Monday, 30 September 2013

Kabupaten Mukomuko Politik

659 Ganda, 13 Pemilih Meninggal
POLITIK RM – Tugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko bersama rekan kerjanya hingga ke tingkat PPS masih sangat berat, terutama terkait dengan perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pasalnya data mata pilih diketahui belum juga valid, meski pendataan sudah dilakukan sedemikian rupa. Dari temuan terakhir panwas diketahui sebanyak 659 pemilih terdaftar ganda dan 13 orang sudah meninggal dunia. Selain itu juga tercatat 7197 pemilih belum lengkap datanya.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag menjelaskan data ini merupakan hasil revisi di tingkat pusat beberapa waktu lalu. Jumlah pemilih ganda di Kabupaten Mukomuko tergolong cukup tinggi, nomor dua se Provinsi Bengkulu setelah kota yang mencapai seribu lebih pemilih ganda. Selain itu pemilih dengan data belum lengkap juga cukup tinggi, mulai dari tidak ada tanggal lahir, nomor NIP hingga permasalahan lainnya.
‘’Data ini berdasarkan evaluasi oleh panwaslu, tugas kita selanjutnya adalah mencari atau meperbaiki kesalahan ini hingga batas waktu sesuai dengan surat edaran dari pusat beberapa waktu lalu,’’ kata Dawud.
Lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak panwaslu untuk melakukan penelusuran data ganda ini juga permasalahan lainnya. Besar kemungkinan kejadian ini lantaran pemilih yang pindah-pindah dan juga pemilih yang tinggal di dua tempat. Sebagai contoh pegawai, tinggal di Mukomuko sementara KTP asal luar Mukomuko. Hingga di Mukomuko mereka di data di desa asalnya juga dilakukan pendataan. Selain itu ada persoalan di perbatasan antar wilayah, penduduk terdaftar di dua desa atau di dua kecamatan yang berbatasan.
‘’Kita akan cek secara pasti data yang ada, letak kesalahannya dimana saja, kalau perkiraan kita ini menyangkut warga yang bekerja di luar daerah asalnya kemudian di data di dua lokasi. Juga masalah warga yang tinggal di perbatasan,’’ tegas Dawud.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Padlul Azmi, SH mengakui beberapa temuan ini. Selanjutnya tugas dari KPU untuk melakukan kroscek data mereka, sehingga kesalahan itu bisa dibenahi semaksimal mungkin. Sebab data ganda menyebabkan meningkatnya angka golput dan rawan disalahgunakan saat pemilihan mendatang.
‘’Mengapa ganda dan kesalahan lain, pada dasarnya semua orang bisa memperkirakan. Saat ini masih lumayan bagus sebab selisih data satu dengan yang lain tidak terlalu melebar,’’ demikian Padlul.(jar)

PPK & Panwascam Tetapkan Jalur Hijau
POLITIK RM – Untuk menentukan kawasan yang bebas dari alat peraga kampanye para caleg dan partai politik (parpol) di tingkat kecamatan. Pelaksana Pemilu Kecamatam (PPK) dan Panwascam gelar rapat bersama dengan pemerintah kecamatan dan desa. Seperti kemarin, giliran PPK Air Manjuto gelar pertemuan setelah sebelumnya Kecamatan XIV Koto. Rapat ini terus bergiliran dilakukan di masing-masing kecamatan.
Salah seorang anggota KPU bidang pengawasan dan publikasi, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd menerangkan ia ikut hadir dalam rapat di kecamatan. Dimana pokok pembahasannya adalah menentukan kawasan yang bebas dari peralatan kampanye para caleg. Sedangkan untuk kota Mukomuko sudah ditetapkan dalam rapat bersama sebelumnya, dimana dari bundaran hingga ke depan KPU dilarang memasang alat peraga kampanye.
‘’Sama dengan di Mukomuko, ada kawasan yang dilarang pemasangan peraga kampanye, untuk kecamatan seluruhnya juga ada, hari ini (kemarin red) saya diundang oleh PPK kecamatan untuk gelar rapat penentuan jalur hijau tersebut,’’ ungkap Siregar.
Ditargetkan hingga bulan Oktober ini jalur bebas di setiap kecamatan sudah ditetapkan dan langsung realisasi dari aturan tersebut. Mengenai perkiraan lokasi di kecamatan yang bebas peraga kampanye, sama halnya di kabupatem, yaitu di wilayah pusat kota kecamatan atau alun-alunnya. Tujuannya untuk tetap menjaga kondisi wilayah yang padat tersebut tetap bersih dan menghindari ada hal yang tidak diinginkan, seperti gangguan kepada masyarakat oleh peraga kampanye pemilu.
‘’Sama saja, wilayah yang dilarang itu adalah pusat keramaian kecamatan, semuanya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,’’ demikian Siregar.(jar)

