Thursday, 20 November 2014

Mukomuko Akan Dipimpin Karateker


POLITIK RM – Bupati dam wakil bupati, bila maju sebagai kandidat Pilkada wajib menyerahkan surat pengunduran diri dari jabatannya. Ketetapan ini tercantum dengan jelas dalam Perpu Pilkada atau undang-undang pilkada yang sudah disahkan. Artinya, Kabupaten Mukomuko berpeluang dipimpin oleh Karateker bupati atau Pls, karena bupati akan maju sebagai calon Gubernur dan wakil bupati akan maju sebagai calon bupati.
Disampaikan oleh tokoh Mukomuko sekaligus dosen Fakultas Hukum Unib, H. Hamdani Makir, SH, M.Hum. Dijelaskannya mau tidak mau Mukomuko akan dipimpin Karateker. Sebab kepala daerah dan wakil kepala daerah sudah hampir memastikan diri meju kembali pada Pilkada kelak. Sesuai aturan yang berlaku, mereka tidak sebatas istirahaan sesaat melainkan harus mundur total.
‘’Kalau dulu bisa cuti saja, kalau sekarang tidak begitu, bila maju kembali maka wajib mengundurkan diri secara permanen dari jabatannya, dilantik lagi kalau menang,’’ kata Hamdani.
Mengenai siapa yang berpeluang menjabat karateker ini sendiri, Hamdani berpendapat harus pejabat senior dan sudah memahami kondisi daerah. Besar kemungkinan, lebih berpeluang dari provinsi. Sebab karateker diangkat oleh Gubernur atas persetujuan dari Menteri Dalam negeri. Kepala daerah harus mundur 3 bulan sebelum pemilihan dilakukan. Jika pilkada Mukomuko ditunda pada september, artinya bupati dan wakil bupati mundur 2 bulan sebelum masa jabatannya berakhir.
‘’Sesuai aturan bupati dan wakil bupati harus mundur 3 bulan sebelum Pilkada dilakukan. Jika memang pilkada ditunda, maka bupati Mukomuko mundur 2 bulan sebelum masa jabatannya berakhir,’’ tutupnya.(jar)

Tiga Kandidat Siap Maju, 2 Calon Masih Diragukan
//Kata Hamdani Makir
POLITIK RM – Tokoh Mukomuko sekaligus dosen Fakultas Hukum Unib, H. Hamdani Makir, SH, M.Hum menilai baru 3 kandidat yang dipredisi siap maju sebakal calon bupati Mukomuko 2015 kelak. Tiga kandidat tersebut adalah, H. Sapuan, SE, Ak, MM, CA, Ir. H Gafri Zainuddin dan Choirul Huda, SH. Sementara dua kandidat lainnya, yaitu Burhandari, S.Pd, M.Si dan Wismen A Razak masih diragukan untuk maju.
Dikatakannya, untuk Gafri dan Sapuan hampir dipastikan bakal maju dan diprediksi akan segera mendapat dukungan dari partai politik. Terkait pendanaan keduanya cukup mapan, jika dilihat secara kasat mata. Sementara Choirul Huda bisa dipastikan maju, jika ia siap mengundurkan diri dari jabatan wakil bupati saat ini, juga bila mendapat dukungan dari partai politik. Sedangkan Wismen dan Burhandari menurutnya jika pemilihan langsung, sulit untuk bisa maju. Meski masing-masing mempunyai partai, namun belum cukup untuk mengantarnya sebagai calon.
‘’Kalau Sapuan dan Gafri maju tanpa resiko, untuk Huda harus ambil resiko, mundur dari jabatannya. Untuk Burhandari dan Wismen, kita tidak mengecilkan, hanya saja kalau dilihat persiapannya belum begitu serius sejauh ini,’’ katanya.
Terus bagaimana dengan nama lain, seperti Jhon Yacub dan Edi Nevian? Hamdani berpendapat kemungkinan untuk putaran sekarang belum begitu siap. Edi Nevian cukup berat resiko yang harus diambilnya, yaitu mundur dari status PNS disaat karirnya sedang baik. Namun tidak menutup kemungkinan keduanya serius dan termasuk calon-calon lain yang selama ini pernah diisukan bakal maju.
‘’Kita tentu punya alasan, mengapa kita ragu dengan keseriusan mereka, karena selama ini belum begitu tampak, gerakannya yang mengarah pada pencalonan, juga terlalu banyak  resiko harus diambil untuk memutusakan mencalon,’’ katanya.
Lanjutnya, ada banyak hal yang membuat orang yakin atau tidak yakin seseorang betul-betul maju sebagai calon bupati atau Gubernur mendatang. Jika sekeda mengatakan ingin maju, semua orang bisa melakukannya. Orang yang betul-betul siap maju, kunci utamanya adalah siap mengeluarkan dana besar. Kemudian rencananya sudah terbaca oleh masyarakat sejak lama, bukan dadakan.
‘’Kalau kita ragu dengan seseorang untuk maju itu wajar, karena banyak sisi yang kita lihat untuk mengatakan seseorang akan maju. Sekedar mengatakan siap maju, semua bisa lakukan, saya juga bisa demikian. Namun kita tetap mengukur dari semua hal,’’ tutupnya.(jar)