Thursday, 10 December 2015

Huda Ungguli 8 Kecamatan, SPN 5, Wismen 1



//Hasil Final Pemilihan Bupati Mukomuko
METRO – Diperkirakan hasil rekapan suara pemilihan bupati dan wakil bupati Mukomuko sudah hampir final. Pasangan nomor urut 2, Choirul Huda,SH – Haidir,S.IP tak terbantahkan lagi, keluar sebagai pemenang sementara. Walau hanya diusung oleh 2 partai saja dengan jumlah kursi dewan pas-pasan, yaitu 3 kursi Gerindra dan 2 Hanura, namun mereka berhasil unggul di 9 kecamatan. Sedangkan pasangan Sapuan,SE,Ak,MM,CA – Dedy Kurniawan,S.Sos nomor urut 1, yang diusung PKS, PDIP dan PKB total 6 kursi, hanya bisa unggul di 5 kecamatan. Sementara pasangan nomor 3, Ir. Wismen A Razak,M.Si – Bambang Apriadi,S.Pt dengan diusung mayoritas partai yaitu, PAN, NasDem, PKPI, Demokrat ditambah partai pendukung Golkar, PPP dan PBB hanya bisa kuasai Kecamatan Malin Deman.
Adapun kecamatan yang dimenangkan Huda – Haidir, yaitu Kecamatan Penarik, Air Manjuto, Sungai Rumbai, Air Rami, Air Dikit, XIV Koto, Ipuh dan Kota Mukomuko. Sementara pasangan Sapuan – Dedy unggul di Teramang Jaya, Pondok Suguh, Lubuk Pinang, V Koto dan Selagan Raya. Wismen – Bambang untuk kali ini baru mampu mengungguli lawan politiknya di Kecamatan Malin Deman.
Ketua Tim Huda – Haidir, Muslim Caniago,SH, M.H mengakui untuk data sementara hasil rekapan internal berdasarkan C1 yang masuk sudah 100 persen, keunggulan nomor 2 terlihat jelas di semua kecamatan.  Namun mereka tetap menghormati proses rekap di KPU sebagai acuan utama masyarakat nantinya.
‘’Memang kami punya seluruh bukti C1 di 290 TPS, hasil rekapakan sementara kita unggul di sebagian besar kecamatan. Tapi tetap kita tunggu hasil akhir dari KPU,’’ paparnya.
Lanjutnya, hasil Pilkada ini sesuai dengan keinginan masyarakat, juga buah dari kerja keras seluruh tim dan pendukung Huda – Haidir yang sudah mengorbankan waktunya. Yang jelas dalam Pilkada ini kemenangan adalah milik masyarakat, tidak ada pihak yang kalah. Pasangan Sapuan ataupun Wismen juga bagian dari masyarakat Mukomuko yang potensial dan akan bersama-sama membangun daerah ini.
‘’Kami tidak berpikir ini kemenangan yang harus diumbarkan, kemenangan milik masyarakat dan harus dipertanggungjawabkan bersama. Pak Sapuan maupun Wismen bagian penting dari Mukomuko yang akan bersama membangun daerah. Kami atas nama tim mengucapkan terimakasih kepada masyarakat dan seluruh tim yang sudah bekerja keras,’’ paparnya.
Salah seorang komisioner KPU, AH. Siregar,S.Ag,M.Pd menegaskan, KPU baru memulai melakukan perekapan cepat C1, data yang masuk masih sekitar 35 persen. Walau saat ini ada perbedaan suara dari masing-masing calon, namun bukan berarti telah dipastikan sebagai pemenang versi KPU. Sebab pemenang yang sebenarnya Pilkada akan diputuskan melalui sidang pleno, untuk merekap seluruh hasil pemilihan di 290 TPS.
‘’Kita belum bisa sampaikan siapa yang unggul, karena proses rekapan belum selesai. Walau ada yang unggul sementara, tetap belum bisa dipastikan, sebab data belum masuk 100 persen,’’ tutup Regar.(jar)


