Wednesday, 3 September 2014

Pilkada Berpeluang, Hanya 2 Pasang Calon

METRO – Seiring dengan makin dekatnya persiapan pelaksanaan pemilihan kepada daerah (Pilkada), bakal kandidat calon bupati (Cabup) Mukomuko yang awalnya sempat bermunculan, bersangsur tersaring dengan alami. Bahkan isu terakhir calon kuat kandidat bupati yang diprediksi benar-benar siap maju hanya 3 orang, bahkan bisa jadi akan terjadi persaingan dua kandidat cabup saja.
Yang sudah hampir dipastikan maju adalah Sapuan, SE, Ak, MM, dan Choirul Huda, SH. Calon yang ketiga diisukan juga sudah matang adalah Ir. H Gafrie Zainuddin, karena  beberapa waktu lalu ia sudah mendeklarasikan diri. Namun bisa jadi gagal, sebab Gefrie disebut-sebut sebagai kandidat kuat karateker atau Plt bupati menggantikan Drs. H Ichwan Yunus, CPA, MM dan Huda, karena harus mundur untuk maju sebagai kontestan pemilihan Gubernur atau Bupati. Jika ini terjadi maka ada peluang, panasnya persaingan Pilpres antara Prabowo dan Jokowi bakal terulang di Kabupaten Mukomuko, yaitu antara Huda dan Sapuan.
Sedangkan, Hj. Rosna Ichwan yang sudah nyaman di DPRD Provinsi sejauh ini belum ada kepastian pencalonannya. Apalagi isu terakhir yang berkembang, PAN lebih mengarah pada Choirul Huda. Begitupun dengan Wismen A Razak, Burhandari, S.Pd, M.Si, Ir. Edi Nevian, Mahyudin Yacub, Rifa’i Amir dan beberapa kandidat lainnya. Meski masing-masing mengklaim sudah siap maju, sejauh masyarakat masih meragukan keseriusan mereka. Pasalnya belum ada aksi nyata yang meyakinkan jika mereka benar-benar punya kesiapan dan kemampuan untuk menghadapi kerasnya persaingan untuk menduduki BD 1 N.
‘’Seperti yang saya katakan sejak awal, tidak akan banyak kandidat yang benar-benar siap maju. Awalnya kita melihat paling banyak 5, kemudian mengerut jadi 4. Sekarang malah ada 2 atau 3 saja yang betul-betul diprediksi sudah siap. Yang lain mungkin ada yang maju, tapi kita masih ragu,’’ kata tokoh Mukomuko sekaligus Dosen Fakultas Hukum Unib, H. Hamdani Makir, SH, M.Hum.
Dijelaskan, Hamdani melihat kesiapan seseorang itu dari banyak sisi, seperti dari ketokohannya, dari tanggapan masyarakat dan juga kesiapan materi dan partai pengusung. Edi Nevian mungkin cukup dikenal, yang membuat orang ragu adalah statusnya sebagai PNS, apa mungkin siap melepas pekerjaan tersebut. Juga Buhandari, Jhon Yacub dan yang lainnya, apa mungkin mereka benar-benar akan maju sebagai bupati, untuk wakil bupati kemungkinan bisa terjadi.
‘’Jangan salah kalau masyarakat belum begitu yakin, sebab mencalon bupati ada aturan dan kriteria harus dipenuhi. Kenapa Sapuan, Huda dan Gafrie dianggap serius, karena arah yang mereka lakukan sudah terbaca,’’ tutupnya.(jar)

