Tuesday, 15 April 2014

Pemilu Mukomuko HOT

Busril Lolos ke Kursi Parlemen, Moncong Putih Buktikan Merahnya
PPP, Demokrat dan Hanura Terancam Tanpa Kursi Dapil 3
POLITIK RM – Sebagai mana prediksi semula, persaingan untuk kursi terakhir antar partai politik (parpol) masih terjadi pada setiap dapilnya, seiring dengan ngumpulnya perolehan suara per-TPS. Titik terang partai pemenang pemilu pun makin jelas. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Mukomuko, Busril Pede akan melenggang ke kursi panas dewan, padahal partai nomor 1 ini sempat diragukan di dapil 1. Persaingan diperkirakan masih terasa dan berlanjut hingga KPU ketuk palu, menetapkan pemenang pemilu.
‘’Kami awalnya memang agak pesimis, karena suara belum masuk semua, sekarang kita berada pada urutan 6 dan 7, sudah dipastikan dapat kursi,’’ kata Busril.
Di Dapil 1 hingga kemarin, PPP yang awalnya pede menatap parlemen, malah sekarang terbirit-birit. Pasalnya Partai Bulan Bintang (PBB) mulai memepet peraihan suaranya. Meski masih belum diunggulkan Partai Demokrat dan PDIP juga tidak menutup kemungkinan bisa mengejar, sebagaimana yang terjadi di dapil 3.
‘’Memang kalau berdasarkan hitungan kita, PPP berada pada nomor 9, dibawah kita ada PBB, tapi kami yakin akan meraih kursi di Dapil 1, kalau dapil 3 kita tunggu saja akhirnya nanti,’’ papar ketua DPC PPP, Masripani Maas, SH.
Sementara di dapil 2 sendiri, perebutan 2 kursi terakhir mulai ada titik terangnya. Demokrat dan PPP tetap punya kans lebih besar, PBB, PKS, Golkar dan Hanura masih terbenam di zona terbawah untuk mengejar 8 jatah kursi di Dapil 2. Namun semuanya masih berpeluang berubah, karena ketetapan pasti tetap berdasarkan perhitungan resmi oleh KPU.
Dapil 3 diperkirakan paling panas, kejutan demi kejutan terus terjadi. Terkini, PDIP yang awalnya sama sekali tidak lagi diunggulkan, karena rendahnya perolehan suara caleg, tiba-tiba bersemi kembali. Mereka diselamatkan oleh suara masyarakat yang mencoblos moncong putih atau lambang partai nomor 4 tersebut. Caleg Incumbent Indra Jaya, S.IP pun sudah dapat berharap lebih jauh untuk mempertahankan tahtanya di DPRD Mukomuko. Bahkan informasi terakhir PDPI berada pada urutan ke 7 setelah PKB. Caleg Hanura yang punya suara lebih baik, terancam tidak berguna, karena secara total suara mereka bisa lebih rendah dari PDIP di Dapil 3 atau NasDem. PPP yang sempat punya asa, agaknya harus gigit jari bersama dengan PBB dan Partai Demokrat. Namun tetap saja mereka masih berpeluang sebelum KPU punya keputusan resmi.
‘’Memang mengejutkan, tiba-tiba peta politik berubah begitu saja. PDIP punya suara partai cukup signifikan, kalau saya melihat peluang mereka sekarang lebih baik dari Hanuran dan PPP,’’ kata H. Tarmizi yang aktif memantau perkembangan suara partai di dapil 3 ini.
Partai yang diperkirakan berada pada titik aman untum meraih 1 kursi di dapil 1, PKS, PKB, Gerindra, PAN, Hanura, Golkar dan NasDem. Sedangkan PKPI dan PPP untuk saat ini masih berada pada lingkaran peraih kursi di DPRD Mukomuko, namun dibelakangnya ada PBB, Demokrat dan PDIP yang menguntit.
Di Dapil 2, partai yang diprediksi paling aman adalah, PDIP, PKB, PAN, NasDem dan Gerindra. Partai Demokrat, PKPI dan PPP juga berada pada lingkran 8 besar peraih kursi. Namun ada PBB, Golkar, Hanura dan PKS diperkirakan belum menyerah. Serupa di dapil 3, Gerindra, PAN, PKPI, Golkar, PKS dan PKB masih berada pada titik aman. PDIP sendiri diperkirakan lebih aman dari NasDem yang berdekatan dengan Hanura. Termasuk Demokrat, PPP dan PBB masih mengancam. Namun apapun prediksi yang ada, tidak bisa menjadi patokan, hasil akhirnya sesuai hitungan pelaksana pemilu.
‘’Kita masih yakin dan akan tetap menunggu hasil akhirnya nanti,’’ kata caleg Hanura Dapil 3 Saili.(jar)


