Tuesday, 1 April 2014

Massa PKS Putihkan Lapangan Medan Jaya

IPUH – Terik matahari yang menyengat sampai ke ubun-ubun kepala pada Minggu (30/3) siang tak lantas mematahkan semangat massa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Mukomuko. Mereka yang datang dari berbagai pelosok di Dapil III mengikuti dengan semangat dan antusias jalannya kegiatan kampanye atau rapat terbuka PKS di lapangan Medan Jaya,  Kecamatan Ipuh dari awal hingga selesai.
Jalan lintas utama Ipuh pun sempat lumpuh dipadati kendaraan massa partai yang disebut-sebut calon kuat pemenang pemilu itu. Pelaksanaan kampanye sendiri mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan diawasi oleh Panwaslu Kabupaten Mukomuko.
Suara dari ribuan massa PKS yang mengenakan kaos putih menggema di pusat kota Kecamatan Ipuh saat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS, Andy Suhary, SE, M.Pd membuka rapat terbuka ini dengan memperkenalkan satu persatu caleg yang hadir.
Diantaranya ada Caleg DPR RI yang sekarang masih menjabat anggota dewan pusat, Ust. Drs. HM Syahfan B Sampurno, kemudian Caleg Nomor 1 DPRD Provinsi, Burhandari, S.Pd, M.Si dan caleg lain.
Andy dalam sambutannya mengaku bangga dan merasa puas atas respon masyarakat terhadap kampanye PKS. Ia kembali meyakinkan masyarakat jika PKS adalah partai yang siap memenangkan pemilu. Karena sebelumnya khusus di Dapil III, suara PKS adalah terbanyak dan menang. Sebagai satu-satunya partai yang berani menggelar kampanye terbuka hingga kemarin dihadapan masyarakat, maka sepantasnya masyarakat memberi suaranya untuk partai nomor urut tiga ini.
‘’Kami membuktikan komitmen sebagai partai peserta pemilu yang paling siap, dengan berani secara terbuka bertemu dan bicara secara kepada masyarakat. Insya Allah kalau PKS dipercaya memenangi pemilu, siapapun yang duduk telah siap membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,’’ kata Andy.
Burhandari dalam orasinya juga menyatakan bahwa PKS memasang target lima kursi di DPRD Kabupaten Mukomuko, dua kursi di Provinsi Bengkulu serta menjadi penyumbang suara terbesar bagi anggota DPR RI mendatang. Dewan PKS selama ini berkomitmen dan menjaga kepercayaan yang diberi masyarakat. Maka selayaknya pada 9 April mendatang, masyarakat diajak  mencoblos partai Nomor Urut 3 ini.
‘’Percayakan dukungan kepada kami, Insya Allah suara rakyat akan diperjuangkan. Masyarakat sudah tahu sendiri, siapa saja caleg yang diusung PKS, mereka tokoh agama dan sudah melakukan yang terbaik bagi masyarakat jauh sebelumnya,’’ tutup Burhandari.
Caleg DPRD Kabupaten Mukomuko diantaranya Ahmad Doner, S.Hut, H Muspard dan lainnya dalam orasinya menyatakan kekompakkan mereka untuk membawa kemenangan bagi partainya. Persaingan internal di dalam PKS, bukan dengan cara saling tekel, melainkan bagaimana berusaha memenangi basis masing-masing. Semua mereka siap menjadi pemenang dan mewakili masyarakat Dapil 3, siapapun diantara mereka yang duduk adalah wakil dari rakyat dan kualitasnya tak diragukan dalam berbagai sektor. Bertindak selaku pembawa acara dalam rapat akbar ini, A Jakfar.(jar)


Nuansa Kedaerahan Warnai Pemilu Caleg
POLITIK RM – Dibalik persaingan panas antar caleg dengan mengeluarkan semua jurus dan kemampuannya untuk memenangi pemilu, ada sisi lain yang juga cukup menarik. Yaitu persaingan antar desa untuk memenangkan putra daerah sendiri. Masing-masing desa menyimpan asa, agar dewan yang duduk berasal dari desanya. Juga persaingan antar kecamatanpun ikut mewarnai pemilu, masyarakat berusaha ada dewan dari kecamatannya.
Istilah yang muncul dalam masyarakat, setidaknya keberadaan seorang dewan dapat mengharumkan nama desa. Juga ada masyarakat yang kebingungan, karena caleg yang berasal dari desa mereka lebih dari satu. Hal itu dianggap dapat memecahkan dukungan, dan peluang duduk tipis. Karena persaingan pemilu, adalah mencari suara terbanyak.
Salah seorang tokoh masyarakat Mukomuko, H. Hamdani Makir, M.Hum menanggapi hal ini, mengakui persaingan kedaerahan itu selalu terjadi dalam setiap pemilihan. Tidak hanya dalam pemilihan caleg, saat pilkades saja masih terbangun nuansa hubungan kedekatan. Persaingan ini, ada baiknya karena akan terpilih wakil yang diinginkan. Namun disisi lain, kerap kualitas calon tidak lagi dipertimbangkan.
‘’Itu penting, ada nuansa ingin mengutus wakil dari kalangan sendiri namun perlu diingat, kualitas caleg juga meski menjadi perthatian bagi masyarakat, karena wakil rakyat untuk memperjuangkan aspirasi rakyat,’’ kata Hamdani.
Salah seorang tokoh masyarakat, H. Tarmizi juga mengakui setiap desa dan kecamatan punya asa yang sama. Karena banyak alasan kenapa masyarakat ingin mendukung calon asal daerah sendiri, pertama berharap menjadi tempat bertanya setelah duduk dan mudahan bisa memajukan desa dan banyak lagi harapan lainnya. Dalam politik itu, kuncinya memang basis utama dan juga kemampuan. Caleg yang tidak memiliki basis sulit bisa menang, walau punya anggaran besar.
‘’Kalau tidak mendapat dukungan dari basis sendiri, maka caleg sulit untuk menang. Masyarakat dalam memberi dukungan, selain alasan satu daerah juga banyak alasan lainnya,’’ tutupnya.(jar)


