Friday, 18 April 2014

Perebutan Jatah Kursi DPRD Tingkat II

Masih Memanas
METRO – Sebagian besar caleg mungkin bisa tenang, karena posisinya sudah kokoh sebagai pemenang pemilu. Namun berbeda dengan beberapa caleg lainnya, walau berdasarkan hitungan ditingkat kecamatan, posisi mereka masih aman, namun bisa berbeda dengan hasil pleno KPU nantinya. Pasalnya caleg peraih suara terbanyak lain dalam partai yang sama juga masih ngotot dan yakin hitungan di tingkat PPK tidak seluruhnya benar.
Diantaranya, dibarisan caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil 3, meski Khusairi sudah diatas angin, namun caleg nomor urut 1, Syamsurizal belum mau mengakuinya. Begitupun dengan caleg PPP Dapil 2, Frenky Janas untuk saat ini ia masih berada dipuncak perolehan suara, namun caleg dibawahnya masih ngotot untuk menunggu hasil akhir.
Seperti disampaikan oleh caleg PKB, Syamsurizal dari hitungannya sementara ini, suara yang ia miliki  lebih tinggi dari suara yang dimiliki Khusairi. Dimana suaranya berdasarkan C1 di KPU, sebanyak 725 suara, sementara Khusairi beradai dibawahnya dengan perolehan 722 suara atau hanya berbeda 3 suara saja. Maka meski banyak hitungan yang menyebutkan Khusairi unggul, ia tetap bertahan dengan hitungannya tersebut.
‘’Kami menghitung berdasarkan C1 yang ada di Web KPU, jelas suara saya lebih unggul, maka dengan itu saya yakin yang berhak duduk di dewan adalah saya, bukan Khusairi,’’ kata Syamsurizal.
Bahkan Syamsurizal akan mempertahankan hitungannya ini pada pleno KPU kelak, sebab kalau ada perbedaan itu semua kesalahan dan diduga ada permainan. Ia berharap semua pihak bisa mengawasi proses penghitungan oleh KPU nantinya dan KOU juga harus siap melakukan cek ulang terhadap kejanggalan yang terjadi.
‘’Kami minta semua pihak ikut mengawasi jalannya penghitungan suara nanti, sebab saya sangat yakin sebagai pemenang pemilu,’’ tegasnya.
Serupa disampaikan caleg PPP Dapil 2, Novrianto, SH ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyesuaikan data penghitungan di KPU dan yang ada di kecamatan. Dari data C1 yang ia miliki, saat ini suaranya masih unggul dari Frenky. Kalaupun ada yang berbeda, ia menduga ada kesalahan dalam perhitungan atau masalah lain.
‘’Kami belum puas dengan yang ada sekarang, sebab menurut hitungan kami, saya masih memimpin perolehan suara, mungkin ada kesalahan yang terjadi,’’ tutupnya.
Khusairi ketika diminta tanggapannya menyebutkan, dirinya memilih introspeksi diri dan tidak gegabah dalam menerima hasil Pemilu. Menurut Khusairi, jangan sampai persaingan politik ini mempengaruhi pergaulan selama ini. Meskipun berdasarkan hasil perhitungan sementara dia digadang-gadangkan memperoleh suara terbanyak dari internal partai PKB dapil 3, hal itu belum bisa dipastikan. Karena masih ada proses selanjutnya yang mesti lebih penting dan penentu, duduk atau tidaknya pada kursi dewan.
’’Kalah dan pemenang itu pasti ada. Namun bagaimana kita menyikapi hal tersebut tentu harus dengan pemikiran yang jernih dan tidak bisa gegabah, saat ini saya belum puas dan belum merasa menang, karena itu masih dalam proses perhitungan sementara,’’ tutupnya.(jar/ce6)


