Wednesday, 26 November 2014

Sapuan, Huda dan Burhandari Masuk Kategori Gerindra


POLITIK RM – Meski belum menetapkan siapa kandidat bupati yang akan diusungnya, namun Partai Gerindra mulai mengerucutkan calon bupati yang berpeluang diusungnya. Yaitu ada 3 nama yang dianggap layak dan pantas untuk mendapat tanda tangan dari partai berlambang kepala geruda ini. Ketiganya tidak jauh beda yang diprediksi banyak pihak lainnya, yaitu H. Sapuan, SE, MM. Ak, CA, Choirul Huda, SH dan Burhandari, S .Pd, M.Si.
Ketiganya dianggap punya potensi mendapat dukungan dari masyarakat, karena mereka sudah berbuat kepada masyarakat dan namanya juga sudah sangat akrab dimulut warga. Selain itu ketiganya dianggap punya kemampuan dan keuletan untuk memenangi Pemilihan bupati dam diprediksi dapat membangun daerah secara bersama-sama dengan masyarakat kedepannya. Juga ada spesifik lain yang melatarbelakangi Gerindra menilai ketiganya layak diusung.
Sekjen Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Mukomuko, Armansyah, ST menjelaskan untuk proses penjaringan tetap berlangsung secara alami. Namun diakuinya sejauh ini Gerindra belum begitu fokus, karena menunggu sistem pasti pemilihan dan juga masih fokus dengan kegiatan lainnya. Namun demikian, ia mengakui pandangan sementara 3 nama tersebut yang paling berpotensi saat ini. Apakah nanti akan dipilih salah satunya oleh Gerindra atau ada kebijakan lain belum dapat ditebak.
‘’Kalau penjaringan tetap berjalan secara alami, sejauh ini ada 3 nama yang kita anggap cukup dikenal masyarakat dan kemungkinan lebih diinginkan sebagai calon bupati. Yaitu Sapuan, Choirul Huda dan Burhandari, namun kita belum mengatakan mendukung,’’ katanya.
Siapa yang paling dijagokan dari ketiganya? Ketua DPRD Mukomuko ini belum mau menjelaskannya, karena belum ada kemunikasi yang betul-betul serius dengan ketiganya. Yang jelas sebagai partai pemenang pemilu, Gerindra akan mengutus calon bupati untuk berlaga pada pilkada kelak. Kuncinya hanya satu, agar bisa bersama Gerindra, calon tersebut harus mendapat dukungan dari masyarakat secara maksimal. Maka penilaian terhadap kandidat, ukurannya isu di lapangan, terutama yang disebarkan oleh media massa.
‘’Kalau cuman Gerindra yang dukung, jelas calon tersebut tidak akan menang, maka kami mengambil ukuran adalah isu di lapangan, terutama melalui informasi media. Belakangan ini dari media massa, tiga kandidat ini cukup potensial,’’ tutupnya.(jar)