periode kedua.
‘’Pada dasarnya kita tergantung dengan masyarakat, maka duduk sebagai wakil rakyat harus harus menempatkan diri sebagai wakil yang harus melayani kepentingan warga. Kalau warga percaya dengan kita, maka tugas akan selamat,’’ kata Yusmardi.
Pada Pemilu 2014, sosok yang dikenal religius ini tercatat sebagai Caleg  Nomor Urut 1 PAN Dapil Kabupaten Mukomuko. Ia diberi kesempatan oleh PAN karena dianggap mampu. Yusmardi sendiri sudah menjadi kader PAN sejak pertama kali parpol berlambang matahari putih ini masuk ke Kabupaten Mukomuko. Maka ia boleh dikatakan sebagai seorang politisi PAN yang setia.
Ambisinya bertarung memperebutkan kursi di DPRD Provinsi Bengkulu, lantaran ia ingin terus mengabdi kepada daerah demi memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Mukomuko.
‘’Saya ingin berjuang untuk membela masyarakat dan membangun daerah ini. Sekarang saatnya saya untuk ke Provinsi agar bisa berbuat lebih banyak lagi bagi Mukomuko ini. Insya Allah atas dukungan semua lapisan masyarakat dan keluarga saya bisa ke provinsi,’’ pungkas Yusmardi ramah.(jar)


 Ketua Komisi I
M Ali Saftaini, SE
Yang Muda Berkarya, yang Tua Bangga   
DARI ke-25 orang anggota DPRD Kabupaten Mukomuko, mungkin nama M Ali Saftaini, SE yang kerap nongol di media-media massa. Selain kedekatan Ali dengan insan pers, Ali juga dikenal vokal dalam menyoroti ataupun mengkritisi permasalahan-permasalahan di tengah masyarakat. Tak terkecuali permasalahan yang berhubungan dengan kebijakan pemerintah.
Bakat Ali sebenarnya sudah terlihat sejak ia masih duduk di bangku kuliah, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Unib. Dari sederetan organisasi yang menaungi bakat mahasiswa, Ali memilih Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Agaknya pilihan Ali tidak salah. Dari HMI lah Ali banyak mendapat pelajaran serta pengalaman berorganisasi yang sedikit banyaknya berperan penting mengantar suami dari Rin Kesuma Wati, SP ini duduk di kursi wakil rakyat.
Dilahirkan di Mukomuko tanggal 29 September 1974, Ali mengenyam bangku SD hingga SMA di Mukomuko. Baru pada saat kuliah Ali yang mengusung motto hidup, yang muda berkarya dan yang tua bangga ini merantau ke Kota Bengkulu.
Laki-laki yang sudah dikaruniai dua orang anak ini, merupakan sosok penting di gedung DPRD Mukomuko. Komisi yang dipimpinnya termasuk komisi  yang cukup vital. Tak jarang Komisi I terlibat adu argumen, polemik hingga perang dingin dengan eksekutif karena sebuah topik permasalahan.  Namun satu hal yang pasti, baik legislatif maupun eksekutif tujuannya sama, semua demi mencari yang terbaik untuk kepentingan darah dan masyarakat.
Dunia kerja yang sudah pernah digelutinya juga cukup banyak, selain sebagai masyarakat petani, Ali juga pernah bekerja sebagai kontraktor dan konsultan. Selanjutnya, Ali bergabung dengan PT. Agromuko selama kurang  lebih 8 tahun.
Terjun ke dunia politik pada dasarnya sudah dirintisnya sejak masih mahasiswa, namun baru betul-betul aktif dalam parpol pada 2014. Dari awal gabung golkar sampai sekarang tidak pernah berubah. Maju sebagai caleg sudah dua kali, pada 2004 ia tidak berhasil duduk, baru 2009 terpilih. Sekarang ia tercatat sebagai caleg Golkar Nomor 1 Dapil 1 Mukomuko. Diparpol nomor 5 ini, anak ke 4 dari 6 bersaudara ini adalah Ketua DPD II Kabupaten Mukomuko dan sebelumnya sempat menjabat sebagai sekjen.
