Friday, 7 March 2014

Mukomuko News Politik



Kejar Impian, Caleg Datangi Tempat Keramat
POLITIK RM – Ada-ada saja isu mengenai tingkah caleg jelang perhelatan akbar pesta demokrasi lima tahunan pemilu, yang jatuh pada 9 April mendatang. Kabarnya beberapa caleg selain berkampanye di berbagai tempat, juga mendatangi tempat keramat demi bisa mewujudkan cita-citannya untuk menjadi Wakil Rakyat terhomat. Tak tanggung-tanggung tempat yang mereka datangi tak hanya di Kabupaten Mukomuko, melainkan di daerah lain, seperi di pulau jawa, Kerinci dan Sumatera Barat.
Salah seorang caleg, Ismardi diminta tanggapannya, mengaku kurang mempercayai hal yang demikian. Namun ia mengakui jika beberapa kali ditawarkan dan diarahkan untuk mendatangi orang pintar maupun mendatangi tempat keramat. Ia lebih yakin dengan usahanya dengan meminta bantuan dipilih kepada masyarakat dan berdoa.
‘’Saya tidak yakin dengan yang demikian, namun pernah beberapa kali diarahkan. Apalagi tempat yang dituju cukup jauh, perlu dana besar, saya pikir kalu ada dana lebih baik membantu masyarakat langsung,’’ kata caleg Hanura Dapil I ini.
Kerapnya caleg menggunakan jasa orang pintar ini juga tidak dibantah oleh salah seorang incumbent, Adrizon N, sejak dulu kebiasaan  itu sudah ada. Ia sendiri meski tidak meyakini orang pintar atau tempat keramat bisa memenangkan, namun pernah melihat dan mendengar cerita caleg lain yang sudah mencoba. Biasanya dalam melakukan itu banyak syarat yang diminta oleh dukun.
‘’Itukan usaha caleg, kalau saya yakin kepada tuhan dan usaha dalam meyakinkan masyarakat. Tidak rahasia lagi sebenarnya, bukan caleg saja, mau milih kades saja, ada yang minta dibantu sama orang pintar,’’ paparnya.
Menanggapi ini salah seorang tokoh agama, Marjoni, S.Pd.I mengatakan pada dasarnya segala sesuatu itu kehendak yang maha kuasa. Apa yang dilakukan para politisi itu menunjukkan hilangnya kepercayaan diri.
“Yang bersangkutan tidak confident dengan kapasitas sendiri. Dia bahkan manusia beriman. Di zaman semaju sekarang kok masih menjunjung tinggi hal-hal tak logis begitu,” tutupnya.

Jalan Santai Bakal Diramaikan Politisi
POLITIK RM – Ratusan politisi Kabupaten Mukomuko bakal meriahkan Jalan santai pemilu damai yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko besok. Beberapa partai politik (Parpol) sudah menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan massa dan calegnya untuk mengikuti jalan santai pemilu damain bertabur doorprize ini. Sementara persiapan dari KPU sendiri hampir matang.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC-PPP) Kabupaten Mukomuko, Masripani Maas, SH mengatakan ia sudah menghubungi seluruh caleg untuk membawa timnya mengikuti jalan santai ini. Sebagai peserta pemilu dan masyarakat yang punya kewajiban ikut menyukseskan pemilu, sewajarnya untuk hadir meramaikan kegiatan tersebut.
‘’Kami kemungkinan akan ikut, saya sudah sampaikan kepada kawan-kawan agar memeriahkan acara ini, mudahan semuanya bisa hadir. Sebagai peserta pemilu sudah sewajarnya kita menyuksesan gerak jalan sehat pemilu damai ini,’’ kata Masri.
