Thursday, 21 May 2015

Sesaat Lagi, Panggung Politik Makin Ramai


METRO – Masyarakat Kabupaten Mukomuko harus siap-siap menyambut ‘’tsunami’’ politik Pemilihan bupati (Pilbup). Diprediksi dalam waktu dekat, masing-masing kandidat mulai menggelontorkan amunisinya untuk menyambut pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak. Masyarakat diminta menikmati pertunjukan masing-masing pasangan calon, jangan sampai terpancing, sehingga mengakibatkan timbulnya gesekan yang mengarah pada perpecahan.
Berdasarkan pantauan dan juga isu berkembang, masing-masing kandidat sudah mulai menyusun persiapan untuk unjuk kemampuan dalam berbagai segi, untuk menarik perhatian calon pemilih. Diantaranya jor-joran dalam pemasangan baliho, spanduk di berbagai tempat juga di kendaraan-kendaraan pribadi. Tidak menutup kemungkinan juga jor-joran dalam mensponsori berbagai kegiatan masyarakat.
Novesra Herman yang merupakan orang dekat, calon bupati, Sapuan,SE,Ak,MM,CA mengakui sekarang pergerakan mereka belum dimulai sepenuhnya, sebab masih persiapan. Setelah waktunya dianggap tepat, maka Sapuan akan fokus. Mengerahkan armada, atribut dan tim sudah pasti akan dilakukan. Sekarang masyarakat diminta bersabar, karena selalu ada kejutan kemudian hari.
‘’Kita sudah berpengalaman dalam hal ini, Sapuan sudah buktikan pada Pilkada lalu. Meski tidak menang, setidaknya ia memberi perlawanan sengit pada incumbent yang memang kala itu sedang berkuasa penuh,’’ katanya.
Calon kuat lainnya, Choirul Huda juga mengaku belum mau terlalu menggebu-gebu. Ia masih menunggu saat yang tepat untuk bergerak secara full. Ia juga tidak terpengaruh oleh aksi kandidat lain yang sudah gencar berkampanye. Menurutnya sekarang, masyarakat harus fokus dulu dengan kegiatannya.
‘’Jangan ganggu dulu konsentrasi masyarakat, biar mereka fokus untuk kegiatan ekonominya dan kegiatan lain. Kalau sudah waktunya kita tentu siap,’’ tutur Huda.
Salah seorang tokoh Mukomuko yang juga Dosen Unib, H. Hamdani Makir,SH,M.Hum mengingatkan masyarakat saat gelombang politik bergejolak. Jangan sampai terprovokasi, sehingga penimbulkan perpecahan satu sama lainnya. Sebab serangan politik terhadap kandidat bakal bertubi-tubi datangnya. Pendukung fanatik yang tidak bisa mengendalikan diri mudah terpancing.
‘’Kita sudah pengalaman menghadapi era politik, sama-sama menjaga ketertiban saja. Mendukung boleh tapi jangan sampai memaksakan hal sama pada yang lain. Juga menghadapi isu politik harus tenang, karena provokasi itu sering timbul,’’ ungkapnya.
Calon juga diminta selalu mengendalikan pendukungnya, harus bermain sportif dan mengutamakan kebersamaan. Jangan melakukan Kampanye hitam (Black campaign) untuk menjatuhkan lawan. Juga membalas black campaign dengan tindakan baik untuk menambah simpati masyarakat. Tidak ada manusia yang bersih seratu persen.
‘’Kita lihat pada saat Pilpres, berbagai kesalahan calon masa lalu diungkapkan, setelah Pemilihan diam semua, itu jelas tujuan menjelekkan lawan, hanya untuk kepentingan politik,’’ tutupnya.(jar)