‘’Aktualisasikan dirimu lebih dulu, baru kemudian aktualisasikan orang lain,’’ itulah ungkapan dari Caleg Nomor 1 Dapil I Mukomuko asal Golkar ini.(jar)



Ketua Komisi II Husni Tamrin
Berpenampilan Sederhana, Profesional Berpolitik
SOAL strategi berpolitik tidak diragukan lagi, ia sudah buktikan bersama parpol yang tidak terlalu dikenal PKPB. Dua kali mencalonkan diri sebagai anggota dewan dan hasilnya dua periode ia duduk di kursi DPRD Mukomuko. Sekarang lantaran PKPB tidak masuk dalam peserta pemilu, ia tercatat sebagai Caleg Nomor 1 Partai Golkar Dapil II Mukomuko dan siap melanjutkan perannya di Parlemen Kabupaten Mukomuko. Sosok tersebut adalah Husni Tamrin, yang sekarang menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Mukomuko.
Dengan santai ia menjelaskan, kunci berpolitik itu setia dan tidak muluk-muluk. Selain itu juga dalam masyarakat harus tampil sebagaimana adanya dan lakukan apa yang bisa dilakukan. Ia terjun kedunia politik atas keinginan untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi warga dalam hal ini berjuang bagainama agar aspirasi masyarakat terpenuhi. Baginya mendukung atau tidak seseorang selagi dikenalnya dan merupakan warga binaannya harus diperjuangkan.
‘’Saya tidak muluk-muluk, beginilah adanya saya. Alhamdulillah saya sudah dua periode nyaleg dan duduk sampai sekarang,’’ kata Husni.
Sebagai bukti ia sosok yang fokus dalam bekerja dan berbuat, sebelum terjun ke dunia politik, Husni bekerja sebagai karyawan PT. Agromuko dan disana ia bekerja kurang lebih selama 9 tahun. Selanjutnya baru terjun ke dunia politik dan ia sama sekali tidak pernah mencampur adukkan tugasnya sebagai wakil rakyat dengan pekerjaan lain. Pada periode 2014-2009 ia hanya sebagai anggota pernah di Komisi I dan juga komisi II. Selanjutnya periode 2009-2014 ia dipercaya sebagai ketua Komisi II hingga sekarang. Suami dari Anum yang memiliki 2 orang anak ini bertekad duduk kembali pada pemilu mendatang dan menduduki kursi unsur pimpinan dewan.
Sesuai dengan posisinya sekarang sebagai Ketua Komisi II, tentu perannya di dewan sangat besar, sebab dikomisi ini sebagian besar anggaran untuk pembangunan infrastruktur daerah diarahkan penggunaanya. Selain itu Husni dikenal kritis dan tidak segan-segan menantang kebijakan yang dinilainya tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Husni Tamrin lahir di Medan 31 Mei 1970. Ia adalah anak bungsu dari 7 bersaudar. Sekarang berdomisili di Desa Marga Mukti Kecamatan Penarik. Sejak SD hingga tamat SMEA ditamatkannya di Sumatera Utara (Sumut).(jar)
Ketua Komisi III
Hermansyah, M.Kom
Cerdas dan Berwibawa

PROFIL dewan awak kali ini Ketua Komisi III, Hermansyah, M.Kom yang sekarang sebagai Caleg Partai Hanura Mukomuko Dapil I Nomor urut 1 untuk pemilu 2014. Suami dari Sakinah, SH ini lahir di Desa Retak Mudik Kecamatan Sungai Rumbai, 05 April 1964 dari pasangan H. Ruslam (Alm) dan Siti Halim. Bersama istri tercinta, laki-laki yang akrab disapa Etok ini sudah dikarunia dua orang anak, masing-masing Qatrunnada Nadhi dan Muhammad Raihansyah. ‘’Hidup Akan Berguna Jika Bermanfaat Bagi Orang Lain’’ itulah moto hidupnya.