Caleg kuat Hanura Dapil I, Ismardi juga mengaku sudah mendapat undangan untuk mengikuti jalan santai ini, ia siap mengajak serta tim dan kader partai untuk ambil bagian. Ia tidak berharap mendapat doorprize tetapi lebih kepada menyukseskan acara KPU tersebut. Harapannya masyarakat juga bisa ramai-ramai mengikuti acara yang digelar serentak se Indonesia oleh KPU ini.
‘’Kita berharap acara berjalan dengan sukses, ikut serta merupakan bagian dari kepedilian kita dengan pelaksanaan pemilu nanti,’’ tegasnya.
Koordinator acara, AH Siregar, S.Ag, M.Pd mengatakan untuk persiapan sudah matang, mereka juga telah menyampaikan undangan kepada berbagai pihak untuk ikut jalan santai nanti. Ia yakin bakal sukses, sebab hingga kemarin tiket jalan santai yang mereka sediakan hanya tersisa sedikit saja. Jalan santai ini terbuka bagi masyarakat umum.
‘’Star dari bundaran sekitar Pukul 6.30 WIB, kita minta peserta sudah hadir 10 menit sebelum gerak jalan dimulai, undangan sudah disebarkan dan kupon juga telah dibagikan kepada masyarakat,’’ tutupnya.(jar)


Sukseskan Pemilu, Kesbangpol Surati Kades dan Camat
POLITIK RM – Pemerintah Daerah Kabupaten Mukomuko, melalui Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Sandi (Kesbangpol dan Sandi), surati camat dan kades. Isi suratnya, agar camat dan kades selalu tangan kanan pemerintah daerah di tingkat bawah, bisa ikut mengajak masyarakat menyukseskan pemilu. Diantaranya ikut menggunakan hak suara dan mejaga kertiban dan keamanan masyarakat.
Kepala Kesbangpol dan Sandi, Yanzuri Nawawi, SE mengatakan menyukseskan pemilu bukan hanya tugas pelaksana pemilu, seperti KPU dan Panwaslu. Tetapi pemilu untuk rakyat, maka semua masyarakat meski ikut menyukseskannya. Caranya dengan menggunakan hak pilih dan sama-sama menjaga kantipmas. Atas dasaritu, pihaknya menyurati camat dan kades yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
‘’Ini tugas kita bersama, kita menyurati camat sebagai bentuk kerjasama, sebab camat dan kades bagian dari pemerintah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat setiap saatnya,’’ kata Yanzuri.
Yanzuri juga secara lansung mengajak masyarakat, LSM, Ormas dan pihak lainnya untuk ikut memperhatikan jalannya pemilu. Sebab kebersamaan masyarakat akan menghasilkan pemilu yang baik dan nyaman. Kepada peserta pemilu, juga eks Kabag Humas ini menitipkan harapan pemerintah, agar bersaing secara sehat dan giat mengajak masyarakat untuk menggunakan hak suaranya.
‘’Kami yakin pelaksana pemilu mampu mengemban amanah yang diberikan negara, juga kepada peserta pemilu, kami ucapkan selamat berjuang dan mari sama-sama menyukseskan pelaksanaan pemilihan,’’ tutupnya.(jar)

Jelang Pemilu, Aktivitas Dewan di Kantor Berkurang
POLITIK RM – Mendekati pemilihan umum 9 april mendatang, aktivitas anggota DPRD Kabupaten Mukomuko di kantor berkurang. Kondisi ini terlihat dari minimnya jumlah anggota DPRD Mukomuko yang masuk kantor setiap harinya. Dalam sehari hampir dipastikan ada dewan yang tidak masuk ke kantor, bahkan beberapa hari belakangan hanya segelintir saja terlihat.
 Kondisi ini tidak dibantah oleh Sekretaris DPRD Mukomuko, Drs. H Bustari Maler, M.Hum, namun ia ia tetap membela dewan, jika dituding lebih mementingkan kampanye dari pada urusan kantor. Kondisi seperti ini terjadi di mana-mana, tidak hanya ada di Mukomuko. Sebab dewan adalah politisi, mereka tidak diwajibkan ngantor seperti PNS atau pegawai lainnya, kecuali saat ada agenda. Apalagi saat sekarang, selain banyak tahapan pemilu yang melibatkan dewan, agenda dewan memang tidak banyak di kantor.
