Monday, 6 July 2015

Relawan Ichwan ke PTUN


//Tidak Diloloskan KPU
METRO – Tim relawan Ichwan Yunus For Gubernur, tampaknya belum juga menyerah, untuk memastikan jagoannya bersaing pada Pilgub kelak. Setelah dua kali ditolak oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU), relawan Ichwan akan bawa persoalan ini ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negar (PT TUN) di Medan. Alasannya mereka menduga banyak kejanggalan dalam proses penghitungan dan penetapan TMS calon independen Ichwan-Rachmad.
Ketua tim relawan Ichwan for Gubernur, Asra, S.Sos.I membenarkan rencana ini. Hari ini mereka akan langsung menuju PTUN untuk menyampaikan gugatan atas keputusan KPU.
‘’Kita melakukan gugatan ini, karena menganggap bahwa hasil dari keputusan KPU tersebut masih banyak kejanggalan. Maka dari itu, kami akan melakukan gugatan besok pagi di Medan,’’ kata Asra.
Asra mengaku mereka tidak puas dan sangat menyayangngkan atas beberapa kejanggalan yang dilakukan oleh KPU Provinsi Bengkulu. Seperti salahsatunya, adanya ribuan dukungan dari Ichwan Yunus yang hilang dan tidak dihitung oleh KPUD Provinsi Bengkulu.
‘’Ada suara hilang sebanyak 17.000 ribu di 3 Kabupaten (Rejang Lebong, Bengkulu Utara dan Kota Bengkulu) yang tidak bisa di jelaskan oleh KPUD Provinsi Bengkulu,’’ jelas Asra.
Asra juga menegaskan, atas kejanggalan tersebutlah, tim pendamping kami tidak melakukan tandatangan terhadap dukungan yang tidak dihitung itu.
‘’Tetapi anehnya pihak KPU tetap melakukan Pleno terhadap verifikasi tersebut,’’ tegasnya.
Untuk diketui pada waktu sebelumnya, hasil atau jumlah dari suara Ichwan Yunus dan Rachmad Elfi hanya mencapai 166.000 suara. Padahal jumlah suara yang diperlukan yakni harus mencapai 192.000 suara.
‘’Salah satukejanggalana lagi, yakni ketika diketahui jumlah sebelumnya yang mencapai 174.000 suara, namun berubah akhirnya menjadi 166.000 suara,’’ tutup Asra. (kei)

Dukungan terus mengalir ke sultan
//Keluarga soeprapto dukung penuh sultan
BENGKULU RM – Makin hari dukungan politik terhadap Sultan B. Najamudin sebagai calon Gubernur Bengkulu semakin menguat, kali ini dukungan muncul dari keluarga mantan Gubernur Bengkulu yang cukup melegenda Soeprapto. BA. Salah seorang putra Soeprapto, Agus Prihantono Soeprapto secara lugas menyampaikan dukungan ini karena menurutnya dalam diri Sultan terdapat semangat dan niat baik untuk membangun Bengkulu layaknya pak prapto dulu.
‘’Kita sudah berteman baik lama dengan Sultan dan saya lihat dia punya semangat itu (membangun Bengkulu.red), dan jika itu untuk kebaikan masyarakat Bengkulu kenapa tidak didukung,’’  ungkap Agus yang sekarang tekun menjalani usaha perbankan ini.
Agus menambahkan memang tidak mudah untuk menyandingkan seseorang dengan nama besar Soeprapto, terlebih Gubernur yang memerintah Bengkulu selama 11 tahun itu dikenal keberhasilannya dalam memimpin Bengkulu.
‘’Kalo kita tanya sekarang, masyarakat masih banyak menyandingkan pemimpin Bengkulu itu dengan bapak (Soeprapto.red), jadi memang perlu hati-hati dalam memilih pemimpin yang standarnya sudah baik seperti bapak dan kita melihat itu dari diri pak sultan sama seperti kita dlu pernah melihat Agusrin kakanya yang begitu semangat dalam menjalankan kepemimpinan sehingga Bengkulu menjadi lebih baik,’’ terangnya.
Agus melanjutkan, ide-ide cerdas dalam membangun sangat dibutuhkan Bengkulu untuk melepaskan status sebagai salah satu provinsi termiskin di wialayah barat indonesia saat ini.
Selain itu menurutnya secara sejak tahun 2005 dan 2010 dirinya konsisten mendukung Agusrin dalam suksesi gubenrur sebelumnya dan pilihan itu menurutnya tidak salah jika melihat progres pembangunan yang dihasilkan oleh  Gubernur 35 tahun itu.
‘’Dan sekarang giliran Sultan untuk berjuang melanjutkan itu miriplah dengan pak prapto dulu” ungkapnya
Soeprapto. BA sendiri adalah putra jawa kelahiran Pulorejo, Ngoro, Jombang, Jawa Timur, 27 Agustus 1929 dan  meninggal 7 Oktober 2003 pada umur 74 tahun dan menjabat Gubernur Provinsi Bengkulu, menjabat sejak 1978 hingga 1989. Semasa pemerintahannya, ia merupakan gubernur dengan masa pemerintahan terlama. Secara normal, gubernur menjabat selama 5 tahun atau 10 tahun jika menjabat selama dua periode. Ia menjabat sebagai Gubernur Bengkulu selama 11 tahun lamanya.
Soeprapto, BA adalah Gubernur Bengkulu yang ketiga setelah M. Ali Amin, SH dan Drs. Chalik. Tanpa mengurangi nilai darma bakti dan rasa hormat kepada para gubernur sebelum dan sesudah beliau, masyarakat Bengkulu merasakan dan mengakui bahwa pada masa Pak Prapto Provinsi Bengkulu mengalami kemajuan yang cepat dan mungkin salah satu yang tercepat di Indonesiapada zamannya.
Beberapa hasil karya beliau yang monumental antara lain : membuka isolasi Bengkulu dengan membangun berbagai infrastruktur perhubungan darat di dalam dan ke luar provinsi Bengkulu; pendirian Universitas Bengkulu; pembangunan pelabuhan Samudera Pulau Baai, dan pembangunan berbagai infrastruktur untuk meningkatkan swasembada pangan. Selama menjadi Gubernur Bengkulu, banyak kenangan yang masih segar dalam ingatan orang Bengkulu — khususnya di kalangan pegawai pemerintah. Selain kenangan mengenai kepemimpinan beliau, banyak juga kenangan yang lucu dan terasa rugi untuk dilupakan. Pak Prapto dikenal sebagai gubernur yang suka melakukan kunjungan ke daerah-daerah secara diam-diam dan sangat merakyat. (kei/prw)

