Thursday, 9 July 2015

Gerindra Mantap Dukung Huda, Selangkah Lagi PAN ke Wismen


METRO – Belakangan ini sudah ada beberapa partai politik (Parpol) yang menetapkan bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan diusungnya. Diprediksi dalam waktu dekat, seluruh partai akan umumkan pasangan calon yang didukungnya. Kabar terbaru, Partai Gerindra mantap mendukung Choirul Huda,SH berpasangan dengan Haidir, S.IP. SK pengusungan dari DPP Gerindra akan diterbitkan serentah seluruh indonesia. Sementara PAN kini malah mengarah ke Ir. Wismen A Razak,M.SI bahkan sesaat lagi akan diterbitkan SK nya.
Choirul Huda yang sedang berada di Jakarta saat dihubungi via telepon genggam, mengakui kabar ini. Namun untuk SK masih menunggu, karena dikeluarkan serentak se Indonesia. Yang jelas, dukungan untuk dirinya berpasangan dengan Haidir sudah diputuskan. Dengan demikian Huda sudah mengantongo 5 kursi dewan sebagai syarat ke KPU. Meski sudah terpenuhi, namun Huda belum puas, isunya ia juga tengah menunggu keputusan final dari beberapa partai lain yang dilamarnya.
‘’Gerindra sudah putus, untuk SK masih menunggu, karena akan dikeluarkan serentak se Indonesia. Memang untuk syarat sudah cukup, ada Hanura dan Gerindra, tapi kita masih berharap dari partai lainnya,’’ ungkap Huda.
Sementara Wismen mengakui jika PAN sudah siap mengusung dirinya, artinya sudah ada 4 partai dengan 11 kursi dewan yang akan mengantarnya menduduki singgasana. Dukungan PAN kepadanya langsung diterima dari pengurus Provinsi Bengkulu. Sekarang ia mulai fokus untuk menyiapkan berbagai keperluan lainnya.
‘’PAN juga akan bersama dengan kita, artinya semua sudah sangat siap, tinggal lagi persiapan pendaftaran ke KPU,’’ tuturnya.
Sementara Plt ketua DPW PAN Bengkulu, Ahmad Goni mengatakan untuk keputusan akhir belum ada. Namun memang sekarang PAN cendrung ke Wismen, untuk finalnya dalam waktu dekat. Pertimbangan mereka mengusung Wismen, selain sosoknya sudah sangat siap bersaing, juga Wismen dulunya dari PAN.
‘’Kita pertimbangkan dia orang PAN, disegi lain, persiapan Wismen untuk mencalon bupati sangat matang saat ini,’’ tutupnya.(jar) 

Setiap Rumah Ditempel Logo Pilkada
//PPDP 1 Per TPS
POLITIK RM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko baru saja selesai melaksanakan bimbingan teknis tentang pencocokan data DP4 Pilkada. Selanjutnya pemutakhiran data pemilih segera dimulai oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Sesuai ketentuan, 1 PPDP bertugas mendata pemilih di 1 TPS. Setiap rumah yang sudah didata pemilihnya, harus ditempelkan logo pemilihan umum.
Disampaikan oleh salah seorang Komisioner KPU, Syofia Diana,SE sebelumnya sudah dilangsungkan bimtek dengan PPK, mengenai persiapan pencocokan pemilih. Selanjutnya PPK akan menggelar bimbingan ke PPS mengenai pendataan pemilih. PPS bertanggungjawab atas tugas dari PPDP, maka bagaimana cara dan sistem pendataan penduduk PPS akan jelaskan ke PPDP.
‘’PPDP langsung dipilih oleh PPS dan sudah dilakukan. Setiap TPS satu PPDP yang melakukan pencocokan data, mereka di SK oleh KPU untuk masa kerja 2 bulan,’’ kata Diana.
Lanjutnya, tugas dari PPDP adalah mencocokkan data yang sudah ada di DP4, yang diperhatikan kesalahan nama atau umur ataupun alamat. Jika ada yang belum masuk dalam DP4, maka PPDP akan mengisikannya dalam formulir yang sudah disiapkan, termasuk keterangan andai ditemukan yang sudah meninggal dunia. Apabila sudah didata langsung ditempelkan logo pemilihan umum, selanjutnya minta tandatngan dari ketua RT setempat.
‘’Jangan sampai ada yang tidak terdata, maka setiap rumah harus diberi logo, untuk membuktikan jika petugas sudah mengambil datanya,’’ tutup Diana.(jar)


Muslim : KPU Tak Perlu Banyak Mobil
V KOTO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, meminta tambahan fasilitas berupa mobil dinas kepada pemerintah daerah. Hal ini dianggap perlu untuk menunjang kinerja KPU. Namun permintaan KPU ini menuai kritik banyak pihak. Seperti yang disampaikan oleh mantan komisioer KPU, Muslim Chaniago, SH, MH. Ia mengatakan KPU periode sekarang dinilai tidak layak meminta tambahan fasilitas. Di mata Muslim, kinerja KPU sangat buruk. Hal ini terbukti ketika menggelar Pemilihan legeslatif (Pileg) tahun lalu.
‘’Menurut saya, dilihat dari kinerja KPU dalam menyelenggarakan Pileg sangat buruk. Mestinya mereka malu berbicara fasilitas. Apa lagi meminta tambahan fasilitas,’’ ujar Muslim.
Muslim menambahkan, fasilitas yang dimiliki KPU saat ini sudah lebih dari cukup. Tinggal lagi KPU menunjukan kinerja yang baik, bukan memikirkan tambahan fasilitas. Berkaca dari pengalaman pribadinya, Muslim menyampaikan, ketika dirinya menjadi komisioner KPU, hanya diberikan dua unit kendaraan dinas. Dan KPU terbukti mampu bekerja dengan baik.
‘’Pada masa periode kami dulu, KPU hanya memiliki dua kendaraan dinas. Dan kami tidak pernah meminta kendaraan dinas kepada pemerintah daerah,’’ tutup Muslim.(dul)