Monday, 31 March 2014

Money Politik Jangan Dibudayakan


Pemilih dan Caleg Sama-Sama Berdosa
AMRIS TANJUNG – Wartawan Radar Mukomuko
WAKTU pencoblosan Pemilu Legislatif 2014 tinggal beberapa hari lagi, sesuai jadwal perhelatan pesta demokrasi akan dilaksanakan pada tanggal 9 April 2014. Berbagai cara dilakukan oleh para Caleg (Calon Legislatif) demi mendapat empati dari calon pemilih. Isu yang berkembang, ada caleg mempraktekkan politik kotor alias "money politik" (politik uang), baik dengan cara bagi-bagi uang tunai, sembako, baju, bahkan bantuan untuk kelompok maupun perindividu pemilih. Apapun alasannya, merujuk kepada aturan pemilu, undang-undang dan paling penting lagi aturan agama, kegiatan sedemikian adalah dilarang dan dosa. Tidak hanya bagi yang memberi, bagi penerima juga tidak benar.
Sebagaimana dalam hadis nabi, Hajjaj telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dzi`b dari Al Harits bin Abdurrahman dari Abu Salamah dari Abdullah bin ‘Amru dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, dia berkata; “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam malaknat pemberi suap dan penerima suap. “Dan Yazid berkata: “Laknat Allah bagi pemberi dan panerima suap”(HR. Ahmad).
Selanjutnya dalam Undang-undang Pemilu Nomor 8/2012, tegas mengatur larangan melakukan politik uang terutama pada pasal 86 ayat (1) huruf J, yang berbunyi pelaksana, peserta, dan petugas kampanye pemilu dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye pemilu. Diperkuat lagi dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15/2013 tentang Kampanye. Dalam pasal 32 ayat (1) huruf J PKPU No 15/2013 yang menyatakan pelaksana, peserta dan petugas kampanye dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye. Kemudian pasal 32 ayat (4) juga menyatakan bahwa pelanggaran terhadap larangan ketentuan pada ayat (1) huruf J merupakan tindak pidana pemilu.
Dari dasar ini,  sebaiknya caleg tidak memberi sesuai dengan harapan untuk mendapat dukungan. Bersaing dengan sehat memaparkan program kedepan untuk rakyat dan daerah lebih baik. Masyarakat akan tau sebatas mana kemampuan seseorang menjadi wakilnya. Mungkin sulit untuk saat sekarang, karena akar politik kotor tersebut sudah menancap jauh ke dalam.  Setidaknya memulai meminimalisir hal yang tidak baik mendekati baik. Ingat Calon DPR atau DPRD yang menggunakan "money politik" pada akhirnya rawan stress jika tidak terpilih. Minimal ada dua kemungkinan yang akan dialami oleh sang calon yang menggunakan cara-cara kotor. Stress jika tidak terpilih karena kemungkinan besar memikirkan utang. Dan Korupsi jika terpilih untuk mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan.
Untuk pemilih, ingat menerima pemberian caleg untuk memilih merupakan perbuatan dosa, baik betul-betul memilih yang memberi, apalagi tidak memilih. Selain dosa menerima sogokan, juga dosa sudah membohongi calon yang memberi. Pesta demokrasi didanai dengan uang rakyat dengan jumlah triliunan. Kerugian besar bagi rakyat, yang sudah mengeluarkan yang banyak, jika yang dihasil malah pencuri uang rakyat alias koruptor. Alangkah baiknya uang rakyat yang sudah ditelan untuk dana pemilu ini dapat memberi kesejahteraan dan keadilan sosial bagi rakyat.
Terakhir, 9 April bersama-sama menuju TPS, mari renungkan dengan baik, siapa yang pantas menjadi wakil rakyat. Kuncinya mereka harus punya dasar pengetahuan, dikenal sebagai sosok yang kemungkinan jujur dan mampu menjalankan tugas.(**)


