Monday, 8 September 2014

‘’Berawal dari Mimpi’’, Wismen Matang Menuju BD 1 N


METRO – Kata-kata ‘’HIDUP berawal dari MIMPI’’ tema spanduk Wismen A Razak yang terpasang di setiap perempatan dan sudut ‘’Kapuang Sakti Ratau Batuah’’ tak dipungkiri menjadi aspirasi sendiri bagi banyak orang. Kata-kata ini pun sukses mengantar Wismen menjadi salah satu tokoh ‘’beken’’ di Kabupaten Mukomuko. Secara bertahap sosoknya mulai lekat di hati masyarakat, sebagai salah satu kandidat bupati yang bakal meriahkan pilkada. Wismen sendiri mengaku sudah sangat matang untuk membangun tanah kelahirannya dan ia secara resmi telah mengibarkan bendera untuk maju pada pilkada 2015 kelak.
Selain itu, Wismen yang tergabung dalam dewan pendiri NasDem ini sudah mendapat restu dari pusat, terkhusus restu dari pimpinan NasDem. Wismen juga berpeluang diusung oleh seluruh parpol koalisi Jokowi – JK. Seperti diketahui, total kursi parpol pengusung presiden pemenang pemilu ini di Mukomuko mencapai 12 kursi.
Dihubungi, Wismen mengaku sudah  menjadi impiannya untuk memimpin Mukomuko, demi mewujudkan pembangunan yang baik serta menuju masyarakat yang sejahtera. Terkait kesiapannya sendiri, Wismen mengklaim telah mempersiapkan sejak lama. Bahkan dengan tegas ia menyatakan, bendera sudah dikibarkan, tidak mungkin ia surut kembali.
‘’Tidak ada kata-kata mundur, kita telah kibarkan bendera bersama-sama. Insyaallah partai sudah memberi mandat itu kepada kami. Kalau bukan kita yang membangun daerah kita siapa lagi, sekarang sudah saatnya, mimpi menjadi kenyataan,’’ kata Wismen.
Dalam waktu dekat, Wismen segera kembali ke Mukomuko dalam rangka mensosialisasikan berbagai programnya pada masyarakat. Pada dasarnya gerakan Wismen melalui kader NasDem, keluarga dan rekan-rekannya sudah berjalan agresif. Bahkan informasinya tim Wismen sudah memetakan berbagai persoalan pembangunan dan keluhan masyarakat untuk diselesaikan dalam kepemimpinannya kelak.
‘’Kita sudah menarik semua persoalan dalam masyarakat, dari sektor pertanian, transportasi, kelautan, pendidikan dan budaya. Ini tugas penting yang harus kita selesaikan bersama-sama,’’ tegasnya.
Terkait dengan kemungkinan terjadi perbedaan sistim pemilihan kepala daerah, Wismen juga tidak memperdulikannya. Ia siap maju dengan cara bupati dipilih oleh rakyat langsung ataupun dipilih oleh dewan. Modal awalnya jelas memiliki parpol dengan jumlah dewan maksimal di DPRD Mukomuko. Kandidat yang tidak memiliki modal kursi di DPRD Mukomuko saja berani mengklaim siap maju.
‘’Kita sudah punya modal kekuatan parpol di parlemen, tidak hanya di daerah melainkan juga dipusat. Kalau kita tidak punya dewan, mengklaim bisa maju, perlu dikoreksi. Pemilihan oleh rakyat kita siap bersaing, dipilih dewan kita siap menang,’’ tutupnya.(jar)

