Thursday, 17 April 2014

PAN dan PDIP Kokoh, PKB & Golkar Ngikut




Dapil - 1
XIV Koto – V Koto – Air Manjuto – Lubuk Pinang – Air Manjuto - Kota Mukomuko
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
1587       + 231     + 840 + 220 +      = 2878 + 740       = 3618 (III)
885         + 154     + 445 + 824 +      = 2308 + 405       = 2713
445         + 216     + 614 + 294 +      = 1569 + 469       = 2038
2786       + 298     + 536 + 781 +      = 4401 + 795       = 5196 (I)
1636       + 770     + 622 + 650 +      = 3678 + 998       = 4676 (II)
510         + 369     + 392 + 507 +      = 1778 + 516       = 2294
636         + 94        + 923 + 544 +      = 1924 + 660       = 2857
650         + 493     + 487 + 696 +      = 2326 + 1235     = 3561 (IV)
597         + 255     + 400 + 647 +      = 1899 + 1340     = 3239
654         + 594     + 224 + 687 +      = 2159 + 656       = 2815
332         + 505     + 175 + 749 +      = 1761 + 553       = 2314
215         +  55       + 54   + 125  +     = 449  + 230         = 679
===============================================
Dapil - 2
Penarik – Selagan Raya – AIR dIKIT - Teramang Jaya – Teras Terunjam –
855         + 452 + 283 + 872  +          = 2462 + 385 = 2847
1314       + 824 + 110 + 621  +         = 2869 + 118 = 2987 (IV)
961         + 294 + 108 + 250  +         = 1613 + 326 = 1939
2954       + 781 + 336 + 529  +         = 4600 + 349 = 4949 (I)
997         + 650 + 164 + 158  +         = 1969 + 457 =
1634       + 507 + 254 + 285  +         = 2680 + 358 = 3038 (III)
1216       + 544 + 317 + 862  +         = 2939 + 572 = 3511 (II)
253         + 696 + 352 + 1010 +        = 2311 + 362 = 2673
954         + 647 + 424 + 443  +         = 2468 + 439 = 2907
798         + 687 + 397 + 186  +         = 2068 + 209 =
145         + 749 + 580 + 546  +         = 2020 + 206 =
483         + 125 + 58  + 357  +           = 1023 + 43   =
==============================================
Dapil 3
Malin Deman - Pondok Suguh - Sungai Rumbai - Air Rami - Ipuh
116         + 653     + 615 + 196 + 282              = 1862
719         + 302     + 378 + 725 + 1000            = 3124 (III)
439         + 448     + 585 + 595 + 1846            = 3913 (II)
218         + 384     + 548 + 656 + 505              = 2311
198         + 404     + 153 + 904 + 646              = 2305
313         + 325     + 364 + 339 + 571              = 1912
105         + 569     + 216 + 157 + 244              = 1391
559         + 333     + 508 + 904 + 1786            = 4090 (I)
242         + 262     + 114 + 651 + 480              = 1749
190         + 457     + 169 + 625 + 1199            = 2640
165         + 2067   + 469 + 196 + 217              = 3114 (IV)
150         + 84        + 49  + 423 + 385               = 1091
==============================================
JUMLAH SUARA PARTAI SEKABUPATEN SEMENTARA
1.       8327
2.       8824
3.       7890
4.       12456
5.       9407
6.       7244
7.       7759
8.       10324
9.       7895
10.   7732
11.   7654
12.   2836


Prediksi Sementara untuk DPRD Provinsi
METRO – Siapa yang berhak mendampingi PAN dan PDIP ke kursi panas DPRD Provinsi Bengkulu dapil Kabupaten Mukomuko?. Jawaban pastinya hanya bisa didapat setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat pleno. Berdasarkan data yang dikumpulkan crew Radar Mukomuko (RM), dengan sumber yang dapat dipercaya, hasilnya cukup mengejutkan. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang awalnya tidak diunggulkan, masuk dalam lingkaran 4 besar dengan 8.706 suara. Berada diatasnya Golkar dengan perolehan 8.950 suara. Namun data ini setiap saat dapat berubah, sebab selisih suara dengan PPP, PKS, NasDem cukup dekat.
Sementara PDIP sendiri dengan perolehan suara mencapai 12.456 hampir dipastikan melenggang ke Provinsi. Begitupun dengan PAN yang sudah mengantongi suara 10.324 versi RM, tidak tergoyahkan lagi.
Diminta tanggapannya, salah seorang caleg PKB, Bambang Apriadi, ST, menilai jika hitungan di media tersebut tidak jauh dengan hitungan dari pihaknya sendiri. Dimana PKB berada pada urutan ke 4 atau titik aman terakhir. Sebab di Dapil 3 PKB menang cukup besar, mencapai 3.000 suara. Begitpun di Dapil 2, suara PKB cukup besar, beriringan dengan PDIP dan Demokrat.
‘’Di Dapil 3, PKB, PAN, PKS dan Hanura menang, di dapil 2 juga cukup signifikan, di Kecamatan Penarik saja 1.300 lebih. Belum lagi di dapil 1, PKB punya dukungan cukup besar,’’ papar Bambang.
Namun beda dengan rekapan partai Demokrat yang dipelihatkan kepada RM kemarin, PDIP dan PAN tetap dijagokan, posisi nomor 3 milik PPP dengan 7.903 suara dan Partai Demokrat sendiri diposisi ke 4 dengan perolehan 7.787 suara. Mereka yakin rekapan yang diklaimnya bersumber dari C1 dan hasil pleno ini sudah sah.
‘’Ini rekapan yang benar, minta tolong diterbitkan di koran nantinya, supaya tidak ada upaya penggelembungan lagi,’’ kata Muharamin saat datang ke markas RM kemarin.
Sementara itu, Anton Hidayat dari Hanura, belum mau mengakui rekapan dari banyak pihak saat ini, ia yakin masuk 4 besar dan menduga terjadi penggelembungan suara oleh pihak tertentu. Dasarnya jelas, C1 yang ada di situs KPU, jika jumlah suara beberapa partai tidak singkron lagi.
‘’Kita akan cek secara seksama, maka nanti baru kita ungkapkan saat pleno, sebab dasarnya adalah C1 bukan rekapan setiap orang,’’ tegasnya.
Ketua KPU sendiri, Dawud, S.Ag menegaskan hitungan cepat dan prediksi di media ataupun pihak lain, bukan hasil resmi pemilu. Masyarakat dapat mempercayainya atau tidak. Meski ada persentase kebenarannya, namun hasil pasti pemilu adalah setelah pleno KPU.
‘’Silahkan saja, semua pihak punya hak untuk membuat prediksi dan menghitung, rekapan KPU tidak berdasarkan itu, melainkan hasil pemilu itu sendiri,’’ tutupnya.(jar)


