Tuesday, 9 February 2016

Gerhana Matahari, Siang Hari Mukomuko Gelap

METRO – Gerhana matahari total yang diprediksi akan terjadi pada 9 Maret mendatang akan melintasi Kabupaten Mukomuko dan beberapa wilayah lain di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi yang berada di wilayah negara Indonesia dan kawasan Pacific. Untuk Provinsi Bengkulu yang bakal mengalami gelap pada siang hari saat gerhana terjadi ada 2 kabupaten, yaitu Mukomuko dan Lebong. Gerhana matahari dimulai sekitar pukul 06.20 WIB dan puncak gerhana diperkirakan akan terjadi pukul 7.20 WIB. Gerhana akan terjadi selama 1 jam mulai dari kontak awal hingga akhir.
Kepala stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Kepahyang, Litman, ST menjelaskan, Totalitas gerhana terlama terjadi di satu titik di atas Samudra Pasifik di utara Papua Nugini selama 4 menit 9 detik. Pada Rabu, 9 Maret 2016, gerhana terjadi pagi hari bersamaan dengan perayaan hari raya Nyepi. Di wilayah Indonesia barat, gerhana mulai pukul 06.20 WIB, sedangkan di Indonesia tengah dan timur pukul 07.25 Wita dan 08.35 WIT. Fase gerhana rata-rata terjadi satu jam kemudian.
‘’Untuk Provinsi Bengkulu, gerhana matahari total hanya terlihat di dua Kabupaten. yaitu Mukomuko dan Lebong,’’ ungkap Litman.
Litman menambahkan, pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kepahyang menjadwalkan akan melakukan pengamatan terkait gerhana matahari total di Kabupaten Mukomuko dan Lebong. Namun hingga kemarin, pihak BMKG belum menentukan titik pengamatan. Litman menyampaikan pihaknya akan berkoodinasi dengan pihak pemerintah daerah Mukomuko.
‘’Kita dari BKMG Kepahyang sudah berkoordinasi dengan BMKG Padang Panjang, akan ke Mukomuko pada 9 Maret mendatang. Kita akan melakukan pengamatan gerhana matahari total di Mukomuko. Untuk titiknya kita akan koordinasi dengan pemerintah setempat,’’ papar Litam.
Untuk diketahui, wilayah sumatera yang bakal dilintasi gerhana total ini diantaranya Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung. Selain itu, semua provinsi di Kalimantan (kecuali Kalimantan Utara), Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara juga dilintasi.
Untuk diketahui, Gerhana matahari yaitu peristiwa tertutupnya matahari oleh bulan yang mengakibatkan terhalangnya cahaya matahari untuk sampai ke bumi. Gerhana matahari akan terjadi jika matahari, bumi, dan bulan terletak pada satu garis lurus. Pada saat gerhanan matahari  bulan terletak diantara matahari dan bumi. Pada saat gerhana matahari bulan beraa diantara bumi dan matahari.
Ada dua jenis daerah di bumi ketika terjadi gerhana matahari, yaitu daerah daerah umbra dan daerah penumbra. Daerah umbra yaitu daerah di bumi yang menerima bayangan inti bulan. Daerah penumbra yaitu daerah di bumi yang menerima bayangan kabur bulan, daerah penumbra lebih terang daripada daerah umbra. Gerhana matahari ada tiga macam yaitu gerhana matahari total,  gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari cincin. 
 Pertama Gerhana matahari total atau disebut juga gerhana matahari sempurna. terjadi jika permukaan bumi tertutupi oleh bayang-bayang umbra bulan. Gerhana ini terjadi hanya di daerah yang terkena umbra (bayangan inti) bulan. Kedua
Gerhana matahari sebagian terjadi jika permukaan bumi tertutupi penumbra bulan. Jadi, matahari tidak tertutup sempurna oleh bulan. Pada gerhana matahri sebagian, masih ada bagian matahari yang yang terlihat terang. Waktu berlangsungnya gerhana matahari sebagian lebih lama dibanding dengan waktu berlangsungnya gerhana matahri total. Hal ini karena penumbra bulan lebih luas dari umbra bulan.
Terakhir Gerhana matahari cincin terjadi pada saat bulan berada pada titik terjauhnya dari bumi. Pada kedudukan ini panjang kerucut umbra tidak cukup menutupi bumi tetapi perpanjangan umbra bulan yang menutupi bumi. Daerah di permukaan bumi yang terletak di perpanjangan umbra bulan mengalami gerhana cincin. Di daerah yang mengalami gerhana ini, matahari tampak bercahaya yang bentuknya seperti cincin. Sedangkan di bagian tengahnya tampak kabur.
Selain Gerhana matahari juga ada gerhana bulan, yaitu peristiwa terhalangnya cahaya matahari yang menuju ke bumi oleh bumi. Peristiwa ini mengakibatkan bulan menjadi gelap karena tidak ada cahaya matahari yang dipantulkan. Gerhana bulan terjadi jika posisi matahri, bumi, dan bulan dalam satu garis lurus. Posisi bumi terletak diantara bulan dan matahari. Ada tiga jenis gerhana bulan yaitu gerhana bulan total, gerhana bulan sebagian, dan gerhana bulan penumbra.
Gerhana bulan total terjadi jika bulan berada tepat di daerah umbra (bayangan inti) bumi, Gerhana bulan sebagian terjadi jika sebagian bulan terletak di bagian umbra bumi dan sebagian terletak di daerah penumbra bumi. Gerhana bulan penumbra terjadi jika bulan seluruh bagian bulan berada di daerah penumbra bumi. Pada saat gerhana penumbra bulan masih kelihatan meskipun tidak terang.(dul/net)