Banyak Calon Kuat, Pejabat Galau

METRO – Sebelumnya diisukan banyak pejabat atau PNS di daerah ini sudah mendekati beberapa bakal calon bupati Mukomuko. Tujuannya tentu untuk mencari selamat, agar tetap dipakai saat terjadi transisi pemerintahan dari yang lama ke bupati baru. Namun belakangan ini, beberapa pejabat mulai goyah untuk mendukung salah satu calon. Mereka galau karena melihat perkembangan persaiangan politik, dimana muncul beberapa nama kuat lain yang berpeluang memenangi Pilkada kelak. Termasuk isu mutasi, membuat beberapa pejabat mulai ciut.
Bukan hanya pejabat, para tokoh masyarakat lainnya, yang kerap berhubungan dengen pemerintah, seperti kontraktor dan sebagainya juga diduga mulai runtuh pendiriannya. Sehingga mereka berpeluang berbelok arah, ke calon lainnya. Namun juga banyak kalangan yang terkesan menjadi ‘’joker’’, sehingga kapan saja bisa mengarah ke kandidat berbeda.
Menanggapi hal ini, tokoh Mukomuko yang juga Dosen Unib, H. Hamdani Makir,SH,M.Hum mengatakan, fenomena demikian merupakan hal yang biasa dalam politik. Semua ingin mencari selamat, bahkan banyak yang berusaha bisa masuk ke kelompok mana saja. Semestinya tidak demikian, pejabat atau PNS dilarang terlibat politik, namun tetap memiliki hak memilih.
‘’Kalau itu biasa terjadi, mereka tahu aturan pejabat dilarang berpolitik praktis. Yang jelas, arahnya adalah pada calon kuat, kecuali memang punya hubungan kekeluargaan yang karib,’’ katanya.
Lanjutnya, sebaiknya kandidat juga harus bisa menahan diri, jangan melibatkan pejabat  atau PNS dalam politiknya. Jika memang duduk sebagai kepala daerah, ambil kebijakan secara profesional. Pejabat yang ditepatkan, harus berdasarkan skillnya bukan karena kedekatan ataupun dukung mendukung. Dampaknya jelas, jika pekerjaan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. Banyak program daerah yang tidak berjalan dengan baik, bahkan sama sekali tidak menghasilkan untuk kepentingan masyarakat.
‘’Kita susah kalau bicara ini, bukan saja di Mukomuko, fenomena ini dimana-mana. Kalau pemimpinnya profesional, tentu tidak akan terjadi yang sedemikian,’’ tutupnya.(jar)


33 Pendaftar Panwascam Gagal Ikut Tes Tertulis
POLITIK RM – Secara resmi Panwaslu Mukomuko sudah menutup pendaftaran calon Panwascam untuk 15 kecamatan. Dari 216 pendaftar yang mengambil berkas, 33 orang gagal ikut tes tertulis. Alasannya 29 orang tidak mengembalikan berkas, 2 orang terlibat partai politik dan 2 lagi belum cukup umur. Artinya mereka yang akan mengikuti tes tertulis adalah sebanyak 183 orang. Pelaksanaannya pada 26 Mei mendatang di aula Bappeda Mukomuko. Untuk mengetahui nama-nama peserta ikut tes tertulis silahkan cek di koran Radar Mukomuko mulai hari ini.
Ketua Panwaslu Mukomuko, Sujarwanto, S.Sos menerangkan secara resmi pendaftaran sudah ditutup. Mereka yang tidak menyerahkan berkas, secara otomatis gugur. Selain itu ada 4 orang  yang tidak lulus administrasi, karena diduga bergabung dengan parpol dan belum cukup umur. Masyarakat diminta melihat nama-nama yang diumukan. Jika ada yang diketahui bermasalah, silahkan lapor ke Panwaslu untuk ditindaklanjuti.
‘’Ada 83 calon yang kita tetapkan bakal mengikuti tes tertulis, masyarakat diberi kesempatan menyampaikan tanggapannya, jika ada yang terindikasi bermasalah,’’ kata Sujar.
Anggota Panwaslu lainnya, Ita Hartati,SE,MBA menyampaikan hal senada, untuk tanggapan diberi kesempatan sampai dengan 25 Mei. Laporan masyarakat bisa disampaikan secara tertulis ataupun datang langsung ke kantor Panwaslu Mukomuko. Termasuk laporan melalui telepon genggam akan dipelajari kebenarannya. Untuk yang dinyatakan lulus administrasi silahkan bersiap mengikuti tes tertulis pada 26 mei nanti.
‘’Tanggapan masyarakat bisa tertulis juga bisa melalui telepon, waktunya cukup panjang, sebelum tes tertulis dilakukan,’’ ungkapnya.
Anggota Panwaslu lainnya, Deny Setiabudi, SH juga menyampaikan untuk pelaksanaan tes silahkan cek di pengumuman. Karena dicantumkan apa saja perlengkapan yang diperlukan dan tata tertibnya. Yang jelas harus berpakaian pantas, yaitu baju kemeja berkerah. Soal tes langsung dari pusat, akan dibuka segelnya di depan peserta tes kelak.
‘’Tes dilakukan terbuka, soalnya rahasia, kita sendiri tidak tahu, sebab sama dengan soal tes daerah lain. Untuk Bengkulu, tes dilakukan serentak seluruh kabupaten dan kota,’’ tutupnya.(jar)