Wednesday, 16 April 2014

Hanura Salib PDIP



Persaingan Kursi Terakhir DPRD Tingkat 2 Belum Tuntas
POLITIK RM – Persaingan untuk kursi terakhir tampaknya hanya bisa dihentikan oleh hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasalnya hasil rekapan masing-masing partai selalu ada perbedaan. Rekapan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) banyak yang diragukan oleh pihak partai.
Untuk Dapil 3, PDIP yang sempat berada dititik aman, tampaknya terancam digusur oleh Hanura. Hitungan terakhir suara Hanura mendekati angka 2500 suara, sementara PDIP masih bertahan di angka 2000 lebih. Jika itu bertahan sampai akhir, Indra Jaya, S.IP harus gigit jari, caleg Hanura nomor 1, Saili, S.IP, melenggang ke kursi parlemen.
‘’Mudahan kita bisa duduk, kalau hitungan sementara sesuai dengan C1 maupun hasil pleno di PPK jelas kita yang unggul,’’ kata Dadang Suhendar, tim dari Saili.
Di Dapil 1 dan di Dapil 2, tampkanya komposisi sesuai prediksi awal tidak lagi berubah. Partai Demokrat, PBB dan PDIP harus bersiap-siap gigit jari, lantaran tidak kebagian jatah kursi dapil 1. Di Dapil 2 sendiri, Golkar, Hanura, PBB dan PKS juga meski legowo menerima hasil pemilu kali ini. Namun tetap saja, belum bisa dijadikan acuan pasti, karena yang berhak menetapkan hasil sah pemilu adalah KPU. Maka ada baiknya partai yang diprediksi masuk kotak ini tetap menunggu sampai garis finish.
‘’Kita akui hasil pemilihan ini, saya memang tidak mengeluarkan banyak modal, Golkar paling bersih di dapil 2, tidak ada money politik atau pelanggaran lainnya,’’ kata caleg incumbent dari Golkar Husni Tamrin.
Salah seorang anggota KPU, Khairanzar, SE mengakui jika prediksi di media massa tersebut ada benarnya dan bisa saja ada kurangnya. Media punya hak membuat prediksi dengan tidak menjatuhkan siapa-siapa. Ia sendiri, sangat terhibur dengan prediksi tersebut, sebab kadang ada yang dinaikkan kemudian berganti lagi. Jangankan seorang caleg, yang baca sendiri juga berharap-harap dan kembali menunggu kelanjutannya.
‘’Opini media itu memang hebat, saya melihat persentase kebenarannya ada sesuai isu yang kita dengar di lapangan. Saya sendiri kalau bukan baca media belum tahu siapa caleg yang bersaing. Hasil pasti pemilu itu setelah pleno dilakukan,’’ tutup Khairanzar.(jar)


