Tuesday, 18 August 2015

Toke Sawit Dukung Sapuan-Dedy


METRO – Arus dukungan kepada pasangan Calon Bupati Mukomuko, H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Dedy Kurniawan,S.Sos terus berdatangan. Termasuk para toke sawit mulai mengarahkan dukungannya kepada pasangan muda ini. Mereka yakin Sapuan mampu membawa para petani sawit di daerah ini lebih sejahtera, karena harga bisa dikendalikan dengan baik. Dasarnya Sapuan adalah seorang pengusaha dan juga membuka usaha perkebunan dan perdagangan sawit.
Toke sawit asal Desa Sungai Ipuh Kecamatan Selagan Raya, Zairin mengatakan sekarang Sapuan sebetulnya sudah bisa memperolah dukungan sekitar 60 persen di daeranya. Kemungkinan besar, setelah Sapuan masuk ke daerah ini, dukungan bisa lebih besar lagi. Ia sendiri selaku toke sawit mendukung Sapuan dan yakin bakal menang.
‘’Kita dukung Sapuan, untuk Selagan Raya kita optimis bisa menang di atas 80 persen, sekarang Sapuan belum masuk ke wilayah ini, tapi sudah menang,’’ katanya.
Lanjut, pria yang akrab disapa Ujang ini, Sapuan diketahui seorang pengusaha sukses, ia punya kemampuan dalam bidang ekonomi. Apalagi berkaitan dengan sawit, Sapuan pasti berusaha mengendalikan harga dipasar. Karena ia sendiri diketahui juga bergerak dalam usaha perkebunan dan jual beli sawit.
‘’Kita yakin kalau Sapuan jadi bupati, petani dan toke sawit akan sejahtera, karena ada kemungkinan harga bisa diperjuangkan. Kita tahu Sapuan juga pengusaha sawit,’’ tegasnya.
Sementara toke sawit asal Desa Sari Bulan Kecamatan Air Dikit, Alzari mengaku untuk saat ini belum ada pilihan khusus untuk calon bupati. Namun melihat kondisi di lapangan, Sapuan memang lebih diunggulkan, khusus untuk wilayahnya. Namun bagaimana kedepannya, ia belum tahu, sebab calon belum bergerak maksimal, termasuk Sapuan sendiri.
‘’Saya belum mendukung, tapi sekarang ini memang Sapuan lebih unggul, nampaknya pemilihan juga bakal dipengaruhi oleh dana calon,’’ tutupnya.(jar)

Sekda Bakal Jabat Plh Bupati
//Sudoto Belum Pasti Jabat Caretaker
METRO – Sampai kemarin, siapa yang bakal menjabat caretaker Mukomuko belum ada kepastiannya. Sudoto sendiri yang sempat diisukan sebagai kandidat kuat, masih ada kemungkinan batal. Pasalnya beberapa nama lain juga masih berpeluang, seperti Ismet Lakoni, Tarmizi dan Rusdi Bakar. Bisa jadi penetapan caretaker akan molor hingga beberapa hari kedepan. Jika demikian, maka ada peluang Sekda Syafkani,SP akan ditetapkan sebagai pelaksana harian (Plh) Bupati Mukomuko, hingga dilantiknya caretaker. Sebab masa jabatan bupati akan berakhir Pukul 00.00 15 Agustus hari ini. Sementara apapun alasannya, daerah tidak bolah terjadi kekosongan kepemimpinan.
Diminta keterangannya, Sekda mengaku belum tahu siapa yang bakal menjabat caretaker. Mengenai nama Sudoto, ia juga tidak bisa pastikan. Karena sampai kemarin, belum ada pemberitahuan dari provinsi. Terus kemungkinan besar dirinya bakal menjabat Plh bupati, Syafkani mengaku siap jika memang ditunjuk oleh provinsi. Bisa jadi Plh juga didatangkan dari provinsi atau ditunjuk pejabat di daerah.
‘’Kami belum mendapat pemberitahuan resmi soal nama caretaker, yang jelas kita hanya bisa menunggu. Isunya pak Sudoto, tapi belum ada pemberitahuan, bisa jadi lainnya. Untuk Plh kita juga menunggu dari provinsi, kalau memang saya ditunjuk, tentu harus siap,’’ tuturnya.
Waka I DPRD Mukomuko, Eri Zulhayat,SE,MH juga mengaku belum mendapat informasi pasti soal caretaker. Sudoto sendiri yang sempat diisukan, sampai saat ini belum ada penyampaian resmi. Jika memang hingga berakhirnya jabatan bupati, belum juga ada kepastian maka wajib ditentukan Plh. Sebab suatu daerah tidak boleh mengalami kekosongan jabatan pemimpin.
‘’Nama Sudoto baru berkembang di media, kalau SK kami belum melihatnya. Karena jabatan bupati akan berakhir, mau tidak mau ada Plh sebelum caretaker dilantik. Bisa jadi pelantikan caretaker masih lama lagi, daerah tetap harus ada bupatinya,’’ tegas Ery.
Mantan caretaker Mukomuko, Ir. Gafrie Zainuddin mengatakan belajar dari pengalamannya, kemungkinan besar pelantikan caretaker baru dilakukan sekitar 2 minggu kedepan. Informasi yang ia dapat, untuk Mukomuko belum ada nama pasti caretaker, walau Sudoto menguat. Untuk sementara, provinsi akan menunjuk Plh yang menjalankan pemerintahan di daerah ini.
‘’Kemungkinan sama dengan sebelumnya, sementara bupati dilaksanakan Plh, dalam hal ini biasanya sekda yang ditunjuk,’’ tutupnya.(jar)