Tuesday, 18 August 2015

Wismen Bangkitkan Kreativitas anak Muda


METRO – Tidak salah kiranya jika kalangan muda bakal memberi support luar biasa pada Ir. Wismen A Razak,M.Si untuk memimpin Mukomuko. Karena Wismen sejak awal terus membuktikan keberpihakannya pada kreativitas anak muda. Selain terus ikut mensponsori kegiatan olah raga, Wismen juga memumpuk kreativitas anak muda disegi budaya daerah dan musik. Buktinya usai menyelenggarakan lomba tari gandai di Pondok Suguh, kemarin ia menjadi penyukses pertunjukan parade band yang berpusat di Bundaran Mukomuko.
Dalam sambutannya Wismen memberi apresiasi besar pada kreativitas anak muda di daerah ini. Ia berjanji jika terpilih sebagai bupati Mukomuko, akan terus membina dan membangkitkan jiwa seni kalangan muda. Karena anak muda Mukomuko dinilainya berbakat, hanya saja selama ini belum mendapat perhatian maksimal dan kurang pembinaan dari pemerintah.
‘’Kita bangga dengan kreativitas anak muda di Kabupaten Mukomuko ini, insyaallah jika kita diberi kesempatan memimpin Mukomuko, pengembangan bakat kalangan muda akan terus diusahakan. Mulai dari segi olah raga, musik dan seni budaya daerah,’’ kata Wismen.
Salah seorang peserta tari gandai, Dahlia mengaku bangga karena ada calon bupati yang memperhatikan budaya daerah.  Selama ini mereka merasa kurang diperhatikan, sehingga dampaknya kesenian daerah tidak bisa bersaing dengan hiburan dari luar. Kedepan pemerintah harus mengutamakan kesenian daerah, jika ada kegiatan sebaiknya tetap panggil para penari gandai dan kesenian daerah lainnya.
‘’Semoga calon bupati kita bisa menang, sehingga kesenian daerah ini bisa kembali berkembang dengan baik. Selama ini tari gandai dan kesenian lainnya hampir punah, lantaran kalah saing dengan budaya luar,’’ tutunya.
Salah seorang peserta perade band, Jeri juga merasa puas dengan support yang diberikan oleh Wismen untuk mereka. Ia berharap kedepan perhatian terhadap anak muda, terutama dibidang musik semakin baik. Ia juga mengakui selama ini perhatian pemerintah sangat minim.
‘’Kita mendukung Wismen jadi bupati sehingga anak muda bisa diperhatikan, selama ini di bidang musik masih kurang diapresiasi,’’ tutupnya.(jar)

Suara Pemilih Rawan Dibeli
//Sawit Murah, Ekonomi Warga Morak-Marit 
METRO – Sejak beberapa waktu lalu, perekonomian masyarakat di Kabupaten Mukomuko goyang, dampak dari turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit. Kondisi ini diprediksi berdampak besar terhadap persaingan politik pemilihan bupati dan wakil bupati Mukomuko. Dimana suara pemilih rawan dijual kepada calon. Dalam arti money politik bakal disambut hangat oleh masyarakat yang sedang butuh.
Bahkan suara sumbang dari beberapa oknum warga mulai terdengar, mereka siap mendukung kandidat yang bisa memberi uang, karena dianggap berjasa memenuhi kebutuhannya saat itu. Dasar mereka berbuat demikianpun cukup pasaran, karena berpikir siapapun jadi bupati, pekerjaannya tidak berubah. Ini dampak kurangnya pemahaman masyarakat terhadap peran pemimpin. Padahal warga menikmati, bagaimana infrastruktur yang dibangun pemerintah, sehingga meningkatkan perekonomiannya, serta melancarkan layanan kesehatan dan pendidikan.
‘’Yang jelas, siapa yang ngasih uang pada saya itu yang saya pilih. Karena dia berjasa membantu kebutuhan saya saat itu, siapapun yang menang saya tidak masalah, pekerjaan saya nukang, ya tetap jadi tukang bangunan,’’ kata salah seorang warga yang berprofesi sebagai tukang yang disembunyikan identitasnya.
Menanggapi hal ini, salah seorang tokoh masyarakat yang juga dosen Unib, Hamdani Makir,SH,M.Hum mengatakan, kejadian seperti ini lumrah dalam dunia politik. Bahkan menurutnya suara masyarakat demikian adalah jujur, ia akan buktikan itu saat pemilihan. Namun memang tidak seluruh orang berpikirkan demikian. Kebetulan harga TBS turun, kemungkinannya lebih besar, sebab perenomian sedang morat-marit.
‘’Itu suara jujur dari masyarakat bawah, mereka berpikir benar menurut mereka, masa tukang dodos, tukang bangunan dan buruh yang memang tidak punya pendidikan memadai, diangkat PNS jika bupatinya menang. Masyarakat belum memahami, peran pemerintah yang sebenarnya. Yang anehnya lagi, pemilih demikian melihat siapa paling besar memberi, semua diambil,’’kata Hamdani.
Kalau itu terjadi, maka dapat ditebak siapa yang bakal memenangi Pilkada kelak. Yaitu pasangan yang punya uang dan siap bayar. Dampak kedepannya daerah bisa terbengkalai. Sebab bupati yang menang berpikir, ia duduk karena membeli suara masyarakat, maka dalam kebijakan sesukanya. Hamdani berharap, pelaksana Pilkada baik KPU dan Panwas bisa memberi pengertian kepada masyarakat, agar memilih dengan jujur. Yang lebih penting melakukan pengawasan dengan baik, jangan biarkan aksi money politik terjadi.
‘’Saya rasa semua kita harus berperan memberi pemahaman kepada masyarakat. Jangan menerima dan memilih calon yang siap bayar, karena dampaknya bagi daerah kedepan. Tidak ada yang mau rugi, hari ini mereka bayar, setelah duduk minta ganti lewat APBD,’’ tutupnya.(jar)


