Friday, 28 February 2014

Mukomuko Hadapi Pemilu dan Pilkada

  Jumpa Petani, Edi Nevian Direstui Maju Pilbup


POLITIK RM – Sejak kemarin lusa, Ir. Edi Nevian, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu tengah menjalankan tugas dinasnya di Kabupaten Mukomuko. Putra Mukomuko ini berkeliling ke desa-desa untuk menampung aspirasi petani dan mengecek realisasi setiap bantuan dan programnya yang sudah dilaksanakan para petani. Ada yang menarik dari kunjungannya, Edi mendapat dukungan dari masyarakat terutama petani untuk benar-benar maju sebagai calon bupati pada pilkada 2015 mendatang.
Dimulai saat ia melintasi Ipuh, mobil yang ditumpanginya diberhentikan oleh masyarakat saat menuju Mukomuko. Selain menyangkut persoalan pertanian, masyarakat Ipuh mendesaknya untuk maju sebagai calon bupati. Begitu juga dengan kunjungannya ke XIV Koto, Air Manjuto, Selagan Raya dan daerah lainnya, masyarakat secara langsung menyampaikan harapan untuknya maju sebagai calon bupati.
Diminta jawabannya atas usulan dari masyarakat ini, Edi enggan terlalu banyak membahas soal politik. Menurutnya wajar saja kalau masyarakat petani berpendapat demikian. Karena selalu Kadis Pertanian provinsi, sejak awal ia dekat dengan petani dan mereka masih punya harapan besar kepada dirinya. Namun inti dari kehadirannya di tengah petani Mukomuko, bukan untuk itu melainkan dalam rangka menjalankan tugas dinas.
‘’Soal ada usulan saya maju sebagai bupati dari petani, menurut saya hak mereka, tidak perlu ada pihak yang usil dengan itu, yang jelas saya datang ke petani sudah rutin dalam rangka menjalankan misi dinas selaku kepala dinas pertanian,’’ tegas Edi.(jar)

Persaingan Politik Bukan Perpecahan
POLITIK RM – Persaingan politik antar caleg, baik berbeda partai politik (parpol) maupun dalam perahu yang sama. Tingginya tingkat persaingan ini tak lepas dari aturan penrhitungan suara berdasarkan peraih suara terbanyak. Namun diharapkan, persaingan yang terjadi cukup dalam konteks politik menuju pemilu, jangan sampai persaingan mengejar kemenangan pemilu berubah menjadi perpecahan antar masyarakat.
Seperti disampaikan ketua DPRD Kabupaten Mukomuko, Drs. Arnadi Pelam, persaingan dalam politik hal yang biasa dan memang sudah harus demikian adanya. Namun jangan sampai persoalan politik merembet ke persoalan keluarga atau sesama masyarakat. Apalagi caleg yang bersaing, sebagian besarnya masih punya tali persaudaraan. Jika tidak hati-hati, perpecahan akan terjadi, hingga kenyamanan bermasyarakat tidak lagi terjaga.
‘’Bagi kawan-kawan yang sudah biasa dengan persaingan politik mungkin dapat memahami. Namun bagi yang beru mencoba sebaiknya tetap membatasi yang mana politik dan urusan di luar politik. Jangan sampai gara-gara kita yang bersaing, sanak saudara jadi bertengkar, apa enaknya sesama saudara saja tidak ada kebaikan,’’ kata Arnadi.
Lanjutnya caleg harus memberi pelajaran politik kepada masyarakat, bagaimana cara melakukan pemilihan yang baik. Selanjutnya mencontohkan cara berpolitik yang sportif dan santun. Jangan malah mengajari pemilih untuk berpolitik kotor, seperti praktik money politik, jual beli suara dan pelanggaran lainnya.
‘’Beri contoh berpolitik yang santun dan cara memilih yang bagus, jangan malah mengajari pemilih untuk melakukan politik uang dan pelanggaran lainnya,’’ tegas Arnadi.
Terkait dengan pendapatnya mengenai perbedaan persaingan politik 2009 dengan politik sekarang, Caleg Demokrat nomor urut 7 ini, mengaku lebih berat pemilu 2009, sebab persaingan antar parpol untuk memenangi pemilu lebih ketat. Dimana peserta pemilu saat 2009 mencapai 36 parpol, sementara saat ini hanya ada 12 partai. Namun kebutuhan suara aman untuk menjadi pemenang pemilu lebih tinggi pada pemilu 2014 ini.
‘’Kalau ketatnya persaingan saya merasa lebih ketat pada 2009 lalu, sebab saat itu persaingan antar partai itu cukup berat. Sedangkan sekarang hanya 12 partai, namun untuk mengamankan 1 kursi caleg butuh suara lebih besar dari sebelumnya,’’ tutup Arnadi.(jar)