‘’Mereka itukan wakil rakyat, tidak wajib masuk kantor, melainkan diharusnya senantiasa berada di tengah masyarakat. Saya rasa kondisi itu tidak hanya di Mukomuko saja, apalagi pemilu sekarang, dewan banyak yang terlibat di dalamnya,’’ kata Bustari.
Mestipun demikian, Bustari mengaku aktivitas di kantor ini tidak terganggu, pada saat ada pertemuan atau hearing dengan pihak tertentu dewan hadir. Kalau mengenai pekerjaan lain, di setwan memang bukan tugas dewan melainkan tugas sekretariat. Suatu hal yang dihindari, dewan tidak menyalahgunakan jabatannya  atau fasilitas daerah yang dipegang untuk kepentingan pemilu.
‘’Kalau ada agenda, dewan ada yang hadir, semuanya berjalan dengan baik, untuk kegiatan di sekretariat pada dasarnya merupakan tanggungjawan sekwan. Yang jelas kami selalu sampaikan, agar dewan tidak menggunakan fasilitas daerah untuk kampanye,’’ tutupnya.(jar)
Datang Tanpa Pengawalan
488.908 Surat Suara Pemilu Diolah di KPU Mukomuko
POLITIK RM – Sesuai dengan berita sebelumnya, Malam kemarin sekitar Pukul 21.40 WIB surat suara pemilu 2014 sampai ke Kabupaten Mukomuko. Jumlah total sebanyak 491 box atau dus, yang terdiri dari surat suara DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI dan DPD. Jumlah ini sesuai dengan jumlah mata pilih di tambah 1 per dapil untuk cadangan dan ditambah dengan surat suara pemilu ulang, jika terdapat masalah saat pencoblosan terjadi.
Anehnya surat suara yang diangkut menggunakan mobil boks ini tanpa pengawalasan dari aparat ke amanan ataupun pengawas pemilu. Hanya terdapat sopir logistik KPU dan ditemani seorang kernek. Boks mobil diberi segel KPU yang bertuliskan dokumen Negara, juga di bagian depan kendaraan diberi merek yang sama dan lambang KPU.
Diminta keterangannya, Sopir mobil boks surat suara, Arifin mengatakan dari pusat logistik awalnya mereka di kawal. Namun dalam perjalanan dari Bengkulu ke Mukomuko tidak ada pengawalan, hanya saja sesuai petunjuk ia selalu melakukan kontak via telepon dengan pihak keamanan setempat termasuk dengan pihak Polres Mukomuko. Selama perjalanan ia juga mengakui tidak ada kendala yang didapati, hanya saja kondisi jalan yang sulit.
‘’Kalau pengawalan khusus tidak ada, kami selalu kontak dengan pihak keamanan dan KPU. Dalam perjalanan tidak ada kendala yang mereka temui, melainkan hanya kondisi jalan yang membuat sedikit lambat.  Namun tampaknya kedatangan kami sudah diketahui seluruh pos keamanan, mereka tahu kendaraan kita,’’ ujar Arifin.
Ketua KPU Mukomuko, Dawud, S.Ag didampingi bagian logistik, Khairanzar, SE mengaku tidak mengetahui jelas, mereka hanya diberi tahukan surat suara menuju Mukomuko. Setelah berangkat, ia selalu melakukan kontak dengan sopir surat suara tersebut. Yang pasti surat suara datang dengan selamat, jumlahnyapun sesuai dengan pemberitahuan dari pusat. Boks kendaraan saat tiba masih di segel, dibuka dengan disaksikan panwaslu, pihak kemanana dan dari media massa.