Rosna Targetkan 30 Ribu Suara
POLITIK RM – Masuknya nama Hj Rosna Ichwan sebagai salah seorang calon anggota legislatif (Caleg) untuk DPRD Provinsi Bengkulu Nomor 4 dari Partai Amanat Nasional (PAN) hingga kini mengundang berbagai pertanyaan dari masyarakat. Pasalnya istri orang nomor wahid di Kabupaten Mukomuko ini awalnya digadang-gadangkan sebagai penerus pemerintahan sang suami Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM untuk membangun Mukomuko. Lantas mengapa Rosna berubah haluan, mencalon sebagai anggota dewan.
Menjawab pertanyaan ini, salah seorang tokoh wanita Dapil III, Roslinar yang cukup dekat dengan Rosna memberi penjelasan. Pada awalnya memang Ketua TP-PKK Mukomuko tersebut tidak terlalu bersemangat maju sebagai caleg. Sebab ia ingin konsentrasi menyelesaikan tugasnya membina kaum perempuan di daerah ini dan juga membantu masyarakat. Selain itu Rosna juga tipikal seorang istri yang begitu semangat untuk membantu menyukseskan program pemerintahan Ichwan Yunus. Termasuk persiapannya untuk maju sebagai calon bupati mendatang sesuai usulan dari masyarakat.
‘’Ibu maju atas permintaan dari warga dan kawan-kawan, dia sendiri awalnya tidak begitu tertarik. Namun kami menginginkannya tetap maju bersama PAN. Saya langsung yang mengurus semua persyaratan ibu supaya mencaleg. Dia orangnya suka bekerja, selalu memikirkan bagaimana bisa menyukseskan setiap programnya dan program daerah,’’ kata Caleg Nomor Urut 3 PAN Dapil III Kabupaten Mukomuko ini.
Sekarang disela-sela kesibukannya sebagai Ketua TP-PKK dan pembina PAUD, Rosna kian serius untuk memenangi pemilu. Ia menargetkan suara pribadinya sebanyak 30 ribu pada pemilu mendatang. Tujuannya agar PAN keluar sebagai pemenang pemilu sesuai yang ditargetkan. Keberuntungan bagi caleg lain termasuk caleg DPRD Mukomuko dan DPR RI, sebab nama besar Rosna bakal meningkatkan suara mereka.
‘’Ibu menargetkan suara setidaknya 30 ribu pada pemilu mendatang, ini adalah kabar gembira bagi kita semua caleg PAN, sebab dipilihnya Ibu  Rosna, berarti juga kemenangan bagi caleg lainnya. Ibu Rosna sudah banyak berbuat untuk masyarakat, terget itu sangat masuk akal,’’ tegas wanita berdarah Malin Deman dan Ipuh ini.
Terus bagaimana dengan Roslinar sendiri sebagai caleg wanita asal Dapil III? Wanita yang dikenal ramah dan suka membantu ini, mengaku optimis. Ia akan mendapat dukungan dari keluarga, masyarakat dan siap bersaing dengan caleg lainnya. Caleg Nomor 3 ini bertekad ingin duduk di DPRD Mukomuko demi memperjuangkan aspirasi warga Malin Deman, Ipuh, Air Rami, Sungai Rumbai Pondok Suguh dan Kabupaten Mukomuko pada umumnya.
‘’Saya akan terus berjuang, mudahan dukungan dari keluarga, rekan-rekan dan masyarakat saya bisa duduk. Tujuan saya lain tidak bukan untuk membawa aspirasi masyarakat untuk pembangunan ke depan. Meskipun saya belum ditakdirkan duduk, saya juga akan terus berbuat selagi mampu dan ada jalannya,’’ demikian Roslinar.(jar)

Caleg DPR RI Berebut Simpatik
POLITIK RM – Kabupaten Mukomuko agaknya menjadi salah satu ‘’Medan Pertempuran’’ sejumlah kalangan politisi yang mengadu nasib menuju Senayan asal Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Bengkulu. Buktinya sampai saat sekarang sudah beberapa caleg RI merapat ke Mukomuko, sebut saja Patrice Rio Capella, Jhon Ramadhan, Dana Anugerah Raffiansyah, Diah Agusrin, Resko Wardoyo, Dewi Qoryati serta mantan aktris papan atas  Marissa Haque. Diperkirakan seiring dengan berjalannya waktu akan lebih banyak lagi caleg DPR RI yang bakal datang ke daerah dengan 120 ribu lebih kurang mata pilih ini. 
Alasan mereka menjadikan Mukomuko sebagai daerah tujuan untuk memperoleh dukungan sangat wajar. Pasalnya tidak ada satu pun warga asal Mukomuko yang mencalon DPR RI. Itu artinya warga Mukomuko tidak punya pilihan. Selain itu masyarakat Mukomuko selalu open terhadap pendatang dan sangat menghargai sebuah pengorbanan dari orang lain.
Dihubungi via Hp, Jhon Ramadahan mengaku optimis bakal mendapat dukungan dari warga Mukomuko. Sebab ia hadir di Mukomuko bukan pada saat ingin mencalon saja. Jauh sebelumnya ia sudah rutin ke Mukomuko dalam rangka membantu warga Mukomuko yang berada di desa-desa, sesuai dengan tugasnya selaku staf khusus Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal (PDT). Tidak sedikit lagi bantuan bagi masyarakat dan petani yang disalurkan melalui dirinya.
‘’Saya yakin saja, sebab Mukomuko sudah tidak asing bagi saya. Mungkin ada yang baru datang saat minta bantuan warga ke sana, kalau saya sudah rutin menemuia warga ke desa-desa,’’ ungkap Caleg DPR RI Nomor urut 1 asal PKB ini.
Salah seorang warga, Mardison mengakui sudah mendengar beberapa nama  Caleg DPR RI yang diekspos melalui media Radar Mukomuko (RM). Sejauh ini  baru ada tiga tokoh yang pernah menampilkan profilnya di koran, yaitu Dana, Jhon Ramadhan dan Rekso Wardoyo. Selebihnya belum diketahui siapa mereka sebenarnya. Mardison mengaku belum memiliki pilihan yang pasti.
‘’Kalau tiga nama yang sudah ada profilnya kita sedikit lebih kenal, namun soal memilih itu nanti, sebab DPR RI itu cakupannya luas, kita harus benar-benar yakin mereka bisa berbuat untuk Mukomuko,’’ demikian Mardison.(jar)