Tuesday, 9 February 2016

Diseruduk Ciliang, Lansia Jatuh ke Sawah




Parpol Terbesar, HUT ke 8 Gerindra Sederhana
METRO -  Tidak terbantahkan lagi, jika Partai Gerindra di Kabupaten Mukomuko merupakan parpol terbesar. Dimana partai berlambang ‘’kepala garuda’’ ini merupakan parpol ‘’penguasa eksekutif dan legislatif’’ di Kabupaten Mukomuko. Dimana Gerindra sukses meraih suara terbanyak di DPRD Mukomuko sehingga berhak atas BD 2 N atau kursi pimpinan dewan. Kemudian mampu mengantar pasangan bupati dan wakil bupati periode 2016-2021 Choirul Huda,SH – Haidir,S.IP sebagai pemenang Pilkada pada akhir 2015 lalu. Tapi cukup disayangkan, HUT ke 8 parpol ini yang dipusatkan di sekretariat DPC Gerindra Mukomuko Sabtu (6/2) lalu sangat sederhana, sehingga tidak menggambarkan kekuatan parpol ini yang sebenarnya. Selain banyak kader lain, dua orang dewan dari Gerindra juga tidak hadir pada HUT kali ini.
Ketua DPC Gerindra Mukomuko, Bassenri,SE mengaku sedikit kecewa atas ketidak hadiran 2 anggota dewan pada HUT ini. Selayaknya mereka yang mengajak kader lain untuk hadir, sebab HUT merupakan agenda penting partai dan ajang menunjukkan kebersamaan antar kader.
‘’Saya sendiri tidak mengetahui apa alasan mereka tidak bisa hadir, padahal ini merupakan hari bersejarah dan sangat penting bagi Gerindra. Dari 3 dewan hanya 1, yaitu Busra yang datang. Selain itu banyak kader lain juga tidak nongol,’’ kata Bas dalam sambutannya.
Masih disampaikan Bas, Gerindra merupakan partai nomor 1 di Kabupaten Mukomuko, terbesar di dewan dan menjadi pemenang pemilihan bupati dan wakil bupati. Sehingga ia merasa, saat ini Gerindra merupakan parpol sempura di daerah ini. Namun demikian, diminta pada kader untuk tidak terlena, semuanya harus bersatu sehingga mampu mempertahankan apa yang ada sekarang. Perlu diketahui, pada periode sebelumnya Gerindra tidak punya kursi satupun di dewan, tapi lewat kerjakeras dan kebersamaan, semua bisa diubah.
‘’Sekarang Gerindra di Mukomuko bisa bangga, kita sukses menjadi partai terbesar. Menjadi pemenang legislatif dan eksekutif, kedepan prestasi ini harus ditingkatkan, minimal dipertahankan,’’ tuturnya.
Ketua Fraksi Gerindra, Busra dalam sambutannya juga mengucapkan selamat HUT ke 8. Ia berharap kedepan Gerinra makin besar dan terus berbenah. Jika sekarang Gerinra punya 3 kursi, kedepan minimal 4 kursi harus dikuasai di dewan, sehingga pada Pilkada kedepan, tanpa koalisi Gerindra bisa usung calon sendiri.
‘’Kami di dewan, mohon maaf belum bisa berbuat banyak untuk partai maupun rekan-rekan. Namun bagaimanapun kami mencoba melakukan yang terbaik, sehingga nama Gerinra terus baik dan diterima masyarakat,’’ paparnya.
Wakil bupati terpilih, Haidir dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh kader Gerindra yang sudah berjuang bersama-sama, sehingga Huda-Haidir keluar sebagai pemenang Pilkada. Ia berjanji akan terus membesarkan partai ini dengan baik kedepannya. Ia juga menyampaikan kekecewaannya atas ketidakhadiran 2 anggota dewan Gerindra serta kader lainnya pada HUT ini.
‘’Saya sudah beberapa kali dihubungi pusat, untuk membesarkan partai ini. Maka mari bersama-sama kita lakukan dengan target Gerindra terus menjadi pemenang dan siap mengantar Prabowo ke kursi presiden. Saya cukup terkejut, pertama kali datang yang hadir sangat sedikit, malah juga ada dewan yang tidak datang pada HUT ini,’’ tutupnya.(jar)