Besok, Massa PKS Tumpah di Ipuh
POLITIK RM – Jika tidak ada aral melintang, sesuai jadwal, besok Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali menggelar kampanye atau rapat terbuka. Jika sebelumnya massa PKS meriahkan Dapil I, berikutnya massa partai nomor urut 3 ini akan tumpah di Dapil 3, tepatnya di lapangan Medan Jaya Kecamatan Ipuh. Juga akan dihadiri oleh calon anggota dewan dari pusat, provinsi dan segenap caleg kabupaten.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Mukomuko, Andy Suhary, SE, M.Pd mengatakan, rapat akbar di lapangan Medan Jaya ini, adalah yang terakhir bagi PKS Mukomuko mengerahkan massa. Jika tidak ada halangan, massa mulai berkumpul sekitar Pukul 8.00 WIB. Target mereka jumlah massa yang akan dihadirkan sekitar 2 ribu. Bedanya pusat rapat akbat terpusat di satu titik saja, tidak ada kegiatan pawai kendaraan.
‘’Semua massa akan ngumpul di lapangan Medan Jaya, tidak ada kegiatan pawai. Ini pengerahan massa besar-besaran, karena merupakan kampanye terbuka terakhir bagi PKS sesuai jadwal yang diberikan KPU,’’ kata Andi.
Untuk persiapan, kata Andy sudah dilakukan sedemikian rupa, lebih banyak diatur oleh pengurus dan caleg PKS di dapil 3 selaku tuan rumah dalam kampanye kali ini. Undangan sudah disampaikan kepada semua pihak yang berkaitan, termasuk izin dari kepolisian dan pemberitahuan kepada pelaksana pemilu. Ia optimis, rapat akbar ini akan berlangsung dengan meriah.
‘’Mudahan bisa berlangsung kebih meriah, karena ini merupakan kampanye akbar pemungkas di Mukomuko. Untuk persiapan sudah hampir kelar seluruhnya. Harapan kita kegiatan ini dapat menggugah masyarakat menggunakan hak pilihnya 9 April mendatang,’’ tutup Andy.(jar)


Caleg Nasehati Caleg
POLITIK – Pesan untuk caleg dari caleg PPP Dapil I, Ramlan nomot 7. Jangan berlebihan dalam melakukan kampanye terutama yang membutuhkan dana. Pasalnya penyebab stres, adalah karena tidak berhasil memenangi pemilu, sementara dana sudah banyak habis. Apalagi kadang, uang didapat dengan cara meminjam atau menggadaikan barang milik rumah tangga.
Dikatakan Ramlan, boleh dibagikan kepada masyrakat hanya perlengkapan yang berkaitan dengan Pemilu seperti alat peraga. Jika Caleg memberikan lebih dari itu, maka bisa dikategorikan money politic atau politik uang. Selain masuk kategori pelanggaran, juga bisa membuat orang prustasi.
‘’Biarkan masyarakat yang memilih dengan ikhlas dan tulus, caleg juga berjuang dengan jujur sesuai aturan,’’ katanya.
Cara yang terbaik, menurutnya menarik masyarakat agar memilih dengan menjualkan program setelah duduk. Selain dapat meringankan biaya caleg, juga masyarakat tidak dibodohi. Memberi sesuatu untuk memilih sama halnya dengan memberli suara masyarakat. Bisa jadi bagi dewan yang duduk, akan lupa dengan tujuannya sebagai dewan.
‘’Terkait prediksi banyaknya Caleg yang stres setelah kalah dalam pemilu nanti, saya punya trik tersediri. Yang pertama jangan memberikan sesuatu yang berlebihan. Karena pemberian yang berlebihan akan berbanding lurus dengan besarnya pengeluaran,’’ ujar Ramlan.
Selain itu, Ramlan juga berpendapat salah satu yang harus disiapkan adalah keteguhan mental. Karena seorang caleg bukan hanya siap menang tapi harus siap juga untuk kalah.
‘’Sebelum mamutuskan maju menjadi caleg, tentu sudah memperhitungkan segala sesuatunya, termasuk menghadapai kekalahan. (dul)