Etok merupakan alumni dari SDN Resno Kecamatan V Koto dan SDN 02 Mukomuko. Juga sempat sekolah di SMPN 1 Mukomuko selama setahun dan selanjutnya ia pindah ke Jakarta. Ia menamatkan SMP di SMPN 47 Jakarta dan kemudian melanjukan pendidikan di SMAN 77 Jakarta. Hermansyah juga sudah menduduki 3 perguruan tinggi, masing-masing D3 Amik Budiluhur Jakarta, S1 Universitas Budi Luhur Jakarta dan S2 Erenca School Of IT Jakarta.
Hermansyah termasuk sukses hidup ditengah ganasnya Kota Jakarta, dengan bermodal pendidikan yang dimilikinya. Ia aktif berkarir di beberapa perusahaan swasta dan juga sebagai dosen diberbagai kampus. Seperti pernah menjadi instruktur computer PT. Bina Pusindo Jakarta 1987 – 1989, juga programmer computer PT. Satyatama – grahatara (PT.SGT) Jakarta 1989-1992. Kemudian di PT. MUIJ Asta Consult, Jakarta Manager MIS 1992-1996 dan PT.Hesha Mandiri, Jakarta Direktur Operasi Tahun 1997-1999.
Ia pernah sebagai dosen Universitas Bunda Mulya Jakarta 1997-2000, Universitas “Yarsi” Jakarta 1996-2008, Universitas Pamadani Jakarta 2000-2004, Universitas Bina Nusantara (Binus) Thn 2000-2008.  Kemudian sebagai ketua STMIK “Rosma” Karawang 2008-2009, Koordinator STMIK “Global” Karawang 2008-2009, Dosen Akademik : Rektor Kepala dan ketua pendiri AKM  Mukomuko.
Soal organisasi juga, Hermansyah cukup mempuni, Pernah menjadi ketua IPSI Depalan Bayangan Jakarta, pengurus (katan Keluarga Daerah Mukomuko (IKDM), Ketua 1 Ikata Keluarga Bengkulu Utara (IKABU) Jakarta – Banten, Anggota Dewan Pakar Badan Musyawarah Masyarakat Bengkulu. Juga sebagai anggota Forum Rektor Wilayah Jawa Barat, Tim pemekaran Kabupaten Mukomuko wilayah Jakarta dan tergabung dalam tim pemekaran V Koto.
Dalam politik juga ia sangat professional, sekarang menjabat sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Mukomuko. Fungsinya sebagai anggota dewan periode sekarang ini cukup menentukan, pernah menjadi anggota banggar, wakil ketua Komisi III, anggota Banleg dan sekarang menjabat ketua Komisi III. Komisi III yang dipimpinnya termasuk Komisi yang paling aktif turun lapangan meninjau kondisi masyarakat maupun infrastruktur milik daerah untuk dibahas dalam lembaga dewan. Ia maju kembali sebagai caleg karena merasa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebagai anggota dewan.
‘’Kita menuju SDM dan Mutu Pendidikan Mukomuko yang berkualitas. Semuanya butuh kerjakeras dan peran dewan yang peduli dengan itu semua,’’ ungkap Hermansyah.(jar)


 Khaidir, S.IP
Tampil Sederhana dan Berpikir Maju
LAHIR di Desa Retak Ilir Kecamatan Ipuh pada 8 Juli 1971 dan sekarang berdomisili di Desa Gajah Mati Kecamatan Ipuh. Berpenampilan sederhana dan saat bicara santai namun pasti, itulah sepintas gambaran umum  Haidir, S.IP yang sekarang menjabat sebagai Waka Komisi I DPRD Mukomuko.  Soal kemampuan, suami dari Yusrioma ini tidak perlu diragukan lagi, ia acap kali menjadi sosok penetralisir di tengah kerasnya perdebatan rapat.  Sebagai anggota dewan ia sudah menggeluti jabatan strategis, seperti  sekretaris komisi, banleg dan juga sekarang masih tercatat sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar).
