Tuesday, 26 August 2014

Sapuan Mulai Bangun Kekuatan Politik


METRO – Diam-diam Sapuan, SE, MM, Ak salah satu calon bupati terkuat Kabupaten Mukomuko mulai membangun kekuatan. Buktinya, belakangan ini, Sapuan yang diketahui selaku pengusaha sukses di Jakarta mulai aktif bergerak di tanah kelahirannya Kabupaten Mukomuko. Kemarin, ia dikabarkan mengunjungi beberapa tokoh berpengaruh di Dapil III dan bersilaturahim dengan warga lainnya.
Selain itu, Sapuan juga diinformasikan sudah memiliki tim bayangan, anggotanya terdiri dari rekan-rekannya yang sama-sama berjuang pada Pilkada 2010 lalu. Selain itu juga ada tim keluarga yang setiap saat selalu aktif bergerak. Informasinya menjelang pemilihan Bupati 2015 Sapuan mulai banyak bergerak di Mukomuko.
Saat dihubungi, Sapuan mengakui sejak beberapa  hari lalu sudah berada di Mukomuko. Namun ia menolak dikatakan sudah mulai berkampanye atau fokus pada persiapan pilkada. Kepulangannya ke Mukomuko, karena banyak pekerjaan yang harus ia lakukan, selain itu juga memenuhi undangan dari beberapa kelompok masyarakat. Sapuan kembali mengingatkan, agar masyarakat untuk saat ini tetap fokus dengan pekerjaan masing-masing dan memberi dukungan kepada pemerintah sekarang sampai akhir.
‘’Ya sekarang saya sedang berada di rumah, siang tadi (kemarin red) ada kegiatan di Ipuh,’’ kata Sapuan.
Novesta Herman yang merupakan orang dekat Sapuan, juga mengakui jika saat ini Sapuan sedang berada di Mukomuko. Kepulangannya dalam rangka silaturahim dengan masyarakat dan juga banyak pekerjaan lain. Sebab selain memiliki usaha di luar daerah, Sapuan juga punya usaha di Mukomuko yang setiap saat harus dipantaunya. Terkait dengan persiapan menghadapi pilkada, Herman mengakui, Sapuan sudah membahas rencana tersebut. Namun untuk saat ini ia belum fokus dengan politik, karena banyak pekerjaan yang harus ia lakukan. Terhadap bantuan ambulance dan mobil operasional Sapuan yang diturunkan Sapuan, menurutnya merupakan hal biasa. Sapuan sejak lama sudah dekat dengan masyarakat, meski sukses di Jakarta, Sapuan tidak lupa berbagi dengan warga di tanah kelahirannya.
‘’Kebetulan sejak beberapa hari lalu Sapuan ada di Mukomuko, ia menerima undangan dari masyarakat dan juga banyak tugas lain di tanah kelahirannya. Soal bantuan yang diturunkan, warga sudah tahu, tidak ada hubungannya dengan politik. Sapuan rutin berbagi kepada warga sejak lama,’’ tutup Herman.(jar)


Pemilihan Bupati Kemungkinan Oleh Dewan
POLITIK RM – Calon bupati dan masyarakat yang aktif memperhatikan perkembangan politik sebaiknya menunggu keputusan akhir dari pusat. Pasalnya peluang bupati dipilih langsung oleh rakyat dengan dipilih langsung oleh dewan masih sama. Saat ini sedang dikebut pembahasan di tingkatkan pusat, UU Pilkada di tingkat kabupaten-kota dapat digelar melalui perwakilan di DPRD.
Jika pemilihan oleh DPRD, maka dilakukan pada 2 masa transisi, masa transisi pertama yakni pemilu kepala daerah terjadi pada 2015 untuk daerah-daerah di Indonesia dengan masa jabatan kepala daerah yang berakhir jabatannya pada 2015 dan 2016, dimana terdapat sekitar 240 kepala daerah. Kemudian pada masa transisi kedua untuk daerah-daerah dengan masa jabatan berakhir tahun 2017 sampai 2019 yang berjumlah sekitar 250 kepala daerah serta pilkada baru dilakukan pada tahun 2018.
Ada  beberapa pertimbangan yang kemungkinan besar dilakukan pemilihan oleh DPRD. Dimana selama pelaksanaan Pilkada bupati-walikota secara langsung menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Catatan terakhir menunjukkan sedikitnya 100 orang meninggal akibat pemilihan langsung, selain itu juga ada sedikitnya 330 kepala daerah terlibat korupsi dan kasus hukum lainnya. Selain itu banyak bupati dan wali kota sulit diajak kerja sama dengan gubernur karena merasa dipilih langsung oleh rakyat.
Menanggapi hal  ini, salah seorang calon kuat bupati Mukomuko, Sapuan, SE, MM, Ak mengakui belakangan ia aktif mengikuti perkembangan pembahasan UU Pilkada. Info terbaru, sekarang aturan ini dikebut pembahasannya agar kelar dalam masa pemerintahan SBY. Itu pula yang sekarang tengah ia persiapkan, sebab antara pemilihan langsung dengan pemilihan oleh dewan jauh berbeda.
‘’Itu memang sedang dibahas di pusat, kita menunggu dulu. Sebab jauh beda aura politiknya antara pemilihan langsung dengan pemilihan oleh dewan. Pada kawan-kawan dan masyarakat saya selalu pesankan, kita menungu dan melihat aturan terbaru kelak,’’ kata Sapuan.
DPR sudah menyetujui gagasan pihak pemerintah bahwa pilkada di seluruh Indonesia 2015 akan dilakukan serentak pada Oktober 2015.
"Pilkada serentak sudah disepakati sekitar Oktober 2015. Yang belum disepakati itu apakah dilakukan pilkada langsung atau tidak langsung (pemilihan oleh anggota DPRD, red)," ujar anggota Komisi II DPR Agus Purnomo kepada JPNN di Jakarta, kemarin (25/8).(jar)