Wednesday, 29 July 2015

3 Cabup Mulai Adu Kekuatan


Hamdani : Kader Partai dan Media Massa Penting

METRO – Adu kekuatan tiga pasangan calon bupati dan wakil Bupati Mukomuko dimulai. Ini dibuktikan dengan aksi masing-masing saat menyerahkan berkas dan mendaftar ke KPU Mukomuko. Dibuka oleh pasangan Ir.Wismen A Razak,M.Si – H.Bambang Apriadi,S.Pt yang menghadirkan ribuan massa saat deklarasi di lapangan SP1 Penarik dan dihibur artis serta arak-arakan kendaraan ke KPU. Kemarin lusa pasangan Sapuan,SE,Ak,MM,CA - Dedy Kurniawan,S.Sos dan pasangan Choirul Huda,SH – Haidir,S.IP yang unjuk gigi. Pendaftaran mereka ke KPU, menyebab beberapa titik jalibar, di kota Mukomuko macet oleh arak-arakan kendaraan pendukung keduanya. Fakta ini tentu membuat publik sulit memprediksi siapa terkuat dan terbesar dukungannya. Yang jelas, diperkirakan persaingan politik ketiganya layak untuk diikuti hingga babak akhir.
Terkait dengan hal ini, salah seorang tokoh Mukomuko H.Hamdani Makir,SH,M.Hum mengakui jika kekuatan tiga kandidat ini belum bisa diprediksi dengan pasti. Banyak faktor yang bakal mempengaruhi hasil akhirnya kelak. Pertama keseriusan kader partai pengusungnya untuk memenangkan calon. Jika dukungan terpecah atau pengurus dan kader partai pengusung tidak bekerja maksimal, maka calon harus siap-siap kalah. Kedua kemampuan mengembangkan opini di media massa. Berkaca dari pemilihan di berbagai tingkatan, pengaruh opini pemberitaan di media cukup besar, jauh lebih berpengaruh ketimbang baliho dan alat peraga lainnya. Ketiga dipengaruhi oleh kinerja tim pemenangan, terutama korlap, korcam dan kordes. Memilih tim harus pintar, jangan orang yang punya segudang kecacatan dimata masyarakat. Berikutnya sosok pasangan calon itu sendiri. Dan penentu bekerja atau tidaknya sektor-sektor tersebut adalah anggaran atau dana yang dikantongi calon.
‘’Banyak uang, kalau managemen dalam penggunaannya tidak tepat, maka hasilnya juga tidak baik, tanpa dana cukup apa lagi. Karena menggerakkan orang partai, tim di lapangan dan termasuk kampanye di media massa butuh dana. Zaman sekarang sulit mencari yang mau berkorban begitu saja,’’ paparnya.
Untuk kekuatan pengaruh politik, tiga pasangan calon ini, Hamdani makir menilai hampir berimbang. Juga menurutnya keramaian massa saat acara dan arak-arakan kendaraan di jalan raya tidak begitu menetukan. Bisa jadi yang datang orang yang sama, saat acara calon berbeda. Masyarakat jelas senang ikut-ikutan saat ada artis dan ada keramaian lainnya.
‘’Kalau secara kekuatan saya rasa imbang ke tiganya, kekuatan massa sekarang tidak bisa jadi ukuran lurus kedepan. Posisi sebenarnya akan tampak saat mendekati pemilihan dan pastinya setelah pemilihan,’’ kata Hamdani.(jar)