Ichwan Yunus Dinilai Merakyat
//Suara Masyarakat Bawah
LUBUK PINANG – Besok, Bupati Mukomuko Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM akan mengakhiri jabatannya. Ichwan tercatat dalam sejarah Kabupaten Mukomuko sebagai bupati definitif pertama. Ia memimpin Mukomuko selama dua periode secara berturut-turut. Walau kerap mendapat keritikan, namun dimata masyarakat Ichwan tetap dianggap pemimpin yang merakyat.
Muklis (45) berprofesi sebagai tukang sol sepatu, warga Kecamatan Lubuk Pinang salah satu warga yang memuji kepemimpinan Ichwan. Muklis menilai, Ichwan merupakan pemimpin yang bagus. Sebagai seorang bupati, Ichwan tidak segan-segan turun ke masyarakat, menyapa rakyatnya, terutama ketika terjadi musibah. Ini merupakan bukti, Ichwan dekat dengan rakyatnya. Tidak jarang pula, Ichwan muncul ditengah masyarakat tanpa protokoler. Bagi masyarakat kecil kunjungan Ichwan memiliki makna yang luar biasa. Muklis berpendapat, kunjungan Ichwan telah menjadi setengah obat bagi warga yang sakit. Penyemangat hidup warga yang terkena musibah.
‘’Bagi saya pak Ichwan Yunus pemimpin yang bagus. Ketika ada rakyatnya yang kena musibah, beliau selalu turun. Contohnya waktu ada anak meninggal tercebur sumur, ada rumah warga yang kebakaran. Ketika warganya kebanjiran, ada yang sakit parah, bahkan ketika jembatan gantung Suka Pindah hanyat, bupati juga turun dan masih banyak lagi. Ketika pak Ichwan tidak bisa turun langsung, minimal ada perwakilannya,’’ ungkap Muklis.
Muklis berharap, bupati Mukomuko kedepan bisa melakukan hal yang sama, dekat dengan masyarakat dan merakyat. Hal lain yang menurut Muklis perlu dievaluasi adalah kebijakan mengenai beras miskin (Raskin) serta bantuan sosial lainnya.
‘’Harapan saya, pemerintah mempertimbankan raskin. Selain itu juga penerima bantuan sosial perlu dievaluasi, karena banyak yang tidak tepat sasaran. Ini penilaian saya selaku masyarakat kecil,’’ tambah Muklis.
Nardi (37) petani asal Air Manjuto, menyampaikan, Ichwan sudah berhasil membangun Mukomuko. Ia menyampaikan di Air Manjuto, sebagian besar kebun sudah bisa dilalui sepeda motor. Hal ini memudahkan petani mengangkut hasil kebunnya. Bukan hanya itu, kendaraan roda enam sudah sampai ke kebun petani. Hal ini berkat program pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Ayah tiga anak ini menilai program pembangunan Ichwan Yunus telah tepat sasaran, karena langsung dinikmati rakyat kecil.
‘’Bagi saya, pak Ichwan sudah berhasil memimpin Mukomuko. Saya masuk Mukomuko pada tahun 1989, dan dimasa Pak Ichwan Yunus lah ada pembangunan sampai ke ladang petani. Harapan saya, pembangunan yang langsung menyentuh wong cilik bisa terus dilakukan,’’ harap Nardi.
Pun demikian halnya dengan Nurkamto (47) warga V Koto, pria yang berpofesi sebagai pedagang ini menyampaikan, dimasa era Ichwan Yunus Mukomuko mengalami kemajuan cukup pesat. Ia menyampaikan sebagai pemimpin banyak plus dan meninusnya, tergantung sudut pandang yang diambil. Ia menilai adalah tidak bijak jika menilai seorang pemimpin dari sudut negatifnya saja. Kamto menyampaikan, tidak mudah menjadi pemimpin di kabupatan yang baru mekar, karena segala sesuatunya dimulai dari nol.
‘’Bagi saya, sejak Mukomuko menjadi Kabupaten sudah banyak kemajuan. Kalau ada kekurangannya menjadi tugas pemimpin yang baru,’’ ungkap Kamto singkat.
Kasmis Jayakarman, S.Pt Kepala Balai Penyuluh Kecamatan (BPK) Lubuk Pinang menyampaikan. Perhatian Ichwan terhadap petani, khususnya petani sawah cukup tinggi. Seringnya bupati turun ke sawah telah memberikan motivasi lebih kepada petani dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Pemberian bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) kepada petani telah meringankan pekerjaan petani.
‘’Perhatian bupati kepada petani sawah cukup tinggi. beliau sering turun ke sawah, baik saat panen raya maupun kegiatan lain. Kita nilai cukup bagus, karena memang belum ada pembandingnya. Harapan kita, bupati baru nanti lebih memperhatikan program alsintan. Kelancaran distribusi pupuk dan ketersedian benih untuk petani. Dan yang penting, perhatikan kesejahteraan PPL, terutama mereka yang prestasinya bagus,’’ demikian Kasmis.(dul)