Friday, 28 March 2014

Kabupaten Mukomuko Politik

Caleg Stres Ditampung Dibekas Rumah Sakit
METRO – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mukomuko, serius menyiapkan diri untuk menampung  kemungkinan caleg stres karena tidak sukses saat pemilu. Bahkan 10 kamar eks rumah sakit Mukomuko, sudah disiagakan sebagai lokasi penampungan sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Soeprapto Bengkulu.
Wakil Direktur RSUD Mukomuko, Syafriadi, SKM, M.Kes membenarkan jika pihak RSUD tengah memeprsiapkan beberapa kamar di gedung eks RSUD tersebut. Dimana survei gedung yang akan digunakan pun sudah dilakukan.  Tempat yang dipilih adalah lantai dua gedung utama eks RSUD Mukomuko.
‘’Ya kita sudah melakukan survei. Dimana hasil survei itu kemungkinan gedung yang akan digunakan yaitu gedung 2 lantai ruang kantor dan dekat IGD RSUD waktu itu. Lantaran sebagain gedung lainnya ditempati sebagai sekolah,’’ ujar Syafriadi.
Syafriadi menambahkan, dalam waktu dekat ini akan di mulai perapian ruangan yang akan digunakan. Mulai dari pemasangan terali besi, tempat tidur, perehapan pintu serta beberapa hal yang sifatnya diperlukan.
‘’Kalau untuk perawatan pasien yang mengalami stress, depresi atau pun semacamnya tentu dibutuhkan ruang perawatan yang agak berbeda. Dan tidak sama dengan ruang bagi perawatan penyakit lainnya. Apalagi mengenai pemasangan terali, dimana hal itu gunanya untuk mengantisipasi agar si pasien tidak kabur,’’ ungkap Syafriadi.
Lebih jauh Syafriadi menyampaikan, selain itu RSUD juga telah mempersiapkan beberapa petugas. Mulai dari perawat hingga petugas keamanan.
‘’Petugas pun juga telah kita persiapkan. Mulai dari perawat walaupun tidak spesifik untuk menangani orang mengidap gangguan jiwa. Namun untuk penanganan sementara sebelum dibawakan ke RSJKO. Tak hanya itu petugas keamanan pun juga kita perlukan. Untuk menjaga keamanan nantinya,’’ tutup Syafriadi.(dum)


Caleg Kunjungi Makam Keramat?
XIV KOTO – Berbagai cara ditempuh caleg untuk mencapai impian mereka duduk sebagai anggota dewan. Salah satunya yang kerap diisiukan, adalah mendatangi makam tua atau tempat keramat. Termasuk meminta bantuan dari orang pintar serta cara lainnya. Untuk wilayah Dapil I, isunya salah satu tempat yang jadi langganan caleg adalah makam mbah gresik di Desa Pauh Terenja Kecamatan XIV Koto.
Sebagiamana disampaikan oleh juru kunci makam mbah Gersik Dahril, sebagai juru kunci  Dahril mengakui sering didatangi, orang-orang tertentu yang minta keberkahan melalui makam Mbah Gersik. Menurutnya, bukan saja calon legislatif yang kerap mengunjungi makam ini, termasuk pejabat yang minta jabatan, sering meminta didoakan di makam ini.
‘’Biasanya ada yang datang, bukan saja caleg juga ada pejabat yang minta jabatan. Termasuk warga sering berziarah ke makam tersebut. Setiap mereka datang akan minta dengan saya, sebagai juru kunci makam ini,’’ kata Dahril.
Lanjutnya, kebanyakan yang datang selain bersiarah juga meminta dirinya untuk mendoakan kesuksesan mereka. Ada diantara permintaan tersebut yang terkabulkan dan ada yang tidak. Intinya bukan meminta kepada makam, melainkan meminta kepada yang maha kuasa. Belajar dari pemilihan periode sebelumnya, calag akan remain datang menjelang beberapa hari sebelum pemilihan.
‘’Biasanya 3 hari sebelum hari H ada yang datang, untuk minta berkah Tuhan melalui makam mbah Gersik. Biasanya yang dikabulkan adalah orang yang memiliki jiwa dan pikiran yang bersih. Kalau yang jiwanya kotor biasanya tidak terkabulkan,’’ ujar Dahril.
Salah seorang Caleg provinsi Bengkulu daerah pemilihan Kabupaten Mukomuko dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Mujiono, S.IP tidak memungkiri jika masih ada Caleg yang percaya dengan hal-hal gaib. Serta meminta berkah Tuhan dengan mendatangi tempatempat yang dianggap keramat. Namun secara pribadi ia tidak pernah berziarah ke makam keramat dengan maksud tertentu. Mujiono mengaku selalu minta do’a restu dengan sanak family dan handai taulan.
‘’Saya juga minta restu dengan leluhur, tapi tidak dengan mendatangi makamnya. Kalau saya berperinsip, do’a, ihtiar dan tawakal adalah wajib. Ini berlaku untuk semua urusan bukan hanya pada pencalonan saja,’’demikian Mujiono.(dul)