Pendukung Gunarto ‘’Serbu’’ Panwaslu
METRO – Tampaknya, pendukung caleg Gerindra Dapil 2, nomor urut 1, Gunarto, tidak puas dengan kinerja Panwaslu Mukomuko dalam hal menangani dugaan money politik. Buktinya kemarin, Gunarto didampingi beberapa orang timnya langsung ‘’menyerbu’’ markas Panwaslu Mukomuko. Perdebatan pun tak terelakkan antara kedua pihak. Juga jajaran Polres Mukomuko yang tergabung dalam Gakumdu ikut menengahi perdebatan ini.
Mereka sengaja datang ke Panwaslu ingin mempertanyakan, pernyataan pihak Panwaslu melalui media massa yang sudah memutuskan jika dugaan money politik tidak terbukti. Meski mengakui jika tidak ada unsur pidana pemilu dalam kasus tersebut, namun secara aturan pemilu, jelas merupakan pelanggaran yang meski ada konsekwensinya.
‘’Aneh, Panwaslu menyatakan tidak ada sangsi bagi money politik. Banyak kejanggalan dari kenerja KPU, mereka ternyata tidak mengawasi pekerjaan yang seharusnya dilakukan, seperti menyangkut ada atau tidaknya tim sukses dari caleg. Beda antara tim suskes caleg dengan tim partai,’’ kata juru bicara dari Gunarto, Imam Sayuti HM Putra, saat berkunjung ke kantor Radar Mukomuko kemarin.
Dijelaskan Imam, mengenai alasan pihak yang dilaporkan bukan tim pemenangan karena tanpa SK, semua itu tidak bisa diterima. Sebab  tidak ada seluruh caleg yang punya tim dengan dilaporkan kepada Panwaslu atau KPU.
‘’Dengan logika Sabirin tidak punya mandat sebagai tim dari caleg kami tidak terima. Karena tidak ada caleg yang menyerahkan berkas tim kampanyenya kepada panwaslu atau KPU. Beda dengan tim dari caleg, tolong tunjukkan kepada kami mana berkas tim caleg yang dilaporkan. Sudah jelas ditangkap di rumah Fitri dengan permintaan tolong tambahkan suara untuk Fitri,’’ tegas Imam.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Muchtadir Munib, SE bersama dua anggotanya tampak lebih tenang menghadapi tim dari Gunarto ini. Enggan banyak berkomentar ia menjelaskan sesuai dengan proses yang sudah dilakukan. Untuk tindak lanjutnya Panwaslu akan berkoordinasi dengan KPU menyangkut beberapa hal yang disampaikan pihak dari Gunarto ini.
‘’Kita terima semua yang disampaikan untuk ditindak lanjuti, menyangkut tim pemenangan dan sebagainya, mereka akan koordinasikan dengan pihak KPU,’’ papar Muchtadir.
Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Reskrim, AKP. Douglas Mahendra Jaya, SH, S.Ik yang tergabung dalam tim Gakumdu, sempat memberi tanggapan terkait yang disampaikan pihak Gunarto. Terutama menyangkut ada atau tidaknya unsur pidana dalam perkara yang sudah diselesaikan tersebut.(jar)


