Tuesday, 29 March 2016

Danau Nibung Mulai Dilirik Wisatawan

METRO – Seiring dengan rencana pemerintah untuk menyulap danau nibung menjadi kawasan wisata unggulan, pengunjung mulai ramai. Hampir setiap hari libur, danau nibung yang masih berada dalam kawasan kota kabupaten ini ramai didatangi, terutama saat sore hari. Seperti Sabtu dan Minggu kemarin, tampak puluhan warga menikmati keindahan danau dengan luas hampir 12 ha dan memiliki 7 teluk ini.
Para pengunjung yang terdiri dari warga Mukomuko dan dari luar daerah ini mengaku takjub dengan keindahan danau yang dikelilingi oleh pepohonan yang masih asri. Apalagi air danau terlihat begitu bersih dan tenang. Para pengunjung tidak henti-hentinya mengabadikan keindahan danau ini melalui kemeranya. Menariknya lagi, tidak sedikit pula warga yang datang sambil bersantai membawa pancing. Melihat antusiasme warga ini, sangat mungkin jika kawasan tersebut dikelola oleh pemerintah, akan menjadi objek wisata kenamaan dan mendatangkan PAD bagi daerah, juga jadi lumbung ekonomi warga Mukomuko.
Salah seorang pengunjung, Jalal mengatakan, ia menemani sanaknya yang datang dari luar daerah, kebetulan ingin melihat keindahan danau nibung. Belakangan ini setiap orang yang datang ke Mukomuko menjadi penasaran. Mereka mengetahui dari media tentang keberadaan danau yang indah ini dan punya banyak cerita unik. Mereka sangat salut, bahwa cerita tentang danau ini benar-benar nyata, seperti kondisi air danau yang jernih, tidak terlihat ada dedaunan atau ranting yang mengapung, padahal danau di kelilingi oleh hutan lebat.
‘’Ada keluarga dari luar daerah, kebetulan sedang liburan ke Mukomuko. Mereka ingin melihat keindahan danau ini, sebab kalau menurut ceritanya danau nibung cukup unik. Memang faktanya demikian, kita bisa lihat sendiri begitu menggiurnya pemandangan di danau ini,’’ ungkapnya.
Jalal juga yakin, jika danau ini dibenahi dengan baik maka bisa menjadi tujuan wisata sangat menarik. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat danau ini menjadi luar bisa dan itu tidak terlalu sulit. Yang perlu dilalukan hanya menambahkan fasilitas bagi pengunjung, seperti perahu bersama petugas pengamannya, agar warga bisa mengarungi sungai. Kemudian membuat tempat santai di setiap teluk danau disertai jalan yang dapat dilalui pengunjung untuk keliling. Kemudian membuat fasilitas beberapa jenis olah raga di sekitar danau atau di dalam danau ini. Tahap awal mungkin cukup itu saja, maka kawasan ini sudah sangat menarik minat pengunjung. Kedepannya jika memang ada dana, mungkin bisa buat jembatan layang di atas danau.
‘’Kalau soal keindahan danau dan sekitarnya memang sudah indah, sekarang tinggal bangun fasilitasnya saja. Dalam kondisi seadanya seperti saat ini warga sudah ramai datang, apalagi danau ini kita buat sedemikian rupa,’’ tutupnya.(jar)

Miris! Rawat Pasien, Andalkan Cahaya Senter
//Listrik Mati di Puskesmas Teramang Jaya
TERAMANG JAYA – Sangat miris, sebagai pelayan rawat inap, Puskesmas Teramang Jaya belum memiliki fasilitas yang memadai. Seperti malam kemarin, saat listrik PLN di wilayah tersebut mati. Petugas Puskesmas terpaksa melakukan penanganan pasien korban kecelakaan dengan hanya mengandalkan cahaya Senter. Begitupun pasien rawat inap lain di puskesmas ini, harus rela gelap-gelapan. Ini dampak dari belum tersedianya mesin Genset sebagai pengganti saat lampu listrik padam.
Salah seorang tokoh pemuda, Siswardi mengakui malam kemarin terjadi kecelakaan di wilayah tersebut. Pasien yang kondisinya cukup parah dibawa ke puskesmas ini. Sedihnya puskesmas tampak gelap karena memang listrik di Teramang Jaya sejak dulu paling sering padam. Akhirnya petugas terpaksa menangani pasien darurat ini hanya menggunakan penerang berupa senter. Ia melihat fakta ini tak ubahnya seperti zaman Mukomuko masih berada dibawah Kabupaten Bengkulu Utara.
‘’Sangat menyedihkan dan kadang bisa membuat emosi, bayangkan pasien kecelakaan tidak sadarkan diri di rawat hanya mengandalkan cahaya senter. Padahal ini puskesmas rawat ini dan terbilang cukup sibuk,’’ kata Siswardi.
Kedepan ini harus menjadi perhatian pemerintah, terkhusus dalam hal ini anggota dewan dan dinas kesehatan (Dinskes). Sangat mustahil untuk pengadaan mesin genset di puskemas saja tidak ada anggaran lebih, sementara banyak anggaran lain yang tidak terlalu penting malah diadakan. Seperti dana dinas luas pejabat dan dewan, dikurangi saja untuk beli mesin genset. Selain itu masih banyak kekurangan fasilitas lain di hampir sebagian besar puskesmas juga perlu menjadi perhatian. Pasalnya Puskesmas merupakan tujuan awal masyarakat untuk berobat. Bagi desa yang jauh, berobat di rubah sakit anggarannya besar, terutama untuk ongkos pulang pergi dan biaya makan minum dan sebagainya.
‘’Kami masyarakat meminta dewan dan dinas perhatikan kebutuhan di puskesmas, sebaiknya fasilitasnya di lengkapi. Puskemas menjadi andalan warga di desa untuk berobat, selagi bisa mereka enggaran ke rumah sakit, karena jaraknya jauh, tentu butuh biaya besar,’’ tuturnya.
Anggota DPRD Mukomuko, Ir. Zulfani membenarkan bahwa di Puskesmas Teramang Jaya belum ada mesin genset. Ini dampaknya pasien dan petugas kelabakan. Seperti malam kemarin, ada 2 kasus kecelakaan dengan lima orang korban masuk bersamaan di puskesmas ini, sementara listrik mati. Akhirnya dikter hanya andalkan senter untuk merawat pasien, karena kondisi tidak memungkinkan, dua orang pasien terpaksa di rujuk. Ia minta pihak Dinkes segera menyiapkan mesin genset di semua puskesmas, terutama puskesmas inap.
‘’Semestinya dinas dari awal sudah antisipasi hal seperti ini, masa merawat pasien gunakan senter saja untuk menerang, takutnya salah pilih obat atau salah sasaran,’’ tutupnya.(jar)