Tuesday, 28 July 2015

Sapuan-Dedy Sepktakuler


//Armada Massa SPN-Dedy Padati Jalan Raya
METRO – Spektakuler, itulah sebutan yang layak atas gebrakan pasangan calon Bupati Mukomuko, H.Sapuan,SE,Ak,MM,CA dan Dedy Kurniawan,S.Sos kala mendaftar ke KPU Mukomuko. Ratusan mobil yang mengangkut ribuan massa pasangan ini kuasai jalan raya. Sehingga membentuk parkiran dadakan sepanjang 1 kilometer lebih kurang atau dari Polres lama hingga mendekati lampu merah depan Rumdin Bupati. Sapuan dan Dedy bercengger di sebuah mobil mewah B 574 SPN berlogo garuda RI. Ini membuktikan jika Sapuan Dedy sudah siap bertarung. Mereka diusung oleh 6 kursi dewan, masing-masing PKB 3 kursi, PKS 2 kursi dan PDI Perjuangan 1 kursi. Saat tiba di KPU, Sapuan yang akrab disapa SPN ini disambut dengan tari randai.
Kabarnya, massa Sapuan-Dedy berasal dari seluruh kecamatan dan desa, bahkan beberapa pengusaha sawit rela menunda bisnisnya demi mengerahkan kendaraan angkutan untuk mengantar Sapuan-Dedy ke KPU. Kendaraan dari masing-masing daerah bergabung di pantai abrasi, baru selanjutnya konvoi menuju KPU. Sapuan - Dedy dan partai pengusungnya sebelum ke KPU sempat mengadakan pertemuan dengan partai pengusungnya. 
Informasi yang dihimpun, sesuai rencananya massa penggiring pasangan sekitar 300 unit mobil, dengan jumlah sekitar 3.000 orang asal 151 desa dan kelurahan dari 15 kecamatan. Fakta di lapangan, banyak kendaraan yang berdatangan di luar koordinir panitia. Mereka adalah kader partai, relawan, simpatisan serta keluarga besar kedua pasangan ini, yang rela meluangkan waktu dan tenaga untuk mengantarkan pasangan.
Ketua Tim Pemenangan Pasangan Cabup dan Cawabup Sapuan-Dedy, Nasir Ahmad, S.Pi, M.Si menyampaikan, rencana pendaftaran Sapuan-Dedy ke KPU dilaksanakan dengan sederhana mungkin. Namun diluar dugaan, banyak massa yang ingin berangkat untuk secara bersama-sama mengantarkan pasangan ini ke KPU. Menurutnya, mereka yang hadir dan mengantarkan pasangan calon, berasal dari warga tiga daerah pemilihan.
‘’Prosesi mengantarkan pasangan calon ke KPU hanya sederhana saja. Dari data yang dikoordinir panitia, sekitar tiga ribuan orang relawan dan simpatisan dan ditambah sejumlah tim keluarga. Namun juga banyak massa yang berdatangan dan ikut secara bersama-sama mengantarkan pasangan ini ke KPU. Selain itu, pasangan juga di sambut dengan gamelan dan tarian randai yang merupakan kesenian daerah,’’ kata Nasir.
Sapuan, ketika dikonfirmasi membenarkan rencana pengantaran berkas pencalonan bersama parpol pengusung dilaksanakan dengan sederhana. Tetapi dengan semangat gotong royong dari tim, relawan dan simpatisan, mereka bersedia untuk secara bersama-sama mengantarkan proses pendaftaran. Ia mengakui, lebih kurang tiga ratusan kendaraan jenis mobil dan sejumlah roda dua ikut serta mengantarkan perjalanan menuju KPU.
‘’Sebenarnya kita ingin sesederhana mungkin, tetapi semangat kegotong royong tim-tim, sehingga mereka tak bisa dilarang dan ikut serta secara bersama ke KPU,’’ ujarnya.
Pasangan Sapuan-Dedy optimis dalam proses pencalonan ini bisa berjalan lancar dan sukses hingga ke proses pemilihan mendatang. Menurut Sapuan, sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan PKPU nomor 9 akan dapat dipenuhi.
‘’Saat ini kita masih menunggu proses pendaftaran, termasuk verifikasi berkas. Insyaallah sesuai yang syarat yang telah ditetapkan akan terpenuhi. Begitu syarat parpol pengusung, syukur alhamdulillah telah kita miliki,’’ paparnya.
Setelah proses pendaftaran ini berjalan, ia masih menunggu tahapan selanjutnya sesuai dengan petunjuk KPU. Mungkin saja, selanjutnya akan mengikuti proses pemeriksaan kesehatan di Bengkulu.
‘’Kami masih menunggu petunjuk KPU, setelah proses pendaftaran ini selesai. Mungkin tahap berikutnya cek kesehatan,’’ tandasnya.
Disisi lain, berkaitan dengan pencalonan Dedy Kurniawan yang merupakan anggota DPRD Mukomuko aktif harus mengikuti aturan yang berlaku, mundur dari jabatannya. Menurut Dedy, kesiapan pencalonan ini harus siap dengan segala konsekuensi sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Ia mengakui, mekanisme pengunduran diri akan segera diproses.
‘’Kalau bisa secepatnya pengunduran diri akan diproses sesuai dengan mekanisme yang ada. Dengan pencalonan ini, saatnya berjuang untuk Kabupaten Mukomuko ke arah yang lebih baik lagi,’’ imbuhnya.
Sebagai kader PDIP, Dedy akan berpihak kepada wong cilik, sesuai dengan amanat Bung Karno. Dengan demikian, ia yakin dengan dasar semangat gotong royong relawan dan simpatisan.
‘’Untuk pertimbangan menang, kami kombinasi antara putra daerah dengan eks transmigrasi. Inysaallah dalam pertarungan politik ini yakin menang,’’ demikian Dedy.(nek)

