Thursday, 2 July 2015

Gafrie Nyatakan Batal Nyabup


//Langkah Huda dan Andy Makin Mudah
METRO – Satu persatu bakal calon bupati Mukomuko, menarik diri dari persaingan. Ir. Gafrie Zainuddin yang sempat dikabarkan sudah mendapat mandat dari PAN dan sedikit lagi diusung Partai Gerindra memastikan mundur dari pecalonan. Belum diketahui apa alasan pastinya, informasi didapat, Gafrie menarik diri, karena tidak siap menghadapi kerasnya persaingan untuk mendapat perahu, belum lagi pada saat kampanye nantinya.
Terus siapa lagi yang bakal mundur sebelum turun ke gelanggang?. Yang jelas, mundurnya Gafrie dari persaingan, diperkirakan dapat melancarkan laju Choirul Huda, SH dan Andy Suhary,SE,M.Pd untuk memboking perahu PAN dan Gerindra. Karena keduanya hanya butuh 3 kursi lagi untuk memenuhi syarat pendaftaran ke KPU. Namun lika-liku politik masih panjang, bisa jadi muncul kandidat lain yang bakal mengganti Gafrie sebagai jagoan Gerindra. Salah satu isu yang sempat berkembang, bakal kembalinya Mahyudin Yacub yang akrab disapa Jhon Yacub ke gelanggang.
Via telepon genggam, Gafrie mengatakan ia sudah resmi membatalkan rencananya maju sebagai calon bupati. Surat pernyataan gagal maju ini telah disampaikan ke PAN, Gerindra dan beberapa partai lainnya yang sempat dilamarnya. Selain itu dengan rekan-rekan dan keluarganya juga sudah dibicarakan dengan matang.
‘’Saya menyatakan mundur dari rencana pencalonan, surat penyataan mundur telah kita sampaikan ke PAN, Gerindra dan parpol lain yang tempat saya mendaftar. Juga keputusan ini sudah kita pikir matang-matang,’’ ungkapnya.
Terkait alasan pastinya, Gafrie mengaku ia sudah memeplejari semua situasi dan kondisi politik Pilkada saat ini. Atas dasar itu, ia menarik diri dari pencalonan. Ia memutuskan untuk istirahat dari dunia pemerintahan dan mulai menikmati masa-masa pensiun bersama keluarganya.
‘’Kita sudah pelajari kondisi dan situasinya dengan baik, maka saya memilih istirahat saja menikmati masa pensiun dengan keluarga,’’ tuturnya.
Andy Suhary mengaku sudah mendapat kabar jika, Gafrie gagal mencalonkan diri pada Pilkada kelak. Soal apa alasannya, ia kurang mengetahuinya. Soal peluang dirinya maju, Andy mengaku sangat terbuka dan sekarang sedang mengedilkan kesepakatan dengan beberapa partai politik.
‘’Kabarnya demikian, tapi kita tidak paham bagaimana kisah pastinya. Soal persiapan kami sendiri, terus dilakukan, mudahan semua ini ada hikmahnya,’’ ungkap Andy.
Sekretaris DPC PAN Mukomuko, Eranardi,S.IP mengaku belum menerima surat resmi dari Gafrie Zainuddin. Kemungkinan besar disampaikan langsung dengan DPD Provinsi atau Plt kertua DPC PAN Mukomuko.
‘’Kalau dengan saya belum ada, entah di provinsi atau dengan ketua,’’ tutupnya.(jar)

KPU dan Panwas Minta Mobil, Sekda Tegaskan Tidak Ada
POLITIK- Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Mukomuko dikabarkan pernah mengusulkan pinjam pakai mobil plat merah ke pemerintah daerah (Pemda). Pinjam pakai ini untuk menutupi kebutuhan mobil operasional kantor, sebagai penunjang kinerja penyelenggara pemilu. Sayangnya, pemerintah tak bisa mengabulkan keinginan tersebut.
Sekda Mukomuko, Safkani, SP ketika rapat koordinasi sukses Pilkada serentak di aula pertemuan bupati kemarin menyampaikan. Usulan pinjam pakai kendaraan operasional oleh komisioner KPU dan Panwaslu, dipastikan tidak ada celah untuk dikabulkan. Ia menyebutkan, hal ini telah disampaikan kepada komisioner KPU dan Panwaslu. Menurutnya, sebagai solusi untuk menutupi kebutuhan kendaraan dinas, ia telah menyarankan komisioner KPU dan Panwaslu untuk mengupayakan pinjam pakai dalam bentuk rental mobil.
‘’Sebagai usulan pinjam pakai mobil operasional oleh KPU dan Panwaslu, secara jujur Pemda tidak bisa mengabulkannya. Karena masih banyak SKPD yang membutuhkan kendaraan dinas. Sebagai solusinya, kita telah menyarankan mereka untuk pinjam pakai atau rental ke pihak lain,’’ kata Sekda.
Sebagai pertimbangan untuk tidak mengabulkan usulan tersebut. Ia menyebutkan, untuk pengadaan mobil dinas tidak mungkin lagi, karena anggarannya tidak tersedia. Sementara pinjam pakai mobil dinas di SKPD, ia akui untuk saat ini masih kekurangan.
‘’Untuk SKPD saja masih kurang sekitar 4 atau 5 unit mobil, bagaimana kita mau mengabulkan usulan itu. lebih lagi kalau ingin melakukan pengadaan, mungkin tak terkendala waktu. Sebab hanya bisa setelah RAPBD Perubahan disahkan, baru bisa diperjuangkan anggarannya,’’ demikian Sekda.(nek)