Thursday, 10 December 2015

Dipepet Sapuan, Suara Huda-Haidir Konsisten


Wismen – Bambang Masih Berusaha Ngejar
METRO – Hasil pemilihan bupati dan wakil Bupati Mukomuko mulai terbaca. Pasangan nomor urut 2, Choirul Huda,SH, - Haidir,S.IP memimpin perolehan suara. Meski terus dipepet oleh pasangan nomor 1, Sapuan,SE,Ak,MM,CA – Dedy Kurniawan,S.Sos, namun suara Huda – Haidir tetap konsisten. Hampir di seluruh TPS muncul dengan perolehan mengimbangi suara lawan. Sementara suara pasangan Nomor urut 3, Ir. Wismen A Razak,M.Si – Bambang Apriadi,S.Pt masih tetap bermunculan, namun belum mampu mendekati titik aman hingga berita ini diturunkan. Persentase sementara suara Huda – Haidir mencapai 43 persen, Sapuan – Dedy 31 Persen dan Wismen – Bambang sekitar 24 persen.
Informasi sementara, pasangan Huda – Haidir unggul total di beberapa kecamatan. Diantaranya di Kecamatan Sungai Rumbai dengan persentase mencapai 69 persen, di Air Rami 47 persen, di Air Manjuto 65 persen, juga kabarnya menang di Penarik dan berimbang di Ipuh, juga di kecamatan lainnya, suara nomor 2 bersaing. Sementara Sapuan – Dedy saat proses penghitungan cepat berlangsung, masih terus memepet suara Huda dengan perbedaan tidak terlalu besar. Pasangan nomor 1 ini isunya unggul di Kecamatan Teramang Jaya, Selagan Raya, V Koto dan menang tipis di Lubuk Pinang. Sedangan Wismen – Bambang masih terus mengumpulkan dukungan, mereka sukses memperoleh dukungan signifikan di Kota Mukomuko dan Air Dikit juga Malin Deman, dibayang-bayangi Sapuan dan Huda.
Dihubungi, Huda, tidak bicara banyak, namun ia sangat yakin memenangi Pilkada kali ini. Huda mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mukomuko yang memberikan kepercayaan untuk dirinya. Huda juga menyatakan, kemenangan ini merupakan kemenangan bersama seluruh masyarakat dan tidak ada yang kalah. Baginya pasangan nomor 1 dan nomor 3 adalah rekan dan tokoh penting Mukomuko yang dapat bersama-sama membangun daerah secara lebih baik lagi.
‘’Saya tidak merasa menang, ini adalah kemenangan rakyat dan tidak ada yang kalah. Pak Sapuan dan Wismen merupakan sosok penting yang akan bersama-sama berusaha memajukan daerah ini lebih baik kedepannya. Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh masyarakat Mukomuko,’’ papar Huda.
Tim Sapuan – Dedy, Nasir Ahmad,S.Pi,M.Si mengaku masih menunggu hasil penghitungan terakhir, karena saat ini masih banyak data yang belum masuk. Terkait suara Huda yang terus bermunculan, diakuinya, jika nomor 2 sebagaimana prediksi awal akan menjadi pesaing dalam perolehan suara.
‘’Belum semua data yang masuk, kita masih menunggu, memang sesuai prediksi awal kita bersaing dengan nomor 2,’’ paparnya.
Tim Wismen – Bambang, Billy Usman juga masih menunggu hasil akhir penghitungan suara, saat ini belum semua data yang masuk. Peluang mereka masih terbuka. Terkait dengan hal terburuk jika kalah, Billy belum mau bicara banyak.
‘’Saya belum tahu informasi pastinya, yang jelas kita menunggu seluruh data masuk,’’ paparnya.
Bupati Mukomuko, Tarmizi,B.Sc,S.Sos terkait dengan Pilkada, ia mengucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat dan penyelenggara Pilkada yang sudah bekerja dengan baik. Terkait hasil akhir, itu semua sudah keputusan dari pemilih untuk mencoblos siapa. Yang jelas untuk yang unggul sementara diharapkan tidak terlalu menggebu-gebu, hasil pasti akan ditentukan setelah pleno KPU.
‘’Kita berharap semuanya berjalan dengan baik, seluruh masyarakat harus tenang, terkait hasil penghitungan sementara itu belum pasti, kita tunggu rekapan dari KPU untuk memastikan siapa pemenang Pilkada ini,’’ tutupnya.(jar)