Dedy Mundur, Perwakilan Prempuan di DPRD Nambah
POLITIK RM – Karena memilih mendampingi Sapuan,SE,Ak,MM,CA sebagai wakil bupati, Dedy Kurniawan,S.Sos anggota DPRD Mukomuko harus mengundurkan diri. Mundurnya Dedy berkah bagi perempuan Mukomuko, karena bakal calon penggantinya adalah sosok ‘’Sri Kandi’’ atau perempuan atas nama Wasri caleg nomor urut 3. Ia menggantikan Dedy secara otomatis, sebab suaranya hampir 5 ratus dibawah Dedy.
Ditemui saat menghadiri pendaftaran Sapuan – Dedy ke KPU kemarin, Wasri mengaku sudah siap duduk di DPRD Mukomuko sebagai perwakilan dapil 2 dari PDI Perjuangan. Ia juga mengakui pada pemilihan lalu berada pada urut 3 dan berhasil memperoleh suara empat ratus lebih. Dedy yang terpilih saat itu memperoleh dukungan mencapai 2300 suara.
‘’Karena mandat dari rakyat dan partai tentu kita harus siap menjadi wakil rakyat. Dedy diutus partai untuk menjadi wakil bupati,’’ katanya.
Lanjutnya, untuk persiapan meggantikan  Dedy di dewan tidak ada yang ia lakukan. Untuk saat ini konsentrasi dirinya bersama kader PDI Perjuangan lainnya, adalah memenangkan pasangan Sapuan-Dedy sebagai Bupati Mukomuko. Yang jelas, ia sudah siap menjalankan tugasnya di dewan  bersama anggota dewan lainnya.
‘’Kita menangkan mas Dedy dan pak Sapuan dulu, untuk persiapan ke dewan belum ada, yang jelas karena  ini tugas, kita tentu wajib laksanakan,’’ tegasnya.
Mantan ketua DPC PDI Perjuangan Mukomuko, I Wayan Adnyana juga mengakui sesuai dengan aturan pilleg, maka secara otomatis Wasri akan menggantikan Dedy. Namun itu berlaku, jika yang bersangkutan tidak mengundurkan diri dari partai sebelumnya. Pemilihan dewan menggunakan sistem suara terbanyak, bukan nomor urut.
‘’Ya, kemungkinan Wasri yang akan duduk, ini sesuai aturan pemilihan, entah ada perubahan dan alasan lain dari partai,’’ tutupnya.(jar)