Isunya Caleg Provinsi Bagi-bagi Mago

POLITIK RM – Kabarnya caleg untuk DPRD Provinsi Bengkulu asal salah satu partai politik (Parpol) bagi-bagi uang. Pelaku mendatangi pemilih secara door to door, membagikan amplop yang berisi uang Rp 100 ribu yang disertai dengan selembar kartu nama caleg bersangkutan. Kejadiannya kemarin lusa yang bertempat di Kelurahan Bandaratu Kecamatan Kota Mukomuko. Aksi serupa juga terjadi dibeberapa tempat. Namun saat dikonfirmasi dengan Panwaslu Kabupaten Mukomuko, tidak mengetahui informasi tersebut.
‘’Tidak ada laporan yang masuk dengan kami, siapa calegnya dan kapan terjadinya,’’ kata anggota Panwaslu Ita Hartati saat diminta keterangannya.
Lanjutnya, jika ada masyarakat yang menerima uang atau mengetahui kejadian tersebut, diminta melapor dengan disertai barang bukti. Karena kalau hanya berdasarkan isu, Panwaslu tidak bisa mengambil tindakan. Ita juga meminta kepada petugas pengawas di lapangan untuk melakukan monitoring.
‘’Kalau ada laporan disertai bukti kita akan langsung tindak, silahkan laporkan kepada kita kapan saja. Yang jelas selama ini Panwascam dan PPL selalu kita minta bergerak,’’ lanjut Ita.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang partai Persatuan Pembangunan (DPC-PPP) Kabupaten Mukomuko, Masripani Maas, SH membantah jika dari partainya ada yang melakukan money politik dari yang ia ketahui. Yang jelas, PPP selalu menekankan kepada caleg agar tidak melanggar aturan apalagi melakukan politik uang.
‘’Kalau dari partai kami tidak ada laporan, sebab sejak awal ditegaskan kepada caleg, agar tidak melakukan money politik,’’ tutupnya.(jar)


PPK Sebut PPS Jangan Asal Tuding
POLITIK RM – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Air Dikit terkejut dengan anggapan Panitia Pemungutan Suara  (PPS) jika PPK sempat dituding menyunat dana alat tulis kantor (ATK).  untuk penyelenggaraan Pemilu mendatang. Mestinya PPS mempertanyakan terkait dana tersebut kepada sekretariat PPK, bukan PPK.
Ketua PPK Kecamatan Air Dikit, Salman Alparizi, menyebutkan pihaknya tidak menerima atas tudingan PPS bahwa dana jatah untuk ATK PPS telah disunat atau terjadi pemotongan. Menurut Salman, mestinya mereka paham bahwa yang memegang anggaran untuk PPS termasuk PPK bukan petugas PPK, tetapi Sekretariat PPK. Namun yang dikorbankan adalah nama baik PPK, seakan-akan dana tersebut sudah diselewengkan.
‘’Seharusnya mereka bukan menuding PPK, sebab kita tidak memegang anggaran jatah ATK PPS. Tetapi apa yang menjadi prasangka PPS, bahkan sempat disampaikan ke KPU, ini sudah tidak benar dan kita anggap mereka tidak memehami sistem,’’ungkap Salman kepada Radar Mukomuko (RM) kemarin.
Salman menambahkan, jika memang PPS kurang puas dengan informasi yang disampaikan oleh KPU terkait dana itu, mestinya mereka mempertanyakan kepada sekretariat. Salman sangat menyayangkan dengan kejadian itu, sebab sudah merusak reputasi PPK yang sudah bekerja maksimal untuk mensukseskan Pemilu.
‘’Meskipun mereka (PPS,red) yang mempertanyakan masalah anggaran itu kepada sekretariat PPK, baru meminta penjelasan kepada KPU. Tetapi malah kita yang dirugikan, terus terang saja sampai detik ini kita belum pernah menyunat dana ATK jatah PPS. Dengan demikian, kita minta kepada anggota PPS yang sempat mengeluarkan bahasa yang tidak benar itu meluruskan kembali, sebab dengan adanya informasi miring bisa menimbulkan masalah dikemudian hari,’’ pungkas Salman.(nek)