Tuesday, 15 April 2014

Anggota Dewan Provinsi Bengkulu Dapil Mukomuko

PDIP Utus 1 Wakil
PAN, PKS dan Demokrat Masih Kokoh?
METRO – Berdasarkan suara sementara perebutan kursi DPRD Provinsi Bengkulu, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berada pada titik aman. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat diprediksi mampu pertahankan tahtanya. Namun bukan tidak mungkin disalip oleh NasDem, Gerindra, Hanura, Golkar ataupun PBB. Untuk PPP, PKPI dan PKB tampaknya ruang untuk menembus kursi DPRD Provinsi masih jauh, namun bukan tidak mungkin menyusup masuk.
Informasi yang diperoleh, suara PAN dan PDIP hingga kemarin sudah menembus angka 8.000 suara, disusul oleh PKS dan Partai Demokrat diangka 7.000 suara lebih. Sedangkan untuk partai lainnya berada pada angka 5.000 hingga 7.000 kurang. Untuk pemenang sah dan pastinya, tetap berdasarkan hasil perhitungan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Caleg PKS, Burhandari, M.Si mengakui jika 4 partai tersebut lebih berpeluang menuju kursi DPRD Provinsi. Ia sendiri selaku calon incumbent masih sangat yakin untuk meraih dukungan maksimal dan mempertahankan kursinya.
‘’Itu sah kami yakin masuk 3 besar sebagai peraih suara terbanyak, namun kita lihat saja nanti hasil lengkapnya,’’ paparnya.
Andai PDIP benar-benar meraih 1 kursi ke Provinsi, maka yang berhak duduk adalah caleg nomor 1, Mujiono, S.IP. Sedangkan PAN suara terbanyak sementara diraih oleh Rosna atau Hj. Rosna Ichwan, namun tidak menutup kemungkinan disalip oleh H. Yusmardi, SH.
‘’Kita tunggu saja penghitungan suara, mudahan menang, kalau melihat dukungan sementara ini kita yakin saja dulu. Semua itu tak lepas dari dukungan masyarakat Kabupaten Mukomuko,’’ kata Mujiono saat diminta tanggapannya.
Dilihat dari angka perolehan suara sementara, caleg partai besar diuntungkan oleh tingginya dukungan untuk partai dari masyarakat. Suara yang mencoblos lambang partai cukup besar bahkan mengalahkan suara caleg. Diperkirakan persaingan untuk masuk 4 besar, sesuai dengan jatah kursi ke Provinsi ini masih sengit hingga KPU menetapkan pemenang pemilu.
‘’Sekarang jumlah suara belum terkumpul semua, kita sangat yakin akan masuk lingkaran 4 besar tersebut. Kami menunggu hasil akhir resmi dari KPU nantinya,’’ papar Ketua DPC Gerindra Basshendri, SE.(jar)


Politisi PKPI Dilaporkan Money Politik

METRO – Meski proses pencoblosan sudah selesai dan pelaksana pemilu tengah merekap hasil pemilu, namun bukan berarti persaingan antar caleg juga selesai. Informasinya saling intip caleg peraih suara terbanyak pertama dengan peraih suara terbanyak kedua masih saja terjadi. Terbaru politisi PKPI pemilik suara terbanyak sementara Dapil 1 Mukomuko, dilaporkan ke Panwaslu Mukomuko dengan dugaan money politik.
Informasi terbaru laporan yang melibatkan internal PKPI sendiri ini, disertai dengan barang bukti berupa uang Rp 200 ribu, serta saksi yang mengaku sebagai penerima uang dari ketua politisi PKPI untuk memilihnya tersebut.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Ita Hartati, SE menjelaskan bahwa laporan sudah mereka terima, para saksi dan pihak yang melaporkan sudah diminta keterangannya. Dari pengakuan para saksi tersebut, terlapor dituding memberi uang sebelum pencoblosan lalu. Dimana ia dititipkan uang Rp 200 ribu, untuk dirinya sendiri dan kakanya.
‘’Memang ada laporan tersebut, Alpian dituding membagikan uang, barang bukti dan laporan resmi kita terima lebih dulu, akan diproses sesuai aturan yang berlaku,’’ kata Ita.
Lanjutnya, yang mereka sesalkan laporan tersebut terlalu lama diberikan kepada Panwaslu, karena waktu tenggang untuk laporan persoalan pemilu berakhir hari ini. Belum lagi mereka harus memprosesnya, baik keterangan lengkap dari saksi maupun pemanggilan pihak terlapor.
‘’Semuanya kita terima dan kita proses sesuai aturan, Panwaslu sebatas itu saja, proses lanjutannya ada Gakumdu dan juga hingga ke Banwaslu Provinsi nantinya,’’ tegasnya.
Politisi PKPI ini sendiri saat diminta keterangannya mengaku tidak melakukan hal tersebut, ia menduga ada kepentingan politik dibalik laporan yang disampaikan ke Panwaslu ini. Sebagai peraih suara terbanyak, ia berjanji siap memberi keterangan jelas dan tidak akan mundur selangkahpun.
‘’Itu tidak jelas namanyam masa laporan sekarang saya money politik pemilu sudah selesai kok, untuk apa saya melakukan money politik,’’ tutupnya.(jar)