Busra Unggul, Prenky dan Safaat Dijagokan Kejar-kejaran suara Masih Sengit
POLITIK RM – Kejar-kejaran suara antar caleg dalam beberapa partai masih sengit. Beberapa caleg mengklaim punya suara lebih banyak, berdasarkan rekapan masing-masing. Namun demikian secara bertahap siapa pemilik suara terbanyak sebenarnya mulai terang. Namun dibeberapa partai jarak suara antara caleg peraih suara pertama sementara dengan caleg peraih suara terbanyak kedua tidak terlalu besar, puluhan bahkan hanya belasan saja.
Busra caleg nomor 1 Gerindra Dapil 3, tampaknya lebih dekat dengan kursi dewan, setelah sebelumnya kejar-kejaran suara dengan incumbent Haidir, S.IP. Namun bukan berarti sudah pasti, kabarnya selain Haidir, caleg nomor 2 Arifin MZ juga belum mau mengakui keunggulan kawan separtainya. Pasalnya ia juga punya rekapan sendiri dan suaranya diatas caleg lain.
‘’Kita tetap menunggu hasil rekapan akhir KPU, sekarang saya belum percaya suara saya lebih rendah. Bahkan kalau ada yang lebih tinggi, itu kita ragukan kebenarannya,’’ kata Arifin.
Juga antara caleg PPP dapil 2, meski awalnya Novrianto, SH diunggulkan, namun belakangan berbalik, Frenky mengaku lebih dijagokan sebagai peraih suara terbanyak. Termasuk Safaat dari PKB Dapil 2, informasinya lebih dijagokan dari Mukti Ali. Kemudian dijajaran caleg Gerindra Dapil 2, Fitri, SE tetap percaya diri (pede) akan menang, meskipun Gunarto belum berada pada posisi kalah dalam persaingan perebutan suara.
Juga antara caleg PKB Dapil 3, meski sejak awal hingga kemarin, caleg nomor 2, Khusairi masih diunggulkan, namun jaraknya dengan caleg nomor 1, Syamsurizal tidak jauh atau dibawah 50 suara dengan angka awal sama-sama tujuh ratusan. Serupa juga dalam kubu NasDem di dapil 2, H.M. Maril memang selalu unggul, namun jaraknya dengan caleg nomor 1, H. Paulus Sabar Sudibyo, S.Sos dibawah 50 suara dengan jumlah total sama-sama delapan ratusan.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Khairanzar mengatakan untuk saat ini belum ada pemenang, karena proses penghitungan masih berjalan. Soal apa yang ada di media tidak dapat jadi dasar, kita tetap mengesahkan hasilnya sesuai dengan data pasti dari hasil pemilihan.
‘’Unggul satu suara saja sudah menang, apalagi puluhan suara. Kita sekarang belum tahu, sebab proses masih berlangsung, kalau media itu haknya namanya juga prediksi,’’ tutupnya.(jar)