Pemilihan oleh DPRD Hindari PNS Berpolitik
//Sejalan Dengan Disertasi Sekwan
POLITIK RM – Isu pemilihan bupati oleh dewan menjadi isu hangat di Indonesia saat ini tak terkecuali di Kabupaten Mukomuko yang sudah mendekati pelaksanaan pilkada. Ternyata isu ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) sekretariat DPRD Mukomuko, Drs. H Bustari Maler, S.Sos, M.Hum dalam menyelesaikan gelar doktornya. Bustari sudah menyusun disertasi sejak beberapa waktu lalu terkait dengan otonomi daerah dengan mengambil wilayah penelitian tiga daerah pemerintahan di Provinsi Bengkulu, yaitu Kabupaten Mukomuko, Kota Madya Bengkulu dan Benteng. Dalam tulisannya, tergambar jelas, bagaimana postifnya pemilihan oleh dewan.
Diminta komentarnya terkait dengan aturan pemilihan bupati oleh dewan, Bustari menjelaskan, dalam disertasi yang ia susun digambarkan dengan jelas terkait dengan sistim pemilihan kepala daerah ini. Pemilihan oleh dewan, pada dasarnya sejalan dengan fungsi wakil rakyat itu sendiri. Tidak ada buruknya bupati dipilih oleh dewan, karena kendali DPRD pada pemerintah daerah lebih terarah. Dalam bukunya, yang dipilih oleh dewan hanya bupati, sedangkan wakilnya dipilih atau diangkat oleh bupati. Sebagai pemimbing Disertasi nya adalah hakim agung MK, Prof. DR. T. Gayus Lumbuun, SH., MH.
‘’Dewan memilih bupati, itu sejalan dengan fungsi yang sebenarnya, kemudian wakil bupati diangkat bupati yang diambil dari pegawai senior. Ini dapat mengurangi konflik antara kepala daerah dan wakilnya yang selama ini diketahui terjadi disebagian besar wilayah Indonesia,’’ kata Bustari yang seangkatan dengan pengacara kondang Firman Wijaya yang merupakan tim hukum Prabowo -  Hatta di MK ini.
Lanjutnya, pemilihan oleh dewan juga dapat meminimalisir keterlibatan pegawai dalam politik. Sehingga mereka fokus dengan tugas dan fungsi masing-masing, siapapun bupati atau kepala daerah tidak menjadi persoalan lagi. Tugas wakil bupati mengkodinir tugas-tugas di daerah, sedangkan bupati banyak menjalin hubungan dengan pusat, daerah lain dan membuat kebijakan-kebijakan pembangunan strategis.
‘’Namun pada dasarnya pemilihan oleh rakyat juga tidak buruk, kita serahkan saja dengan pemerintah dan DPR pusat. Cuman dalam tinjauan tulisan yang kita buat demikian hasilnya,’’ tutupnya.(jar)


Burhandari Mulai Unjuk Diri
POLITIK RM – Setelah resmi mengakhiri jabatannya sebagai anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Politisi PKS, Burhandari, S.Pd, M.Si mulai unjuk diri untuk menatap pilkada Mukomuko tahun depan. Ini terbukti dengan mulai bermunculannya baliho milik Buhandari diberbagai tampat. Bahkan informasinya, Burhandari mulai melirik bakal calon wakil bupati yang akan diajaknya bersama-sama.
Via telepon genggam, Burhandari menjelaskan semuanya mulai dipersiapkan dengan matang. Ia menyatakan serius akan muncul sebagai calon bupati Mukomuko dan siap memberi angin segar untuk kemajuan daerah. Terkait dengan mulai bertebarnya baliho, menurut Burhandari itu bagian dari keseriusan timnya dalam menghadapi pemilihan mendatang. Untuk saat ini baliho baru terpasang disebagian wilayah terkhusus di Dapil II saja.
‘’Kita sudah siap untuk maju, karena memang sudah saatnya kita berbuat untuk daerah ini lebih baik lagi. Untuk tahap awal, jelas kita melakukan sosialisasi awal dan akan berkelanjutan,’’ tegasnya.
Untuk calon wakil, Burhandari mengaku masih dalam tahap penggodokan, beberapa nama anggota DPRD Mukomuko masuk dalam kriteria calon wakil yang akan ia ajak bersama-sama. Modal awal yang ia miliki adalah partai politik, artinya ia cukup menyatukan PKS dengan salah satu parpol lainnya untuk memenuhi syarat maju. Mengenai anggaran dan dukungan dari masyarakar, Burhan optimis tidak ada kendala.
‘’Kita siap maju, tentu dengan semua persiapan yang sudah ada. Untuk partai kami sudah ada sebagian, tinggal lagi kita bersatu dengan parpol lainnya,’’ tutupnya.(jar)