‘’Keluarga besar saya ada di Retak Ilir dan Gajah Mati dan Sungai Rumbai pada umunya, termasuk di Ipuh hingga Malin Deman. Sebagai anggota dewan saya melaksanakan apa yang ditugaskan dan juga berupaya melakukan yang terbaik untuk masyarakat melalui lembaga ini,’’ kata Haidir.
Sekolah dasar ditamatkan Haidir di Gajah Mati, kemudian SLTP dan SLTA di Ipuh. Selanjutnya bapak yang memiliki 3 orang putri ini mendapat gelar S1 setelah menyelesaikan pendidikan di Fisipol Unras, Arga Makmur, Bengkulu Utara (BU). Selain itu ia juga sudah mengikuti berbagai pelatihan keilmuan lainnya di berbagai tempat.
Untuk pekerjaan, Haidir cukup fokus dan selalu berhubungan dengan sosial kemasyarakatan. Maka tidak heran jika masyarakat mempercayainya sebagai wakil mereka di DPRD tingkat II. Sebelum terjun ke dunia politik, Haidir  pernah mengajar di SMPN Sungai Rumbai selama 2 tahun, dari 1993 sampai dengan 1995. Juga ia adalah seorang wiraswasta yang bergerak dalam sektor  jual beli dan sebagainya. Tidak hanya itu, Haidir juga pernah menjabat sebagai Kades Gajah Mati dan ia sukses membawa desa ini lebih baik dari sebelumnya.
Sementara untuk pengalaman organisasi, Haidir pernah bergabung dengan Ketua UED-SP, Ketua Karang Taruna selaku kades termasuk sebagai ketua partai. Sekarang Haidir kembali terdaftar sebagai caleg pada Pemilu 2014 dari partai Gerindra Nomor Urut 8. Ia masih berharap untuk dapat melanjutkan tugasnya sebagai anggota dewan, namun juga sudah siap jika masyarakat punya pilihan lain.
‘’Hidup akan berarti jika berguna bagi orang lain, maka kita tidak bisa lepas dari bantuan orang lain untuk bisa maju,’’ itulah ungkapan singkat dari Haidir.(jar)


Antonius Dalle, SP
Dikenal Tegas dan Ramah Kepada Siapa Saja
DIKENAL tegas dan ramah dengan siapa saja, itulah gambaran dari sosok dewan awak kali ini. Ia adalah Antonius Dalle, SP, suami dari, Eva Kasmi Wilis salah seorang bidan di Kecamatan Air Rami. Politisi Golkar ini lahir di Makasar Sulawesi Selatan (Sumsel) 14 Juni 1977, sekarang berdomisili di Desa Arga Jaya Kecamatan Air Rami. Antonius Dale juga pernah berdomisili di Medan dan sempat kuliah hingga  mendapat gelar D2 di LPP Medan. Selanjutnya 2012 ia mendapat gelar S1 di Fakultas Pertanian jurusan Agronomi di Unihas Bengkulu.
Soal pengalaman, Antonius Dalle tentu tidak perlu diragukan lagi. Ia termasuk wiraswasta yang dukses  dan juga pernah menjadi kariawan PT. Tolan Tiga yang merupakan induk dari perusahaan perkebunan terbesar Kabupaten Mukomuko, PT. Agromuko. Antonius Dale termasuk kariawan swasta yang sukses sebelum memilih terjun ke dunia politik.
Juga dalam beroganisasi, bapak dari 4 orang anak ini, banyak bergabung dalam berbagai gerakan kepemudaan. Seperti pernah menjabat sebagai pembina pemuda kaum tamandirajo Ipuh, bergabung dalam organisasi Ikatan Staf Indonesia, Ketua Pekerja Air Buluh Estate. Juga bergabung dalam organisasi lainnya.
‘’Zyang paling penting pergaulan dengan sesama, karena kita tidak bisa berbuat tanpa dibantu orang lain. Saya bersukur sejauh ini masih diberi kepercayaan. Saya akan terus berusaha melakukan yang terbaik,’’ ungkap Dalle.