Idap cyclopia, Bayi Malang ini Meninggal
//Termasuk Kasus Langka di Dunia
METRO – Meski hanya sesaat datang ke dunia ini, yaitu lebih kurang setengah jam, lalu meninggal dunia. Namun bayi malang yang lahir secara normal dengan berat badan 2,8 kg, yang ditangani langsung pihak dokter RSUD Mukomuko pantas dikenang. Pasalnya anak ke 3 dari pasangan Nita dan Jon asal Kecamatan teramang Jaya ini, mengidap cyclopia atau dalam bahasa indonesianya, lahir hanya dengan mata satu.
Ia tidak memiliki hidung layaknya bayi normal lainnya, tetapi ia memiliki 12 jari tangan dan kaki serta tidak diketahui jenis kelaminnya. Ia lahir malam kemarin (16/4) sekitar pukul 01.31 WIB.
Dokter Poli Kebidanan RSUD Mukomuko, dr. Dodi Hendra, SpOG mengatakan kasus ini, merupakan yang pertama di RSUD Mukomuko, bahkan sangat jarang terjadi di dunia. Dimana dalam istilah kedokteran disebut dengan cyclopia.
‘’Pasien dirujuk ke RSUD pada hari Selasa (15/4) sekitar pukul 23.01 WIB. Dan bayi lahir pada pukul 01.31 WIB dini hari secara normal. Namun ketika lahir sang bayi hanya bertahan setengah jam karena tidak memiliki saluran pernapasan,’’ ujar Dodi.
Dodi menambahkan, dalam kasus yang ini tidak sempurnanya kondisi sang bayi terjadi pada tiga bulan pertama kehamilan. Dimana pada saat itu merupakan masa pembentukan. Sehingga ketika itu dimungkinkan mengalami kelainan atau kerusakan pada gen/kromosom.
‘’Kondisi bayi tersebut akibat gangguan pada pertemuan otak depan pada saat masa pertumbuhan bayi. Dan biasanya kelainan ini terjadi lantaran sang ibu sering mengkonsumsi obat anti kanker. Namun untuk kasus kali ini berdadasarkan informasi yang didapatkan dari sang ibu menyebutkan bahwa tidak pernah mengkonsumsi obat tersebut,’’ ungkap Dodi. 
Orang tua sang bayi, Jon ketika ditemui Radar Mukomuko (RM) di RSUD Mukomuko menyampaikan bahwa semasa hamil tidak ada keanehan yang dialami Nita (istri). Hanya saja istri nya pernah terpeleset saat sedang hamil ketika akan ke kamar mandi.
‘’Kalau semasa hamil kita tidak menemukan adanya suatu yang aneh. Namun sayangnya malah kenyataannya seperti ini. Dan ini merupakan anak kedua kami yang meninggal. Karena sebelumnya anak pertama juga meninggal, tapi dalam dengan kondisi fisik yang normal,’’ tutur Jon.(dum/cw6)


Hasil Pleno KPU Berpeluang Beda
METRO – Prediksi caleg pemenang pemilu yang ditampilkan di RM hingga hari ini, diakui banyak pihak memiliki kalkulasi kebenaran mencapai 90 bahkan lebih. Namun demikian, benarkah nama-nama yang ada saat ini akan duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Mukomuko?. Siapa diantara mereka yang rawan tergusur?.
Ada beberapa nama yang masih menjadi tanda tanya oleh beberapa pihak, diantaranya caleg partai yang menepati posisi terakhir, sesuai jatah kursi di dapilnya. Selain itu, meski partainya sudah kokoh sebagai pemenang, namun selisih suaranya dengan caleg lain berdekatan. Sebab ada informasi caleg dengan perolehan suara lebih kecil meragukan hitungan saat ini. Sedangkan partai yang berada pada posisi rawan menurut hitungan banyak pihak diantaranya, PKPI di Dapil 2, karena PKS memiliki jarak suara tidak terlalu signifikan dengan partai nomor urut 15 ini. Selanjutnya posisi Hanura di Dapil 3, karena PDIP berada tidak terlalu jauh diposisi ke 9. Untuk dapil 1, meski PPP unggul, namun ada PBB dan Demokrat dibelakangnya.
‘’Kita akan terus berjuang sampai ambang batas sesuai dengan ketetapan KPU dan aturan berlaku. Karena kita merasa belum kalah, sebab ada perbedaan jumlah suara dari rekapan kami,’’ kata salah seorang caleg PPP, Novrianto, SH.
Selain ragu terhadap hitungan sementara, juga beberapa caleg peraih suara terbanyak sementara saat ini, digugat oleh rekannya yang berada dalam perahu yang sama. Diantara caleg yang masih rawan adalah, Fitri, SE dari Gerindra Dapil 2, Frenky Janas dari PPP Dapil 2 karena Novrianto belum mengakui sepenuhnya jarak suara mereka. Termasuk Safaat dari PKB, sebab caleg nomor urut 2 juga masih meragukan jumlah suaranya. Di Dapil 3, posisi Khusairi dari PKB dapil 3 juga belum kukuh, sebab caleg nomor 1 belum terlalu yakin dengan jarak suara mereka.
‘’Kita akan tunggu hasil pleno KPU dan akan kita minta kroscek secara total untuk memastikannya, sebab kami masih ragu dengan  selisih yang ada,’’ tutup salah seorang caleg, Syamsurizal dari PKB.(jar)