Peluang Partai Meraih 2 Kursi Per-Dapil
Partai Harus Penuhi Kuota Lebih Dulu
POLITIK RM – Banyak pertanyaan dari masyarakat, terkait dengan peluang satu partai untuk meraih 1 kursi di satu Daerah pemilihan (Dapil). Untuk menjawab semua itu, tentu berdasakan suara partai dan juga tergantung dengan system penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam menetapkan kuota suara perkursi.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Khairanzar yang dihubungi kemarin menjelaskan, peluang satu partai meraih 2 kursi per dapil terbuka, asal suaranya mencukupi. Untuk penetapan suara 1 kursi, dasarnya jelas. Tahap awal dihitung suara sah seluruh partai politik. Setelah didapat suara sah, maka dibagi dengan jumlah kursi dalam dapil tersebut. Hasil bilangan pembagian inilah dasar penetapan jumlah suara perkursi disatu dapil.
‘’Misalnya, suara sah di salah satu dapil 40 ribu, jumlah kursinya 8, maka 40 ribu dibagi delapan. Hasilnya 5000, maka itulah jumlah suara untuk 1 kursi harus dipenuhi satu partai.
Selanjutnya dilakukan penghitungan suara setiap partai, pertama diambil partai yang suara mencukupi kuota 1 kursi. Kelebihan suara dari satu kursi tersebut dimasukkan lagi dalam perangkingan. Jika sudah tidak ada yang memenuhi jumlah suara 1 kursi, maka dilakukan perekingan suara terbanyak partai peraih suara. Partai dengan suara lebih besar mendapat sisa kursi dari yang sudah memenuhi kuota. Andai kelebihan suara partai yang sudah memenuhi 1 kursi, lebih tinggi dari jumlah suara partai lainnya, maka berhak mendapat kursi kedua. Misal, partai A mendapat 8000 suara, partai B mendapat 7000 suara, artinya partai tersebut sudah memiliki 1 kursi sah.
‘’Kalau partai lain suaranya tidak sampai 5000, maka dilakukan perengkingan. Karena ada dua yang sudah dapat, artinya masih tersisa 6 kursi lagi. Partai yang memiliki suara lebih dekat dengan 5000 akan mendapat kursi berikutnya, andai kelebihan suara partai A lebih tinggi dari jumlah suara partai lain yang lebih dekat dengan 5000, maka A dan B tadi berhak mendapat kutsi berikutnya,’’ papar Khairanzar.
Ketua DPC Gerindra Mukomuko, Basshendri, SE mengaku masih optomis meraih 2 kursi di satu dapil. Pasalnya disetiap dapil Gerindra diperkirakannya sebagai pemenang suara terbanyak. Namun mereka tetap menunggu hasil akhir dan sistem penghitungan oleh pelaksana pemilu.
‘’Kalau jumlah global kita optimis untuk dua kursi, namun kita lihat dulu sistem penghitungan suara yang digunakan oleh KPU. Harapan kita dapat dan 1 kursi ke provinsi,’’ tutupnya.(jar)


Pleno PPK Tarik Ulur, Caleg Curiga
POLITIK RM – Rapat pleno perekapan suara pemilu di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terus tarik ulur. Bahkan beberapa PPK yang dijadwalkan melakukan pleno kemarin kembali ditunda, namun sebagian kecamatan pleno tetap berlangsung, tetapi tidak seluruhnya tuntas, baru hari ini akan dilanjutkan.
Kecamatan yang menunda jadwal plenonya di dapil 1, Kecamatan Kota Mukomuko dan XIV Koto. Di Dapil 2 seluruh kecamatan sudah menggelar pleno. Untuk Dapil 3 yang belum pleno, Ipuh dan Air Rami saja, namun untuk Pondok Suguh belum selesai hingga sore kemarin.
Ketua PPK Kota Mukomuko, Dodi Syahtra Dinata SE, membenarkan jika terjadi penundaan pleno perekapan suara di daerah pemilihannya. Alasannya beberapa petugas PPK tidak dapat hadir, karena ada ujian semester di kampusnya. Juga kotak suara dari Desa Ujuang Padang datang terlambat, hingga harus direkap kembali. Rencananya hari ini akan dilangsungkan pleno yang berpusat di aula kantor camat Kota Mukomuko.
‘’Penundaan tidak menyalahi, sebab jadwalnya dari 13 April hingga 17 April, masih ada waktu untuk menyelesaikannya. Kaki yakin akan selesai sesuai waktu yang diberikan KPU,’’ kata Dodi.
Sedangkan di Kecamatan XIV Koto tidak ada penundaan, mereka memang menjadwalkan pleno pada hari ini. Untuk persiapan pada dasarnya sejak awal sudah tidak ada kendala lagi.
‘’Kita sebetulnya sudah tidak ada kendala, hanya saja kita memang belum jadwalnya untuk menggelar pleno, rencananya besok (hari ini red),’’ tegas ketua PPK XIV Koto, Meriyanto, S.Pt.
Salah seorang caleg Arifin MZ mengaku kecewa dengan penundaan pleno di PPK. Bahkan menurutnya ada kesan memberi ruang untuk bermain dari pihak tertentu. Panwaslu sendiri mengungkut dengan masalah ini terkesan tidak berkutik, hingga tidak menutup kemungkinan ada kecurangan di PPK. Maka ia minya KPU merekap berdasarkan hasil C1 dari TPS bukan dari PPK.
‘’Jelas kita sangat curiga dengan tarik ulurnya pleno  tersebut, ini seakan memberi ruang bermain bagi pihak tertentu,’’ tutupnya.(jar)