Cabup Tak Perlu Cari Perhatian Warga
POLITIK RM – Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum Kepala Daerah tengah dalam pembahasan alot anggota DPR RI. Peluang pemilihan dilakukan serentak pada bulan Oktober dan dipilih oleh anggota DPRD cukup besar. Pasalnya sebagian besar anggota Pansus RUU Pilkada ini berasal dari koalisi merah putih yang sejak awal dikenal menyetujui aturan baru pemilihan tersebut. Artinya dengan aturan yang baru ini, bakal kandidat bupati Mukomuko yang sejak awal sudah mulai mencari perhatian masyarakat tidak akan banyak membantu.
Disampaikan salah seorang tokoh Mukomuko, H. Tarmizi pemilihan langsung serentak oleh dewan jauh beda dengan pemilihan oleh masyarakat. Bisa jadi pemilihan sangat simple dan kandidat cukup mendaftar sebagai calon dan melobi masing-masing parpol untuk mengarahkan dewannya memberi dukungan. Aksi kampanye di tengah masyarakat tidak akan ada artinya. Kalau melihat dari anggota tim yang membahas aturan Pilkada ini, diyakini pilkada serentak akan terjadi.
‘’Kita melihatnya demikian, kalau betul-betul dipilih oleh dewan, maka tidak berguna aksi kandidat yang sudah mulai mencari perhatian dari masyarakat. Cukup siapkan syarat dan anggaran secukupnya, pemilihan oleh dewan, kuncinya dengan pimpinan parpol,’’ kata Tarmizi.
Lanjutnya, pemilihan langsung dan tidak langsung ada keuntungan dan ruginya. Bagi kandidat yang dekat dengan rakyat dan sudah dikenal baik oleh warga, ada baiknya pemilhan secara langsung. Bagi politisi yang vocal dan senior dalam melobi, tentu peluang menang lebih besar saat pemilihan dilakukan oleh anggota dewan. Bagi masyarakat sendiri, tentu mereka ingin ikut menentukan bupatinya.
‘’Sebetulnya kalau bagi kita masyarakat ini, pemilihan langsung oleh rakyat lebih diuntungkan, karena ikut secara langsung menentukan calonnya. Juga bagi sebagian calon yang sudah banyak berbuat di tengah masyarakat,’’ tutupnya.(jar)

Jelang pilkada Sapuan Naik Haji
POLITIK RM – Calon Bupati Mukomuko, Sapuan, SE, Ak,MM akan berangkat ke tanah suci Mekkah, untuk menjalankan  rukun iman yang ke 5, naik haji  bersamaan dengan jamaah Indonesia lainnya. Ia terdaftar sebagai jamaah di Jakarta. Apakah ada hubungannya keberangkatan Sapuan ke Mekkah dengan persiapan menghadapi pilkada 2015 kelak.
Diminta langsung tanggapannya, Sapuan mengaku ini adalah kewajiban yang harus ia lakukan sebagai umat islam, karena kebetulan ia merasa diberi kemampuan oleh yang maha kuasa untuk menjalankan ibadah di tanah suci. Sapuan mengaku niat ini sudah ada sejak lama, bahkan 4 tahun lalu ia sudah mendaftarkan diri ke salah satu biro perjalanan haji di Jakarta, namun baru mendapat giliran pada tahun ini.
‘’Ini izin dari Allah SWT, kami sudah mendaftar akan berangkat ke Mekkah sejak 4 tahun lalu, baru mendapat giliran sekarang. Tidak ada hubungan dengan politik dan sebagainya, naik haji bukan bisa dilakukan kapan saja, tapi prosesnya panjang,’’ kata Sapuan.
Sapuan berharap keberangkatannya ke Mekkah mendapat berkah dari yang maha kuasa. Ia mohon doa dan restu dari masyarakat Mukomuko, untuk menjalankan panggilan agama ini. Terus apa permintaannya di Mekkah kelak? Sapuan mengaku minta terus diberi perlindungan bagi dirinya dan keluarga, juga bagi masyarakat Mukomuko bisa lebih maju dan sejahtera.
‘’Permintaan semua kita sama, mohon dilindungi yang kuasa, sukses dalam setiap pekerjaan, kawan-kawan bisa sukses, masyarakat sejahtera dan diberi rasa aman,’’ tutup Sapuan.(jar)