KPU Balikkan Berkas Golkar dan PPP
//Dukungan Wismen Tetap Mayoritas
METRO – Kabarnya berkas pendaftaran Partai Golkar dan PPP yang mengajukan pasangan Ir. Wismen A Razak dan H.Bambang Apriadi,S.Pt dikembalikan oleh KPU. Alasannya rekomendasikan dukungan partai yang memiliki dua kepengurusan ini hanya sepihak kepada Wismen, yaitu dari kubu Agung. Dan memang kenyataannya, saat Wismen-Bambang mendaftar tidak tampak, pengurus DPD 2 Golkar kubu Aburizal Bakrie, malah mereka tampak muncul saat pendaftaran Huda-Haidir. Namun demikian tidak berpengaruh terhadap calon, bahwan Wismen masih menjadi pemilik dukungan partai mayoritas.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag membenarkan jika pihaknya sudah mengembalikan berkas Golkar dan PPP. Sebelum melakukan itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan KPU di daerah lain, seluruhnya hampir sama se Indonesia, jika rekomendasi dukungan hanya dari satu pihak. Dalam peraturan KPU (PKPU) juga dikatakan, pendaftaran calon harus disetujui bersama dengan menyampaikan rekomendasi yang masing-masnig ditandatangi ketua umum dan sekjen kedua belah pihak/kubu. Kalau hanya satu rekomendasi yang hanya ditandatangi satu kubu/pihak atau nama calon yang diajukan berbeda, maka pendaftaran calon tersebut tidak dapat diterima atau gugur.
 ‘’Ini sama se Indonesia, bukan kita saja. Mengenai dualisme pengurus parpol ini kami tidak mau komentar, yang jelas kita lakukan sesuai ketentuan KPU pusat,’’ paparnya.
Komisioner KPU lainnya, Syofia Diana,SE juga mengakui pengembalian berkas pendaftaran calon ini. Sebelumnya mereka sudah sampaikan kepada calon dan pihak Golkar juga PPP. Bisa mendaftar kembali nanti atau mendaftar tanpa rekomendasi dari dua partai. Calon tetap langsung mendaftar, karena memang syarat dukungannya masih cukup bahkan melebihi syarat.
‘’Kita tetap menunggu ketetapan pastinya dari pusat, koordinasi terus dilakukan dengan KPU provinsi dan daerah lainnya. Kalau dinyatan bisa kita terima lagi,’’ terangnya.
Ketua DPD PPP Mukomuko, Masripani Maas,SH mengakui kabar ini. Persoalan tersebut sudah mereka laporkan ke DPP. Jawaban dari DPP PPP sendiri cukup singkat dan jelas. Masalah ini bukan urusan DPD, melainkan sudah menjadi urusan pusat. Namun walau demikian, PPP Mukomuko tetap komit dan siap berjuang maksimal untuk memenangkan Wismen-Bambang sebagai bupati.
‘’Ini sudah menjadi urusan pusat, memang bukan di Mukomuko saja tetapi nasional. Apapun itu kita tetap komit dukungan Wismen-Bambang. Kita tidak akan persoalkan penolakan oleh KPU Mukomuko,’’ tutupnya.(jar)


Setelah Calon Tetap, Kampanye Dibiayai KPU

//Seluruh Spanduk dan Baliho Dibersihkan
METRO – Pada 24 Agustus bakal calon bupati dan wakil bupati yang dinyatakan lulus administrasi dan tes kesehatan dinyatakan sebagai calon tetap. Bersamaan dengan itu, kegiatan kampanye calon dikendalikan oleh KPU. Khusus alat peraga berupa baliho, spanduk dan iklan dikoran diatur dan dibiayai oleh KPU sepenuhnya. Bersamaan seluruh alat peraga calon yang sudah terpasang, berupa spanduk, baliho serta peraga lainnya akan dibersihkan.
Disampaikan oleh ketua KPU Mukomuko, Dawud,S.Ag setelah calon tetap, maka calon diatur oleh undang-undang dan PKPU sepenuhnya. Berdasarkan PKPU, bahwa pembuatan baliho, spanduk dan iklan dimedia diatur dan dibiayai oleh KPU. Untuk desain kata-katanya dan slogan yang ingin dimuatkan dalam baliho atau spanduk dari calon. Jumlah alat peraga juga terbatas, khusus baliho hanya 5 unit per calon.
‘’Kandidat dilarang membuat spanduk atau baliho sendiri, yang boleh terpasang hanya yang dibuat dan dibiayai KPU. Akan dipasang tiga hari setelah penetapan calon,’’ papar Dawud.
Lanjutnya, sekarang para calon sedang melakukan tes kesehatan dan memenuhi persyaratan lain yang belum lengkap. Hasil tes kesehatan menentukan, calon lulus atau tidak. Setelah itu dilakukan verifikasi seluruhnya, baru ditetapkan sebagai calon.
‘’Tahapannya masih panjang, kemungkinan calon hanya tiga pasang saja, bisa jadi berkurang jika ada yang tidak lolos administrasi atau tes kesehatan dan kejiwaan,’’ papar Dawud.
Salah seorang anggota Panwaslu Mukomuko, Deny Setiabudi,SH mengatakan untuk pengawasan mulai dilakukan, terutama terhadap penyelenggara. Berlakunya sanksi jika terjadi pelanggaran, setelah penetapan. Sekarang baru sebatas pengawasan dasar bagi pasangan, PNS yang berpolitik dan pelanggaran lain.
‘’Kalau sudah calon tetap dasar kita jelas, semua peraga harus tertib sesuai ketentuan,’’ tutupnya.(jar)