Tuesday, 15 December 2015

Kemenangan Huda – Haidir Tak Bisa Diganggugugat



METRO – Kemenangan mutlak pasangan calon Bupati Mukomuko nomor urut 2, Choirul Huda,SH – Haidir,S.IP mutlak. Selisih perolehan suara dengan kandidat lainnya sangat signifikan, yaitu mencapai 15 persen. Maka tidak ada celah bagi pihak manapun untuk menggugatnya. Selain itu sejak awal, dalam persaingan politik pasangan ini sangat santun dan mentaati setiap aturan yang berlaku.
Disampaikan oleh Aprizal, Ak seluruh masyarakat sudah menerima dengan legowo hasil pemilihan bupati 9 Desember lalu. Maka berbagai pihak harus menghormati itu semua. Tidak ada celah untuk mempersoalkan kemenangan bagi pasangan ini, semua sudah menjadi keputusan mutlak mayoritas pemilih yang menggunakan hak suaranya. Dalam pemilihan, merupakan keharusan ada yang mendapat dukungan lebih besar dari yang lainnya.
‘’Kami berharap kita legowo menerima hasil pemilihan ini, hasil pilkada adalah keputusan masyarakat yang harus dihormati secara utuh. Pasangan Huda – Haidir dalam bersaing selalu mengedepankan kebersamaan dan mentaati setiap aturan berlaku. Maka tidak ada celah bagi pihak manapun untuk mempersoalkan hasilnya,’’ kata Aprizal.
Selanjutnya, masyarakat yang sempat berbeda pandangan selama ini harus kembali menyatu, mendukung pemerintahan berikutnya dan sekaligus mengawasi, agar berjalan sebagaimana mestinya. Pada berbagai pihak, biarkan masyarakat kembali khusuk menjalankan aktivitasnya untuk penyambung hidup. Khusus warga Ipuh dan sekitarnya, siap mengawal hasil Pilkada ini dengan baik, hingga bupati baru dilantik.
‘’Masyarakat harus bersatu padu seperti sedia kala, menatap kehidupan kedepan. Pada pemerintah berikutnya, kita harap bisa berjalan dengan baik dan mewujudkan programnya dengan baik. Jangan lagi ada persaingan dan usaha untuk merubah fakta. Kalau itu terjadi kami dari Ipuh sudah komitmen mengawal hasil ini sampai akhir,’’ tegas Aprizal.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lubuk Pinang, Feri Irawan, SH.I mengatakan, perolehan suara terbanyak, pasangan calon bupati dan calon wakil bupati Huda-Haidir bukan suatu kebetulan. Selain atas usaha dan doa juga karena takdir yang maha kuasa. Feri mengatakan dalam Pilkada calon bupati dan wakil yang lalu tidak ada yang kalah, semua menang. Hanya saja Tuhan Yang Maha Esa (YME) menakdirkan pasangan Huda-Haidir untuk mengemban amanah masyarakat. Ia juga menyampaikan, percaya pada takdir baik dan buruk merupakan bagian dari rukum iman.
‘’Bicara soal usaha dan doa, semua pasangan calon telah melakukan hal yang sama. Yang membedakan adalah takdir. Mungkin saja usaha dan doa sekarang akan dikabulkan oleh Allah 5 atau 10 tahun mendatang,’’ jelas Feri.(dul)


Wakapolda Apresiasi Pilkada Mukomuko
METRO – Dalam rangka monitoring pelaksanaan Pemilihan kepala daerah (Pilkada), Kemarin Wakapolda Bengkulu, Kombes Pol Adnas M bersama timnya mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Ia disambut langsung Ketua KPU, Dawud,S.Ag bersama anggota dan sekretaris KPU Mukomuko Aran,S.Pd. Juga didamping Kapolres Mukomuko, AKBP. Andhika Vishnu,S.Ik bersama para kasat dan anggota, serta Bupati Mukomuko, Tarmizi,B.Sc, S.Sos. Adnas mengapresiasi proses Pilkada di Mukomuko yang dinilainya berjalan dengan lancar dan tertib. Ia juga sempat mengecek kotak-kotak suara hasil pemilihan yang berada di ruang KPU dan meminta dijamin keamanannya.
Pada wartawan, Adnas mengatakan Pilkada adalah hajat negara, maka Polisi dan TNI bertanggungjawab untuk menjamin keamanannya. Begitupun dengan pemerintah daerah dan KPU itu sendiri bertanggungjawab untuk menyukseskannya. Hasil pantauannya selama di Mukomuko, semuanya berjalan dengan baik dan lancar, semua ini tak lepas dari dukungan maksimal dari Bupati, Kapolres dan juga jajaran lainnya. Ia berharap sampai semua tahapan selesai tidak ada masalah yang berarti, KPU harus diberi keleluasaan untuk melaksanakan tugasnya. Mengganggu tugas KPU dalam Pilkada ini sama halnya mengganggu pemerintah, Polri maupun TNI, sebab semua bertanggungjawab dengan tujuan yang sama, Pilkada serentak harus sukses.
‘’Berkat kerja keras KPU didukung oleh pemerintah derah, Polri dan TNI semuanya berjalan dengan baik. Kita melihat secara keseluruhan di Mukomuko tidak ada kendala, buktinya semuanya sudah siap sesuai tahapan,’’ kata Wakapolda.
Kapolres Mukomuko, Andhika Vishnu menimpali instruksi Wakapolda ini, memastikan selama 24 jam anggota secukupnya disiagakan di KPU. Sejak awal, anggota mengawal proses Pilkada dengan baik, hingga selesai pencoblosan dilakukan. Dipastikan hingga pleno KPU dilangsungkan dan semuanya dinyatakan selesai, tingkat pengamanan tidak berubah.
‘’Kita selalu koordinasi dengan KPU terkait dengan tahapan maupun proses yang dilalui. Seluruhnya dikawal dengan maksimal, hingga seterusnya sampai dinyatakan selesai,’’ kata Kapolres.
Bupati Mukomuko, Tarmizi juga berterimakasih kepada penyelenggara dan jajaran keamanan yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Kepada masyarakat, yang sebelumnya berbeda pilihan atau pendapat, saatnya kembeli bersatu dan konsentrasi dengan tugas atau aktivitas masing-masing. Terkait ada yang kalah dan ada yang belum, itu sudah seharusnya, sebab pemilihan terdiri dari beberapa calon.
‘’Semuanya sudah berjalan dengan baik, kita berharap sampai selesai tidak ada gangguan berarti. Masyarakat kembali menyatu, perbedaan pendapat sudah lewat terkait dengan calon bupati, hasil Pilkada sesaat lagi akan diumumkan KPU,’’ tuturnya.
Sekretaris KPU, Aran,S.Pd menerangkan untuk semua logistik saat ini dalam kondisi aman di kantor KPU. Mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian, TNI dan juga dibawah pantauan dari Panwaslu. Seluruh ruangan lokasi logistik steril dari kegiatan pihak sekretariat.
‘’Semua logistik yang berada dalam kotak suara, kita tepatkan di posisi steril, sejak awal mendapat pengamanan dari pihak kepolisian dan juga TNI. Selain itu ada Panwaslu yang setiap saat ada untuk melakukan pengawasan,’’ tutupnya.(jar)


