Wednesday, 16 December 2015

Sapuan Ajak Tim, Rekan dan Simpatisannya, DukungPemerintahan Huda-Haidir


METRO – Agaknya, pasangan nomor urut 1, Sapuan,SE,Ak,MM,CA – Dedy Kurniawan,S.Sos legowo menerima kekalahan mereka pada Pilkada kali ini. Walau KPU baru menggelar pleno hari ini, via pesan singkat telephon seluler, Sapuan mengajak seluruh pendukung dan simpatisannya, untuk mendukung pemerintahan Choirul Huda,SH – Haidir,S.IP demi terwujudknya Mukomuko yang lebih baik. Seperti diketahui Huda – Haidir disinyalir memperoleh suara terbanyak sesuai hasil hitungan cepat sementara.
Dalam SMS yang dikirim via nomor hanphone pribadinya, Sapuan mengucapkan terimakaih kepada seluruh tim, keluarga, rekan dan simpatisannya yang sudah bergandengan tangan pada Pilkada lalu untuk memenangkan nomor 1. Selain itu ia juga mengucapkan banyak maaf atas kekurangan, kesalahan saat kerjasama tim. Terakhir ia menyampaikan salam untuk seluruh keluarga tim dan simpatisan maupun pendukungnya, dan mengajak mendukung pemerintahan Mukomuko kedepan untuk lebih baik dan maju.
‘’Assmlkm, kepada yth, seluruh simpatisan, sanak saudar, kawan-kawan yang telah berjuang bergandengan tangan bersama untuk pemenangan nomor 1, Sapuan – Dedy. Terimakasih banyak atas perjuangannya selama ini, mohon maaf jika ada kekurangan/kesalahan dalam kerjasama tim. Salam buat keluarga, mari kita dukung & kawal pemerintahan kab mukomuko kedepan untuk lebih baik & maju lagi, tks. Wassmlkm H.Sapuan,SE,MM,Ak,CA,’’ begituluh SMS yang disebarkan Sapuan.
Selain itu, saat dihubungi Sapuan juga mengajak seluruh pendukungnya terus menjalin silaturahmi untuk menjaga kebersamaan sampai kapanpun. Dan meminta melupakan persaingan yang terjadi selama ini, mari fokus beraktivitas sesuai dengan pekerjaan masing-masing untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan masa depan. Ia juga berharap pada pemerintahan mendatang bisa mewujudkan cita-cita bersama masyarakat, yaitu terjaganya kestabilan dalam berusaha, serta terjadinya pemerataan dalam pembangunan yang lebih baik.
‘’Sekarang persaingan politik sudah selesai, saatnya masyarakat kembali berkonsentrasi dengan aktivitasnya. Dukung pemerintahan dan awasi, demi terciptanya keamanan dan kemajuan. Warga yang selama ini berbeda pandangan atau arah politik, mari bersatu kembali dan jaga silaturahmi,’’ tegas Sapuan.
Wakil Sapuan, Dedy juga menyampaikan hal yang sama untuk keluarga, tim dan simpatisannya. Ia mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang terjalin selama ini. Terkait hasil Pilkada, ia meyakini seluruhnya sudah berjuang dan berusaha keras. Ia sama sekali tidak menyesali, bahkan bangga karena telah ikut pada Pilkada ini. Masyarakat yang selama ini mungkin terkotak-kotak, harus kembali menyatu dan memberi suport pada pemerintahan kedepan.
‘’Jika ada kesalahan juga kekurangan selama perjuangan ini kami minta maaf, mari kita terus bangun kebersamaan untuk menatap hari depan lebih baik,’’ tutupnya.(jar)