Pemilu, KNPI Pilih Netral
POLITIK RM – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD-KNPI) Kabupaten Mukomuko menegaskan, organisasi kepemudaan ini tidak akan memihak pada salah satu partai politik ataupun caleg perserta pemilu. Meskipun pada dasarnya beberapa kader mereka tercatat sebagai caleg di beberapa partai, diantaranya di PAN, Partai Demokrat, Golkar dan NasDem serta beberapa parpol lainnya.
Disampaikan langsung oleh Ketua DPD KNPI Mukomuko, Agus Harvinda, ST. M.Si, meski ada beberapa pengurus yang maju sebagai caleg, namun mereka bukan utusan organisasi, melainkan keinginan pribadi. Sebab KNPI tidak membatasi caleg dalam menyalurkan hobi atau haknya, baik berpolitik maupun bidang lainnya. KNPI tetap netral dan memberi kebebasan kepada caleg untuk bersaing. Meski ada kadernya yang mendukung salah satu partai, itu bukan atas nama KNPI.
‘’Silakan saja terjun ke dunia politik, namun bukan atas nama organisasi kita. KNPI tetap netral meskipun kader kita maju sebagai caleg, apalagi mereka ada di beberapa partai yang berbeda,’’ kata Harvinda.
Bukan berarti sikap netral KNPI menunjukkan ketidak pedulian pihak, ia  tetap meminta anggotanya ikut menyukseskan pemilu dengan mengajak masyarakat menggunakan hak suaranya. Jadi pemilih yang cerdas, jangan memilih caleg yang tidak berkualitas untuk menjadi wakil rakyat. Sebab keberadaan seorang dewan sangat penting bagi pembangunan daerah. Pendidikan dan kemampuan seornag dewan sangat dituntut untuk bisa menampung aspirasi masyarakat.
‘’Kita tetap dengan cara sendiri mengajak masyarakat ikut menyukseskan pemilu, gunakan hak pilih untuk mengangkat wakil yang berkualitas, hingga aspirasi ke depan bisa diperjuangkan,’’ tutupnya.(jar)

Bertekad Dudukkan Rio di DPR RI
POLITIK RM - Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Patrice Rio Capella optimis dirinya dan partai mendapat dukungan dari masyarakat di seluruh penjuru termasuk masyarakat Kabupaten Mukomuko. Dengan itu Rio yakin dalam pemilu mendatang NasDem mampu bersaing dengan partai lain. Bahkan NasDem diklaim bakal mampu meraih banyak kursi dan mendudukkan para Calon Legislatif (Caleg).
‘’Dukungan masyarakat amat penting sekali. Kita tahu tanpa kedekatan, pemahaman, keyakinan dan dukungan masyarakat, tidak ada apa-apanya suatu partai. Jadi bagi NasDem sangat penting sekali dukungan ini. Dan kita optimis NasDem mampu bersaing serta banyak meraih kursi di dewan mulai di tingkat daerah, provinsi dan pusat,’’ kata Rio.
Tokoh Masyarakat Kota Mukomuko, Sudirman yang juga kader NasDem mengaku siap untuk ikut serta membesarkan NasDem. Dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) nanti, ia optimis banyak caleg meraih suara dan duduk di kursi dewan. Termasuk dukungan terhadap Rio yang maju sebagai Caleg DPR RI. Ia bersama masyarakat, simpatisan dan kader NasDem akan berupaya keras untuk mendudukkan Rio.
"Meski baru sebagai peserta pemilu, kita optimis NasDem mampu bersaing dan mendapat dukungan masyarakat. Dan kita yakin caleg banyak yang duduk. Kita terus bergerak untuk membesarkan NasDem dan meminta dukungan penuh dari masyarakat. Kita juga akan berjuang untuk mendudukkan Rio di DPR RI. Karena Rio mempunyai potensi dan kemampuan untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik," ungkap Sudirman.
Tokoh Masyarakat Penarik, Maulana turut mengatakan bahwa khusus di Daerah Pemilihan (Dapil) 2, NasDem diyakini banyak mendapat dukungan masyarakat. Ia pun siap untuk mendukung untuk perubahan. Termasuk mendukung Rio untuk bisa duduk di kursi DPR RI.
"Dapil 2 ini termasuk berat, tetapi kita yakin NasDem mampu mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Kita akan mendudukkan caleg yang pro rakyat dan membawa perubahan. Dan kita juga siap mngirim Rio ke DPR RI," demikian Maulana diamini Kamal, simpatisan NasDem.(red)

