Sunday, 23 February 2014

HUT Kabupaten Mukomuko

Evaluasi Lebih Penting dari Perayaan
METRO – Melakukan evaluasi terhadap pembangunan, kinerja selama setahun dan mencari ide pembangunan ke depan lebih penting dilakukan pemerintah, saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 11 Kabupaten Mukomuko ini. Tidak hanya sekedar menggelar sidang paripurna dan upacara peringatan dengan membaca sejarah Mukomuko. Hal ini disampaikan oleh tokoh Mukomuko, H. Hamdani Makir, SH, M.Hum.
Perayaan dengan mendatangkan artis dan  keramaian, ada baiknya juga, sebagai bentuk perpelayanan kepada masyarakat. Namun ada hal yang lebih penting, bagaimana mengevaluasi secara total setiap segi pekerjaan pemerintah daerah selama ini. Caranya dengan melibatkan seluruh tokoh, mulai dari tokoh presidium, adat, syarak, pemuda, tokoh perempuan dan tokoh Mukomuko yang ada di rantau. Undang mereka dalam forum untuk membicarakan apa yang perlu dibenahi lagi dan dilakukan kedepannya.
‘’Melakukan evaluasi itu lebih penting saat perayaan HUT seperti sejarang, hingga pemerintah punya dasar melangkah. Apa salahnya duduk bersama dengan tokoh-tokoh yang ada untuk mendengar pendapat mereka mengenai kabupaten ini dan meminta usul apa yang lebih untuk kedepannya,’’ kata Hamdani.
Dosen Unib ini, menilai selama ini pembangunan dilakukan lebih banyak menggunakan ide dari kepala daerah sendiri. Sehingga ada kritikan yang muncul, pembangunan untuk kepentingan kelompok dan politis semata. Juga penilaian hanya berdasarkan laporan pejabat selama setahun. Padahal seperti diketahui, banyak pejabat yang menyampaikan laporan Asal Bapak Senang (ABS). Dampaknya banyak yang bagus dalam laporan dan secara fisik nilainya masih dibawah standar.
‘’Kepala daerah mungkin banyak ide, namun manusia ada batasnya, sehingga perlu ada pendapat dari tokoh lain. Juga mengenai hasil, tidak cukup mengandalkan laporan dari pejabat sematan. Karena tak dipungkiri ada yang ABS,’’ tegasnya.
Hamdani juga tak menafik, jika secara fisik atau kasat mata Kabupaten Mukomuko jauh lebih maju dibanding dengan sebelumnya. Namun ia mengharap, jangan sampai di dalamnya keropos. Yang masih kurang saat ini, tata kota kabupaten masih jauh dari bagus. Semestinya saat memasuki kota kabupaten ada kesan tersendiri. Untuk saat ini, itu belum nampak sama sekali.
‘’Kalau secara fisik pembangunan sudah nampak, namun itu tidak cukup, kita harus punya kejutan awal untuk pendatang. Sama halnya rumah kita sendiri, kalau baru datang orang melihat tumpukan sampah, maka di dalamnya sudah tampak tidak begitu bagus,’’ tutupnya.(jar)