Friday, 22 May 2015

Caretaker Bupati, Ismed Menguat


METRO – Meskipun Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah, M.Pd baru dikabarkan mengusulkan nama-nama calon kandidat caretaker Bupati Mukomuko, namun siapa yang bakal mengisi kekosongan kursi bupati Mukomuko sudah mulai terbaca.  Nama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu, Ismed Lakoni, SE tampaknya lebih dijagokan. Selain lantaran dirinya sumando warga Mukomuko, mantan Kepala Biro (Karo) Ekonomi Pemprov Bengkulu ini memiliki pengalaman birokrasi yang cukup matang. Juga diisukan ada unsur politik dalam penetapan dirinya sebagai caretaker. Namun selain dirinya juga ada kandidat lain yang berpeluang, yaitu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Bengkulu, Ir. Edi Nevian. Termasuk nama Kautsar Agus Hutari.
Dihubungi, suami dari anggota DPRD Provinsi Dapil Mukomuko ini belum mau terlalu umbar diri. Menurutnya kabar masuknya namanya, masih sebatas itu yang dikembangkan pihak media. Namun ia berharap, itu semua sebagai doa dan dukungan dari masyarakat.
‘’Kita mengucapkan terimakasih kepada masyarakat atas penilaian positifnya. Informasi tentang usulan caretaker itukan, masih seputar opini media massa, kebenarannya sampai sekarang belum kita ketahui. Namun secara pribadi, kita mengucapkan syukur alhamdulillah karena masuk sebagai kandidat, meski masih sebatas informasi. Karena sampai sekarang, Gubernur Bengkulu belum menyampaikan secara prinsip mengenai hal itu ke kita,’’ kata Ismed.
Dia menyampaikan, menjadi caretaker artinya menjadi pemimpin dan harus siap dengan berbagai tantangan. Dengan demikian, ia mengakui tak bisa terlalu banyak berharap, penetapan amanah menjadi pemimpin semuanya diserahkan kepada Yang Maha Kuasa (YME).
‘’Kehendak dan ketetapan itu adalah milik Yang Maha Kuasa. Dan kita ikuti saja seperti air mengalir. Kalau memang itu diamanahkan ke kita, ya harus dijalani. Kalau benar, ya mari kita sama-sama membangun daerah,’’ imbuhnya.
Berakhirnya masa jabatan Bupati Mukomuko lebih kurang dua bulan kedepan. Menurutnya, jika Bupati Mukomuko juga berminat menjadi peserta Pilkada harus mengacu kepada PKPU. Setelah memasuki tahapan pendaftaran calon, secara otomatis akan mengundurkan diri dari jabatan. Namun sebaliknya, jika tidak menjadi peserta Pilkada, tentu caretaker menunggu masa jabatan bupati berakhir.
‘’Kita lihat Juknis dari PKPU, mulai mereka mendaftar sebagai calon kandidat kepala daerah, tentu harus mengundurkan diri. Namun jika tidak, mereka menjabat bupati hingga 14 Agustus. Mau tidak mau, suka tidak suka setelah jabatan bupati defenitif berakhir caretaker harus dilantik, namun kita lihat dulu peraturan PKPU. Lihat lah nanti, kalau memang diamanahkan dengan kita, insyaallah kita siap dimanapun ditugaskan,’’ paparnya.
Jabatan caretaker untuk wilayah Kabupaten Mukomuko diperkirakan terhitung sejak Agustus hingga Mei 2016. Hal ini tergantung dengan perputaran politik dalam pelaksanaan Pilkada serentak. Ia mengatakan, sesuai dengan perhitungan untuk saat ini, jabatan caretaker sekitar 8 bulan.
‘’Lama masa jabatan caretaker khususnya untuk Kabupaten Mukomuko, mungkin sampai Mei 2016. Namun belum dapat dipastikan, kalau pelaksanaan Pilkada serentak mundur dari jadwal sementara, bisa saja satu tahun atau lebih. Yang pasti, jabatan berakhir hingga pelantikan bupati baru,’’ demikian Ismed.(nek) 



Calon Bupati Diyakini Tetap 3 Pasang
METRO – Walau ada beberapa kandidat mulai menunjukkan keseriusannya maju sebagai calon bupati, namun diprediksi pasangan yang akan bersaing pada pilkada kelak tetap 3. Bisa saja terjadi 4 pasang, namun itu sulit terjadi, karena kursi parpol tidak mencukupi. Maju melalui calon independen kemungkinan besar tidak ada, sebab waktu sudah mendesak.
Parpol cukup hati-hati dalam mengambil keputusan, lebih memilih mendukung kandidat yang betul-betul siap memenangi Pilkada kelak. Dengan demikian ada beberapa bakal calon berpeluang tidak mendapat kepercayaan dari partai, disisi lain ada kandidat yang mendapat dukungan maksimal dari banyak partai. Alasannya partai yang berhasil memenangi pemilihan kepada daerah, berpeluang menguat pada pemilu berikutnya.
Salah seorang tokoh Mukomuko yang juga Dosen Unib, H. Hamdani Makir,SH,M.Hum mengatakan, untuk 4 pasang cukup sulit, apalagi dua partai berpeluang tidak bisa ikut Pilkada, lantaran didera konflik internal. Kemungkinan besar 3 pasangan calon bupati dan wakil bupati saja yang bersaing pada Pilkada kelak. Partai cukup teliti, calon yang tidak menguat tidak ada diusungnya.
‘’Saya tetap yakin, paling banyak pasangan calon bupati Mukomuko 3 pasang, kalau 4 cukup sulit, karena partai tidak cukup. Dilihat dari perkembangannya, partai lumayan selektif, calon yang bakal diusung adalah, diyakini menang,’’ katanya.
Ia memperkirakan bulan depan bakal calon bupati yang mendapat dukungan dari partai politik sudah jelas. Karena berdasarkan isu di pusat, ada beberapa partai mengerucutkan arahnya. Artinya bersamaan dengan itu, persaingan politik mulai ter-arah dengan baik. Berikutnya calon bupati akan menentukan pasangannya. Saat itulah suhu politik yang mulai lebih panas, bersamaan dengan itu dukungan masyarakat juga mulai jelas.
‘’Kalau sekarang baru awal, siapa calon sebenarnya belum jelas. Kalau partai telah menetapkan calon, pasangan bupati sudah ada, maka kemana dukungan sebenarnya dari masyarakat mulai tampak. Kalau sekarang, mana yang ramai saja,’’ tutupnya.(jar)