Thursday, 6 June 2013

Radar Mukomuko 7 Juni 2013



Belum Diresmikan, Plafon 
Menganga, Dinding Retak
Hasil Sidak Dewan ke RSUD Baru
METRO – Pemerintah Daerah Mukomuko boleh saja membangga-banggakan kemegahan bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru sampai-sampai untuk meresmikannya nanti direncanakan oleh Menteri Kesehatan RI. Namun dibalik kemegahan bangunan RSUD, Waka II DPRD kabupaten, I Wayan Adnyana bersama Komisi III dalam sidaknya pada Rabu (5/6) menemukan sejumlah kejanggalan. Diantaranya, terdapat plafon yang sudah terbuka atau menganga. Lalu, sebagian dinding terlihat retak serta kondisi lantai di ruangan VIP miring.
Untuk ruangan operasi yang idealnya standar dan steril, malah memiliki sudut dan terdapat meteran PLN di dalamnya. Temuan lain yang tak kalah mengecewakan dewan, sementara bel alarm tersedia di setiap ruangan namun tidak disertai dengan tabung pemadam.
‘’Asalan saja, dana besar malah kayak gini bentuknya. Masa hampir sebagian besar plafon sudah rusak, dinding juga sudah retak-retak. Pak wartawan, saya minta tolong rilis apa yang ditemukan ini, sebagai teguran bagi pihak pelaksana dan juga pemerintah,’’ kata I Wayan kepada wartawan yang diminta mendampingi mereka.
kekecewaan juga diungkapkan Ketua Komisi III, Hermansyah, M.Kom. Ia berharap tindaklanjut dari sidak, pelaksana pembangunan dapat segera membenahi sebelum RSUD diresmikan dan beroperasi.
Di lain sisi, Hermansyah tak kuasa menyembunyikan kekagumannya melihat fisik bangunan secara keseluruhan yang megah, modern serta didukung dengan areal yang luas.
‘’Ya, kita memang kecewa dengan apa yang ditemukan ini, akan kita minta pertanggungjawaban dari pelaksananya nanti. Tapi kita juga patut bersyukur karena sudah ada rumah sakit yang cukup megah di daerah kita ini. Semoga pelayanan kepada publik di bidang kesehatan jauh mengalami peningkatan,’’ harap politisi Partai Hanura ini.
Dimintai penjelasannya, Kabid Perawatan RSUD, drg. Enris Marlinda tidak bisa berbuat banyak, ataupun berbicara jauh atas temuan sidak anggota dewan. Sebab itu semua bukanlah wewenang pihaknya. Namun begitu, Enris menerangkan bahwa semenjak pindah ke bangunan baru, pelayanan tidak menemui kendala. Berdasarkan arahan Bupati, Drs.H Ichwan Yunus, CPA, MM, segenap jajaran RSUD terus berupaya membenahi pelayanan agar meningkat.(jar)

Daftar Temuan Komisi III
1. Tak Memiliki Tabung Kebakaran
2. Dinding Mengalami Keretakan
3. Plafon Tak Rapih, Banyak yang Terbuka
4. Lantai Ruang VIP Miring
5. Keramik Lantai Berwarna-Warni
6. Kunci Pintu WC Terbalik
7. Peralatan Medis Belum Terpasang
8. Peralatan Medis Rusak
9. Ruangan Operasi Tidak Standar
10. Petugas Tidak Memiliki Kursi
11. Kaca Intip Tembus Angin
12. Kursi Tunggu Kurang
13. Sound System Sentral Tidak Nyala
14. Tangga Lantai Dua Retak
15. Atap Gedung Utama Bocor

Diserang Ciliang, Lansia Luka-Luka 
METRO – Niatan semula ingin mencari ikan dengan memancing di aliran siring perkebunan sawit di Desa Pondok Batu, Kecamatan Kota Mukomuko justru berujung nahas. Inilah yang dialami seorang wanita lanjut usia (Lansia) bernama Noraja (65). Noraja yang saat itu sedang bersama Kendak Hati (58) dan Sariyudah (55) diserang babi hutan hingga mengalami luka terbilang serius di bagian tubuh. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (5/6) sekitar pukul 16.35 WIB.
Kronologisnya, dari informasi terhimpun. Korban bersama kedua temannya sesama lansia berangkat ke lokasi sekitar pukul 13.31 WIB. Bermodalkan alat pancing sederhana, ketiganya seakan ingin mengenang masa-masa muda menyalurkan hobi sekaligu menghabiskan waktu senggang.
Ketika sedang asyik menunggu umpannya disambar ikan, tiba-tiba muncul seekor ciliang atau babi yang berlari ke arah ketiga korban. Yang kali pertama diincar ciliang adalah Noraja, lantaran lokasinya lebih dekat.
Tak sempat lagi menyelamatkan diri, Noraja pun jadi sasaran amukan babi dengan taring tajam tersebut. Melihat korban mengerang kesakitan, Kendak Hati dan Sariyudah berupaya mencari pertolongan dengan berteriak histeris.
‘’Waktu kejadian, saya duduk berdekatan dengan rekan saya sekitar jarak 3 meter saja. karena waktu itu, ikan lagi mau makan, bahkan kami sudah banyak mendapatkan ikan hasil pancing. Tiba-tiba seekor babi hutan dari arah belakang dan langsung menyeruduk dan menggigit saya. Untung saja teman saya membantu dengan mengeluarkan suara keras sambil meminta tolong. Babi itu sempat membuat tubuh saya terluka,’’ terang korban.
Kendak Hati dan Sariyudah menimpali, babi itu baru menyudahi serangannya setelah dilempari dengan batu. Bersamaan itu, Noraja dilarikan ke dokter hewan terdekat untuk diobati.
‘’Mendengar teriakan kami dan lemparan batu, babi itu baru  pergi. Saat babi itu sedang menggigit, Noraja sempat merangkak sambil melompat-lompat ketakutan berusaha melepaskan diri,’’ kenang Kendak Hati dan Sariyudah.(cw1)

