Wednesday, 18 May 2016

Ada Ratusan, BKSDA Bingung Cari Buaya yang Bersalah


Pasang Perangkap di Lokasi Kejadian
SUNGAI RUMBAI – Kemarin dilangsungkan rapat yang dihadiri unsur Tripika Kecamatan Sungai Rumbai dengan pemerintah 3 desa dan pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu. Intinya membahas persoalan buaya yang sudah menewaskan satu warga Desa Sumber Makmur bernama Aris (30) beberapa hari lalu. Dimana tindaklanjutnya BKSDA melakukan upaya penangkapan terhadap buaya yang sudah menyerang warga tersebut dengan memasang perangkap.
Namun pekerjaan ini dipastikan tidak mudah. Disekitar lokasi yaitu Sungai Gegas yang berdampingan dengan Air Hitam dan Sungai Retak ini ditemukan ada ratusan ekor buaya, sehingga tim BKSDA kebingungan mencari buaya yang menewaskan warga tersebut. Biasanya buaya yang sudah melakukan penyerangan satu kali pada warga akan ketagihan dan bisa menjatuhkan korban baru. Terkait dengan banyaknya buaya lain, diperkirakan tidak akan menyerang warga, jika tidak diganggu atau sengaja didekati.
Camat Sungai Rumbai, Darmadi,S.Pd menerangkan rapat beberapa waktu lalu dihadiri oleh pihak Polsek, kepala BKSDA Provinsi Bengkulu. Sementara dari desa, yaitu pemerintah Desa Sumber Makmur, Gading Jaya dan Talang Gading. Pada saat itu, pemerintah kecamatan dan warga meminta BKSDA segera menangkap buaya tersebut. Permintaan ini langsung ditanggapi dengan melakukan pemasangan perangkap, mungkin malam nanti (malam tadi red) langsung dicek, apakah terperangkap atau belum. Memang sekarang petugas bingung menentukan buaya yang sudah menyerang warga, sebab jumlah buaya ini sangat banyak, ada ratusan. Mustahil pula dilakukan penangkapan terhadap semua buaya ini.
‘’Namun kendalanya saat ini BKSDA dan tim bingung, sebab di sekitar lokasi ada ratusan ekor biaya, sehingga sulit mencari buaya mana yang salah. Informasi dari BKSDA buaya yang sudah menyerang warga satu kali akan berkeinginan menyerang warga lagi,’’ ungkapnya.
Kemudian mereka meminta BKDSA menyetujui dilakukan pengerukan alur sungai yang tertutup. Sebab selama ini air dari sungai ini meluber ke perkebunan warga, sehingga buaya ini bisa berkeliaran dimana-mana. Tidak menutup kemungkinan kedepan, bisa jadi warga sedang di kebun bisa diserang oleh buaya ini. Apalagi hasil pengecekan di lokasi secara bersama, ternyata di kawasan ini buaya sudah berkembang biak, jumlahnya ada ratusan ekor dan sebagian berukuran cukup besar.
‘’Warga juga minta BKSDA menyetujui pengerukan alur sungai, sebab selama ini asal hujan air meluber ke lahan warga karena tertutup. Saat air dimana-mana dalam kebun, buaya bisa berkeliaran dimana-mana, bisa saja jatuh korban lagi,’’ tuturnya.
Sekedar mengingatkan, Kamis (12/5) lalu, Haris (30) menemukan ajalnya setelah diduga diterkam buaya di Sungai Gegas Desa Sumber Makmur Kecamatan Sungai Rumbai. Saat kejadian, korban tengah menjaring ikan bersama rekannya. Haris sempat hilang beberapa jam, sebelum ditemukan oleh warga. Dimana saat ditemukan, di dada korban dan bagian lainnya terdapat lukas bekas gigitan dan cakaran buaya.(jar)