Thursday, 13 August 2015

Tim Sapuan-Dedy Bermain Cantik


METRO – Agaknya tim pemenangan pasangan calon bupati H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Dedy Kurniawan,S.Sos betul-betul sudah mengambil hikmah dari kegagalan pada Pilkada 2010 lalu. Sejak awal mereka tampak adem-adem saja, belum terlihat gebrakan yang begitu ‘’WAH’’. Namun fakta yang ada di lapangan, dukungan masyarakat terhadap keduanya terus menguat. Tim koordinator di setiap kecamatan dan desa telah terkondisikan sebagian besarnya. Tak berlebihan, jika gerakan Sapuan – Dedy dikategorikan bermain cantik.
Masyarakat petani, nelayan, karyawan perusahaan, pedagang bahkan pemilih pemula mengakui jika Sapuan sosok yang layak untuk memimpin Mukomuko berikutnya. Karena mereka ingin, ada keseimbangan kebijakan dalam penerimaan pegawai di kabupaten dan juga pemerataan pembangunan. Selama ini banyak warga beranggapan, jatah pegawai monopoli di suatu daerah saja. Sementara warga yang ada di pelosok dan kurang mampu hingga tidak punya ling ke pemda sulit berkembang. Sehingga istilah masyarakat mudik, masih sering mereka dengar. Padahal semua warga di kabupaten ini punya kewajiban dan hak yang sama.   
Nasir Ahmad,S.Pi M.Si Ketua tim pemenangan Sapuan-Dedy mengatakan untuk gerakan politik memenangkan Sapuan-Dedy terus mereka lakukan. Namun memang mereka tidak mau gembor-gembor di lapangan mengenai apa yang dilakukan dan bagaimana arus dukungan yang datang. Sebab semua orang memiliki tak-tik politik masing-masing, untuk mendapat dukungan dari pemilih.
‘’Kalau soal dukungan yang ada di masyarakat, bisa dilihat oleh siapapun, silahkan nilai dengan objektif. Sebagai tim kami tidak akan umbar-umbar kekuatan, karena itu hanya menghabiskan energi. Kita mainkan tak-tik masing-masing untuk menang,’’ papar Nasir.
Mengenai rentetan tim pemenangan, ia mengakui sudah mulai terkondisikan seluruhnya. Juga ia mengklaim, tim pemenangan Sapuan tidak hanya koordinator kecamatan, desa atau kabupaten, tetapi ada relawan yang memebentuk tim sendiri. Selain itu ada tim keluarga dan tim rahasia yang diistilahkannya ‘’gerakan bawah tanah’’ yang keberadaanya hanya diketahui oleh calon dan dirinya selaku ketua tim. 
‘’Kita bermain di semua lini, setiap tim memainkan perannya masing-masing, dengan tetap ada koordinasi dengan ketua tim dan calon. Namun ini baru gerakan sementara, pada saatnya nanti, sesuai usulan masyarakat, akan ada gebrakan besar dari pasangan,’’ tuturnya.(**)

Berjuang untuk Pemekaran dan Membangun Mukomuko
//Jejak 10 Tahun Kepemimpinan Ichwan (1)
PADA 2013 atau 12 tahun lalu, Kabupaten Mukomuko resmi menjadi daerah otonom, setelah diputuskan berpisah dari Kabupaten Bengkulu Utara. Ditunjuk sebagai caretaker pertama, H. Amandeka Amir, hingga kemudian dilangsungkan Pilkada pada 2005. Sejak saat itulah masyarakat mempercayakan sosok Drs. H Ichwan Yunus, CPA,MM sebagai bupati dan bersambung pada Pilkada 2010. Sekarang tepatnya 15 Agustus lusa Ichwan harus menyerahkan kepemimpinan Mukomuko. Bagaimana Mukomuko sebelumnya dan mengapa Ichwan begitu diinginkan, berikut jejak singkatnya, bagian 1.

AMRIS TANJUNG – Radar Mukomuko

Dari cerita yang disimak, Ichwan Yunus yang dikenal dengan ‘’Putra si pandai besi’’ dalam riwayat hidupnya, bukan sekedar bupati bagi daerah ini. Ia adalah tokoh Mukomuko yang berjibaku dan mengorbankan pemikiran, tenaga dan hartanya untuk memperjuangkan pemekaran daerah ini, bersama pejuang pemekaran kabupaten lainnya. Bahkan ia berada pada posisi sangat penting, yaitu selaku tim pusat yang langsung melakukan lobi dengan pemerintah pusat maupun dewan.
Perjuangan keras Ichwan dan tim pemekaran lainnya, dengan niat yang sama untuk mencipatkan Mukomuko lebih baik melalui kebebasan mengurus daerah sendiri. Sebab sebelumya Mukomuko, tak dikenal, lantaran hanyalah bagian dari Bengkulu Utara. Cita-cita mereka tercapai, dengan keluarnya keputusan mendagri dan Mukomuko sah sebagai kabupaten. Walau sudah mekar, namun Mukomuko belum ada apa-apanya, sehingga akhirnya pada Pilkada 2005, Ichwan mencalonkan diri dengan didukung mayoritas masyarakat, ia dinobatkan sebagai bupati.
Saat itulah Ichwan mulai membenahi Mukomuko bersama wakilnya yang pertama Supardji,S.Pd. Berbagai gebrakan dalam pemerintahan ia lakukan, seperti melengkapi semua SKPD, mengusulkan dibentuknya instansi vertikal dan sebagainya. Satu-persatu bangunan pemerintah berdiri di Mukomuko, sebagai pusat pemerintahan, yang awalnya masih numpang di berbagai bangunan. Bersamaan pembenahan di tengah masyarakat terus ia geberkan, sehingga masyarakat mulai menikmati pemekaran.
Ichwan sukses menyatukan semua lapisan masyarakat dan menyamakan visi untuk membawa perubahan lebih baik bagi daerah ini. Masyarakat semakin yakin dan mengakui kinerja Ichwan. Pada Pilkada 2010, berpasangan dengan Choirul Huda,SH, 4 pasangan calon bupati lainnya harus mengakui kemenangangannya. Walau Sapuan sebagai salah satu calon terkuat saat itu, sudah melakukan perjuangan cukup maksimal.
‘’Ichwan saat itu sebagai tim pusat, untuk daerah kami yang melakukan berbagai persiapan dan langkah strategis. Peran Ichwan cukup besar, sebab saat itu kita di daerah ini sedikit kaku soal hubungan ke pusat,’’ kata salah seorang pejuang pemekran A. Katab.
Tokoh predisidium lainnya, Jalaluddin juga mengakui jika Ichwan saat itu berperan sebagai anggota penting di pusat. Dialah salah satu yang memfasilitasi pejuang dari daerah untuk berurusan ke pusat. Ia juga mengakui, jika Ichwan ikut menjadi donatur, bagi pejuang pemekaran lainnya.
‘’Memang Ichwan berperan penting di pusat, dia yang memfasilitasi tim dari daerah. juga ikut mendanai kebutuhan untuk pemekaran ini,’’ kata Jalal.
Apa yang sudah dilakukan Ichwan, selama menjabat bupati dan apa saja kelemahannya? Baca terus Radar Mukomuko edisi berikutnya.(**)