Saturday, 7 May 2016

Calon Potong Sapi dan Habiskan Ayam Setruk


//Bupati dan Wabup Puji Demokrasi di Desa
METRO – Rabu (4/5) lalu, masyarakat 64 desa dari 148 Desa di Kabupaten Mukomuko selesai menyelenggarakan Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak. Walau secara umum dinilai sukses, namun Pilkades banyak dibumbui oleh riak-riak kecil di tengah masyarakat. Sehingga banyak yang menilai suasana politik Pilkades jauh lebih ramai dan meriah dibanding pemilu atau Pilkada sekalipun.
Suasana mulai panas sejak seminggu jelang pemilihan dan puncaknya 3 hari hingga hari pemilihan dilakukan. Masing-masing calon atau timnya bergerilya mencari dukungan dengan berbagai cara. Serunya lagi, 2 hari jelang pemilihan rumah calon mulai diramaikan oleh masyarakat. Sehingga untuk melayani warga, calon harus mengeluarkan anggaran tidak sedikit, terutama untuk biaya makan dan minum. Cerita di lapangan ada kandidat yang memotong sapi dan menghabiskan ayam hingga 1 truck untuk menjamu warga. Maka diprediksi menguras kantongnya mencapai puluhan juta rupiah. Parahnya lagi bagi kandidat yang menang, pesta jamuan akan berlanjut ke malam berikutnya, untuk merayakan kemenangan.
Salah seorang warga, Herman mengatakan suasana Pilkades jauh lebih meriah dibanding pemilu atau Pilkada. Rumah calon tidak pernah sepi dari orang sejak beberapa hari menjelang pemilihan. Mungkin ada yang buka hingga 24 jam. Makanan dan minum full di rumah calon, bisa milih mau makan, ikan, ayam atau sambal lain. Keseruan Pilkades dibanding pemilu juga terlihat saat pemilihan dilangsungkan, warga beramai-ramai nongkrongi TPS hingga selesai penghitungan.
‘’Kalau pemilu atau Pilkada, warga sudah memilih pulang ke rumah masing-masing, bahkan pergi ke kebun, saat Pilkades tidak, warga nunggu sampai selesai. Juga antusias warga menggunakan hak pilihnya tinggi, rata-rata angka golput kurang dari 20 persen,’’ katanya.
Wakil Bupati Mukomuko, Haidir,S.IP yang turun langsung memantau pelaksanaan Pilkades, mengakui suasana pemilihan kepala desa kali ini luar biasa meriahnya. Ia salut dan memuji tingginya demokrasi di desa, walau jelang pemilihan suasana persaingan begitu panas, namun setelah pemilihan dan hasilnya diumumkan, masing-masing berbesar hati, yang kalah legowo dan yang menang merangkul. Gesekan-gesekan kecil yang terjadi bisa diselesaikan hanya oleh panitia di desa.
‘’Apa yang ditunjukkan oleh masyarakat di desa menandakan, bahwa demokrasi itu sudah begitu hidup di tengah masyarakat. Mereka bersaing secara sportif dan bisa langsung menerima hasil pemilihan dengan baik. Gesekan kecil itu biasa terjadi dan mampu diselesaikan panitia desa,’’ ungkapnya.
Bupati Mukomuko, Choirul Huda, SH juga mengucapkan selamat untuk masyarakat yang sudah menyelesaikan Pilkades. Kepada calon yang unggul juga diucapkan selamat dan rangkul kembali kawan-kawannya untuk bersama-sama membangun desa. Secara keseluruhan bupati melihat, pemilihan berlangsung dengan cukup baik, aman dan nyaman. Semuanya ini karena warga sudah begitu mendalami arti demokrasi juga berkat kerja keras panitia dan pihak keamanan.
‘’Saya ucapkan selamat dan terimakasih kepada calon dan masyarkat yang sudah menyelenggarakan pemilihan. Melihat jalannya demokrasi di desa, pemerintah kabupaten bangga dan mengapresiasinya,’’ tutup Bup.(jar)


Usut Tuntas Perusak Hutan Danau
METRO – Bupati Choirul Huda,SH memastikan akan mengusut tuntas pelaku perusak hutan kawasan danau nibung. Dinas terkait diminta secepatnya menyampaikan hasil penelusurannya, terkait pelaku yang sudah menumbangkan hutan resapan kawasan wisata alam ini. Untuk diketahui beberapa hari lalu, bupati yang turun ke lokasi terkejut saat melihat pohon-pohon ini jadi hamparan. Bupati juga meminta pihak kepolisian secepatnya mengusut kasus ini.
Dikatakan bupati, pelakunya harus segera dicari tahu dan meski bertanggungjawab. Ia akan koordinasi dengan Kapolres Mukomuko untuk pengusutan lebih lanjut. Dinas P3K diharapkan kerja cepat untuk mengumpul keterangan menyangkut tindakan pelaku.
‘’Kita akan koordinasi dengan Kapolres untuk melakukan pengusutan, kepada dinas kita minta segera mencari tahu dan mengumpulkan fakta terkait perusahan kawasan ini,’’ kata Bupati.
Lanjutnya, masyarakat diingatkan mematuhi aturan berlaku, bahwa kawasan hutan yang dilindungi sekitar danau tidak boleh digarap dengan alasan apapun. Siapa yang melakukannya akan disanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Maka pelaku yang sudah menumbangkan hutan danau wajib diusut tuntas untuk memberi efek jera bagi yang lain.
‘’Kita minta masyarakat tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan aturan. Maka kejadian ini harus diusut tuntas untuk memberi efek jera bagi pelaku dan agar kedepannya tidak lagi terjadi,’’ tegas Bupati.
Masih dijelaskan bupati, penggundulan hutan ini akan berdampak pada rusaknya ekosistim sekitar danau juga bakal membuat gangguan terhadap danau itu sendiri. Sementara pemerintah tengah berusaha untuk mewujudkan pengembangan kawasan wisata dan penyelamatan hutan penyangga dari kerusakan. Tidak hanya masalah danau nibung, termasuk hutan penyangga kawasan lainnya dilarang keras untuk dirusak oleh siapa saja.
‘’Aturan melarang merusak hutan penyangga ini sudah jelas, tujuannya agar ekosistem terjaga. Jika kawasan danau ini dirusak, dampaknya sangat besar, baik bagi danau maupun bagi daerah,’’ tutupnya.(jar)