Jatah 2 Kursi DPRD Prov Milik Siapa?
PPP dan Partai Nomor 7 Unggul
METRO – Kursi nomor 1 dan nomor 2 DPRD Provinsi hampir positif menjadi milik PAN dan PDIP. Terus siapa pemilik 2 kursi sisanya? Hingga hari ini belum bisa dipastikan, sebab semua partai masih ngotot dan mengklaim hasil rekapan sementara, mereka masuk dalam 4 besar. Namun hasil hitungan cepat dari banyak pihak PPP dan Demokrat dianggap paling berpeluang. Jauh beda dengan data yang dipaparkan sebelumnya, dimana Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Golkar masuk 4 besar. Prediksi lain lagi, menyebutkan yang bersaing ketat adalah, Hanura, PKS dan Demokrat.
Seperti disampaikan oleh Caleg Hanura Ir. Anton Hidayat, dalam hitungan mereka dengan dasar C1 yang sah, Hanura bersaing dengan Demokrat dan PKS. Untuk beberapa partai lainnya sangat jauh dari angka 1 kursi tersebut. Namun ia tetap menunggu hasil pleno oleh KPU nantinya. Dugaan kejanggalan dalam hitungan sekarang cukup banyak dan tidak nyambung dengan data realnya.
‘’Kita masih yakin akan duduk, namun kita tetap berpedoman dengan hasil pleno nanti, karena kalau data sekarang tidak bisa dipedomani, termasuk hasil pleno di PPK sendiri,’’ kata Anton.
Salah seorang tokoh masyarakat yang selalu peduli dengan jalannya pesta demokrasi ini, H. Suahrto juga mengaku bingung dan ragu. Ia sendiri sulit menerka partai mana saja yang lebih dekat dengan kursi dewan Provinsi. Untuk kursi nomor 1 dan 2 ia sepakat jika PDIP dan PAN lebih dijagokan. Dari beberapa isu yang ia dengar, partai yang paling berpeluang adalah, PPP, Demokrat, Golkar kemudian PKS.
‘’Kita tidak melakukan penghitungan, cuman kalau dari kawan-kawan itu yang diprediksikan. Bisa saja yang ada di RM tersebut, sebab sekarang ini kita masih bingung dengan jumlah suara caleg,’’ tegas anggota Komisi II DPRD Mukomuko ini.
Ir. Muharamin caleg Demokrat sendiri dalam hitungan yang mereka lakukan, masih yakin mampu mempertahankan tahtanya. Bahkan untuk posisi nomor 3, ia juga menepatkan PPP dan Demokrat di posisi ke 4. Harapannya semua bisa berjalan dengan baik, apapun hasil pleno KPU nanti, itulah hasil pemilu yang sebenarnya.
‘’Kita yakinlah akan duduk lagi, namun kita lihat saja hasil akhirnya nanti, apapun ketetapan KPU adalah yang terbaik bagi masyarakat,’’ tutupnya.(jar)