Suara PKS Terbukti Membengkak? Rekapan PPK Terancam Ditolak
Pleno KPU Bakal Alot
METRO – Pleno perekapan hasil pemilu ditingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) kelar. Selanjutnya menunggu jadwal pleno ditingkat KPU yang akan dilangsungkan pada tanggal 20-21 April mendatang. Infonya beberapa peserta pemilu tidak menerima hasil rekapan PPK ini. Alasannya ada kecurigaan penggelembungan suara oleh oknum tertentu, lantaran berbeda dengan hasil rekapan masing-masing caleg atau partai sesuai C1 yang mereka pegang. Baik untuk tingkat DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPRD RI maupun DPD RI. Bahkan kemarin suara PKS untuk Provinsi di Kecamatan Ipuh ditunda rekapannya, karena diduga terjadi penggelembungan di Desa Sibak Kecamatan Ipuh. Maka tidak menutup kemungkinan pleno KPU bakal berjalan cukup alot.
Bukan saja terkait dugaan penggelembungan suara antar partai politik, isu penggelembungan suara antar caleg dalam perahu yang sama, juga bakal menguak pada saat pleno mendatang. Selain tipisnya jarak antara peraih suara terbanyak pertama dan kedua sesuai hitungan sementara. Juga ada perbedaan jumlah suara dari hasil rekapan caleg masing-masing yang mengklaim sama-sama berdasarkan C1.
Seperti saat pleno di PPK Kota Mukomuko kemarin, aksi protes sempat disampaikan oleh saksi peserta pemilu. Karena jumlah suara di C1 yang ada di website KPU dengan jumlah yang ada di tingkat PPK tidak sama, terutama banyak dugaan pengurangan.
‘’Kenapa ini tidak sesuai dengan ada di website KPU, seperti di TPS 4 kelurahan Pasar Mukomuko, suara saya 159, sementara yang timbul hanya 156,’’ kata salah seorang calon DPD yang hadir saat pleno kemarin.
Juga terdapat protes lain dari para saksi caleg. Aksi protes karena adanya perbedaan ini, tidak hanya di kecamatan Kota Mukomuko, bahkan dibeberapa kecamatan lain berjalan lebih alot.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Khairanzar, SE menanggapi hal ini, menjelaskan jumlah suara caleg tidak dapat digelembungkan. Meski ada upaya untuk itu dan sukses ditingkat PPK, nanti akan terlihat saat pleno di tingkat KPU. Sebab KPU sudah mengantongi C1 yang sah dari TPS dan juga dokumen yang dapat menjadi dasar jelas. Selain itu C1 sudah dikantongi oleh banyak pihak, maka tidak dapat dirobah oleh satu pihak saja.
‘’Jangan ragu, bagaimanapun upaya penggelembungan dibawah, data KPU tidak bisa ditipu. Kalau satu berkas diragukan, ada data lain hasil pemilihan di tingkat TPS,’’ kata Khairanzar.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag juga sudang sangat siap dengan segala kemungkinan tersebut. Kuncinya kalau berbeda dengan C1 plano dan bukti lainnya, maka akan diproses. Penggelembungan suara itu aksi kejahatan ada hukumnya. Bukti hasil pemilihan itu tidak hanya ada pada pelaksana pemilu, tetapi juga dipegang Panwaslu, Politi, masyarakat dan orang-orang partai bahkan masyarakat yang menyaksikan langsung pemilu itu.
‘’Kita tidak ragu, kalau memang ada protes kita siap tunjukkan buktinya, jika memang berbeda, harus sesuaikan dengan data asli di KPU. Ada C1 plano yang dimiliki banyak pihak, tidak bisa dirobah ditingkat PPK apalagi hanya C1 yang dipegang pihak tertentu,’’ tutup Dawud.(jar)

2 Kursi Provinsi Masih Rebutan
METRO – Perebutan dua kursi terakhir DPRD Provinsi Bengkulu masih sengit. Selain ada 3 parpol incumbent, yaitu Demokrat, PKS dan Golkar, terbaru PPP dan Hanura juga punya kans besar. Termasuk Gerindra dan NasDem punya peluang meyakinkan. Prediksi sementara PKB, PBB, PKPI masih cukup jauh dari lingkran 4 besar, namun bukan tidak mungkin bisa langsung menyusup.
Untuk kursi nomor 1 dan 2, PAN dan PDIP belum tergoyahkan, data terakhir
Suara PDIP sudah mendekati angka 9000 atau dibawah PAN yang sudah diatas 9000.
Salah seorang politisi yang aktif memperhatikan perkembangan politik di daerah ini, H. Suharto sepakat dengan perkiraan awal, PDIP dan PAN bakal melenggang mulus ke Provinsi. Untuk kursi ke 3 dan ke 4, ia sendiri belum berani menyebutkan partai mana saja yang lebih berpeluang. Pasalnya persaingan masih seimbang. Termasuk partai incumbent punya peluang sama dengan partai lainnya.
‘’Saya rasa ada persaingan ketat untuk kursi 2 terakhir, kalau untuk satu dan dua, mungkin sama dengan yang ada di koran. Namun kita tunggu saja hasil pleno KPU nanti,’’ kata Suharto.
Calon kuat anggota dewan Provinsi dari PDIP, Mujiono, S.IP dihubungi mengaku yakin dan percaya bisa lolos ke Provinsi. Semua itu tak lepas dari dukungan masyarakat yang terus berdatangan sejak awal. Ia belum berani terlalu terbuka, sebab hasil akhir akan ditentukan oleh pleno KPU mendatang.
‘’Kita tunggu saja, yang jelas entah saya duduk atau tidak, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Mukomuko dan kawan-kawan semuanya,’’ kata Mujiono.
Salah seorang caleg Hanura, Anton Hidayat, mengaku belum puas dengan angka yang ada saat ini, ia akan menunggu hasil perhitungan sampai akhir. Selain itu dugaan penggelembungan suara harus ditinjau secara keseluruhan. Bukti adanya aksi penambahan ini, adalah terjadi saat pleno di Kecamatan Ipuh.
‘’Bagaimanapun kita harus kawal ini, karena dugaan penggelembungan suara itu sudah sangat jelas, ada contohnya,’’ tutup Anton.(jar)


