Thursday, 21 August 2014

Ini, 5 Pasangan Bupati?

Sekedar ‘’Kabar Burung’’ yang Berkembang
POLITIK RM – Berdasarkan isu yang berkembang di tengah masyarakat, 5 kandidat kuat calon bupati Mukomuko sudah menetapkan pasangan masing-masing. Sapuan, SE, MM, Ak dipasangkan dengan politisi PDI-P, Mujiono, S.IP, Choirul Huda, SH diisukan dengan Haidir, S.IP asal Dapil 3. Kemudian Hj. Rosna Ichwan dihubungkan dengan politisi Partai Demokrat, Sardiman, S.IP. Politisi PKS Burhandari, S.Pd, M.Si diisukan berjodoh dengan Supardji, S.Pd. Terakhir Ir. Gafrie Zainduddin bergandengan dengan H. Syamsuri Rustan, ST. Namun semua ini, baru sebatas ‘’kabar burung’’ yang diduga dikembangkan oleh para pendukung kandidat tersebut. Calon kuat lainnya Ir. Edi Nevian informasinya masih mendua, antara maju atau tidak, lantaran terbentur undang-undang ASN yang baru, menyebabkan ia harus mundur dari PNS.
Peta pasangan ini setiap saat bisa berubah, sebab masing-masing masih memiliki beberapa kandidat wakil lain yang tengah diseleksi. Seperti Huda, ia juga diisukan bersama H Bambang Apriadi, ST, Burhandari, Badrun Hasani dan H. Yusmardi, SH. Sapuan sendiri juga dikaitkan dengan beberapa nama lain, seperti, Supardji, Safaat dari PKB, Ahmad Yudi, Purwanto dan salah seorang tokoh agama asal jawa yang cukup ternama. Begitupun dengan Rosna, ia dihubung-hubungkan dengan Burhandari, Kadis Capil Jawoto, S.Pd, SE, M.Pd, Drs. Arnadi Pelam bahkan Mujiono yang sama-sama akan duduk di DPRD Provinsi dengannya.
Diminta tanggapannya, Bambang Apriadi mengaku belum ada pembicaraan serius dengan Huda, meskipun ia punya hubungan dekat sejak lama. Yang jelas PKB sudah siap mengusungnya sebagai calon bupati, bukan wakil bupati.
‘’Kalau komunikasi dengan pak Huda tentu sering, kita sudah dekat sejak lama. Untuk arah bersama dalam pencalonan belum ada deal, PKB sendiri menginginkan kami sebagai kadernya untuk mencalon bupati, sebab kita adalah pemenang pemilu,’’ kata Bambang.
Sardiman yang diisukan dengan dengan Rosna juga membantah isu tersebut. Namun ia tidak membantah pernah dipasang-pasangkan demikian dengan beberapa kandidat, termasuk dengan istri orang nomor 1 tersebut. Yang jelas selaku anggota dewan yang kembali dipercaya masyarakat akan menjalankan tugas dengan baik.
‘’Saya gak mau ambil pusing, kalau dipasang-pasangkan biarkan saja, yang jelas selaku anggota dewan saya begini saja,’’ paparnya.
Mujiono sendiri tidak menapik ada komunikasi dengan Sapuan, namun untuk pencalonan belum ada deal. Yang jelas menurutnya, Sapuan termasuk salah satu kandidat yang layak untuk mencalon bupati. Selain dengan Sapuan, ia mengaku juga ada komunikasi dengan calon lain.
‘’Kalau hubungan tentu ada, kita satu daerah dan sama-sama ingin membangun daerah,’’ tutupnya.(jar)

Prediksi Pasangan Calon Bupati Sementera Berdasarkan Kabar Burung
Calon Bupati           Calon Wakil Bupati   
Sapuan, SE, MM, Ak      Mujiono, S.IP
Choirul Huda, SH        Haidir, S.IP
Hj. Rosna Ichwan        Sardiman, S.IP
Burhandari, S.Pd, M.SI  Supardji, S.Pd
Ir. Gafrie Zainuddin    H. Syamsuri Rustam, ST
Masing-masing juga diisukan berpasangan dengan tokoh lainnya