Pleno KPU Bakal Ramai
Hasil Rekapan PPK Dinilai Tidak Nyambung
METRO – Jika tidak ada aral melintang besok (20/4) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko akan menggelar rapat pleno. Acara akan dipusatkan di salah satu aula hotel ternama di Kecamatan Kota Mukomuko. Karena hingga sekarang diduga masih ada caleg yang belum terima atas kekalahannya dan menduga adanya kecurangan, maka rapat pleno diprediksi belangsung panas.
Beberapa hal yang bakal dipertanyakan dalam rapat pleno, sesuai dengan isu di lapangan, pertama menyangkut hasil dan proses perhitungan di tingkat kecamatan, juga dugaan kejanggalan lainnya. Selain itu caleg yang menduga adanya penggelembungan suara oleh caleg pemenang pemilu.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag mengatakan persiapan rapat pleno sudah dilakukan. Sesuai kesepakatan dan berbagai pertimbangan, pleno bertempat disalah satu hotel di Mukomuko. Soal adanya isu akan banyak protes dari caleg dan pendukungnya, KPU tidak ambil pusing. Pleno hanya diikuti oleh pihak partai, Panwaslu dari keamanan juga saksi. Pendukung caleg tidak diundang untuk masuk ke arena rapat dilangsungkan.
‘’Kita mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, undangan sudah disampaikan dan juga dengan keamanan telah ada koordinasi. Soal ada protes dan sebagainya, itu isu semata, kita yakin semuanya berjalan dengan baik, sebab kita tidak mengundang pendukung caleg,’’ kata Dawud.
Boleh saja menyampaikan keberatan dan protes terhadap hitungan suara, dengan syarat harus jelas bukti dan dokumentasinya. Kalau memang disepakati dan diragukan, KPU tidak keberatan untuk membuka secara rinci hasil pemilihan asli ditingkat TPS, berupa C1 dan kertas pleno termasuk dokumen lain.
‘’Kita tidak ragu, kalau memang ada yang diragukan, akan kita akan buktikan, tapi setahu kami, pleno ditingkat kecamatan semua hasilnya disetujui oleh saksi partai atau calon,’’ papar Dawud.
Salah seorang caleg Hanura, Anton Hidayat dengan tegas menyatakan tidak percaya dengan jumlah yang terlihat saat sekarang. Berbagai kejanggalan terjadi, diantaranya kalau melihat perolehan suara masing-masing, sangat tidak mungkin. Dimana jumlah total pemilih sudah lebih dari 100 ribu, padahal jumlah masyarakat yang memilih tidak sebanyak itu. Termasuk dugaan penggelembungan lainnya.
‘’Saya sendiri lucu melihatnya, kok bisa jumlah suara total partai masing-masing segitu banyaknya, padahal jumlah pemilih tidak mungkin sebanyak itu. Maka KPU harus hitung semua suara rusak, suara tak digunakan dan cek kejanggalan lain dalam pleno nanti,’’ tegas Anton.
Ketua DPC PPP, Masripani Maas, SE mengatakan yang mereka pertanyakan dan ragukan hanya untuk hasil di Dapil 3. Mereka akan minta dicek ulang hasil sebenarnya, sebab mereka tidak yakin suara beberapa partai diatas suara PPP. Kalau memang semuanya cocok dan sesuai dengan hasil sebenarnya, PPP tidak keberatan.
‘’Kita akan pertanyakan hasil pemilihan di dapil 3, karena kami belum yakin dengan hasil sekarang. Salah satunya KPU harus buka kembali C1 pleno tersebut,’’ tutup Masri.(jar)


Pileg Usai, Gerbong Mutasi Bergerak?

METRO – Kabarnya dalam waktu dekat, atau setelah semua prosesi pemilu legislatif (Pileg) selesai, akan ada mutasi di lingkungan pemda Mukomuko. Isu ini sudah beredar dikalangan pejabat hingga ke tingkat kecamatan. Bahkan dianggap sebagai ‘’Tsunami’’ karena mutasi tersebut besar-besaran.
Namun isu ini hanya sebatas kabar burung saja, bahkan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPPD) Kabupaten Mukomuko, Jaskani, S.Pd, M.Si, membantah keras hal tersebut. Ia  menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini belum ada rencana bakal dilakukannya mutasi. Pihaknya belum mendapatkan instruksi apa pun mengenai mutasi tersebut. 
‘’Kalau dalam waktu dekat ini kita belum ada merencanakan mutasi. Apalagi jika dihubung-hubungkan dengan pelaksanaan pileg lalu. Itu tidak ada hubungannya,’’ ujar Jaskani.
Namun mutasi tidak menutup kemungkinan akan dilaksanakan kapan saja. Sebab evaluasi terhadap kinerja pejabat terus dilakukan. Tujuan mutasi untuk  mengoptimalkan tugas dan fungsi pemerintah guna mewujudkan kinerja yang baik. Pemerintah akan melihat potensi setiap pejabatnya sesuai dengan keahlian dan bidang masing-masing.
‘’Mutasi itu merupakan hal yang wajar dilakukan. Hal ini tujuan dasarnya untuk memperbaiki serta meningkatkan kinerja dari pemerintah itu sendiri,’’ ungkap Jaskani.
Sekda Kabupaten Mukomuko, Syafkani, SP menyampaikan hal senada. Pemda dalam waktu dekat ini belum akan melakukan mutasi. Sebab mutasi dilakukan  melalui persiapan yang matang dan proses lainnya.
 ‘’Ya belum lah, belum ada rencana kita lakukan mutasi dalam waktu dekat ini. Karena itu butuh persiapan. Dan seandainya pun mutasi dilakukan semata-mata untuk meningkatkan kinerja pemerintah,’’ tutur Syafkani.(dum)