Dalam dunia politik, Antonius setia dengan Golkar, ia mulai aktif bergabung pada tahun 2006. Pada 2009 maju sebagai caleg dan berkat kiprahnya selama ini, ia langsung mendapat dukungan dari masyarakat dan duduk di DPRD Mukomuko periode 2009-2014. Sekarang dalam parpol, ia menjabat sebagai sekretaris DPD 2 Golkar Kabupaten Mukomuko. Satu periode dirasanya belum bisa menjawab semua aspirasi masyarakat. Maka sekarang Antonius Dalle kembali maju sebagai caleg di partai Golkar Dapil III nomor urut 1. Di DPRD Mukomuko sendiri, Antonius Dalle sebagai anggota Banleg, sekretaris Komisi II dan sebagai anggota Komisi III.
‘’Saya berusaha melakukan yang terbaik sebagai wakil rakyat, memperjuangkan anggaran yang pro rakyat. Kita maju lagi sebagai anggota dewan karena merasa masih perlu memperjuangkan aspirasi masyarakat,’’ tutup Dalle.(jar)

Purwanto
Religius dan Bermasyarakat
DIKENAL religius dan berbicara seperlunya juga santun kepada semua orang, itulah sosok dewan kita kali ini. Ia adalah Purwanto, anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan I Kabupaten Mukomuko. Lahir di semarang 23 Juni 1968 dan sekarang berdomisili di Desa Tirta Makmur Kecamatan Air Manjuto. Ia adalah sosok yang taat beragama dan juga disiplin dalam menjalankan tugas sebagai seorang wakil rakyat di DPRD Mukomuko.
Bersama istri tercinta, Mustika Wati, Purwanto sudah dikaruniai dua orang anak masing-masing, anak pertama Fitria Mar’atul Hasanah, anak kedua Nurul Ulfa Fauziah dan anak terakhirnya bernama Zahra Rahma Dewanti. Purwanto merupakan sosok panutuan bagi keluarganya dalam kehidupan beragama maupun bermasyarakat. Selain itu sosoknya juga cukup disegani oleh masyarakat termasuk di DPRD Mukomuko sendiri.
Di DPRD MUkomuko, Purwanto berada di Komisi III dan ia juga menjabat sebagai sekretaris Fraksi Karya Keadilan dan sebagai wakil ketua badan kehormatan (BK) DPRD MUkomuko. Sebagai seorang dewan Purwanto cukup menguasai daerah pemilihannya, hingga banyak sekali catatan usulan pembangunan yang ia laporkan pada saat rapat pembahasan anggaran. Semuanya lantaran Purwanto termasuk wakil rakyat yang  rajin turun ke masyarakat.
‘’Kita gak perlu hanya berangan-angan saja, tapi harus kita buktikan dengan usaha sekuat tenaga dan taklupa berdo'a disetiap waktu,’’ ungkap Purwanto.
Purwanto terjun kedunia politik sejak 1999 dan bergabung dengan PKS diawali sebagai ketua Ranting kemudian ketua DPC dan sekarang menjabat sebagai sekretaris DPC terhitung sejak 2009 lalu. Sekarang Purwanto kembali terdaftar sebagai caleg PKS Dapil I nomor urut 2. Ia kembali maju sebagai calon anggota dewan karena ingin terus mengabdi untuk daerah dan masyarakat, juga ia merasa masih banyak yang harus ia perjuangkan.
Dalam masyarakat Purwanto cukup dikenal oleh hampir semua kalangan, semuanya lantaran ia aktif bermasyarakat sejak awal. Pernah menjadi ketua Risma selanjutnya ketua karang taruna dan juga sebagai sekretaris badan kerja sama antar desa (PMPN Mandiri) Kecamatan Lubuk Pinang. Ia juga sukses sebagai seorang wiraswasta serta sebagai seorang petani sebagaimana masyarakat lainnya.