6 Rumah Tergenang Banjir, Pemda Belum Tahu
V KOTO – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Mukomuko sejak beberapa hari terakhir mulai menimbulkan bencana dimasyarakat. Diketahui ada 6 unit rumah di Desa Sungai Lintang, Kecamatan V Koto terendam. Selain itu juga diisukan beberapa lahan masyarakat terendam air. Kabarnya  rumah-rumah ini menjadi langganan banjir setiap musim hujan, hanya saja solusinya tidak pernah ada.
Banji ini sampai kemarin belum diketahui oleh pemeritah daerah terutama pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kabupaten Mukomuko. Padahal banji ini sudah terjadi sejak senin lalu. Adapun rumah yang terendam masing-masing milik Usup (40), Buyung Kirai (32) Jamis (42) Muris (45) Mursal (45) dan Nurwani (50). Ketinggian air di dalam rumah mencapai lebih dari 50 cm. Meskipun rumahnya terendam banjir, warga memilih bertahan tinggal dalam rumah. Banjir ini disebabkan tidak adanya saluran pembuangan air, sehingga air hujan yang meluap masuk rumah warga. Warga berharap pemerintah membangun salauran air, supaya terhindar dari banjir.
Salah seorang korban banjir, Buyung Kirai menjelaskan, banjir kerap terjadi akibat air hujan tidak bisa mengalir ke sungai. Buyung menyampaikan, banjir ini bisa diatasi jika dibuat saluran pembuangan.
‘’Memang posisi rumah kami berada dicekungan, akibatnya air hujan terkumpul di sana. Semakin lama dan deras air, semakin banyak dan masuk dalam rumah. Selama belum dibuat saluran pembuangan, selama itu setiap hujan deras rumah kami kebanjiran,’’ ungkap Buyung.
Camat V Koto, Iftikar, S.Pd mengakui hal ini. Ia menyampaikan banjir yang menimpa warganya di Sungai Lintang merupakan sesatu yang rutin, saat hujan deras. Iftikar juga menyampaikan sejauh ini, masalah tersebut masih bisa diatasi oleh warga yang bersangkutan. Sehingga belum masuk kategori kejadian luar biasa, yang membutuhkan perhatian pemerintah dalam bantuk tanggap darurat. Ia menyampaikan, perhatian pemerintah yang diperlukan adalah mencari solusi supaya bajir tidak lagi terjadi.
‘’Memang ada warga kita sering kebanjiran. Karena sering terjadi dianggap hal biasa. Yang dibutuhkan bukan bantuan material, tapi solusi mengatasi banjir. Yang jelas buat saluran pembuangan,’’ jelas Iftikar.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Ramdhani, SE menyampaikan sejauh ini tidak ada laporan adanya bencana di Kabupaten Mukomuko. Ramdhani menyampaikan, pihak BPBD terus melakukan pemantauan, terutama wilayah rawan bencana. Namun hingga Selasa (9/2) tidak ada satupun laporan bencana.
‘’Kita memantau melalui camat setempat. Sejauh ini tidak ada laporan terjadi bencana,’’ demikian Ramdhani.(dul)