Final, Money Politik Tak Terbukti

Fitri, Sardiman dan Alpian Menuju Parlemen
METRO – Dugaan money politik yang warnai pemilu legislatif di Kabupaten Mukomuko tidak terbukti. Hal ini disampaikan langsung Panwaslu dalam jumpa pers di ‘’markasnya’’ kemarin. Secara otomatis, Sardiman, S.IP dari demorat, Fitri, SE dari Gerindra dan Alpian, SE dari PKPI, yang sempat dilaporkan, melenggang bebas menuju kursi panas DPRD Mukomuko.
Ketetapan tersebut, berdasarkan proses yang sudah dilakukan ditingkat Panwaslu hingga Gakumdu dengan diahiri 2 gali gelar perkara.
Ketua Panwaslu Kabupaten Mukomuko, Muchtadir Munib, SE kepada wartawan menyampaikan, pihaknya telah menjalani tugas sebagaimana mesti untuk menindaklanjuti laporan, terkait adanya dugaan politik uang yang dilakukan oleh tim sukses (Timses) Caleg. Tetapi setelah dilakukan gelar perkara melalui Gakumdu, ternyata kasus tersebut tidak memenuhi unsur pidana sebagai pelanggaran pemilu.
‘’Gelar perkara dalam proses dugaan kasus money politics berjalan alot. Tetapi sesuai dengan aturan yang berlaku tentang pelanggaran Pemilu, ternyata ke 3 kasus tersebut tidak bisa diproses, karena tidak memenuhi unsur pidana pelanggaran Pemilu. Terlapor bukan sebagai peserta pemilu, bukan petugas Pemilu dan juga bukan petugas kampanye,’’ ungkap Muchtadir Munib, didampingi Padlul Azmi, SH dan Ita Hartati, SE, MBA.
Muchtadir menambahkan, setelah   adanya ketetapan ini jelas persoalan kasus ini tidak bisa dilanjutkan kembali. Semua barang bukti (BB) yang disita segera dikembalikan kepada pihak pelapor.
‘’Hari ini, (kemarin, red) kita segera menyerahkan BB kepada pelapor  dengan jumlah total 19 lembar amplop. Sebanyak 14 lembar dikembalikan kepada pelapor Caleg Gerindra, 3 lembar kepada pelapor Caleg PKPI dan 2 lembar uang pecahan Rp 100 ribu dikembalikan kepada pada pemiliknya, terlapor dugaan money politik Caleg Partai Demokrat,’’ tutup Muchtadir.(nek)

Media Massa Terbukti Dongkrak Dukungan Caleg

METRO – Media massa dapat mendongkrak suara caleg, semestinya harus diakui oleh para politisi di daerah ini. Buktinya dari hasil perhitungan cepat oleh berbagai lembaga di Kabupaten Mukomuko, caleg atau partai politik yang kerap muncul di media massa mampu meraih suara maksimal. Walau tidak semuanya memenangi pemilu. Namun setidaknya dukungan yang mereka peroleh cukup maksimal dan menjadi pesaing dalam partainya.
Diantara caleg yang menggunakan media massa dan memperoleh suara cukup tinggi adalah, Dedy Kurniawan, S.Sos dari PDIP Dapil 2 dengan dukungan total hampir 2000 suara. Kemudian Wisno Hadi, SE yang juga sejak awal gambarnya nongol di Radar Mukomuko dalam bentuk sosialisasi dan poling dewan awak. Ia mampu meraih dukungan hingga 2000 suara lebih bahkan besar kemungkinan sebagai peraih suara terbesar untuk caleg DPRD Mukomuko padahal PKPI pada awalnya tidak masuk dalam prediksi sebagian orang selaku pemenang pemulu.
‘’Kita akui publikasi di Koran Radar Mukomuko sangat mempengaruhui opini masyarakat, bagaimanapun tantangan dan isu butuk terhadap saya di lapanga, namun masyarakat mampu saya yakinkan melalui berita di media,’’ kata Dedy.
Caleg lain yang sosialisasi di Radar Mukomuko dan diprediksi sukses menembus kursi DPRD Mukomuko adalah, Busra dari Dapil 3, Ketua DPC NasDem Busril dari dapil 1, Frenky Janas dari PPP, H. M Maril caleg NasDem dapil 2, Sardiman, S.PI dari Demokrad Dapil 2, Andy Suhary, Se dari PKS, Ketua DPD II Golkar, Ali Saftaini, SE, Hermansyah, M.Kom dan hampir semua caleg yang lolos pernah dipublikasikan, baik berupa iklan, berita profil dan di poling dewan awak. Juga caleg Provinsi, Mujiono, S.IP dan Hj. Rosna Ichwan.
‘’Untuk pesentasenya pasti ada, terutama di daerah yang sudah maju seperti di kota, peran media cukup besar. Namun kalau di daerah terpencil masih minim, sebab media belum sepenuhnya menjangkau mereka,’’ papar Hermansyah.
Beberapa caleg yang juga kerap nongol di media massa namun diprediksi sementara tidak mampu menembus kursi parlemen juga cukup banyak. Namun perolehan suara mereka juga cukup tinggi. Diantaranya Masripani Maas, SE dari PPP, Haidir, S.IP dan Arifin MZ dari Gerindra dapil 3, Yusniar, S.Pd dari PKPI, Nur Rokhim dari Partai Demokrat dan caleg lainnya.(jar)


