Friday, 3 July 2015

Ini, 4 Pasangan Cabup & Cawabup

Usai Lebaran Deklarasi Berpasangan
METRO – Setelah Ir. Gafrie Zainunddin mengibarkan ‘’bendera putih’’, peta politik di Mukomuko berubah drastis. Arah partai politik makin jelas, juga pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati mulai terarah. Diperkirkan setelah lebaran idul fitri 1436 Hijriah kelak, masing-masing pasangan akan mendeklarasikan diri.
Isu terbaru, Ir. Wismen A Razak,M,Si hampir final berpasangan dengan politisi PKPI, Wisnu Hadi,SE. Mereka akan diusung oleh NasDem, PPP, dan kemungkinan PKPI, andai dukungan pada Sapuan benar-benar ditarik. Ke dua, Choirul Huda, SH  berpasangan dengan Haidir,S,IP diusung oleh Hanura, Golkar dan Gerindra. Sedangkan H. Sapuan,SE,Ak,MM,CA kemungkinan besar tetap dengan kader PDI Perjuangan Dedy Kurniawan,S.Sos atau Mujiono,S.IP diusung oleh PKB, PDIP, Partai Demokrat dan PKPI. Selanjutnya PAN dan PKS kemungkinan mengusung, Andy Suhary,SE,M.Pd berpasangan dengan Ir. Inzani Muhammad. Untuk saat ini, khusus partai politik, peluang berubah masih cukup besar. Apalagi diisukan, Gerindra masih perluangan digaet Sapuan dan Andy Suhary, begitupun PAN punya peluang ke Huda atau Wismen.
Dihubungi, Wismen belum mau terbuka soal calon wakilnya kelak, karena ia akan umumkan secara resmi saat deklarasi tanggal 26 juli mendatang. Karena bersamaan dengan jadwal pendaftaran ke KPU, politisi NasDem ini berencana gelar acara dengan mendatangkan artis ibu kota. Soal partai diakuinya, sekarang hampir positif diusung koalisi besar, yaitu NasDem, PKPI, Hanura, PAN dan PPP dengan total 13 kursi.
‘’Untuk wakil ini spesial, akan kita umumkan secara terbuka di tengah masyarakat. jadwalnya kemungkian 26 Juli kelak, sebelum mengantar berkas ke KPU,’’ tuturnya.
Sapuan kala dihubungi juga menyampaikan ia akan umumkan wakilnya setelah lebaran kelak. Mengenai kemungkinan politisi PDIP yang belakangan diisukan, Sapuan mengaku semua ada kemungkinan. Untuk partai, ia mengaku banyak parpol bisa digaet syaratnya komunikasi dan komitmen yang bagus. Yang jelas saat ini untuk syarat ke KPU, ia sudah penuhi.
‘’Wakil pasti ada, namun siapa nanti kita sampaikan, apa yang diisukan kawan-kawan bisa demikian. Mengenai partai dari awal tidak ada masalah,’’ paparnya.
Choirul Huda juga menyampaikan hal yang tidak jauh beda, mengenai wakilnya semua akan dibahas bersama partai pengusung. Bisa jadi kader dari partai itu sendiri. Soal pengumuman nama wakil, akan dilakukan setelah semua partai pengusung menemui titik terang.
‘’Kita mungkin untuk wakil dari partai pengusung, sekarang semuanya sedang dibahas. Karena ada beberapa partai yang masih belum final,’’ ungkapnya.
Andy Suhary saat dihubungi, mengaku wakil belum ada kepastian, walau ada usulan dari partai untuk maju bersama kader sendiri. Saat ini dirinya sedang berada di Jakarta dalam rangka lobi partai politik, ada 3 partai yang sedang ia dekati.
‘’Sekarang kami lagi ada pertemuan dengan partai untuk keputusan final, mudah-mudahan lancar, soal wakil akan kita bahas bersama,’’ tutupnya.(jar)