Caleg Mukomuko Tidak Mudah Stress

POLITIK RM – Keraguan banyak pihak, caleg bisa stress jika tidak sukses dibantah oleh banyak pihak. Terutama caleg di Kabupaten Mukomuko memiliki pertahanan cukup kuat, baik secara ekonomi maupun dari sektor keimanan mereka. Caleg stress disebabkan lemahnya pertahanan ekonomi mereka dan juga keimanan dalam diri masing-masing.
Disampaikan oleh H. Tarmizi caleg yang rentan stress karena mereka mendapatkan dana kampanye lewat cara berhutang ataupun menjual harta mereka. Kalau caleg di Mukomuko jarang terdengar menjual sesuatu apalagi meminjam untuk mendapatkan dana kampanye. Mereka sudah menyiapkan dana sendiri untuk politik diluar anggaran keluarganya. Caleg yang tidak punya anggaran, memilih tidak kampanye menggunakan atribut.
‘’Kita sudah lihat sendiri, perbedaan kamampuan caleg sangat jelas, mereka yang tidak punya dana memilih tidak banyak bergerak dan menggunakan atribut. Caleg yang banyak mengeluarkan dana juga sudah siap secara ekonomi dan punya,’’ kata Tarmizi.
Belajar dari beberapa kali pemilu yang sudah dilangsungkan di Mukomuko, belum ada caleg yang stress, hanya pusing beberapa saat usai pemilu. Itu menunjukkan di Mukomuko caleg cukup kuat dan sudah siap dengan kekalahan mereka. Kunci untuk tidak stress adalah siap menerima kekalahan dan beriman kepada Allah SWT. Selain itu dukungan dari keluarga sangat penting.
‘’Kita bukan pertama kali melaksanakan pemilihan, belum ada caleg yang stress, mereka yang berani mengeluarkan dan maju karena siap kalah. Kalau istilah mereka berjudi, kalah habis, menang untung,’’ tutupnya.(jar)


Pemilih Masih Berpeluang Berubah Haluan

POLITIK RM – Pencoblosan pemilu 2014 tinggal menghitung hari, caleg yang merasa sudah melakukan banyak hal untuk memikat pemilih semakin yakin bisa memenangi pemilu. Termasuk pemilih sendiri, sudah menetapkan calon pemilihannya masing-masing. Namun caleg, jangan dulu terlalu percaya diri, sebab para pemilih masih berpeluang pindah haluan. Dari beberapa warga yang diminta keterangannya, mengaku ada lebih dari satu caleg yang bakal ia pilih.
Seperti salah seorang warga Air Rami, Busran saat ditanya soal pemilu, ia mengaku punya dua pilihan, alasannya sama-sama dikenal baik dan disukainya. Namun kepada siapa ia akan jatuhkan pilihan, Busran belum bisa memastikan, ia akan pikirkan saat sudah berada dalam bilik suara.
‘’Kalau caleg yang mau dipilih ada, kenal semuanya. Saya masih ragu juga pilih yang mana nantinya, kita lihat siapa yang beruntung saat sudah di bilik suara,’’ kata Busran.
Lain lagi dengan, Ratna salah seorang pemilih asal Kecamatan Ipuh, ia mengaku saat ini masih menjatuhkan dukungan kepada salah seorang caleg. Namun untuk kepastiannya adalah saat pemilihan nanti, bukan tidak mungkin baginya memilih calon lain. Alasannya caleg yang meminta dukungan sudah cukup banyak.
‘’Kalau caleg yang kenal dan datang banyak, namun saya tetap mau mendukung satu caleg saja, tapi belum tahu juga entah yang mana akan dipilih, nanti berdoa dulu sebelum menyoblos,’’ kata Ratna.
Warga Pondok Suguh, Safriadi malah sebaliknya, belum berpikir untuk memilih siapa. Soal caleg yang ia ketahui cukup banyak, baik yang sudah pernah ditemui maupun melihat melalui peraga kampanyenya. Ia masih ragu akan memilih siapa saja.
‘’Kalau nanti memang ada waktu, datang memilih, siapa saja dicucuk, caleg banyak yang saya tahu, kalau sekarang belum tahu, yang mana,’’ tutupnya.(jar)