Datangkan 3 Armada Perang, Sapuan Siapkan Markas
POLITIK RM – Sapuan, SE, AK, MM makin serius dan gencar menyiapkan diri menuju Pemilihan Bupati Mukomuko 2015. Usai menurunkan 3 unit ambulance, informasi terbaru, Sapuan sudah menyiapkan rumah singgah bagi masyarakat di tengah Kota Kabupaten Mukomuko, tapatnya di Desa Ujung Padang. Selain itu, ia dikabarkan kembali mendatangkan 3 unit mobik. Namun belum diketahui, untuk apa kendaraan jenis double cabin tersebut. Kabar beredar diperuntukkan sebagai armada operasinal timnya di lapangan kelak.
Novesta Herman, saat diminta keterangannya mengakui jika Sapuan sudah menyiapkan rumah singgah di Desa Ujung Padang atau tepatnya di tengah-tengah Kota Kabupaten. Namun ia membantah itu sebagai sekretariat pemenangan, melainkan hanya sebagai rumah konsultasi dan istirahat bagi masyarakat dari berbagai tempat saat berada di Kota Mukomuko. Saat ini rumah dalam proses penyiatapan peralatan dan juga papan merk atau spanduk SPN.
‘’Rumah ini dinamakan dengan rumah singgah, bagi masyarakat yang ada keperluan di Mukomuko dapat mampir, sambil menunggu kegiatan lain. Selain itu juga sebagai tempat santai dan bersilaturahmi antar masyarakat. Sekarang rumah dalam proses melengkapi perabotnya,’’ kata Herman.
Terus terkait dengan 3 unit mobil yang kembali didatangkan, Herman mengaku bukan jenis ambulance, melainkan kendaraan operasional biasa. Mobil ini banyak fungsi, bisa terjun membantu masyarakat juga sebagai kendaraan operasional keluarga dankawan-kawannya di lapangan.  Semua kegiatan tersebut belum ada hubungannya dengan pilkada melainkan memang aktivitas sosial yang dilakukan Sapuan bersama masyarakat.
‘’Sifat Sapuan tidak beda dengan banyak orang, kalau masih bisa membantu dan berbuat untuk daerah apa salahnya. Mungkin secara kebetulan, ia sedang memiliki kemampuan dan keinginan. Banyak orang melakukan hal yang sama, juga ada yang mampu tapi belum siap melakukannya,’’ lanjutnya.
Sapaun dalam komentar account FB nya menyampaikan, buat semua teman FB khususnya yg berdomisili di Kabupaten Mukomuko, perlu saya klarifikasi sedikit sehubungan dengan bantuan ambulance yang saya sediakan di kabupaten tersebut.  Sebagai berikut : 1) Ambulance tersebut memang gratis 100% (tanpa dikenakan biaya serupiah pun) khususnya utk pemakaian di dalam Kabupaten Mukomuko. 2) Khusus pengunaan ke luar Kabupaten Mukomuko dikenakan biaya penggantian biaya bahan bakar disesuaikan jarak tempuh pergi dan pulang serta sedikit uang makan sopir dalam perjalanan ke luar kota tersebut. 3) Jika diminta bantuan secara bersama-sama (berbarengan) di Prioritas bagi keluarga yang tidak mampu. Demikianlah yang dapat saya jelaskan semoga hal ini dapat dishares buat saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan, terimakasih.(jar)