Di Medan Jaya, Caleg Bebas Berkampanye
POLITIK RM – Berbeda halnya dengan kebijakan Kades Manunggal Jaya, Kades Medan Jaya, Kecamatan Ipuh, Agus Wandi tidak memberi batasan kepada peserta pemilu menggelar kampanye di wilayah kekuasaannya. Selagi tidak melanggar aturan dan mengganggu ketentraman masyarakat Medan Jaya caleg dapat berkampanye kapan saja ataupun memasang alat peraga kampanye.
Dikatakan Wandi, caleg DPRD Mukomuko, DPRD Provinsi, DPR RI dan DPD RI darimanapun bisa masuk ke desa ini untuk kampanye. Ia tidak membatasi, caleg dan tidak membedakan antara caleg luar dengan caleg asal Medan Jaya sendiri. Namun ia tegaskan harus sesuai dengan aturan, serta mendapat izin. Apalagi lapangan hijau ipuh merdeka merupakan aset desa. 
‘’Saya memberikan kekebasan kepada seluruh caleg untuk berkampanye di lapangan namun harus meminta izin dari pihak desa. Karena lapangan tersebut merupakan aset desa, selain itu, semua kerusakan yang terjadi setelah melakukan kampanye harus ditanggung oleh caleg tersebut,” kata Agus Wandi
Dilanjut Wandi selain panggung yang telah di sediakan oleh pihak desa, umbul-umbul, keperbersihan lapangan serta Keamanan desa juga harus di jaga saat melakukan kampanye. Karena pihak desa tidak menginginkan terjadi kerugian kepada masyarakat.
‘’Jika nanti caleg membawa masa sebanyak-banyaknya silahkan. Saya tidak melarang karena kita dunia berdemokrasasi namun saya tidak mau nantinya masyarakat dirugikan,’’ Tutup Wandi.(ae)


Parpol Dideadline Hingga 2 Maret
//Serahkan Laporan Dana Kampanye
POLITIK RM – Kemarin berlangsung rapat para petinggi Partai politik (parpol) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko, yang turut dihadiri Panwalu Mukomuko. Agenda rapat yaitu penyelesaian laporan dana kampanye caleg dan partai politik. Menyesuaikan dengan aturan Pemilu 2014, seluruh pengurus parpol diminta menyerahkan laporan lengkap dana kampanyenya pada 2 Maret mendatang.
Salah seorang anggota KPU Mukomuko, Dedi Desponsori, S.HI mengatakan jika sampai jatuh tempo belum lengkap, masih ditunggu hingga 3 Maret. Selanjutnya KPU akan melakukan pengecekan setiap laporan yang masuk. Jika masih ada yang dinilai kurang, maka diminta memperbaiki kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama. Rapat kemarin merupakan penjelasan kepada parpol, jika dana kampanye harus diserahkan.
‘’Kita sudah sampaikan kepada semua pengurus partai dalam rapat ini, maka mereka harus mematuhinya, kalau ada yang tidak melengkapi laporan kampanye sesuai waktu ditetapkan, maka mereka harus siap dengan dampanya,’’ kata Dedi.
Laporan dana kampanya harus sesuai dengan anggaran yang dimiliki, jangan sampai ada pengeluaran yang disembunyikan, begitu juga dana masuk harus terbuka. Sebab dana kampanya akan diaudit oleh tim audit, jika ada ketidak sesuaian akan menimbulkan masalah bagi parpol atau caleg bersangkutan. Sangsi terberatnya jika diketahui melanggar adalah pencoretan sebagai peserta pemilu.
‘’Untuk audit itu ada timnya, kita dalam hal ini menyampaikan aturan pemilu menyangkut dana kampanye. Bisa saja ada sangsi tegas bagi partai atau caleg yang tidak mengikuti aturan pemilu tersebut,’’ tegas Dedi.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura Kabupaten Mukomuko, Hermansyah, M.Kom mengaku dana kampanye parpolnya belum dilengkapi. Namun ia optimis akan menyelesaikan laporan dana kampanye sesuai waktu yang ditetapkan KPU. Dana kampanye Hanura secara total belum bisa disebutkan, sebab masih melengkapi laporan dari caleg.
‘’Kalau kita siap, sesuai waktu yang ditetapkan, kami akan berusaha menyelesaikan semua laporan keuangan secara lengkap,’’ tutupnya.(jar)

