Friday, 21 March 2014

KPU Coret Anggota TNI & Polri dari DPT


METRO – Mendekati hari H pemilihan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Mukomuko kembali mengalami pengurangan. Sebanyak 280 pemilih dicoret dari DPT karena alasan pindah domisili, meninggal dunia dan yang paling menarik merupakan anggota TNI dan Polri aktif. Adapun rinciannya, empat orang anggota TNI dan Polri, 136 pemilih pindah dan 91 orang pemilih meninggal. Dengan berkurangnya jumlah DPT berdasarkan hasil verifikasi maka DPT Kabupaten Mukomuko menjadi 118.815 pemilih.
Disampaikan oleh Kasubbag Program dan Data Sekretariat KPU Kabupaten Mukomuko, Yakin Sabri jumlah DPT terakhir tersebut sudah diplenokan. Termasuknya nama empat orang anggota TNI dan Polri ke dalam DPT, menurutnya kesalahan dari pendataan di tingkat desa.
‘’Kesalahan terjadi saat pendataan di lapangan lalu. Jumlah yang ada sekarang sudah tetap, tidak berubah lagi,’’ kata Yakin.
Dimintai komentarnya, Kapolres Mukomuko, AKBP. Wisnu Widarto, S.Ik melalui Wakapolres, Kompol. Ahmad Khalid Jauhar, S.Ag menyayangkan ditemukannya nama anggota TNI dan Polri aktif masuk ke dalam DPT. Wakapolres menegaskan, sudah menjadi aturan dimana baik anggota TNI maupun Polri tidak diperbolehkan memilih pada pemilu.
‘’Jangankan memilih, memihak salah satu caleg atau partai saja kita anggota Polri tidak dibenarkan. Jangankan itu, mengenakan atribut saja tidak boleh. Kita ini, sama dengan TNI dalam posisi netral. Itu sudah aturannya. Jadi kita sedikit heran, kok bisa mendekati waktu pemilihan seperti sekarang ada anggota TNI dan Polri masuk DPT. Kita harapkan pihak penyelenggara beserta perangkatnya lebih teliti lagi,’’ ungkap wakapolres.
Bagaimana jika sedari sekarang hingga menjelang waktu pemilihan kembali terdapat pemilih yang meninggal dunia, Yakin menjelaskan bahwa pemilih tersebut akan diberi tanda dan keterangan. Maka nanti itu di masing-masing TPS akan disiapkan blangko khusus untuk DPT yang bermasalah.
Jika ada pendatang baru yang belum masuk DPT, bisa tetap menggunakan hak pilihnya, namun namanya bukan terdaftar dalam DPT, melainkan sebagai pemilih khusus. Untuk pemilih khusus plenonya di KPU Provinsi Bengkulu.
‘’Kalau DPT sudah final, namun bagi masyarakat yang belum masuk atau baru datang tetap bisa memilih. Mereka masuk ke DPT khusus. Setiap saat petugas tetap menunggu laporan dari warga yang belum masuk dalam DPT yang sudah kita umumkan,’’ urai Yakin.
Ketua KPU Kabupaten Mukomuko, Dawud, S.Ag turut menegaskan bahwa sesuai hasil rapat pleno yang dilakukan, jumlah DPT Kabupaten Mukomuko sudah final. Mengenai jumlah pemilih khusus, data awal dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sebanyak 518 jiwa, namun yang masuk hanya 247 orang. Selebihnya dibatalkan karena diinformasikan merupakan data ganda.
‘’Untuk proses selanjutnya terus berjalan, terutama mengenai DPT, sebab untuk disesuaikan dengan, kebutuhan DPT dan sebagainya,’’ tutup Dawud.(jar)