Pleno KPU, Polres Turunkan Kekuatan Penuh
//Diback Up Brimob dan TNI, Lokasi Pleno Steril
METRO – Hari ini, dilangsungkan rapat pleno hasil Pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko. Pleno yang berlangsung selama 2 hari ini, bertempat di aula salah satu hotel ternama di Kota Mukomuko. Untuk terjaminnya keamanan pleno, Kapolres Mukomuko, AKBP Andhika Vishnu,S.Ik akan menurunkan kekuatan penuh. Selain itu juga di back up oleh pasukan Brimob dan TNI. Ada dua lokasi yang menjadi fokus utama pengamanan, yaitu tepat dilaksanakan pleno serta Kantor KPU Mukomuko.
Dikatakan Polres Mukomuko, saat meninjau kondisi dokumen Pilkada di KPU Mukomuko, kemarin pihaknya sudah melaksanakan persiapan sistim pengamanan. Ia akan membentuk lokasi pleno steril dari berbagai kegiatan atau kebisingan. Sehingga KPU dapat melaksanakan tugasnya dengan aman. Seluruh kekuatan Polres Mukomuko diterjunkan dengan berseragam lengkap alias terbuka. Selain itu juga pengamanan penuh dari Brimob serta di back up oleh TNI. Seluruh kendaraan tidak ada yang parkir di lokasi pleno, maka diatur di posisi yang sedikit berjarak.
‘’Kita ingin lokasi pleno betul-betul steril, jangan sampai ada hal yang dapat mengganggu konsentrasi peserta pleno. Untuk kendaraan lokasi parkir lebih jauh. Kita akan turunkan kekuatan penuh, juga dari bromob dan TNI, fokusnya lokasi pleno dan kantor KPU,’’ kata Kapolres.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag mengatakan semua persiapan untuk rapat pleno telah dilakukan. Dokumen hasil pilkada yang akan diplenokan saat ini seluruhnya ada di KPU dan akan diangkut ke lokasi beberapa saat sebelum dimulai. Semuanya dalam kondisi utuh, sebagaimana saat diterima dari PPK. Kotak suara akan dibuka secara resmi dan terbuka saat pleno berlangsung.
‘’Pleno dilakukan di aula hotel, semua persiapan sudah kita lakukan dengan matang. Seluruh anggota KPU akan hadir juga dari PPK,’’ kata Dawud.
Sekretaris KPU, Aran,S.Pd menambahkan undangan pleno pada masing-masing kandidat atau saksinya sudah disampaikan. Untuk setiap kandidat saksi sebanyak 2 orang dan akan masuk secara bergantian. Selain itu juga diundang dari pemda, dewan dan beberapa unsur lainnya. Sesuai jadwal pleno dilangsungkan 2 hari, bisa jadi 1 hari jika cepat selesai.
‘’Kalau kita sudah siap, undangan untuk pemda, saksi maupun calon sudah disampaikan, mudah-mudahan saja pleno berjalan tepat waktu, jadwalnya 16 dan 17 Desember,’’ tutup Aran.(jar)

KPU Ngaku Gunakan PKPU 2010
//Terkait Laporan Tim Nomor 3
METRO – Menanggapi laporan pihak tim sukses nomor urut 3, Ir. Wismen A Razak,M.Si – H. Bambang Apriadi,S.Pt, begini jawaban dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mukomuko. Diakui C-KWK dan C1-KWK yang digunakan pada Pilkada lalu bukan yang terdapat di PKPU nomor 10 tahun 2015, melainkan form yang ada pada PKPU tahun 2010. Mengenai DPT tidak ada pengaturan, data awal dari Kemendagri dalam bentuk DP4 dan kemudian dilakukan pencocokan kembali.
Disampaikan oleh salah seorang komisioner KPU Mukomuko, AH. Siregar,S.Ag,M.Pd, untuk form C-KWK dan C1-KWK yang digunakan memang bukan 2015, melainkan 2010. Walau ada perbedaan, namun sifatnya sah dan sesuai dengan standar KPU. Terkait dengan hal ini, pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan KPU Provinsi Bengkulu. Ditanya apakah sengaja atau tidak, menggunakan PKPU yang lama? Regar mengatakan tidak ada unsur sengaja ataupun tidak sengaja.
‘’Kami sudah konsultasi dengan provinsi, ini sah sesuai PKPU tahun 2010, memang ada perbedaan form dari yang terbaru. Walau berbeda tapi tetap sesuai dengan standar KPU, maka kami yakin tidak ada persoalan dengan ini,’’ kata Regar.
Lanjutnya, yang jelas tidak ada pengurangan atau penambahan suara hasil pemilihan. Saat pencoblosan hingga penghitungan pleno dilakukan ada saksi dari masing-masing calon dan sifatnya terbuka. Menganai yang lain, seperti DTP maupun pelaksanaan pleno di seluruh kecamatan tidak ada persoalan sama sekali.
‘’Kalau ada pengurangan atau penambahan suara, ya jadi masalah. Dalam ini tidak terjadi seperti itu. Karena proses yang dilalui terbuka dan diketahui semua pihak calon,’’ tegasnya.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Sujarwanto,S.Sos memastikan laporan dari tim nomor 3 diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Mereka akan memanggil terlapor, yaitu pihak KPU lebih dahulu, selanjutnya meminta keterangan lengkap dari pelapor. Soal peluang Pilkada ke MK, Sujar belum bisa jelaskan, namun berpijak dengan aturan ambang batas suara terlewati, maka sulit bisa ke MK. Jikapun ada kelanjutan dari dugaan sengketa Pilkada, maka arah pertamanya adalah ke PTUN.
‘’Kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku, kita akan minta keterangan dari KPU dan juga pihak pelapor,’’ tutupnya.(jar)