‘’Semuanya terbuka dan disaksikan bersama, jumlah surat suara sama dengan yang diberutahukan sebelumnya. Kalau mengenai angkutan lainnya kami tidak tahu menahu. Kita bersukur karena semuanya aman sampai ke KPU, kita sudah hitung dengan rinci jumlahnya. Beruta acara serahterima juga dibuat,’’ paparnya.
Untuk selanjutnya, surat suara ini akan dikelola untuk persiapan pengiriman ke TPS. Dibawah pengawakan dan pengawasan nanti dibuka untuk di lakukan sortir dan pelipan. Kalau ada masalah atau rusak akan dilaporkan ke Provinsi hingga pusat.
‘’Semuanya ada di gudang KPU, dikawal setiap saatnya. Mungkin dalam waktu dekat segera kita olah untuk siap dikirim ke PPS,’’ lanjutnya.
Kapolres Mukomuko, AKBP Wisnu Widarto, S.Ik melalui Kasat Intel Iptu. Mengatakan untuk pengamanan di perjalan tidak ada pemberitahuan. Namun selama surat suara ada di KPU hingga pencoblosan nanti, setiap prosesnya akan di kawal. Ia akan menepatkan anggota khusus untuk selalu memantau surat suara tersebut.
‘’Ya, kita akan selalu melakukan pengawalan setiap saatnya di KPU hingga nanti sampai pemilihan selesai. Ada anggota khusus yang kita siapkan setiap waktunya,’’ tutup Kapolres.(jar)

Demokrat Siap Ladeni Panwaslu
//Terkait Dugaan Pelanggaran Oleh Dian A Syagroza
POLITIK RM – Nampaknya petinggi Partai Demokrat Kabupaten Mukomuko mulai gerah dengan tudingan Panwaslu terhadap, Dian A Syahroza, yang dianggap melanggar aturan pemilu. Selain meminta panwaslu bekerja profesional, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Mukomuko, Ir. Muharamin menantang pihak Panwaslu untuk melanjutkan perkara ini. Mereka juga siap memperkarakan berbagai dugaan ketidak profesionalan Panwaslu Mukomuko  terhadap caleg maupun partai politik.
Dikatakan anggota DPRD Provinsi Bengkulu ini, Panwaslu jangan asal memojokkan caleg Demokrat. Kalau memang punya dasar dan bisa bertindak adil, silahkan laporkan caleg Demokrat sampai kemanapun. Namun Demokrat dipastikan tidak akan tinggal diam, mereka siap menuntut Panwaslu yang diduga membiarkan caleg lain melanggar aturan, padahal mengetahui kejadian tersebut dan malah berkilah dengan tidak masuk akal.
‘’Silahkan mereka laporkan kemana saja, kalau memang punya dasar dan bisa bekerja profesional. Kita kecewa, ada kesan terlalu memojokkan Partai Demokrat, padahal pelanggaran yang jelas-jelas tidak mereka anggap pelanggaran,’’ kata Muharamin.
Menurutnya ada caleg yang melanggar aturan, menghadiri acara resmi pemerintahan membawa embel pencalonannya. Bahkan melaksanakan program sosial dengan dana bersumber dari APBD/APBN. Padahal dalam aturan jelas-jelas disebutkan, dilarang tampil dengan menggunakan anggaran daerah. Kalau Panwaslu berasalan tidak mengetahui, maka kinerja mereka perlu dikaji kembali. Ia ingatkan, jika Panwaslu tidak adil dalam menjalankan tugas, akan ada protes dari seluruh partai politik atau caleg.
‘’Ini sudah keterlaluan, sikap panwalu bisa memancing kemarahan caleg lainnya, dampaknya mereka sendiri. Alasan yang dikemukakan tidak tahu, apalagi berkelik itu sudah bisa dilakukan sejak sebelum kampanye, tidak bisa diterima, panwaslu bekerja atas aturan bukan kebiasaan,’’ tegas Caleg DPRD Provinsi Nomor urut 1 ini.