Adrizon Berpeluang Diusung ke BD 1 N
POLITIK RM  - Hitungan sementara hasil pemilu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Mukomuko akan masuk 5 besar. Bahkan parpol yang dipelopori anggota dewan aktif, Adrizon N ini, berpeluang berada dijajaran pimpinan DPRD Kabupaten Mukomuko. Sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang memegang pucuk pimpinan tertinggi partai ini, tidak menutup kemungkinan Adrizon punya peluang diusung maju ke BD 1 N atau sebagai calon bupati Mukomuko pada pilkada tahun depan.
Dihubungi via telepon genggam kemarin, Adrizon mengaku ada wacana yang muncul untuk mengusung dirinya. Namun ia tidak memberi jawaban dan enggan menanggapi serius hal tersebut. Sebab untuk mencalon sebagai kepala daerah, harus punya persiapan matang disegala segi. Diantaranya dukungan dari keluarga, dukungan dari masyarakat dan kesiapan mental maupun materil.
‘’Itu wacana lepas saja, saya belum berani berpikir sejauh  itu. Namun kita lihat dulu nanti, jika memang siap kenapa tidak. Yang jelas perjuangan  tahap awal membesarkan PKB tercapai, meski saya sendiri tidak terpilih lagi,’’ kata Adrizon.
Karena sukses membawa PKB memenangi pemilu, Adrizon mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat Kabupaten Mukomuko. Ia berjanji, jika PKB siap memperjuangkan aspirasi masyarakat. Mereka dari unsur pimpinan PKB sendiri, akan mengawasi kinerja setiap anggota dewannya. Jika terdapat dewan PKB yang menghianati rakyat, maka partai siap memberi teguran, bahkan jika memang fatal akan diproses lebih jauh.
‘’Saya sejak sudah legowo kalau memang hasil penghitungan KPU saya tidak duduk lagi. Siapapun dewan PKB harus siap menampung aspirasi masyarakat, kalau terbukti mengecewakan dan tidak bekerja sebagaimana mestinya, partai siap memberi teguran,’’ tutupnya.(jar)