Siswa Begadang Tunggu Bocoran
//Hari ini UN Diikuti 1.600 Peserta
METRO – Hari ini sebanyak 1.600 Siswa SMA/MA dan SMK yang terbagi dalam 97 ruangan se Kabupaten Mukomuko akan mengikuti Ujian Nasional (UN). Seperti sebelumnya, UN kali ini juga diwarnai oleh informasi kebocoran soal dengan bertebarnya kunci jawaban. Bahkan bebera peserta UN siap begang menunggu kunci jawaban 20 model soal yang akan keluar malam tadi melalui media online.
‘’Ya kita akan menunggu kunci jawaban itu subuh ini. Dan tiap subuh sebelum ujian kunci jawaban akan diberikan. Kalau asalnya dari salah satu sekolah di Bengkulu,’’ ujar siswa yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) 2014 Kabupaten Mukomuko, Apani, M.Pd kembali menegaskan bahwa para siswa jangan mempercayai kunci jawaban yang beredar. Karena itu tidak diyakini kebenarannya. Dan jangan sampai hal itu merugikan siswa itu sendiri.
‘’Jangan percaya kunci jawaban itu lah. Lebih baik para siswa percaya diri dan yakin dengan kemampuan yang dimiliki dari pada perpedoman kunci jawaban itu,’’ ungkap Apani.
Apani menambahkan, untuk persiapan pelaksanaan UN sudah semuanya dipersiapkan. Bahkan berkas UN yang tiba di Mukomuko pada hari Sabtu (12/4) lalu tidak ada. Kendala.
‘’Semua persiapan sudah kita siapkan semuanya. Mulai dari berkas ujian, petugas pengawas, ruangan serta hal lainnya. Dan insyaallah besok (hari ini,red) kita siap melaksanakannya. Untuk itu kita doakan tidak ada kendala,’’ tutup Apani.(dum)

Tabrak Carry, Pemuda Tewas
IPUH – Jalan Lintas Barat (jalinbar) kembali memakan korban. Kali ini terjadi di perbatasan Desa Air Buluh Kecamatan Ipuh sekitar pukul 09.15 WIB kemarin. Antara mobil Suzuki Mega Carry  BD 9893 NA yang dikemudikan Fauder (40) bertabrakan dengan Yamaha RX King BD 2415 AC yang dikendarai Ardianto (17) warga Bukit Mulya Kecamatan Air Rami. Akibatnya Ardianto mengalami patah kaki sebelah kanan, dan pendarahan dari mulut serta hidung
Kronologis kejadiannya berdasarkan olah TKP dari Polsek Ipuh mobil Suzuki carry dikemudikan Fauder dari arah Bengkulu diduga dalam kecepatan cukup tinggi menuju Mukomuko. Tiba-tiba dari arah berlawanan muncul sepeda motor Yamaha RX King yang dikendarai Ardianto juga dalam keadaan cukup tinggi. Lantaran keduanya tidak dapat mengendalikan kendaraannya di tikungan tajam Desa Air Buluh, tabrakan pun tak bisa dihindarkan. Sehingga membuat pengendara sepeda motor mengalami patah patah kaki kanan serta pendarahan dari mulut dan hidung. Dan langsung dirujuk ke RS Bengkulu. Namun dalam perjalanan nyawa korban tidak tertolongkan. 
‘’Kalau data sementara kedua kendaraan diduga dalam kecepatan cukup tinggi. Dan ketika ditikungan tidak dapat mengendalikan kendaraannya. Akibatnya tabrakan tidak dapat dihindari,’’ ujar Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kapolsek Ipuh, Iptu. Daryanto. 
Ketua Adat Desa Air Buluh, Asmara membenarkan adanya kejadian kecelakaan tersebut. Dimana sesaat usai tabrakan warga berbondong-bondong mendatangi TKP.
‘’Ya memang ada kecelakaan ditikungan tajam itu tadi pagi (kemarin,red) antara mobil Suzuki carry dan motor Rx king yang merupakan warga Kecamatan Air Rami. Dan korban mengalami luka yang cukup serius,’’ ungkap Asmara.(dum)