Istri Mantan Gubernur Lantik DPC Perindo Mukomuko
METRO - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Provinsi Bengkulu, Hj Horniaty, S.Ag yang diketahui adalah istri mantan Gubernur Junaidi Hamsyah melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) serta Departemen Partai Perindo Kabupaten Mukomuko. Pelantikan berlansung di aula Hotel Madiyara, Desa Ujung Padang, Kecamatan Kota Mukomuko pada Minggu (7/2).
‘’Kita berharap kepada semua kader Partai Perindo dapat membangun pondasi yang kokoh. Menjalin kerjasama yang baik menuju kesuksesan dalam membangun jaringan untuk membesarkan marwah partai. Selain itu, bagaimana kita menciptakan bahwa keberadaan partai ini dapat diterima mudah oleh masyarakat,’’ begitu kata Ketua Partai Perindo Provinsi ini.
Senada dengan yang disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Perindo Kabupaten Mukomuko, H P Sabar Sudio, S.Sos. Tumbuh dan berkembangnya sebuah organisasi politik, lebih lagi partai politik (parpol), tak terlepas dari ikatan kerjasama yang baik. Untuk itu, ia berpesan ke ratusan kader Partai Perindo dapat membangun komunikasi tujuannya adalah untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat. Menurutnya, membesarkan partai tak terlepas dari perjuangan dan kerja keras kader. Ia berharap, bagaimana kedepannya semua kader dapat menciptakan hubungan yang harmonis, untuk menuju sebuah partai yang benar-benar memiliki kemampuan berjuang untuk kepentingan masyarakat.
‘’Kepada ratusan kader Partai Perindo, kita pesankan bagaimana kehadiran Partai Perindo kedepannya bisa berkembang pesat, terciptanya jaringan yang kuat dengan landasan peduli dengan kepentingan masyarakat. Dengan demikian, kita yakin berkat kerjasama yang baik semua itu akan tercapai pada waktunya,’’ paparnya.
Hal ini ditambahkan oleh Sekretaris DPD Partai Perindo Kabupaten Mukomuko, Wagiran. Untuk penguatan barisan partai, telah terbentuk pengurus DPC di 15 kecamatan se Kabupaten Mukomuko. Selanjutnya, untuk terciptanya pondasi yang kokoh, juga akan dibentuk pengurus ranting hingga ke sejumlah desa yang ada di daerah ini.
‘’Untuk sementara ini, 15 DPC telah terbentuk berikut devisi-devisinya. Kemudian juga dengan departemen Partai Perindo, juga telah diakomodir. Tinggal lagi kedepannya akan mengembangkan sayap untuk pembentukan pengurus ranting di sejumlah desa. Sedangkan untuk Pemuda Partai Perindo, juga bakal menyusul. Setelah terbentuk Pemuda Partai Perindo Provinsi, nanti akan menyusul untuk tingkat kabupaten,’’ ujarnya.
Adapun jalannya acara deklarasi dan pelantikan DPC dan Departemen Partai Perindo ini, turut dihadiri Sekretaris DPW, Medio Sulitio, SE,pengurus DPD Partai Perindo Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Selatan. Selain itu, sejumlah kader partai di wilayah Kabupaten Mukomuko. Sementara, prosesi pelantikan berjalan sukses dan lancar. (nek)




Diseruduk Ciliang, Lansia Jatuh ke Sawah
SELAGAN RAYA – Nahas, nasib Siti Normeng (64) warga Desa Lubuk Bangko Kecamatan Selagan Raya. Wanita yang sudah lanjut usia (Lansia) ini diduga diseruduk hama babi (ciling, red), hingga sempat tergolek ke dalam sawah dan paha kirinya terluka. Beruntung ia selamat dan babi yang berukuran cukup besar ini berhasil dibunuh warga. Kejadiannya kemarin sekitar pukul 10.36 WIB di areal Persawahan Lubuk Bangko.
Kronologis kejadiannya, pagi kemarin korban berangkat ke sawah. Saat tiba di sawah yang sudah ditanami padi ini, ia langsung berkeliling melihat kondisi air. Saat  sedang asik memandang padinya, datang seekor babi dari arah kanan yang diduga sedang dikejar anjing. Wanita ini langsung terkejut dan mencoba menghindar sambil bersuara ‘’Hus-hus’’ sembari melemar lumpur. Namun usahanya untuk mengusir babi ini tidak berhasil, karena seketika babi yang berlari kencang tersebut langsung menyeruduknya. Saat itu juga ia terjatuh ke sawah dan mencoba bangkit lagi, babi yang sedang marah ini kembali berbalik menyerangnya. Setelah itu babi langsung melaju dan terjun ke sungai selagan. Warga yang mengetahui kejadian ini langsung memberi pertolongan dan sebagian mengejar babi yang terbawa arus. Akhirnya masyarakat yang ramai menggunakan berbagai peralatan berhasil melumpuhkan babi ini. Korban langsung dibawa pulang ke rumahnya dan diobati.
Salah seorang warga yang menyaksikan peristiwa tersebut, Musabir mengatakan kejadiannya begitu cepat. Sehingga tidak diketahui secara pasti seperti apa. Ia mengetahuinya korban sudah terjatuh dan hama babi berlari dan terjun ke Sungai Selagan.
‘’Saat saya melihat, korban sudah terjatuh, waktu itu saya langsung berlari untuk memberi pertolongan. Kemudian baru warga yang lain membatu saya untuk mengejar hama babi tersebut,’’ jelas Musabir.
Ia juga mengakui, akibat dari kejadian ini korban mengalami luka robek dibagian paha, namun tidak terkalu parah sehingga hanya diobati secara tradisional. Ia juga mengakui, kemungkinan babi ini lari dari kejaran anjing, sehingga ia mengamuk kepada siapa saja di depannya. Kebetulan korban saat kejadian sedang melihat kondisi sawahnya.
‘’Korban diseruduk babi sebanyak dua kali. Pertama korban langsung terjatuh di sawah. Kemudian setelah terjatuh babi itu kembali menyerang korban, setelah itu baru lari kearah sungai,’’ ungkap Musabir.
Terpisah Kades Lubuk Bangko, Gunadi saat dikonfirmasi via telp masih belum menerima laporan jika ada warganya yang terkena musibah diseruduk hama babi. Pasalnya dirinya saat ini masih berada ditengah sawah karena sibuk bercocok tanam. Namun ia membenarkan bahwa korban (Siti, red) memang merupakan warganya yang tinggal di Desa Lubuk Bangko dan memiliki sawah di Lubuk Bangko.
‘’Sekarang saya masih di sawah lagi bertanam, sejauh ini saya masih belum mendapat laporan dari warga saya. Nanti setelah saya pulang akan saya cek kebenarannya, namun jika nama korban yang sudah disebutkan itu memang asli warga kita,’’ demikian Gunadi.(dis)