Tidak Ada Laporan Masuk ke Panwaslu
METRO – Usai pencoblosan 9 Desember kemarin lusa, sampai kemarin belum ada laporan masuk ke Panwaslu Mukomuko menyangkut dengan dugaan pelanggaran. Mudah-mudahan ini sebagai pertanda, jika Pilkada di Mukomuko berlangsung dengan sukses, dalam arti tanpa ada kendala di lapangan saat pencoblosan berlangsung. Berdasarkan aturan, batas laporan pelanggaran adalah 3 hari sejak kejadian perkara.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Sujarwanto,S.Sos mengatakan hingga saat ini belum ada laporan yang mereka terima, baik dari pihak calon, warga maupun dari pihak lainnya. Artinya pilkada berlangsung dengan tertib dan aman dari pelanggaran. Ia mengakui untuk kategori pelanggaran, laporan harus masuk 3 hari setelah kejadian, apabila lewat dari itu maka dianggap sudah kadaluarsa.
‘’Sampai sekarang belum ada pelanggaran yang kami terima dari warga maupun dari pihak calon, pasca pencoblosan dilakukan. Mudah-mudahan ini menandakan semua berjalan dengan baik, tapi kita belum tahu besoknya, sebab masih ada waktu,’’ papar Sujar.
Lanjut Sujar, sebetulnya terkait dengan persoalan Pilkada laporan masih bisa disampaikan hingga KPU selesai pleno penetapan calon. Terkait dengan hasil Pilkada nantinya, jika calon mempersoalkan maka dapat disampaikan ke MK. Namun ia berharap tidak ada masalah, karena berdasarkan pantauan seluruhnya berlangsung dengan tertib dan aman.
‘’Kalau laporan lanjutan mengenai hasil akhir, itu akan berlangsung di MK, mudah-mudahan saja tidak terjadi, sebab semuanya dilakukan secara terbuka. Masyarakat bisa lihat langsung proses penghitungan yang dilakukan, masing-masing calon ada saksi,’’ tutupnya.(jar)


KPU Juga Bingung Kok Golput Tinggi
METRO – Terkait dengan besarnya angka golput atau masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mukomuko juga bingung. Diketahui untuk sementara Golput mencapai 35 persen lebih kurang. Padahal pihak penyelenggara, pemerintah daerah juga pasangan calon, sudah berusaha melakukan sosialisasi agar masyarakat memilih pada Pilkada.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag mengaku sudah berusaha maksimal untuk sosialisasikan pemilihan pada 9 Desember, maka ditanya mengapa masyarakat masih banyak yang golput mereka ikut bingung. Sosialisasi sudah maksimal, baik KPU langsung ataupun melalui PPK dan KPPS. Bahkan pemerintah daerah dan pasangan calon juga sudah melakukan sosialisasi maksimal.
‘’Kalau usaha kita sudah maksimal, pemerintah ataupun calon ikut mensosialisasikan, tapi masih juga banyak yang tidak menggunakan haknya. Maka kalau ditanya soal itu kami masih bingung dan akan lakukan evaluasi,’’ katanya.
Terkait dengan isu banyak warga tak terima C6 atau surat pemberitahuan memilih ke TPS. Dawud mengaku sudah berikan C6 pada petugas untuk dibagikan sesuai dengan DPT ditambah DPTb. Di beberapa kecamatan partisipasi pemilih sangat tinggi, artinya mereka menerima C6.  Selain itu sejak awal, mereka sudah ingatkan C6 bukan undangan, maka bagi yang tidak dapat tetap bisa memilih.
‘’Kita berikan C6 sesuai dengan DPT dan DPTb, maka rasanya tidak mungkin banyak yang tidak dapat. Selain itu C6 bukan patokan sebab itu bukan undangan, yang tidak dapat juga bisa memilih menggunakan KTP atau periksa nama di TPS,’’ tegas Dawud.
Anggota KPU lainnya, Syofia Diana,SE juga mengaku heran dengan banyaknya masyarakat yang golput. Informasi berkembang memang ada yang kecewa karena C6 tidak dapat. Padahal mereka sudah sampaikan, C6 bukan undangan, sehingga bagi yang tidak dapat juga bisa memilih. Hasil ini akan menjadi pedoman untuk dilakukan evaluasi kedepannya. Yang jelas ia bersyukur proses pemilihan berlangsung dengan baik.
‘’Kami juga tidak paham, kalau soal C6 dari awal sudah kita sampaikan, bahwa itu bukan undangan. Maka masyarakat yang tidak terima tetap memilih,’’ tutupnya.(jar)