4 Dewan Sukses Jaga Tahta
POLITIK RM – Hasil hitungan sementara pemilu 2014, dari 18 orang anggota dewan yang maju kembali  sebagai caleg untuk DPRD Mukomuko, diperkirakan hanya 4 orang yang sukses mempertahankan tahtanya. Yaitu Hermansyah, M.Kom dari Hanura Dapil 1, Ali Saftaini, SE dari Golkar dapil 1, Eri Zulhayat, SE, M.Si dari dapil 2 dan Sardiman, S.IP dari Partai Demokrat dapil 2. Jumlah ini sama dengan hasil pemilu 2009 lalu, dimana mayoritas dewan diwarnai wajah baru.
Hermansyah diminta tanggapannya mengaku senang, ia mengucapkan banyak terimakasih atas kepercayaan yang masih diberikan kepada dirinya. Semua itu tak lepas dari kerjakeras semua mesin partai Hanura maupun timnya yang sudah berjuang sejak awal. Ia sendiri berusaha meningkatkan kinerjanya sebagai anggota dewan, jika hasil penetapan oleh KPU nanti benar-benar duduk lagi.
‘’Terimakasih kepada semua pihak, kalau memang nanti masih diberi kepercayaan saya berusaha melakukan yang terbaik, saat ini KPU belum menetapkan siapa pemenang pemilu sebenarnya, kalau hitungan sementara memang ada 4 dewan lama yang bertahan,’’ kata Hermansyah.
Ketua DPC Hanura ini juga mengakui perjuangan untuk mendapat dukungan pada pemilu kali ini cukup berat. Karena semua calon, baik incumbent maupun politisi  baru sama-sama punya kans besar. Untungnya dalam partai Hanura ia masih berada pada urutan teratas peraih suara, walau pada dasarnya suara yang ia dapat tidak sebesar saat pemilu 2009 lalu.
‘’Saya kebetulan saja masih dipercaya dalam partai Hanura, sebenarnya persaingan cukup berat, bahkan saya merasa kurang pede pada awalnya. Caleg baru punya dukungan besar dan mereka lebih bersemangat, menang saya tipis dan caleg belum beruntung juga kalahnya tipis,’’ paparnya.
Senada disampaikan oleh Eri Zulhayat, SE, M.Si menurutnya persaingan politik 2014 ini, lebih sengit dari sebelumnya. Ia beruntung karena masih dipercaya oleh masyarakat. Ungkapan terimakasih ia sampaikan kepada masyarakat yang sudah memberi dukungan dan juga kepada tim sukses terkhusus untuk tim pemenangan PAN itu sendiri. PAN besar tak lepas dari campur tangan banyak pihak, terutama pengaruh dari pimpinan tertinggi parti ini di Mukomuko, Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM.
‘’Saya berterimakasih karena masih dipercaya, terkhusus kepada bapak pimpinan partai. Juga kami mengucapkan selamat kepada penyelenggara pemilu yang sudak sukses menjalankan tugasnya,’’ tutup Eri.(jar)


Kalah, Incumbent Legowo
POLITIK RM – Sikap kesatria ditunjukkan oleh anggota DPRD Kabupaten Mukomuko yang gagal mempertahankan kursinya. Meski Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko belum menetapkan siapa pemenang pemilu, namun dari hitungan sementara saja mereka sudah menerima kekalahan tersebut. Tetap saja ada goresan kekecewaan terhadap jalannya pemilu kali ini.
Seperti disampaikan oleh Husni Tamrin, dengan santa terbuka menyatakan legowo dengan kekalahan dirinya. Namun yang ia sesalkan, pemilu kali ini diluar prediksi semula, karena ada dugaan praktek kampanye hitam dilakukan oleh beberapa caleg. Sementara partai Golkar berupaya melakukan kampanye dengan jujur dan mematuhi aturan dari KPU.
‘’Kalah itu biasa saja, namun saya merasa hasil pemilu tidak sesuai dengan prediksi semula, ini dampak dari kegiatan kampanye hitam bahkan dugaan money politik yang dilakukan oleh beberapa peserta pemilu,’’ kata Husni.
Ada kesan dari beberapa caleg dewan itu jabatan sangat menggiurkan, hingga mereka tak segan mengeluarkan anggaran cukup besar bahkan diluar perkiraan awal. Ia juga mengaku mengeluarkan anggaran kampanye, namun tidak untuk money politik. Selama 2 periode menjabat sebagai anggota dewan, ia tahu betul berapa gaji dewan tersebut dan apa yang bisa didapatkan.
‘’Mengeluarkan dana besar untuk apa, tidak akan bisa mengembalikan dana tersebut di dewan ini. Kita punya anggaran sudah ditetapkan sebagai gaji dan sebagainya,’’ papar Husni.
Juga politisi PKS Purwanto, ia mengakui usaha caleg lain lebih keras dari dirinya. Terutama disegi anggaran politik, ia hanya mengeluarkan dana untuk pembelian atribut dan pembelanjaan lainnya. Meski demikian, kekecewaan tetap ada, sebab isu money politik dan kepentingan sesaat masih marak. Dampaknya tidak baik untuk kedepan dan juga pendidikan bagi politik masyarakat.
‘’Kita tetap legowo dengan hasil ini, namun dugaan adanya kecurangan dan money politik yang terjadi sangat butuk untuk kebaikan masyarakat kedepannya,’’ tutup Purwanto.(jar)