Kecewa, 2 Kecamatan Tarik Dukungan ke Bengkulu Barat
POLITIK RM – Rencana Pemekaran Bengkulu Barat sudah di ujung tanduk. Pasalnya tokoh Kecamatan Pondok Suguh dan Kecamatan Teramang Jaya mengancam menarik dukungan untuk pembentukan kabupaten baru ini. Mereka kecewa dan merasa dimanfaatkan oleh Riva’I Amir dan Suswandi, SE yang baru-baru ini mengklaim akan maju sebagai calon bupati Mukomuko. Ada kesan jika para tokoh tersebut, hanya ingin mencari kekuasaan semata dan tidak serius untuk mekar.
Disampaikan oleh salah seorang tokoh Teramang Jaya, Alazadini statemen ketua presidium Bengkulu Barat dan Suswandi yang ingin maju sebagai calon bupati Mukomuko, merupakan penghianatan terhadap rencana bersama. Oleh karena itu, mereka mengancam akan menari dukungan untuk mekar dari Kabupaten Mukomuko. Tidak layak dua tokoh utama rencana mekar, punya niat yang sama sebagai calon bupati Mukomuko.
‘’Kami pertanyakan, apakah mereka sudah terkenal karena gerakan Bengkulu Barat, hingga sekarang ingin mencalon bupati. Kesannya mereka memanfaatkan masyarakat dari 5 kecamatan ini. Maka kami siap menarik dukungan untuk Bengkulu Barat,’’ katanya.
Juga disampaikan M. Syaril dari Kecamatan Pondok Suguh, menurut eks kades Air Bikuk ini, pemekaran Bengkulu Barat tidak layak dilanjutkan, melihat sikap para pimpinan presidium tersebut. Semestinya mereka fokus dengan rencana pemekaran jika benar-benar serius, namun malah menyatakan diri akan jadi bupati Mukomuko.
‘’Kita kaget dengan rencana mereka untuk jadi bupati Mukomuko, maka dengan ini kami siap menarik dukungan untuk Bengkulu Barat,’’ ungkap Syaril.
Juga disampaikan A. Katab menurutnya sikap dua tokoh Bengkulu Barat telah mengecewakan mereka dan masyarakat dari 5 kecamatan yang tergabung dalam wilayah rencana pemekaran. Oleh sebab itu, mereka akan mengkaji ulang untuk mendukung rencana pemekaran. Sebab ada kesan, jika isu pemekaran dimanfaatkan untuk kepentingan politik seseorang demi kekuasaan.
‘’Untuk apa kita mekar kalau hanya untuk menaikkan nama seseorang saja, keinginan tokoh pemekaran maju sebagai bupati Mukomuko menunjukkan belang mereka sebenarnya,’’ tutup Katab diamini Ali Kisaf.(jar)


Besok 25 Dewan Dilantik, 20 Politisi Jadi Mantan

POLITIK RM – Jika tidak ada aral melintang, besok akan berlangsung pelantikan 25 anggota DPRD Mukomuko hasil pemilihan 9 April 2014 lalu. Artinya masa jabatan dewan periode 2009 – 2014 sudah berakhir, hak mereka akan ditarik kembali, begitupun kewajiban sebagai wakil rakyat berakhir. Namun dari 25 anggota dewan aktif saat ini, ada 4 orang yang masih tetap bertahan dengan tahtanya dan satu lagi naik menjadi anggota DPRD Provinsi Bengkulu. Sedangkan 20 lainnya, akan berstatus sebagai mantan anggota dewan.
Purwanto yang dipastikan tidak duduk kembali, mengaku sudah siap melepas masa baktinya dan menyerahkan tugas kepada dewan yang baru. Ia akan kembali ke tengah masyarakat dan fokus dengan aktivitas pertanian sebagaimana pekerjaan yang biasa ia lakukan sebelum menjadi dewan bahkan saat masih aktif selaku wakil rakyat.
‘’Ya, kita sudah siap untuk menyerahkan tugas pada yang baru, itulah namanya perputaran, saya sendiri tetap begini dan akan lebih fokus mengurus pertanian bersama warga,’’ kata Purwanto.
Sedangkan Hermansyah, S.Kom.M.Kom yang tetap dengan posisinya selaku anggota dewan, mengaku menunggu pelantikan untuk masa jabatan berikutnya. Ia berjanji akan bekerja lebih profesional lagi dalam membantu masyarakat, karena periode kedua di dewan, ia punya banyak kesempatan meperbaiki yang sebelumnya kurang full.
‘’Kita bersukur masih diberi kepercayaan oleh warga, tentu periode berikutnya kita lebih paham dan menguasai segala sesuatunya, namun tetap butuh dukungan dari masyarakat,’’ tegasnya.
Sekretaris Dewan (Sekwan) Drs. H Bustari Maler, M.Hum juga membenarkan sesuai jadwal besok akan dilakukan pelantikan dewan yang baru. Pelantikan sesuai dengan SK Gubernur Bengkulu, Nomor B.371.I tahun 2014, tentang peresmian pemberhentian anggota DPRD Kabupaten Mukomuko masa jabatan 2009 – 2014, tertanggal 18-8-2014. Terkait persiapan lain, menurutnya tidak ada kendala lagi.
‘’Kalau dari kita sudah siap semua, ruangan telah dilengkapi dan undangan telah disebarkan,’’ tutupnya.(jar)