Sunday, 9 June 2013

10 Juni 2013





Wabup Pimpin Doa untuk Taufiq Kiemas
METRO – Secara inisiatif, sebelum dimulainya acara senam massal Demi Indonesia (DI) Style di gedung serba guna Kecamatan Kota Mukomuko kemarin, Wabup Mukomuko, Choirul Huda, SH yang hadir mewakili Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM mengajak seluruh peserta senam untuk mengheningkan cipta mendoakan arwah almarhum Ketua MPR RI, H Taufiq Kiemas yang wafat pada Sabtu (8/6).
Dalam sambutan singkatnya, wabup menyampaikan bahwa Taufiq Kiemas adalah salah satu negarawan dan putra terbaik bangsa Indonesia. Perjuangannya dalam menegakkan empat pilar demokrasi yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika patut diteladani dan diteruskan oleh generasi muda, termasuk dari Kabupaten Mukomuko.
‘’Saya meminta waktu sejenak untuk mengajak semua yang hadir mengheningkan cipta, kita mendoakan arwah almarhum bapak Ketua MPR RI, Taufiq Kiemas. Semoga almarhum diampuni dosa-dosanya, ditempatnya di sisi Tuhan YME dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,’’ kata wabup disambut dengan reaksi seluruh peserta senam yang menundukkan kepala.
Di lain sisi, kabar meninggalnya suami dari Megawati Soekarnoputri agaknya ditanggapi dingin oleh mayoritas masyarakat Kabupaten Mukomuko. Ini terbukti dari pantauan RM, hanya ada beberapa rumah saja yang memasang bendera setengah tiang di halaman. Padahal Presiden SBY sendiri sudah mengajak seluruh rakyat Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda duka dan penghormatan untuk Taufiq.
‘’Ini sebagai wujud kecintaan kita kepada Pak Taufiq Kiemas sebagai salah satu negarawan kita,’’ ujar SBY seperti dikutip dari salah satu situs resmi media online.
Sementara itu, pentolan PDIP Kabupaten Mukomuko, I Wayan Adnyana sudah berada di Jakarta untuk menghadiri prosesi pemakaman Taufiq yang dilanjutkan dengan mendoa di rumah duka. Di mata I Wayan yang akrab disapa Kadek, karakter Taufiq sangat berbeda dengan karakter politisi lain. Taufiq adalah seorang negarawan terbaik yang pernah dimiliki bangsa.
Untuk diketahui, Taufiq wafat di Singapura, karena penyakit komplikasi yang selama ini dideritanya. Ia menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura sejak Senin (3/6/2013).
Taufiq menjalani perawatan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (1/6/2013). 
Ia meninggal pada usia ke-70 tahun. Taufiq meninggalkan seorang istri, Dyah Permata Megawati Setyawati atau Megawati Soekarnoputri, dan tiga anak, yaitu Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala.(jar)

Kekuatan Parpol Dinilai Imbang
POLITIK RM – Wakil Bupati (Wabup) Mukomuko, Choirul Huda, SH memberikan  pendapatnya soal peta politik jelang pemilu 2014. Wabup menilai kekuatan partai politik (parpol) kontestan pemilu tidak ada yang terlalu unggul,  atau masih dalam kategori imbang. Karenanya diprediksikan kans seluruh parpol memperoleh kursi di legislatif merata.
Menurut pasangan Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM yang memenangi Pilkada Mukomuko lalu ini, kekuatan parpol pada dasarnya tergantung dengan calon yang mereka usung, sebab pilihan warga bukan parpol yang paling utama, melainkan dengan figur calonnya. Sementara dari yang ia lihat dan dengar dari pembicaraan masyarakat, semua calon memiliki kemampuan yang sama dan ada basis suara yang mereka akan menangkan. Artinya dalam hal ini tergantung dengan kekuatan basis setiap calon dan keinginan dari masyarakat sendiri untun mengutus wakilnya.
‘’Saya rasa semua parpol kuat, sebab ini tergantung dari caleg yang mereka usung. Saya melihat semua caleg bagus dan punya basis dan kemampuan, tinggal lagi bagaimana keinginan dari masyarakat tersebut,’’ ungkap Choirul Huda.
Mengenai kemampuan caleg yang betul-betul serius dan punya target, suaranya adalah sekitar 700 hingga 800. Mungkin akan ada yang memperoleh suara mencapai 1000 dan ini sudah dipastikan akan keluar sebagai pemenang pemilu. Akan ada parpol yang dapat kursi 3 dan 2 bahkan satu saja. Yang jelas 12 parpol memiliki kursi. Didapail tertetu satu parpol sangat kuat sementara di dapil lain mungkin nanti tidak dapat kursi, begitulah persaingan akan terjadi.
‘’Caleg punya kekuatan meraih suara 700 hingga 800 sudah kuat, dan mereka yang dapat suara 1000 ke atas ini sudah dijamin akan duduk. Di dapil tertentu satu parpol kuat dan di lain dapil mereka agak lemah, disinilah nanti peluang parpol semuanya dapat kursi,’’ lanjutnya.
Disinggung soal kedekatan dirinya dengan salah satu parpol, wabup menegaskan dirinya sampai saat ini tidak ada bergabung dengan parpol manapun hingga sekarang. Namun demikian selaku wakil bupati ia dekat dengan semua partai dan pengurusnya dalam rangka menjaga silaturrahmi dan saling berkoordinasi untuk kepentingan pembangunan dan terjalinnya kerjasama yang baik. Yang jelas ia berharap dalam bersaing semua bisa menjaga kebersamaan untuk kenyamanan masyarakat.(jar)

Kota Terancam Tanpa Wakil
POLITIK RM – Nampaknya para politisi asal Ibukota Kabupaten Mukomuko belum juga belajar dari pengalaman terdahulu, dimana lantaran banyaknya caleg, suara pemilih terpecah yang berakhir dengan tidak satupun calon dari kota yang duduk di kursi DPRD Kabupaten Mukomuko. Mereka kalah jumlah suara dengan calon asal kecamatan lain.
Disampaikan oleh salah seorang tokoh pemuda Mukomuko, A Razak, yang juga merupakan aktivis LSM Seadeko, pada pemilu 2009 calon tidak terhitung jumlahnya asal Kota Mukomuko. Akhirnya mereka tidak mampu menandingi calon lain dalam perolehan suara terbanyak. Kota dengan jumlah mata pilih paling banyak dalam catatannya luput dari anggota dewan. Ia yakin pada periode ini dengan jumlah calon masih cukup banyak bakal kembali membuat kota tidak punya wakil.
‘’Semua berebutan untuk maju, tetapi kenyataannya kalah terus. Wajar saja kadang dalam satu kelompok calon sampai 5 orang.Sedangkan di kecamatan lain mereka fokus memilih 1 calonnya saja,’’ kata Razak.
Lanjutnya, meski pada dasarnya maju sebagai calon anggota dewan adalah hak setiap orang dan pemilihan dilakukan secara terbuka dan luas. Namun sebaiknya masyarakat bisa mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya. Walau banyak yang minta dipilih, bersatulan untuk menetapkan calon terbaik sebagai dewan. Mubazir sura yang diberikan, kalau tidak juga duduk di dewan.
‘’Saya tidak mendukung siap-siapa, sebailnya kita kompak dalam menentukan arah suara. Hingga ada 1 dewan yang memang memahami kondiri wilayah kota ini dan dikenal masyarakat, sebagai tempat kita bertanya dan menyampaikan keluh nantinya,’’ demikian Razak.(jar)