Hanya I Wayan Kandang Mobnas
POLITIK RM – Dari sekian banyak anggota DPRD Kabupaten Mukomuko, yang maju kembali sebagai caleg, hanya I Wayan Adnya, caleg PDIP Dapil I yang mengandangkan mobil dinasnya di Sekretariat DPRD Mukomuko. Sementara dewan lainnya, memilih membawa kendaraan mereka pulang ke rumah masing-masing. Namun apakah digunakan pada saat berkampanye atau tidak, belum ada bukti yang menguatkan.
Dihubungi, Via telepon genggam kemarin, Wakil Ketua II DPRD Mukomuko ini mengakui, jika mobnas miliknya, sejak kampanye terbuka di mulai, sudah diparkirkan di kantor dewan. Kunci kendaraannya, dititip kepada sekwan, sempai berakhirnya pemilu mendatang. Ia melakukan itu, atas keinginan sendiri dan tidak ada niat untuk menggunakannya untuk berkampanye.
‘’Sekarang kita jarang ke kantor, selain tidak ada tugas penting di kantor, juga kami banyak turun untuk menemui masyarakat, dalam rangka sosialisasi pemilu. Kita lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi,’’ kata I Wayan.
Terkait dengan tudingan adanya mobnas yang dibawa berkampanye oleh caleg, politisi PDI Perjuangan ini, belum menemukan buktinya. Masyarakat juga harus memahami yang mana kegiatan kampanye dan kegiatan dalam tugas. Menurutnya yang dimaksut membawa kampanye kendaraan dinas, adalah di tempat yang sudah ditetapkan oleh KPU. Salah satunya di lapangan Ratok Denai Kecamatan Kota Mukomuko.
‘’Ada tempat kampanye yang ditetapkan KPU, kalau mobnas dibawa ke sana baru kampanye. Kalau dewan mengunjungi warga, mungkin dalam rangka kerja. Kita beranggapan baik saja, dan kawan-kawan yang memegang kendaraan paham dengan aturan,’’ tegasnya.
Kabag Umum, Sekretariat dewan, Siswanto, S.Pd membenarkan jika kendaraan dinas, I Wayan diparkirkan di kantor sejak beberapa hari lalu. Selain itu seluruhnya dibawa pulang oleh dewan. Memang dalam imbauan dari sekwan, kendaraan dinas dilarang untuk dibawa kampanye. Boleh dikandangkan di kantor maupun di rumah sendiri.
‘’Kalau mobil pak I Wayan memang sejak beberapa hari lalu ada di kantor, kalau yang lain tidak ada. Memang tidak harus dikandangkan di kantor, di rumah juga bisa, asal tidak dibawa kampanye,’’ tutupnya.(jar)


Potensi Caleg Perempuan Jauh Lebih Baik
POLITIK RM – Dibanding dengan pemilu sebelumnya, potensi caleg perempuan pada pemilu sekarang jauh lebih baik. Selain kualitas mereka bagus juga daya saing perempuan saat sekarang cukup menjanjikan. Pendapat ini dikemukakan oleh salah seorang tokoh Mukomuko sekaligus dosen senior Unib, H. Hamdani Makir, SH. Hum.
Dijelaskannya, Kehadiran Caleg perempuan pada pemilihan legislatif (Pileg) 9 April nanti, tidak hanya sekedar pelengkap kuota 30 persen saja. Tapi sebagai solusi problemtika yang dihadapi perempuan dewasa ini. Mereka punya kans besar untuk bisa memenangi pemilu, karena sebagian dari caleg perempuan punya daya saing cukup besar.
‘’Saya rasa pada pemilu sekarang potensi caleg perempuan lebih baik, selain mereka merupakan wanita-wanita terdidik dan bermasyarakat juga punya keinginan untuk mencoba mempercayakan suara mereka kepada perempuan,’’ kata Hamdani.
Wakil rakyat perempuan, pada dasarnya lebih peduli dan hati-hati. Karena seorang perempuan punya rasa lebih besar dari laki-laki. Selain itu kepedulian perempuan terhadap masyarakat besar kemungkinan lebih baik dan mereka teliti dan penyabar. Namun tidak menutup kemungkinan perempuan juga lemah dan bisa salah, buktinya ada beberapa politisi dan pejabat perempuan yang terjerat hukum dan terkena masalah lainnya.
‘’Kita sama-sama berbahraplah, ada beberapa perempuan yang jadi nantinya. Sebab kalau saya lihat sekarang cukup banyak perempuan yang berpotensi dan dekat dengan masyarakat,’’ tutupnya.(jar)