Juga Sekjen DPC PKPI Mukomuko, Gustiadi Badi, SH menilai selama ini Panwaslu seakan tutup mata dengan pelanggaran yang dilakukan oleh seorang caleg yang ada hubungannya dengan penguasa atau embel-embel lainnya. Tampaknya sikap panwaslu ini perlu dikaji dan mendapat perhatian dari seluruh perserta pemilu dan masyarakat. Sebab dampaknya bisa menciptakan pemilu yang tidak adil bahkan tidak kondusif.
‘’Mau bukti apalagi Panwaslu, semua orang tahu dalam berbagai kegian resmi pemerintahan ada embel calegnya, bahkan mengadakan kegiatan dengan anggaran daerah tetapi dikaitkan dengan pencalonannya,’’ papar caleg PKPI Dapil I ini.
Dikonfirmasi Ketua Panwaslu Mukomuko, Muchtadir Munib, SE mengingatkan, sebaiknya tidak menerka-nerka kinerja panwaslu. Kalau memang ada protes atau merasa tidak diperlakukan secara adil, silahkan konfirmasi langsung dengan Panwaslu Mukomuko. Juga soal, ada caleg lain yang dituding tidak ditindak, sebaiknya laporkan dulu dengan Panwaslu. Ia yakin selama ini Panawaslu bekerja sesuai dengan aturan dan kapasitasnya.
‘’Jangan berkoar di belakang apalagi hanya memalui media, kalau ada ketidak puasan dan tidak jelas datang ke panwaslu, biar kami jelaskan. Sudahlah! Kami ini bekerja sesuai aturan, tidak ada yang disembunyikan, semua orang bisa menyampaikan laporan,’’ pungkasnya.(jar)



Dian A Syahroza Angkat Bicara
POLITIK RM – Merasa jadi bulan-bulan oleh Panwaslu Mukomuko, Anggota DPR RI, Dian A Syahroza akhirnya angkat bicara. Caleg DPR RI Partai Demokrat ini, membantah tuding kampanye terbuka sebelum waktunya dan money politik yang ditudinkan Panwaslu. Pasalnya kehadirannya dalam acara musik tradisional beberapa waktu lalu, tidak ada hubungannya dengan kampanye.
Via HP, Dian A Syahroza menjelaskan jika saat itu ia diminta hadir, karena ada keinginan dari masyarakat untuk menunjukkan musik tradisionalnya kepada dirinya, selaku wakil rakyat. Uang yang ia berikan kepada penari, bukan money politik melainkan sebagai penghargaan. Dian merasa musik tradisional Mukomuko cukup bagus dan pantas dikembangkan. ‘’Kalau itu yang dipersoalkan oleh Panwaslu, sangat disayangkannya. Wajar dong selaku anggota dewan melihat pertunjukan itu, saya merasa ini harus dikembangkan. Uang yang saya berikan hanya sebatas penghargaan dan keinginan untuk mengembangkannya, masa dikatakan money politik,’’ kata Dian.
Mengenai keberadaan gambarnya di tempat acara, menurut Dian itu bukan kampanye. Lokasi acara di rumah caleg Demokrat untuk kabupaten, maka wajar memasang atribut di rumahnya. Yang perlu dipertanyakan itu kecintaan panwaslu Mukomuko terhadap kebudayaan daerahnya sendiri. Tidak bagus kalau anggota dewan yang tertarik dengan kebudayaan daeraah, malah dipolitisi.
‘’Itukan ibu Ermawati yang mengadakan acara, bukan kampanye, melainkan kegiatan pribadi di rumahnya. Perlu ditanyakan, kepedulian panwaslu terhadap budayanya. Soal gambar, itukan rumah pribadi caleg Demokrat. Maka harus jelas dong, jangan sepihak saja,’’ tutupnya.(jar)