Saturday, 7 May 2016

Ular Raksasa Bertelur Penghuni PDAM Ditangkap

METRO – Ular piton bertelur berukuran besar dengan panjang sekitar 4 meter penghuni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Selagan ditangkap warga Desa Pondok Batu. Ular ini ketahuan warga tengah menjaga telurnya yang berjumlah puluhan butir dan hampir menetas. Proses penangkap cukup ramai, karena warga berduyun-duyun menyaksikannya, setelah ditangkap ular langsung dijual.
Kronologisnya, warga yang pertama kali menemukan ular ini, Feri saat itu sedang bermain sekitar pusat PDAM Mukomuko. Tiba-tiba ia mendengar suara mendesis cukup kuat dari salah satu lubang pipa yang berada di depan bangunan mesin PDAM ini. Feri yang penasaran langsung mengeceknya dan langsung terperanjat saat mengetahui suara tersebut berasal dari seekor ular yang cukup besar. Feri langsung kabur dan menyampaikan pada warga lainnya, sehingga spontan saja lokasi ini menjadi ramai. Warga yang melakukan penangkapan sempat kesulitan, sebab ular ini berada dalam lubang jalur pipa PDAM yang hanya bisa dimasuki oleh anak kecil berusia 7 tahun.
Warga Pondok Batu, Yulistiawati menceritakan penemuan ular ini sempat menghebohkan warga sekitar. Sehingga dalam beberapa saat saja lokasi sudah sangat ramai. Warga penasaran atas ditemukannya ular di tengah desa, dekat pusat PDAM Mukomuko. Maka besar kemungkinan ular ini tenang di lokasi tersebut, karena PDAM sudah lama tidak berfungsi. Penangkapan ular dibantu oleh ahlinya.
‘’Setelah ular ditemukan, lalu dipanggil orang pintar untuk menangkap ular itu. Sedangkan telur yang berjumlah puluhan butir itu sebagian sengaja dipecah oleh warga,’’ kata Yulistiawati.
Yulistiawati, juga mengakui ular ditemukan pertama kalinya oleh Feri, pemuda Pondok Batu. Ketika itu, Feri tengah bermain di pinggiran Sungai Selagan, tepatnya di depan bangunan PDAM. Feri mendengarkan suara desusan dari sebuah lobang galian tempat pemasangan pipa intek PDAM. Menurutnya, Feri sempat kaget ketika mengetahui sumber suara itu adalah seekor ular berukuran besar di dalam lobang tersebut.
‘’Lalu Feri menyampaikan penemuan ular itu kepada warga lainnya. Tak lama kemudian warga berdatangan ke lokasi dan menangkap ular itu. Sedangkan beberapa butir telur ular piton itu dipecahkan warga dengan menggunakan benda keras,’’ kata Yulistiawati.
Tak hanya itu, pada lobang lainnya yang berjarak cukup dengan lobang penemuan ular itu, juga ditemui 2 butir telur ular lainnya. Sejak penemuan telur ular ini, ia selaku warga setempat cukup kawatir adanya ular-ular berukuran besar lainnya bersarang di sekitar bangunan PDAM yang telah lama tidak beroperasi itu.
‘’Sejak penemuan ular itu, kami merasa ketakutan. Mungkin masih banyak ular berukuran besar lainnya yang bersarang di sekitar lokasi itu. Sebab bangunan PDAM yang sudah lama tak beroperasi itu, cukup dikawatirkan