Barisan Santri Juga Siap Bina Caleg Stres
PENARIK – Tidak hanya RSUD Mukomuko yang tengah mempersiapkan ruang perawatan khusus bagi para caleg gagal dalam pemilu yang berpotensi terkena serangan gangguan kejiwaan, organisasi Barisan Santri di bawah asuhan Miftachul Huda Alchakimi juga menyatakan kesiapannya mengambil peran sebagai praktisi terapi jiwa bagi caleg stres. Pada Radar Mukomuko (RM) kemarin, pria yang diakrap dipanggil Gus Huda tersebut memprediksi, setelah penghitungan suara final pemilu nanti akan ada caleg yang jiwanya tergoncang. Mulai dari goncangan ringan hingga yang hebat. Jika tidak lekas ditangani maka dampaknya akan sangat serius bagi kelangsungan si caleg.
‘’Memang fasilitas yang kita tawarkan tidak seperti di rumah sakit ataupun pondok pesantren. Kita ada memiliki tempat yang biasanya digunakan pusat aktivitas gerakan barisan santri. Disanalah kita akan mencoba menetralisir kejiwaan para caleg yang menderita gangguan jiwa seperti stres, depresi atau yang sudah berat sekalipun. Berbicara kemampuan, Insya Allah kita barisan santri siap,’’ kata Gus Huda.
Sementara itu, pihak RSUD Mukomuko telah memastikan akan menggunakan gedung dua lantai eks RSUD sebagai tempat perawatan pasien mengidap gangguan kejiwaan. Yang akan segera dilengkapi adalah fasilitasnya. Sebab fasilitas kamar berikut desain bagi penderita penyakit kejiwaan tidak sama seperti pasien penyakit umum.
‘’Ya kita sudah melakukan survei. Dimana hasil survei itu kemungkinan gedung yang akan digunakan yaitu gedung dua lantai yang dahulunya sebagai kantor,  laboratorium dan IGD. Untuk perawatan pasien yang mengalami stress, depresi atau pun semacamnya tentu dibutuhkan ruang perawatan yang agak berbeda. Dan tidak sama dengan ruang bagi perawatan penyakit lainnya. Apalagi mengenai pemasangan terali, dimana hal itu gunanya untuk mengantisipasi agar si pasien tidak kabur,’’ ungkap Wadir RSUD, Syafriadi, SKM, M.Kes.(dul/dum)

Minta Dicoblos Via FB, BBM dan SMS Ramai
POLITIK RM – Tiada waktu tanpa kampanye, itulah aktivitas caleg saat ini, baik caleg DPRD tingkat 2 dan tingkat 1, maupun caleg DPR RI dan DPD RI. Semua cara dan media mereka gunakan untuk mengajak pemilih memberi dukungan dan mencoblos nomor urutnya pada 9 April mendatang. Diantara media yang digunakan adalah BBM, Facebook dan SMS telepon seluler. Cara ini simple dan tidak butuh banyak biaya. Namun kelemahannya hanya untuk pemilih tertentu saja, pengguna BBM dan FB jumlahnya terbatas.
Tampilan kampanye juga beragam, mulai dari berbentuk editan stiker maupun kata-kata yang mengajak secara terbuka kepada pengguna FB, BBM untuk mencoblos di TPS mendatang. Kampanye via media online maupun SMS ini, cukup menghibur pengguna jaringan, berbagai tanggapan diberikan terhadap caleg bersangkutan.
‘’Saya Jamin Muslihan Menang Di SP.8 Sumber Makmur,Kec.Lubuk Pinang,Mukomuko Kata MBAH UMAR MAROSYID,Tokoh Masyarakat Setempat yang Juga Mantan anggota DPRD Mukomuko Periode 2004-2009@Muslihan, DS untuk DPR.RI dari Partai HANURA,’’ inilah kutipan status dari salah seorang pengguna FB, atas nama Pranyoto Ateng.
Juga ada status Fb lainnya atas nama Rilek Siswandi Bardan ZA, ia mengatakan ‘’Mohon doa dan dukungannya maju sbg calon anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari partai Nasdem No.urut 4. ALAZADINI,S.Ip putra asli kecamatan Teramang Jaya,’’ tuturnya.
Sementara salah satu pesan kampanye Via SMS disamaikan oleh, caleg PAN Chaidirisman, dalam pesan yang disebarkan, ia minta doa dan dukungan pada 9 April mendatang. Adapun bunyi lengkap SMS tersebut, ‘’Ass ww caleg PAN, Chaidirisman, SH nomor urut 1 dapil 1 Mukomuko mohon doa dan dukungannya, dan tolong beri tahu pada sanak family, terima kasih,’’.
Sejauh mana pengaruhnya? salah seorang pengguna Fb atas nama Julian mengatakan, pada dasarnya pengguna media online tidak terlalu menanggapi hal demikian. Sama dengan status lainnya, tanggapan yang diberikan, tidak menjanjikan akan dipilih.
‘’Itukan hiburan, orang menganggapnya juga sebagai hiburan, tidak akan menjadi pedoman, sebab biasanya status di media online hanya diingat saat masih online,’’ tutupnya.(jar)