‘’Kita hidup dalam masyarakat, ya semua tentu sudah kita lakukan bersama dengan warga. Saya berusaha melakukan yang terbaik sesuai dengan fungsi dan kemampuan saya sebagai warga dan wakil dari masyarakat,’’ tutup Purwanto.(jar)

Indra Jaya, S.IP
Tegas dan Merakyat
SOSOK Dewan satu ini termasuk seorang wiraswasta sukses di Daerah Pemilihan (Dapil-3), namanya sudah dikenal oleh masyarakat dan berbagai kalangan jauh sebelum menjadi anggota DPRD Mukomuko, yaitu sebagai seorang kontraktor senior dan pembisnis. Berbagai bangunan yang dipercayakan kepadanya sukses diselesaikan dengan baik. Ia adalah Indra Jaya, SIP asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ia merupakan sosok pribumi tulen, sekarang bedomisili di Desa Pulai Payung yang merupakan desa pemekaran dari Medan Jaya Kecamatan Ipuh dan dilahirkan juga di Ipuh pada 04 Juli 1962. Sekolah mulai dari SD di Ipuh, SMP dan SMA juga tidak jauh-jauh. Indra menyelesaikan pendidikan S1 nya di Fisipol Unihas Arga Makmur.
Di dalam keluarga Indra menjadi sosok panutan dan juga merupakan bapak yang menjadi contoh bagi keluarga lainnya. Buktinya selain memiliki perekonomian yang termasuk mapan untuk perbandingan warga Kabupaten Mukomuko pada umumnya, anak-anaknya bersama dengan sang istri, Emi Karwati juga cukup mengaspirasi generasi lain.
Anak pertamanya Reza Ade Satria sekarang tengah menyelesaikan S1 di UNP Sumatra Barat (Sumbar) anak keduanya Ratu Desti Wulandari sekarang belajar di Amerika Serikat yang dikenal dengan Negeri Paman Sam. Berkat prestasinya, ia terpilih mewakil sekolah tingkat SLTA Sumbar untuk pertukaran pelajar luar negeri.  Anak ketiganya Regina Bella Febrian dan sibungsu Rofron Rizki Alhadi juga masih bergelut dengan dunia pendidikan.
Anggota Komisi III yang sekarang tercatat sebagai caleg nomor urut 1 Partai PDI Perjuangan Dapil III Mukomuko ini juga dikenal sebagai ketua Gapensi Kabupaten Mukomuko. Dalam parpol ia mulai aktif pada 1999 dan merupakan kader setia PDI Perjuangan Mukomuko. Dari 1999 ia hanya sekedar membesarkan parpol saja, baru terjun sebagai caleg pada pemilu 2009 dan langsung terpilih. semuanya tak lepas dari apa yang sudah diperbuatnya di masyarakat sebelumnya. Pertama Indra menjabat sebagai ketua PAC PDIP Ipuh, selanjutnya wakil ketua DPC dan sekarang sebagai bendahara DPC Kabupaten Mukomuko.
Di DPRD Mukomuko, Indra juga bukan sekedar anggota biasa, ia adalah sekretaris Fraksi PDI Perjuangan dan juga anggota badan legislasi (Banleg) Mukomuko. Indra bersama nggota banleg lainnya, merupakan wakil rakyat yang cukup menentukan. Sebab ditangan mereka apa agenda dewan ditentukan. Indra dikenal kritis, tidak sedikit pengajuan raperda oleh eksekutif dicoretnya bersama anggota banleg lain. Sebab dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
Ditemui anak ke 2 dari 4 bersaudara ini mengatakan, ia memutuskan mengurangi aktivitas lain demi terjun ke dunia politik. Tujuannya lain tidak bukan ingin menjadi bagian dari perjuang kepentingan daerah dan masyarakat itu sendiri. Maka dalam rapat dewan, ia dikenal dengan sosok yang tegas, kalau menurutnya tidak berpihak kepada masyarakat akan ditolaknya.
‘’Saya punya moto, tegas dan merakyat. Kalau sudah urusan kepentingan masyarakat saya tidak mau ulur-ulur waktu dan berbelit-belit. Kalau tidak saya tidak akan menerimanya,’’ ungkap sosok yang juga mengidolakan politisi PDIP yang sekarang menjabat Gubernur Jakarta, Jokowi ini.(jar)