Caretaker Bupati, Gubernur Harus Pilih Putra Daerah
METRO – Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah,SAg, M.Pd harus mengusulkan orang yang tepat sebagai Caretaker Bupati Mukomuko. Sebelum dikirim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), gubernur mesti memiliki dasar pertimbangan yang matang. Jika dilihat dari masa jabatan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko, H Ichwan Yunus, CPA,MM- Choirul Huda, SH, tanggal 14 Agustus harus meletakkan jabatan. Secara otomatis akan diganti oleh caretaker bupati.
‘’Kepada Gubernur Bengkulu, selaku yang mengusulkan calon caretaker bupati, kami putra daerah Mukomuko meminta untuk mempertimbangkan segala hal. Sebab caretaker adalah pimpinan kami. Lebih kurang satu tahun daerah ini dipimpin caretaker, hingga pelantikan bupati defenitif.  Jika gubernur salah mengusulkan, jika gagal tentu ikut disalahkan masyarakat. Jadi yang lebih penting adalah pertimbangan yang matang,’’ kata Pemuda Kecamatan Teramang Jayam Agus kepada Radar Mukomuko (RM) kemarin.
Lebih lagi H Junaidi Hamsyah kembali berniat untuk memimpin Bengkulu kedepan. Ia mengingatkan, penetapan usulan caretaker apakah ada dasar untuk memperkuat akar kekuatan massa, sebagai persiapan pencalonan, atau murni untuk pembenahan daerah ini. Dalam hal ini, ia mengakui jika dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, hanya dua nama yang dinilai lebih layak dari antara yang layak untuk menjadi caretaker bupati. Kalaupun itu memang sebelumnya telah dipersiapkan, ia juga menyebutkan dua nama yang lebih pantas lagi dari tingkat kabupaten.
‘’Karena Junaidi Hamsyah kembali mencalon jadi Gubernur Bengkulu, apakah ada kepentingan untuk memperkuat basis suara. Mungkin saja itu bukan tujuan, melainkan penempatan caretaker benar-benar kepada orang yang dinilai memiliki kemampuan lebih. Jika Gubernur Bengkulu berkenan, kami pemuda asal Kecamatan Teramang Jaya meminta putra Mukomuko Ir Edi Nevian atau ughang sumando Mukomuko, Ismed Lakoni, SE. Sebab, dua pejabat teras Pemprov Bengkulu ini dinilai faham Mukomuko dan pengalaman birokrasi teruji. Namun sebaliknya, jika gubernur menghendaki dari kalangan pejabat Pemda Mukomuko, ada yang berpotensi, Ir Kasmidi Kasim dan Sekda Syafkani. Namun harapan kita, kedepannya dipimpin caretaker, Pilkada bisa aman dan kondusif dan mampu menjalani roda pemerintahan hingga pelantikan bupati depenitif,’’ demikian Agus. (nek)

Perusakan Alat Peraga Calon Dimulai

POLITIK RM – Seiring dengan semakin dekatnya jadwal pemilihan kepala daerah, baik Bupati maupun Gubernur yang diselenggarakan di Mukomuko, persaingan semakin terasa. Bahkan kabarnya dugaan perusakan terhadap alat peraga atau atribut milik bakal calon yang menghiasi berbagai tempat sudah terjadi. Tidak diketahui pasti siapa pelakunya, ada kemungkinan bukan dari pendukung salah satu kandidat.
Salah seorang pemuda, Ansori mengakui sekarang sudah banyak spanduk atau baliho calon yang dirusak, sebagian kemungkinan sengaja di rusak, juga banyak yang rusak lantaran ditiup angin. Menurutnya pelaku perusakan bisa jadi orang yang tidak menyukai calon tersebut, pihak dari kandidat lain atau orang yang ugal-ugalan saja.
‘’Kalau yang rusak sudah banyak, memang ada yang terlihat seperti dirusah, tapi sebagian memang rusak karena badai, apalagi baliho dipasang kurang kokoh,’’ paparnya.
Ketua Panwaslu Mukomuko, mengatakan seluruh alat peraga bakal calon yang ada saat ini belum masuk dalam pengawasannya. Maka apapun yang terjadi, Panwaslu tidak bertanggungjawab, sebab belum ada calon yang ditetapkan. KPU dan Panwaslu akan bertanggungjawab atas calon yang sudah ditetapkan, bukan bakal calon. Bisa jadi mereka yang memasang gambar bukan sebagai calon nantinya.
‘’Untuk pengawasan dan penertiban atribut yang ada sekarang itu tugas pemda, kita belum ada kewajiban. Karena Panwas baru bisa melakukan tindakan bila sudah ditetapkan sebagai calon,’’ tutupnya.(jar)