Wednesday, 25 February 2015

Diserbu Lawan, Basis Ichwan Masih Terjaga

Menuju Kursi Gubernur Bengkulu
METRO – Sejak beberapa waktu lalu, bakal calon gubernur mulai buka-bukaan memasuki Mukomuko yang merupakan basis dari Drs. H Ichwan Yunus, CPA,MM. Meski demikian sampai saat ini basis Ichwan masih terjaga dengan baik, selain orang nomor wahid di Mukomuko ini sudah direstui masyarakatnya, tim relawan Ichwan For Gubernur sampai sekarang masih mampu memblok setiap ‘’serangan’’ dari bakal calon lawan politik menuju kursi Gubernur Bengkulu.
Diantara tokoh-tokoh calon gubernur yang diduga mulai mengacak-ngacak basis Ichwan, adalah Sultan B Najamudin yang sudah langsung pamitan menyampaikan pencalonannya pada masyarakat beberapa hari lalu. Kemudian bupati Kepahiang, Bando Amin C Kader, selain datang langsung, ia sudah menyebarkan spanduk dan baliho diberbagai tempat di Mukomuko. Juga Junaidi Hamsyah yang sekarang menjabat Gubernur dan termasuk Ridwan Mukti yang sekarang menjabat Bupati Musi Rawas.
Salah seorang ketua tim relawan Ichwan, Jamaris Ayang mengakui jika sudah mengetahui kedatangan beberapa calon lawan politik Ichwan tersebut. Namun demikian mereka tidak ragu sama sekali. Selain yakin masyarakat percaya dengan Ichwan, mereka juga terus bergerak mengamankan basis Ichwan. Selain itu masyarakat Mukomuko punya prinsip, bagaimanapun bentuk dan kondisinya, lebih baik orang kita dari pada orang lain.
‘’Kami tidak ragu, karena kita punya prinsip sendiri soal calon Gubernur, kiprah pak Ichwan di Mukomuko sudah diakui, masyarakat juga sudah mengizinkan ia memimpin Bengkulu,’’ ungkapnya.
Lanjutnya, kedatangan bakal calon lain adalah hal biasa, Ichwan sendiri bersama timnya juga melakukan hal yang sama, yaitu terus mendatangi setiap daerah di Provinsi Bengkulu. Bahkan kehadiran Ichwan di beberapa daerah mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Karena seluruh warga Provinsi Bengkulu mengakui, jika Ichwan sukses membangun Mukomuko. Kehidupan masyarakat jauh lebih baik selama pemerintahan Ichwan.
‘’Kita yakin saja, pak Ichwan akan mendapat dukungan dari masyarakat, karena ia sukses membangun daerah ini dengan baik, keberhasilannya diakui seluruh masyarakat Bengkulu,’’ tegasnya.
Ketua Tim relawan kabupaten, Nasir Ahmad, M.Si juga optimis Ichwan tidak tergoyahkan lagi di Mukomuko. Walau masyarakat menyambut kehadiran calon lain, mereka tetap akan memilih putra daerah pada saat pemilihan kelak. Karena diyakini, jika Ichwan jadi Gubernur pembangunan Mukomuko dan Bengkulu bisa tercapai dengan cepat.
‘’Kita biarkan lawan masuk, biasa saja dalam politik, kita tetap yakin Ichwan akan keluar sebagai pemenang pada pilkada kelak,’’ tutupnya.(jar)\

Huda Ingin Wakil Yang Bisa Kerjasama
METRO – Soal wakil bupati, Choirul Huda, SH salah seorang kandidat kuat bupati Mukomuko punya prinsip sendiri. Ia tidak akan memandang, suku, asal dan backgroun seseorang. Ia ingin bersama dengan seorang wakil yang sanggup bekerjasama dengan dirinya dalam merancang, bekerja dan merumuskan berbagai pembangunan dalam rangka menuju Mukomuko yang lebih baik serta masyarakat yang sejahtera.
Dikatakan Huda, ia tidak menetapkan wakil karena berada di suatu dapil atau berasal dari kelompok masyarakat. Wakil baginya adalah rekan dalam bekerja melayani masyarakat serta berjuang untuk membangun daerah. Istilah Dapil tidak berlaku dalam Pilkada, ia ingin hanya satu kata yaitu Kabupaten Mukomuko. Membagi daerah dalam bentuk dapil pada Pilkada sudah mengkotak-kotakkan masyarakat. Jika ia dipercaya ia berjanji akan menyama ratakan jatah pembangunan yang ada.
‘’Kita tidak sependapat ada yang berasal dari Dapil I, Dapil 2 dan Dapil 3. Dalam Pilkada istilah dapil tidak berlaku, bagi kita semua  daerah sama saja, hanya ada satu masyarakat, yaitu warga Kabupaten Mukomuko,’’ katanya.
Sampai sekarang, Huda mengaku belum menetapkan wakilnya dan belum ada pembicaraan apa-apa. Namun ia mengaku mulai meminta pandangan dari semua pihak menyangkut dengan calon wakilnya kelak. Syarat utama bisa bekerjasama, diterima masyarakat serta punya semangat membangun Mukomuko. Bisa jadi adalah orang partai atau tokoh masyarakat yang mendapat dukungan dari warga.
‘’Kita perlu banyak pandangan dari orang tua, kawan-kawan dan juga pihak lainnya. Bisa jadi wakil dari partai atau non partai, syaratnya bisa bersama-sama dan punya keinginan membangun dan membela masyarakat,’’ paparnya.
Masih disampaikan Huda, saat ini masih menunggu jawaban dari beberapa partai politik yang sudah membangun komunikasi dengannya. Setelah ada kepastian partai, maka ia akan serius memikirkan soal wakil. Karena kunci bisa mendaftar ke KPU adalah dukungan minimal 5 persen suara partai. Ia tidak membatasi jumlah dukungan dari partai, paling minim sesuai syarat KPU, jika memungkinkan setengah dari kursi partai di DPRD.
‘’Kalau partai sudah deal, maka kita bisa bebas melangkah ke tingkat berikutnya, salah satunya menyangkut wakil bupati. Sesuai aturan pemilihan satu paket,’’ tutupnya.(jar)