Bakal Diusung Nasdem, RM Menguat di Mukomuko
BENGKULU RM – Sebelumnya 3 Partai Politik (Parpol) sudah siap mengusung, Dr. H. Ridwan Mukti, SH, MH. Kabar terbaru Partai NasDem juga akan memberi dukungan kepada sosok yang dikenal peduli masyarakat ini. Dengan demikian, pria yang akrab disapa RM ini akan diusung koalisi besar dengan 11 kursi dewan. Di Mukomuko sendiri, RM makin diinginkan oleh masyarakat, setelah banyak yang mengenal siapa RM sebenarnya.
Salah seorang warga, Wahid mengaku menyenangi sosok RM, karena gayanya yang cukup enerhgic dan bersahaja. Selain itu, kesuksesan RM membangun  Musi Rawas menjadi alasan kuat, warga meyakini ia juga bisa membawa perubahan besar bagi daerah ini. Untuk Mukomuko RM diprediksi menang dengan selisih suara cukup besar dengan calon lainnya.
‘’Kalau di Mukomuko sekarang Ridwan Mukti makin disenangi masyarakat, kemungkinannya untuk menang cukup besar. Sosoknya disukai, selain itu warga menilai RM peduli dengan siapa saja,’’ tuturnya.
Tim relawan Ridwan Mukti (RM), Miftahul Jasin mengatakan, pihaknya memang sudah mendapatkan rekomendasi pengusungan dari Partai Nasdem yang memiliki 4 kursi di Bengkulu.
‘’Hanya saja, untuk keputusan dan kepastian tetap dari DPP Nasdem di Jakarta memang masih dalam proses, dan belum keluar. Namun, sudah dipastikan tidak akan berubah. Yang penting kita tunggu saja dulu,’’ kata Miftahul, Kamis (2/6).
Disisi lain, Miftahul menjelaskan, seandainya memang bakal didukung oleh Partai Nasdem. Maka, itu artinya kita sudah mendapatkan 11 kursi, dan artinya kita juga tidak akan mempunyai hambatan lagi dalam maju ke Pilkada Desember mendatang.
‘’Yang sudah mendukung kita yaitu, Partai PKB dengan 4 kursi, Hanura 2 kursi dan PKPI 1 kursi. Ini belum lagi ditambah dengan Nasdem. Jika ditambah, maka hasilnya kita mendapatkan 11 kursi di DPRD Provinsi Bengkulu,’’ jelas Miftahul.
Namun demikian, Miftahul menegaskan, terhadap parpol lain. Pihaknya juga akan tetap terus mencari dukungan kepada Parpol yang belum menentukan sikap mendukung balon Gubernur. Termasuk juga seperti contohnya di Partai Golkar.
‘’Untuk di Partai Golkar yang merupakan partai dari RM, memang kita memiliki peluang. Tetapi itu butuh proses dan kita tunggu saja lah dulu,’’ tegasnya.(jar/prw)


Hubungan Legislatif dan Eksekutif Renggang?
//Dewan : Difasilitasi atau Tidak Kami Tetap Kerja
METRO -  Sejak beberapa minggu terakhir, hubungan legislatif dan eksekutif sedikit renggang. Ini ditandai dengan diundurnya beberapa kali sidang paripurna dan pembahasan lain. Persoalan awal, karena eksekutif batal memberikan pinjam pakai aset berupa mobnas untuk mendukung kegiatan dewan, selanjutnya dewan kecewa karena ada beberapa item APBD yang diduga dirubah oleh pihak eksekutif setelah disahkan oleh para wakil rakyat, tanpa koordinasi.
Ketua DPRD Mukomuko, Armansyah,ST kurang setuju jika dikatakan hubungan eksekutif dan legislatif memanas. Yang jelas sekarang para wakil rakyat ini sudah paham dengan pemikiran pihak sebelah (eksekutif red) terhadap dewan. Maka semua anggota kompak tetap bekerja maksimal sebagai wakil rakyat, meski minim fasilitas.
‘’Kalau memanas tidak, yang jelas sekarang dewan tidak pikirkan lagi apapun soal sikap sebelah (eksekutif red), kami tetap bekerja sebagaimana mestinya. Kawan-kawan siap walau tidak difasilitasi sekalipun, ini tugas yang diberi rakyat,’’ kata Armansyah.
Lanjutnya, untuk pemerintahan sekarang dewan segera menyelesaikan SK untuk usulan pemberhentian bupati dan wakil bupati. Setelah itu selesai, dewan mulai menyiapkan segala sesuatu untuk caretaker nanti. Bisa jadi pemerintahan carateker kelak, ada kordinasi lebih baik dengan dewan. Ia yakin pejabat baru bisa bekerja maksimal dan membuat kebijakan lebih profesional untuk kepentingan daerah.
‘’Kesannya sekarang ini dewan mau apa silahkah, sebagai perwakilan masyarakat seolah kami kurang dihargai lagi. Tapi itu bisa saja, semuanya berputar dengan baik seiring waktu,’’ tuturnya.
Salah seorang anggota dewan, Hermansyah,M.Kom mengakui belakangan ini sempat ada kekecewaan dari dewan terhadap pihak eksekutif, sebab janji memberi fasilitas tidak terlaksana. Yang parahnya lagi, dewan merasa dilecehkan, hasil pembahasan bersama dengan mudahnya diubah oleh pihak eksekutif. Sebagai contoh anggaran hanya Rp 500 juta, tahunya sudah berubah menjadi Rp 1 miliar lebih.
‘’Itu saja persoalannya, tidak ada istilah merajuk dan sebagainya. Andai saling memahami dan menghargai, pasti berjalan baik,’’ tuturnya.
Kepala Bappeda Mukomuko yang juga ketua harian, TAPD Herlian,S.Sos,M.Si mengaku semuanya tergantung dewan untuk pembahasan. Yang jelas pihaknya sudah melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Terkait permintaan dewan untuk diberi fasilitas, ia enggan mengomentari sebab merupakan wewenang sekda.
‘’Kalau kita nunggu, jika diundang paripurna tentu kita siap, soal ada hal lain, itu wewenang sekda,’’ tutupnya.(jar)