Tuesday, 9 September 2014

Kunjungi Kantor RM, Wismen Serius Maju


METRO – Sore kemarin Kantor Radar Mukomuko (RM) di Kelurahan Bandaratu Kecamatan Kota Mukomuko mendapat kunjungan khusus dari salah seorang kandidat Calon Bupati Mukomuko, Wismen A Razak. Dalam perbincangan bersama Crew redaksi RM, salah seorang dewan pendiri Partai NasDem ini kembali menegaskan keseriusannya untuk maju sebagai calon Bupati Mukomuko periode 2015-2020.
Wismen hadir di Mukomuko pada intinya dalam rangka menghadiri pesta pernikahan salah seorang rekannya, yang juga ketua DPC PKB Mukomuko, Adrizon N. Rencananya hari ini, ia akan kembali terbang ke Jakarta. Oleh sebab itu, Wismen sengaja berkunjung ke markas koran lokal terbesar dan terpagi di Kabupaten Mukomuko ini, untuk bersilaturahmi pada saat waktu sudah beranjak sore.
Ia sempat menerima banyak pertanyaan terkait dengan rencana pencalonannya selaku Bupati Mukomuko. Dengan pasti dan lugas, salah seorang putra daerah terbaik ‘’Kapuang sakti ratau batuah’’ ini menyatakan sudah sangat matang dan telah memikirkannya secara seksama. Karena sudah saatnya ia bersama orang-orang terbaik Mukomuko dan masyarakat berbuat untuk daerah ini.
‘’Saya pikir ini sudah waktu dan momentnya kebetulan sangat pas. Maka saya katakan, maju sebagai calon bupati adalah keputusan yang sudah bulat. Kalau bukan sekarang, kapan lagi kita melakukan yang terbaik bagi daerah ini,’’ kata Wismen.
Langkah yang ia lakukan untuk menyiapkan diri maju pada pilkada kelak juga sejak lama telah dilakukan, baik secara langsung ataupun melalui tim dan media. Hanya saja, ia tidak ingin sesumbar terlalu banyak mengenai rencana ini, apalagi sekarang tengah berkecamuk pembahasan RUU pilkada di tingkat pusat. Bahkan langkah apa saja yang akan ia lakukan sebagai calon dan setelah memenangi pilkada sudah disusun dengan rapi.
‘’Kalau dikatakan rencana tiba-tiba tidak juga, sebab kita telah sejak lama punya rencananya, hanya saja sekarang momentnya pas. Kita tidak perlu sesumbar terlalu jauh, takutnya ada kendala. Kalau sekarang jelas, partai sudah kita miliki dan semuanya telah memungkinkan,’’ tegasnya.
Soal dukungan dari partai NasDem, Wismen kembali menegaskan sudah sangat bulat. Bahkan 25 anggota DPR RI dari NasDem, politisi nasional NasDem termasuk  menteri yang akan diangkat pada pemerintahan Jokowi – JK siap hadir di Mukomuko untuk memenangkan dirinya. Masyarakat harus paham, hubungan baik dengan pusat, akan membantu percepatan pembangunan daerah ini.
‘’Kawan-kawan dari DPR RI khususnya dari NasDem siap datang ke sini (Mukomuko, red), kemungkinan saja menteri pemerintahan mendatang. Ini modal penting bagi kita untuk memajukan daerah,’’ tutupnya.(jar)

Mujiono Dukung Bupati Dipilih Rakyat
POLITIK RM – Politisi PDI Perjuangan sekaligus anggota DPRD Provinsi Bengkulu Dapil Mukomuko yang digadang-gadangkan sebagai salah satu kandidat pemimpin Mukomuko, Mujiono, S.IP mendukung pemilihan bupati oleh rakyat.  Menurutnya sistim itu lebih demokrastis dan membuat pemimpin dekat dengan masyarakat. Namun demikian, ia tetap menyerahkan seluruhnya pada keputusan DPR dan pemerintah pusat.
Dikatakannya, pemilihan oleh rakyat seperti sebelumnya sudah pas, tidak perlu lagi ada perubahan. Karena dengan cara itu, kedekatan masyarakat dengan pemimpinnya akan terus terjaga. Sistem pemilu langsung yang sudah berjalan selama sepuluh tahun sudah baik. Dia menganggap sistem langsung merupakan koreksi dan perbaikan atas sistem pemilihan kepala daerah oleh parlemen seperti pada masa ordebaru.
‘’Kalau bisa menentukan, kita sepakat pemilihan oleh rakyat seperti biasanya. Sejak awal kami dari PDI Perjuangan mempertahankan aturan yang sudah pas tersebut,’’ kata Mujiono.
Namun demikian Mujiono tetap menyerahkan pada kebijakan pusat. Jika memang diputuskan demikian adanya, maka wajib diberlakukan di semua daerah tak terkecuali di Mukomuko. Menyangkuat isu pencalonannya sendiri, Mujiono mengaku sudah mendapat mandat dari partai. Jika memang memungkinkan tentu ia harus siap melaksanakan mandat tersebut. Ia siap bila bupati dipilih rakyat ataupun dipilih oleh dewan.
‘’Kita serahkan pada pusat, kalau memang dipili dewan ya harus dijalankan. Mengenai kita siap maju atau tidak, jika restui masyarakat dan partai sudah menurunkan mandate, maka mau tidak mau dilaksanakan,’’ tegasnya.
Dikutip dari media online, Wakil Ketua DPR RI, Pramono Anung yakin, jika masyarakat menginginkan pemilihan kepala daerah dilaksanakan secara langsung. Gelombang penolakan akan datang dari masyarakat, jika Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu Kepala Daerah dipaksakan untuk disahkan.
‘’Publik pasti melakukan penolakan terhadap usulan tersebut. Jadi, kalau ada upaya penolakan itu, tanpa PDIP mengajukan ke MK. Saya yakin masyarakat akan berbondong-bondong mengajukan judicial review," ujar Pramono di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (8/9/2014).
Menurut dia, Pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan dengan cara pemilihan langsung oleh masyarakat, dan bukan dari DPRD sudah sangat tepat lantaran sesuai dengan kehendak rakyat.
‘’Saya yakin rakyat atau masyarakat akan mencatat, partai yang kemudian bolak-balik beralih sistem hanya untuk kepentingan politik jangka pendek saja,’’jelasnya.(jar/net)