Sunday, 27 March 2016

Radar Mukomuko Buka Rubrik ‘’Jurnalis’’ Sekolah


METRO – Kabar bagi pelajar, mahasiswa, guru di Kabupaten Mukomuko. Mulai sekarang Radar Mukomuko akan membuka halaman khusus dengan nama ‘’Rubrik Jurnalis Sekolah’’. Dimana para siswa, mahasiswa dan guru dapat mengirim berbagai tulisan ke Radar Mukomuko melalui Email : redaksi21@yahoo.co.id. Juga bisa diantar langsung ke redaksi Radar Mukomuko lantai 1 graha pena Radar Mukomuko di Kelurahan Bandaratu, Kecamatan Kota Mukomuko, menggunakpan salinan flashdisk dalam format word atau plain text, bisa disertai foto penulis atau objek yang ditulis.
Tulisan yang dimaksud dalam hal ini, bisa berupa opini, berita siswa, puisi atau cerpen yang menyangkut dengan pendidikan. Juga dapat berupa tulisan atau rubrik lain menyangkut dengan gaya atau kegiatan siswa. Perlu diingat tulisan harus tetap menggunakan kode etik penulisan, dilarang tulisan yang bersifat menghujat, kata-kata kotor, bernuansa pornografi dan lainnya. Setiap 3 bulan sekali, tim Radar Mukomuko bersama dengan dinas pendidikan dan pemerintah daerah akan memilih 4 tulisan terbaik. Mereka yang terpilih berhak mendapatkan total beasiswa Rp 1 juta rupiah atau Rp 250 ribu per orang.
Pimpinan redaksi Radar Mukomuko, Amris Tanjung menjelaskan halaman ini khusus memuat tulisan dan gambar yang dikirim para ‘’wartawan’’ dunia pendidikan. Mudah-mudahan berguna bagi para siswa, guru maupun mahasiswa untuk melatih diri dalam menulis dan berpikir. Tahap awal sifatnya masih percobaan, kedepannya akan dikoordinasikan dengan pihak terkait. Jika memang diminati, bermanfaat maka bisa saja dimaksimalkan lagi.
‘’Bagi yang punya jiwa jurnalis, hobi menulis dan punya puisi dan catatan lain yang menarik silahkan kirim ke Radar Mukomuko. Upayakan tulisan yang dikirim menarik dan punya nilai untuk dunia pendidikan,’’ ungkapnya.
General Manager (GM) Radar Mukomuko, A. Kartubi juga menyampaikan program ini dalam rangka menjaring karya tulis siswa, mahasiswa atau guru. Mungkin contohnya guru ingin menulis sesuatu tentang pesan atau kesan pada murid-murid, atau sebaliknya. Mengenai tulisan atau karya yang disampaikan, nanti akan dicek kelayakannya oleh pihak redaksi, jangan sampai ada yang sifatnya mencela, mengandung unsur pornografi dan sebagainya. Penilaian dilakukan sistim poin, semakin baik tulisannya dan sering dikirimkan, maka poinnya makin tinggi.
‘’Kita memberi ruang bagi yang hobi menulis dan punya jiwa jurnalis, seperti pelajar, ketimbang melakukan hal yang tidak bermanfaat, ada baiknya belajar menulis,’’ tutupnya.(jar)


Poto Studi lapangan salah satu sekolah ke Graha Pena Radar Mukomuko