Kasus Fb ‘’Singgih Pramono’’ Dipercayakan Pada Kepolisian

Bupati : Di PNS ada Aturan Tersendiri
METRO – Kasus isu kesukuan yang disebarkan lewat pesan dinding account facebook (fb) yang diklaim dan diduga palsu atas nama ‘’Singgih Pramono’’ terus menjadi perbincangan hangat. Tidak hanya di Kabupaten Mukomuko, tapi juga menjadi bahasan dimana-mana bahkan hingga ke Kota Bengkulu dan daerah lainnya.  Masyarakat diharap agar tidak terpancing dan melakukan hal yang merugikan dalam menyikapi isu ini. Serahkan kepada pihak yang berwajib untuk menangani sampai terungkap siapa dalang sebenarnya dan apa motifnya.
Bupati Mukomuko diminta taggapannya terkait dengan hal ini, mengatakan, untuk sementara lihat dulu perkembangannya. Selanjutnya diserahkan pada instansi terkait untuk menindaklanjuti. Sebab pihak yang melaporkan, Singgih Promono adalah seorang PNS. Di kalangan PNS ada aturan tersendiri menyangkut dengan persoalan yang terjadi. Mengenai kemungkinan dibuat pihak lain atau sendiri oleh Singgih Pramono, bupati mengaku belum bisa mengetahui, karena yang paham dengan itu ada ahlinya.
‘’Kita lihat dulu perkembangannya, biar instansi terkait menangani. Dalam hal PNS ada PP yang mengatur tersendiri. Mengenai asli atau tidak atau dibuat oleh siapa, saya bukan ahlinya, itu yang paham Aiti,’’ kata Bupati.
Tokoh pemuda Ipuh, Aprizal terkait dengan isu ini, berharap tidak ada yang dipojokkan. Ia minta masyarakat mempercayakan pihak yang berwajib untuk menanganinya sampai tuntas. Selama ini warga Mukomuko yang terdiri dari berbagai suku bahkan agama hidup dengan damai dan rukun. Suasana ini harus dijaga sampai kapanpun.
‘’Sangat tidak bijak dalam masalah yang tahu kejelasannya ada perkataan memvonis seseorang. Biarkan masalah ini diselesaikan oleh pihak penegak hukum, kita harus menjaga keharmonisan yang sudah terjaga sejak lama,’’ tegas Aprizal.
Untuk diketahui Adapun tulisan di account Fb ‘’Singgih Pramono’’ diduga palsi ini adalah, ‘’Kita masyarakat suku jawa harus bersatu, bersama kita kuat, kita akan buat pribumi meratap di tanah kelahirannya’’.  Beberapa saat setelah beredar, langsung dikonfirmasi oleh Singgih Pramono asli melalui account milik pribadinya. Berikut penjelasan Singgih, ‘’Ass. Selamat malam sahabat FB, baik yang dikelola secara personal maupun yang masuk dalam group Bupati Mukomuko. Secara resmi saya sampaikan bahwa ada orang yang membuat akun atas nama singgih pramono dengan menampilkan fhoto saya dan membuat status dalam group Bupati Mukomuko yang justru dapat membakar semangat nasionalisme, berpotensi mendorong perpecahan lintas etnis didaerah kita ini. Sangat jelas ini dampak dari Pemilu-Kada didaerah kita. Ini adalah akun FB saya yang saya kelola sendiri dan saya tidak perrnah menggunakkan akun lainnya. Silahkan bersaing dan berkompetisi secara sehat tanpa memukul dengan menggunakan tangan orang lain. Silahkan saja orang menggunakan akun palsu dengan menggunakan nama resmi atau nama lengkap saya, tapi yak,inlah bahwa kebenaran akan berpihak pada setiap ikhtiar yang dilakukan dengan cara-cara yang benar, beretika dan penuh dengan kejujuran,’’ tulisan konfirmasi Singgih melalui account Fb nya yang juga bernama Singgih Pramono tertanggal 7 Desember 2015.(jar)