Songsong Pemilu, KPU Gelar Jalan Sehat dan Karnaval
POLITIK RM – Dalam rangka menyukseskan Pemilu 2014, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mukomuko akan menggelar kegiatan jalan sehat pemilu damai, yang dilanjutkan dengan karnaval. Keseluruhan kegiatan ini dalam rangka mengajak masyarakat sama-sama memberi perhatian besar terhadap pemilu.
Anggota KPU Mukomuko bagian sosialisasi, Abdul Hamid Siregar, S.Ag, M.Pd mengatakan pihaknya bertekad menyukseskan pemilu, dalam hal ini mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya merupakan tugas penting. Jalan sehat dan karnaval salah satu upaya KPU mendekatkan masyarakat dengan pentingnya pemilu. Pihaknya menargetkan ribuan warga andil dalam kegiatan yang mereka gelar tersebut. Juga berharap kegiatan itu dapat diikuti para peserta pemilu, baik atas nama perorangan atau partai politik.
‘’Untuk jalan sehat akan dilangsungkan pada 9 Maret serentak se Indonesia, namun untuk karnaval kami belum bisa pastikan waktunya. Yang jelas kita ingin melibatkan semua lapisan dalam kegiatan ini. Hingga sosialisasi pemilu sampai kepada masyarakat luas,’’ kata Siregar.
Untuk menarik peminat jalan sehat, KPU menyediakan berbagai doorprize bagi peserta yang beruntung berupa kulkas, dispenser, magic jar, setrika dan berbagai doorprize menarik lainnya. Mereka akan menggandeng media massa untuk menyukseskan acara ini. Selain itu juga petugas KPU terus melakukan sosialisasi secara door to door ke rumah-rumah masyarakat.
‘’Kita akan menyediakan berbagai doorprize menarik bagi peserta jalan sehat nantinya, banyak lagi kegiatan lain yang kita laksanakan dalam menyukseskan pemilu, dan di sisi lain petugas terus bergerak,’’ tutupnya.(jar)

Panwaslu Tunda Kasus PPP dan Demokrat
POLITIK RM – Hingga kemarin, dua kasus dugaan pelanggaran pemilu oleh caleg Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil II dan caleg Demokrat untuk DPR RI belum diplenokan oleh Panwaslu Mukomuko. Alasannya masih ada beberapa barang bukti yang perlu dilengkapi dan kesiapan dari panwaslu sendiri belum matang.
Diminta keterangannya kemarin, Ketua Panwaslu Mukomuko Muchtadir Munib, SE mengatakan, untuk sekarang pihaknya masih perlu banyak bukti dan keterangan dari saksi. Maka rencana mengadakan pleno untuk menetapkan kategori pelanggaran ini ditunda lebih dahulu. Yang jelas dugaan sementara sudah terjadi pelanggaran pemilu. Dimana untuk caleg PPP diduga masih digaji bersumber dari APBD dan kasus caleg Demokrat, kampanye terbuka diluar jadwal.
‘’Kita perlu melengkapi segala hal untuk melakukan pleno, yang jelas dua kasus yang tengah kita tangani ini akan diselesaikan sesuai aturan pemilu,’’ kata Muchtadir.
Untuk saat ini, nasib caleg PPP masih ngambang, begitu juga dengan kasus caleg Demokrat. Yang jelas Panwaslu memastikan setiap pelanggaran ada konsekwensinya bagi caleg bersangkutan. Untuk pelanggaran lain, sejauh ini masih terus dikaji oleh Panwaslu, terutama terkait dengan pemasangan atribut kampanye oleh caleg.
‘’Kita tidak pandang bulu, setiap dugaan pelanggaran kita catat dan akan ditindak lanjuti, sangsi terberat pembatalan pelantikan setelah memenangi pemilu,’’ tutupnya.(jar)