Friday, 5 February 2016

Di PHK, Tenaga Honda Bakal Ngamuk

Jabat Bupati, Huda Terapkan Gaya Baru
//Diawali dengan Pembenahan Struktural
METRO – Pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih, Choirul Huda,SH – Haidir,S.IP sudah mantap lahir batin mengabdikan diri untuk memimpin Mukomuko. Bahkan pasangan yang diusung Gerindra dan Hanura ini bakal menerapkan gaya baru dalam pemerintahannya kelak. Dalam ini kinerja pejabat diseluruh sektor harus ditingkatkan, kemudian kedisiplinan PNS juga akan diperbaiki. Ini tergambar dari rencana mereka, mula-mula usai dilantik kelak, yaitu pembenahan dilingkungan organisasi pemerintahan lebih dahulu.
Terkait jadwal pelantikan, hingga hari ini mereka belum menerima pemberitahuan untuk persiapan apapun. Yang jelas sesuai informasi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Mukomuko, sudah mantap pada bulan ini. Bahkan tersiar kabar akan dilangsungkan pada 15 Februari kelak. Namun belum pasti, sebab tergantung dengan jadwal pelantikan Gubernur Bengkulu, karena yang bakal melantik bupati dan wakil bupati adalah Gubernur yang baru.
Huda dihubungi via telephon genggam, mengakui belum tahu kapan akan dilantik. Ia tidak persoalkan dilantik pada bulan ini atau berikutnya. Untuk skema pemerintahannya kelak, Huda punya rencana cukup matang, dimana ia ingin merubah warna pemerintahan ini ke arah yang lebih baik. Pertama menyangkut dengan kinerja seluruh penyelenggara pemerintahan yang dipimpinnya meski berjalan baik dan disiplin. Sebab mereka punya target dalam beberapa waktu, perubahan besar dalam pembangunan dan pelayanan meski sudah terjadi.
‘’Kita ingin nanti pemerintahan ini lebih baik, semua pejabat mampu bekerja dengan baik dan para pegawai bisa disiplin sebagaimana aturan yang berlaku. Dengan cara ini apa yang kita cita-citakan untuk Kabupaten Mukomuko bisa tercapai,’’ ungkap Huda.
Maka yang akan dilakukannya pertama kali adalah pemantapan dalam organisasi pemerintahan lebih dahulu. Seluruhnya meski profersional dan punya tanggungjawab terhadap pembangunan. Namun ia membantah soal isu mutasi pada awal menjabat kelak. Yang dimaksud dengan pemantapan adalah, bagaimana menyatukan seluruh visi dan misi penyelenggara untuk membangun daerah lebih baik.
‘’Kita ingin semuanya bisa kerjasama dengan baik, maka kita awali dengan pemantapan di dalam dulu. Namun bukan berarti mutasi, tapi lebih pada arah penyatuan visi dan misi bersama untuk bisa bertanggungjawab pada tugas,’’ tutur Huda.
Cawabup, Haidir juga mengakui belum diberitahukan kapan jadwal pelantikan, sehingga tidak ada persiapan apapun hingga saat ini. Menyangkut dengan rencana awal mereka setelah resmi dilantik kelak, Haidir memastikan bahwa langkah awal berupa pemantapan dalam lingkungan pemerintahan. Seluruh eleman meski bisa bekerjasama dengan baik dan saling mendukung untuk suksesnya seluruh program pemerintah. Namun ia menolak, dikatakan pemantapan yang dimaksud adalah penyusunan kabinet baru alias mutasi.
‘’Kalau pelantikan, kita sifatnya menunggu jadwal, karena kabarnya serentak. Untuk langkah awal usai dilantik, tentu kita perlu penyesuaian di dalam lingkungan pemerintahan, agar semuanya berjalan seiring. Bukan maksudnya langsung mutasi, tetapi bagaimana kita mengajak seluruh pejabat dan pegawai bekerja dalam tim,’’ pungkas Haidir.(jar)

Di PHK, Tenaga Honda Bakal Ngamuk
METRO – Tampaknya para tenaga Honor daerah (Honda) yang sudah mengabdi sekian lama di berbagai SKPD atau instansi pemerintahan Kabupaten Mukomuko bakal ajukan protes (ngamuk red). Pasalnya mereka tidak terima diberhentikan atau di PHK begitu saja. Bahkan para honorer ini meminta dewan mempetimbangkan kembali, agar mereka tetap bisa memegang SK sebagai honor daerah, bukan sebatas honor lepas yang tanpa kepastian.
Salah seorang tenaga Honda, Meryanto Erwinsayah S.Pt, yang bertugas di kantor camat XIV Koto. Ia mengaku sudah mengabdi selama 8 tahun, sejak Kecamatan XIV Koto berdiri. Ia berharap jika pemerintah menghapuskan tenaga honorer hedaknya ada pertimbangan khusus bagi honorer yang sudah mengabdi selama bertahun-tahun.
‘’Setelah mengetahui pemerintah akan menghapus tenaga Honda, kita yang termasuk didalamnya menjadi resah. Kita sudah mengabdi sejak kantor camat XIV Koto berdiri tahun 2008 lalu,’’ ungkap Meryanto.
Meryanto berharap anggota DPRD Kabupaten Mukomuko, tidak hanya pasrah mengikuti aturan yang ada. Akan tetapi harus cari solusi supaya tenaga Honda yang ada tidak kehilangan pekerjaan. Ia juga menyampaikan para honorer ini ikut dalam pemilihan legelatif, artinya honorer juga memiliki andil atas terpilihan anggota DPRD yang ada saat ini.
‘’Harapan kami para Honda, tinggal pada anggota dewan. Para wakil kita inilah yang memiliki power untuk memperjuangkan nasib kami,’’ tambah Meryanto.
Camat Air Manjuto, Yusuf Aulawi, SP menyampaikan, di kantor camat Air Manjuto ada 10 tenaga Honda. Mereka mulai resah, karena pemerintah akan menghapus tenaga Honda. Selaku camat, Ia merasakah keresahan yang dialami para tenaga honorer. Yusuf mengatakan, sesama camat sudah saling komunikasi untuk memperjuangkan nasib para tenaga honorer ini. Disampaikan Yusuf, dalam waktu dekat, para camat akan menghadap Sekretaris Daerah (Sekda) maupun assisten I, untuk membicarakan nasib Honda.
‘’Kami, para camat sudah saling komunikasi dan konsultasi terkait rencana dihapusnya tenaga Honda. Setelah tidak sibuk dengan Murenbangcam rencananya akan bersama-sama menghadap sekda,’’ ungkap Yusuf.
Yusuf menambahkan, keberadaan tenaga Honda khususnya di kantor camat masih dibutuhkan. Selama ini tenaga Honda telah banyak membantu. Disisi lain, Yusuf juga mengakui jumlah tenaga honorer dibeberapa kecamatan terlalu banyak. Menurut Yusuf jumlah ideal tenaga Honda di kantor camat antara 5 hingga 7 orang.
‘’Rata-rata di kantor camat, jumlah tenaga honorer terlalu banyak dan tidak efektif. Mestinya cukup 5 atau 7 orang. Kalau harus diseleksi, kita siap dan mampu, asal tenaga Honda ini tidak dihapus semua, karena keberadaan Honda memang diperlukan,’’ demikian Yusuf.(dul)