Posisi Pemenang Sementara Labil

METRO – Walaupun dari hitungan dan prediksi sementara, mendulang suara terbanyak, sebagian caleg belum bisa tidur nyenyak. Pasalnya selisih suara dengan caleg lainnya terutama peraih suara terbanyak dibawahnya sangat tipis, belasan hingga puluhan suara saja. Bisa saja dari hasil pleno pelaksana pemilu nanti hasilnya berbeda.
Begitupun dengan partai politik yang berada pada titik aman terakhir sesuai dengan jatah kursi per dapilnya. Selisih hitungan sementara saat ini dapat berbeda dengan hasil rapat pleno di KPU nantinya. Sebab kemungkinan eror hitungan oleh caleg ataupun prediksi di media cukup terbuka.
Di Dapil 1, sempat diisukan caleg PAN nomor 8, Ewit Chacha, ST, perolehan suaranya nyaris mendekati peraih suara sementara dari prediksi RM, Fajar Anita P, SE. Begitupun dengan PKS, Ir. Nurlina Zamdial, M.Si tidak menutup kemungkinan bisa saling kejar suara.
‘’Itu isu saja, saya sudah mengaku kalah dan sebatas itulah kemampuan saya mendapat dukungan, peraih kursi dari PAN sudah ditetapkan, saya secara legowo menerimanya dan mengucapkan selamat. Siapapun itu tetap kemenangan bagi PAN,’’ kata Ewit saat dihubungi.
Di Dapil 2 sendiri, sampai saat ini persaingan antara Fitri, SE dan Gunarto dari Gerindra belum final. Di NasDem sendiri, meski H. M. Maril masih kokos selaku peraih suara terbanyak, namun jaraknya dengan caleg nomor 1 tidak signifikan, yaitu kurang dari 30 suara. Itupun terjadi di jajaran caleg PPP, Novrianto, SH sempat memimpin perolehan suara, kemudian seiring dengan ngumpulnya suara dari berbagai tempat, bergantian Frenki Janas yang memimpin. Sampai saat ini keduanya masih sama-sama berharap.
‘’Suara kita memang jaraknya tidak jauh, namun data kami sudah sangat falid,’’ kata Maril.
Di Dapil 3, dari hitungan sementara jarak antara caleg PKB nomor urut 2 selaku peraih suara terbanyak dengan caleg nomor 1 kabarnya tak lebih dari 13 suara. Juga di lingkaran caleg Gerindra, Busra saat ini memimpin perolehan suara, namun caleg nomor 2 belum mau mengakuinya termasuk caleg nomor 8 masih punya asa. Termasuk antara caleg Golkar, Sadariun, S.Pd selaku peraih suara terbanyak dengan caleg peraih suara kedua tertinggi partai nomor 5 ini.
‘’Kita yakin hasil pleno dengan hitungan kami tidak akan jauh beda, sebab dasarnya sama C1 dari setiap TPS. Saya tidak pikirkan itu, kalau memang rizki kita tidak akan lari,’’ kata Khusairi.
Untuk partai pemenang terakhir yang masih labil dan berpeluang ditekel oleh peraih suara terbanyak lainnya, adalah PKPI dan PPP di dapil 1. Dibawahnya ada Partai PBB dan Demokrat dengan jarak tidak terlalu besar dari hitungan atau prediksi sementara. Untuk Dapil 2, pada dasarnya hampir tidak ada perubahan, namun PKPI bisa saja disalip PKS dan partai lainnya juga masih punya peluang. Sedangkan di Dapil 3, Persaingan sengit masih terjadi antara, PDIP, NasDem dan Hanura. Salah satu dari 3 partai ini harus siap-siap gigit jari, meski pada saat ini Hanura lebih tipis peluangnya untuk lolos ke parlemen.
‘’Kami yakin NasDem akan mendapat satu kursi per dapilnya, di dapil 3 dari data yang dimiliki partai jelas kita unggul jauh dari partai dibawahnya,’’ tutup ketua DPD NasDem Mukomuko, Busril.(jar)