Monday, 16 May 2016

Ini, Sungai di Mukomuko Yang Dikenal Dihuni Buaya

METRO – Meninggalnya Haris (30) warga Sumber Makmur Kecamatan Sungai Rumbai diduga diserang buaya, cukup menghebohkan dan menimbulkan rasa was-was warga lainnya saat beraktivitas di Sungai. Ini bukan pertamakalinya warga Mukomuko menjadi korban keganasan hewan ampibi sebangsa cicak ini. Dan memang pada dasarnya buaya-buaya ini terdapat di beberapa Sungai di Mukomuko dan sangat rawan terlibat konflik dengan masyarakat.
Reptil ini biasanya berada di wilayah berdekatan dengan muara, berikut beberapa lokasi buaya di Mukomuko. Pertama di kawasan muara Sungai Teramang Besar dan Teramang Kecil di Kecamatan Teramang Jaya. Keberadaan buaya di wilayah ini bukan hal yang mengherankan lagi, bahkan setiap hari warga bisa menyaksikannya. Konflik terakhir warga dengan buaya di Teramang Jaya terjadi sekitar awal 2014 lalu, dimana salah seorang warga diterkam buaya saat sedang nyuci di Sungai Selagan Kecil, beruntung korban selamat. Setelah kejadian itu, mantan calon bupati Mukomuko, Sapuan,SE,Ak,MM,CA langsung membuat pagar pengaman berupa pagar besi yang membatasi tepian mandi warga.
Selanjutnya di Sungai Retak yang melintasi Desa Retak Ilir, beberapa waktu lalu warga sempat kesal, karena ternak mereka kerap dimangsa oleh buaya. Juga warga kerap menyaksikan buaya memangsa kera yang bermain di sekitar Sungai. Kemudian Sungai Air Manjuto yang milintasi Lubuk Sanai dan desa-desa lainnya. Beberapa waktu lalu, warga sekitar sempat panik oleh penampakan buaya di dalam sungai ini beberapa kali. Kemudian buaya juga kabarnya pernah terlihat di Sungai Selagan yang melintasi Kota Mukomuko, tempatnya di wilayah Tanah rekah dan Pondok Batu, sehingga penyelam lokan kerap was-was. Berikutnya di wilayah muara Air Hitam Pondok Suguh yang diketahui berdampingan dengan Sungai Gegas tempat korban diterkam buaya beberapa hari lalu. Juga di Air Bikuk Pondok Suguh, isunya warga juga pernah melihat buaya muncul di sungai yang bermuara ke Air Teramang ini. Juga ada beberapa lokasi lain yang diisukan pernah dihuni buaya, salah satunya Danau Nibung Mukomuko.
Camat Sungai Rumbai, Darmadi mengatakan untuk Sungai Gegas tempat korban Haris yang meninggal diterkam buaya dua hari lalu, sebelumnya tidak pernah ada yang melihat buaya. Namun diakuinya sungai ini berdekatan dengan muara Air Hitam dan Sungai Retak yang memang banyak dihuni oleh buaya. Yang jelas warga harus hati-hati, buaya atau binatang lainnya bisa saja ada di sungai manapun.
‘’Mungkin dari dulu Sungai gegas ini ada buaya, tapi warga jarang kesana sebab kondisinya semak. Namun belakangan ini menjadi terang lantaran digarap warga untuk perkebunan, akhirnya buaya ini banyak berada di air,’’ ungkapnya.
Salah seorang tokoh pemuda, Munawir meminta BKSD segera turun untuk mengevakuasi buaya yang mengganas hingga menelan korban. Jangan sampai ada korban lain yang berjatuhan. Saat ini Sungai merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat.
‘’BKSD harus bertindak, jangan alasan menunggu laporan dan sebagainya, apalagi terus menyalahkan warga. Informasi dari media sudah cukup membuat mereka mengambil tindakan,’’ paparnya.
Bupati Mukomuko, Choirul Huda,SH juga pernah menyatakan bahwa keberadaan buaya di Mukomuko cukup banyak. Ia pernah menemukan buaya di berbagai tempat saat menjabat Danramil Mukomuko, termasuk di Danau Nibung menurutnya pernah ada penampakan buaya. Ia minta masyarakat hati-hati, kalau memang kawasan terbut dikenal ada buayanya, sebaiknya kurangi aktivitas. Ia juga minta jangan ada tindakan sepihak memburu buaya, karena termasuk binatang yang dilindungi.
‘’Buaya itu sejak lama sudah ada di berbagai sungai, saya saat menjabat Danramil menemukan buaya diberbagai tempat, termasuk di Danau Nibung dan Air Manjuto,’’ tutupnya.(jar)