Golkar  Kelebihan Calon Perempuan
POLITIK RM – Partai Golkar Mengusung Calon Perempuan pada pemilu 2014 lebih dari 30 persen calon perempuan. Dimana mereka memiliki 10 caleg wanita, masing-masing 3 orang di dapil I, 3 orang di dapil II dan 4 Caleg Perempuan di Dapil III. Meski diketahui 1 caleg perempuan mereka di coret KPU untuk dapil III, maka kuota 30 persen masih tetap terpenuhi.
Dijelaskan oleh Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Mukomuko, Ali Syaftaini, SE, parpolnya menyamakan perempuan dengan laki-laki dalam hak politik. Maka mereka tidak pernah terbatasi oleh aturan yang ada mengusung perempuan. Selagi calon tersebut siap dan dinilai layak maka apapun jenis kelaminnya bisa bergabung dengan Golkar.
‘’Kemarin sempat digagalkan 1 calon perempuan kita, namun ini tidak akan menjadi masalah, sebab kita memiliki perempuan lebih dari 30 persen sejak awal. Kita akan mengganti calon yang gagal tersebut, bisa saja tetap wanita maupun laki-laki,’’ kata Ali.
Lanjutnya, Golkar pada dasarnya siap sejak awal mematuhi aturan dari KPU. Maka setiap caleg ditekankan untuk selalu disiplin dan melengkapi keperluan sebagai caleg dengan serius. Harapannya Golkar bisa keluar sebagai pemenang pemilu 2014.Hal ini tidak mustahil, lantara disetiap dapil Golkar memiliki calon yang memiliki semangat dan kesiapan matang.
‘’Caleg kita semuanya punya kans besar memenangkan pemilu, sebab mereka mimiliki basis dan juga merupakan tokoh-tokoh terpilih,’’ papar Ali.
Ketua KPU Mukomuko, Nasir Ahmad, S.Pi, M.Si, membenarkan jika golkar mengusung perempuan lebih dari 30 persen. Dimana di dapil III ada 4 calon wanita dan kemarin dalam verifikasi 1 gagal. Namun demikian Golkar tetap 30 persen dan mereka bisa mengganti calon laki-laki atau perempuan untuk 2014.
‘’Golkar memang calon wanitanya berlebih, maka meski ada satu yang terbuang, mereka tetap memenuhi kuota 30 peresen wanit di dapil III,’’ demikian Nasir.(jar)


Target Duduk Butuh Rp 150 Jt
POLITIK RM – Isunya caleg yang punya target keluar sebagai pemenang pemilu legislatif 2014 untuk DPRD Mukomuko menyiapkan dana mencapai Rp 150 juta hingga Rp 250 juta. Dan beberapa caleg siapkan anggaran masih di bawah Rp 100 juta dengan target siap bersaing dengan penggunaan dana semaksimal mungkin. Namun kebanyakan caleg juga tidak siap dana, hanya bermodalkan semangat dan berharap bisa didukung oleh keluarga dan warga di basisinya saja.
Kondisi ini dapat membuat persaingan tidak seimbang, maka akan ada calon yang memperoleh suara tinggi hingga calon yang sama sekali tidak mendapat suara. Gawatnya jika dalam satu parpol ada 1 atau 2 orang saja yang siap bersaing, maka parpol tersebut peluang tidak masuk dalam rangking parpol pemenang pemilu. Sebab sesuai dengan kuota kursi, setiap dapil di Mukomuko ada 4 parpol dipastikan masuk kotak alias tidak dapat kursi. Kecuali dapil 1 yang hanya 3 parpol yang sudah dipastikan tidak lolos. Namun demikian bukan tidak mungkin calon yang tidak mapan secara ekonomi keluar sebagai pemenang, sebab saat ini ada persaingan antar daerah untuk meloloskan jagoan mereka masing-masing.
Ketua DPRD Mukomuko yang sudah malang melintang di dunia politik, Drs. Arnadi Pelam, mengakui jika politik butuh cosh. Namun uang bukan penentu bagi seorang untuk sukses. Sebab masyarakat yang akan menentukan siapa wakilnya. Tidak sedikit orang yang banyak mengeluarkan dana, namun tidak diinginkan warga akhirnya gagal. Dan ada calon yang hanya bermodal kecil atas dukungan masyarakat akhirnya bisa duduk sebagai anggota dewan.
‘’Biaya dalam politik itu perlu, namun jangan terjebak. Sebab masyarakat sudah cerdas, mereka lebih mengutamakan kualitas dari pada pemberian seseorang,’’ kata Arnadi.
Juga ketua DPC PKB, Adrizon N, mengakui biaya wajib dalam politik. Tetapi ia berharap bagi calon tidak punya banyak uang jangan lemah. Sebab ia sudah membuktikan duduk sebagai anggota dewan bukan karena banyak dana, melainkan atas kepercayaan dari masyarakat.
‘’Biaya itu perlu, namun jangan pernah menyerah kala tidak memiliki dana. Sebab yang menentukan adalah masyarakat. Ia sendiri duduk di dewan bukan karena banyak uang, melainkan pertolongan dari keluarga,’’ demikian Adrizon.(jar)