Petugas TPS Dihujani Protes
METRO – Secara umum pemilihan bupati dan wakil bupati serta gubernur dan wakil gubernur di Kabupaten Mukomuko berjalan dengan baik. Namun tidak berjalan semulus yang diinginkan, para petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus menerima hujan protes dari pemilih, bahkan hingga bersitegang urat leher. Persoalannya pemilih kecewa, karena tidak diberi kartu C6 atau pemberitahuan memilih yang dikenal masyarakat sebagai undangan. Kemudian pemilih pengguna KTP juga merasa dipersulit oleh petugas, lantaran diminta menunggu hingga Pukul 12.00 WIB. Bahkan ada beberapa pemilih yang protes, lantaran tidak bisa memilih karena terlambat beberapa menit.
Salah seorang warga, Ismardi mengatakan semuanya kacau, masa banyak yang tidak dapat pemberitahuan memilih dari KPU. Anehnya lagi, ada orang yang sudah meninggal sekian lama malah mendapat pemberitahuan memilih, yang hidup tidak dapat. Selain itu, pemilih yang menggunakan KTP kurang dilayani. Dampaknya sebagian TPS sepi dari warga yang menggunakan hak suaranya.
‘’Kami sangat kecewa, katanya KPU sudah survey dan semuanya beres, kanyataannya apa, orang sudah mati dapat undangan, malah yang hidup tidak ada. Ini dampaknya banyak yang tidak memilih, masyarakat mikirnya berbeda-beda, yang dapat pemberitahuan saja belum tentu datang memilih, apalagi yang tidak,’’ kata Ismardi.
Tokoh pemuda, M. Toha juga mengaku kecewa, pemilih yang menggunakan KTP diabaikan, saat datang belum diizinkan mendaftar. Sepengetahuannya mendaftar boleh kapan saja, memilih baru mulai Pukul 12.00 WIB. Selain itu, ia menilai tingginya angka warga yang tidak memilih menjadi tanggungjawab KPU.
‘’Semestinya petugas tidak mengecewakan pemilih, saya sempat bersitegang dengan petugas di TPS 1 Ujung Padang, masa yang menggunakan KTP belum bisa mendaftar, seharunya terima dulu, memilih jam 12. Dampaknya warga memilih pulang, tidak lagi datang,’’ kata Toha.
Firmansyah Zakaria juga protes, ia kecewa karena tidak bisa menggunakan hak pilihnya, alasan petugas dirinya terlambat 5 menit. Semestinya untuk menunggu warga yang tidak punya undangan dan dengan alasan lain, petugas memberi kemudahan. Dampak dari ini semua warga yang tidak memilih menjadi membengkak.
‘’Saya tidak bisa memilih karena tidak diizikan lagi, banyak yang sama dengan saya juga tidak diberi hak memilih lagi,’’ tutupnya.(jar)


Golput Diprediksi Menang Telak
METRO – Golput atau masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya diprediksi menjadi pemenang di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS). Contoh pertama di TPS 2 Kelurahan Bandaratu tempat Bupati Mukomuko, Tarmzi,B.Sc,S.Sos menggunakan hak suaranya. Angka golput di TPS ini sangat fantastis, yaitu lebih 50 persen. Jumlah DPT 635 yang menggunakan hak pilih hanya 311, sementara 340 surat suara tidak terpakai. Suara Wismen – Bambang, 145, suara Huda – Haidir, 85 suara dan Sapuan – Dedy 80 suara, jauh dibawah angka golput.
Di beberapa TPS lain, kondisinya juga hampir serupa, berbagai alasan masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya. Secara umum isu sementara dari 126.752 pemilih masuk DPT KPU, yang memilih Huda – Haidir hanya sekitar 28 persen, yang mencoblos Sapuan – Dedy 20 persen dan pemilih Wismen – Bambang 18 persen dan angka golput di atas 35 persen. Artinya Golput pada pilkada kali ini berpeluang menang telak.
Bodi Rahmat Sentosa mengaku kecewa dengan tingginya angka Golput di Pilkada kali ini. Itu semua harus menjadi catatan bagi pihak pelaksana Pilkada di Kabupaten Mukomuko. Ia yakin ada faktor penyebabnya, diantaranya oleh surat pemberitahuan memilih banyak yang tidak dibagikan kepada pemilih. 
‘’Masa angka golput yang lebih tinggi, kita sayangkan banyak surat pemberitahuan memilih tak sampai ke warga. Sementara memilih menggunakan KTP malah ditunda,’’ katanya.
Firmansyah Zakaria, juga mengaku kecewa dan harus ada tindaklanjutnya, jika partisipasi pemilih kurang atau jauh dari target KPU. Banyak hal yang dipertanyakan pada Pilkada kali ini. Masyarakat jelas berpedoman dengan pemberitahuan KPU, jika tidak ada surat pemberitahuan warga enggan memilih, sebab tidak tahu harus di TPS mana yang ada namanya.
‘’Kita sangat kecewa, seharunya semua warga terdaftar dan mendapat surat pemberitahuan dari KPU, sebab di kertas C6 ada alamat TPS, warga tidak mau pusing cari TPS, apalagi disuruh nunggu sekian jam. Saya berpendapat Pikada harus diulang,’’ tutupnya.
Ketua tim Sapuan, Nasir Ahmad,S.Pi,M.Si juga mengaku kecewa atas banyaknya golput. Menurutnya ini dampak dari KPU kurang teliti dan menghemat biaya dengan tidak memikirkan dampaknya. Sekarang mereka masih menunggu hasil akhir dan rekapan KPU, berapa sebenarnya Golput.
‘’Bayangkan jarak TPS dengan rumah warga ada yang 3 km, selain itu banyak yang tidak mendapat pemberitahuan dan sebagainya. Angka Golput bakal menjadi bahan untuk evaluasi kami terkait pelaksanaan Pilkada,’’ tegasnya.
Ketua Tim Huda – Haidir, belum mau bicara banyak soal itu, yang jelas menurutnya Golput juga hak dari setiap pemilih sama halnya dengan hak memilih. Maka berapapun angka golput tidak akan mengganggu hasil pemilihan. Yang jelas ia berterimakasih kepada masyarakat dan kepada tim, karena sudah bekerja secara maksimal dengan penuh pengorbanan.
‘’Kami belum mau bahas masalah itu, masyarakat tidak salah, Golput juga bagian dari hak warga dalam pemilihan,’’ tuturnya.
Komisioner KPU, Syofia Diana,SE saat dikonfirmasi belum mau memberikan komentar, sebab mereka masih sibuk.
‘’Kami belum bisa komentari,’’ tutup Diana.(jar)